
Jessica yang sudah menyelesaikan pekerjaannya membersihkan peralatan makan, berjalan menghampiri Arga yang tertidur di kursi sofa. Jessica memilih duduk di bawah sambil memandang wajah tampan Arga. Jessica menatap lekat setiap inci bagian wajah Arga.
“Kenapa kau begitu tampan? Kau selalu membuatku berdebar setiap didekatmu”gumam Jessica dalam hati
Jessica yang merasa lelah akhirnya malah tertidur di samping Arga. Jessica tertidur dalam posisi duduk, dengan kepalanya diletakkan disamping tangan Arga.
Kedua pasangan kekasih itu tertidur selama beberapa saat. Jessica yang terbangun terlebih dahulu, disusul kemudian Arga. Kali ini tubuh Arga terasa lebih baik. Tidur memang menjadi obat yang paling ampuh untuk tubuh yang kelelahan. Demam yang diderita Arga tadi rupanya efek tubuhnya karena Arga lupa makan. Kesibukan pekerjaan membuat Arga lupa makan.
Melihat Arga yang sudah bangun, Jessica pun meletakkan tangannya untuk memeriksa suhu tubuh Arga.
“Demam kakak sudah turun. Syukurlah!”ucap Jessica senang
Arga pun merasa lebih baik dan memilih bangun dari tidurnya. Arga duduk bersandar di kursi sofanya.
“Aku sudah sembuh. Kau tak perlu kuatir lagi”ucap Arga
“Apa kakak punya termometer? Kita harus pastikan suhu tubuh kakak sudah normal”ucap Jessica.
“Sepertinya ada di dalam laci di ruang kerjaku”jawab Arga
“Kakak duduk saja, biar aku ambilkan”pinta Jessica
“Dimana ruang kerja kakak?”tanya Jessica
“Ruangan itu”tunjuk Arga
“Aku ambilkan dulu termometernya. Kakak tunggu saja disitu. Jangan kemana-mana, okey?”pinta Jessica
Jessica kemudian berjalan ke arah ruangan yang ditunjuk Arga tadi. Begitu di dalam ruang kerja, Jessica langsung membuka laci meja kerja Arga.
“Ah..disini rupanya. Tunggu apa ini?”
Jessica menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. Sebuah bingkai foto berisi foto Arga dengan seorang wanita. Karena penasaran, Jessica mengeluarkan bingkai foto itu.
Hati Jessica mendadak sakit. Dadanya terasa sangat sesak. Bagaimana tidak, jika kita justru menemukan foto kebersamaan kekasih kita dengan wanita lain. Apalagi di dalam foto itu Arga terlihat sangat bahagia. Jessica menemukan dua foto kebersamaan Arga dan Catherine. Di dalam kedua foto itu, tampak jelas kebahagiaan di mata keduanya. Bahkan dalam salah satu foto Arga terlihat dapat tertawa dengan lebar.
“Tidak mungkin kan mereka punya hubungan khusus? Bukankah nona Catherine sudah menikah? Mungkin ini hanya prasangkaku saja. Apa yang kau pikirkan sebenarnya Jessi? Tak mungkin kak Arga bersama dengan nona Catherine”gumam Jessica dalam hati
Jessica mengembalikan bingkai foto itu ke tempatnya semula. Jessica segera keluar dari ruang kerja sambil membawa termometer.
__ADS_1
“Kenapa lama sekali?”tanya Arga
“Ah..tidak ada apa-apa. Aku hanya takjub dengan desain ruang kerja kakak. Itu saja”kelit Jessica bohong
Jessica segera mendekati Arga dan memeriksa suhu tubuh Arga menggunakan termogun yang ditemukannya tadi. Arga menatap wajah gadis cantik yang terlihat berbeda setelah keluar dari ruang kerjanya.
“Suhu tubuh kakak udah normal”ucap Jessica setelah melihat hasil yang tertera di layar termogun.
“Benar kan, aku hanya butuh tidur sebentar”ucap Arga
“Iya”sahut Jessica sambil memaksakan senyum tersungging di wajahnya.
Arga yang melihat ada yang tidak beres dengan Jessica tampak mengernyitkan dahinya.
“Kau kenapa?”tanya Arga
“Hah..aku? Aku baik-baik saja. Kenapa kakak bertanya seperti itu?”tanya Jessica
“Entahlah. Aku merasa kau sedikit berbeda. Kalo begitu, aku ganti baju dulu. Aku antar kau pulang”
“Tak perlu kak. Aku bawa mobil sendiri tadi”tolak Jessica
“Kita bisa makan malam sekalian diluar”ajak Arga
“Besok biar anak buahku yang membawanya pulang”ucap Arga
“Baiklah kalo begitu”sahut Jessica
“Aku ke kamar dulu”ucap Arga
Arga pun berjalan ke dalam kamarnya untuk berganti baju. Sementara Jessica yang masih dihantui foto kebersamaan Arga merasa tidak tenang dan sedikit terusik. Tiba-tiba mata Jessica melihat buku yang tempo hari sempat di beli Arga. Jessica meraih buku itu dan mendadak hatinya semakin panas, mengetahui lelaki itu telah berbohong padanya.
“Jadi kau ingin belajar menjadi orangtua karena wanitamu sudah melahirkan seorang anak”gerutu Jessica dalam hati
Jessica meletakkan kembali buku itu ke atas nakas, lalu Jessica menatap hp Arga yang juga tergeletak di atas nakas.
“Aku akan memastikannya”gumam Jessica dalam hati
Jessica pun berjalan ke arah kamar Arga.
“Kak, hp ku baterainya habis. Apa aku boleh pinjam hp kakak untuk menghubungi orangtuaku kalo aku akan makan malam diluar dengan kakak?”seru Jessica dari luar kamar
“Pakai saja”sahut Arga
__ADS_1
Jessica mengambil hp Arga yang berada di atas nakas.
“Passwordnya berapa kak?”seru Jessica
“26******”sahut Arga dari dalam kamar
Jessica mengetikkan password seperti yang diberitahukan Arga. Begitu hp Arga terbuka, jantung Jessica langsung berdetak dengan sangat cepat. Jessica dengan mengumpulkan keberaniannya membuka galeri foto Arga. Jessica sengaja berbohong dengan mengatakan baterai hp nya habis karena memang ingin mengecek hp Arga.
Begitu galeri foto dibuka, hati Jessica terasa semakin teriris. Karena rupanya prasangkanya tadi benar adanya. Di dalam galeri foto itu berisi banyak sekali foto-foto Catherine. Foto kebersamaan antara Arga dan Catherine. Tak terasa airmata Jessica mengalir.
Karena marah dan kecewa pada Arga, Jessica langsung mengambil tasnya dan keluar dari apartemen Arga. Jessica keluar dengan beruraian airmata.
“Jadi wanita yang selalu dihatimu itu adalah nona Catherine. Dasar kak Arga menyebalkan! Aku membencimu”gerutu Catherine dengan airmata yang terus menetes
Arga yang sudah berganti pakaian, segera keluar dari kamarnya. Arga heran, karena apartemennya terasa sangat sepi. Dia tak melihat keberadaan kekasihnya. Arga tampak clingukan mencari Jessica.
“Jess, kau dimana?”panggil Arga
“Dimana gadis itu?”tanya Arga
Begitu sampai di depan nakas, Arga segera meraih hp nya. Arga membelalakkan matanya karena begitu hpnya dibuka, langsung menunjukkan galeri fotonya.
“Jangan-jangan…Ah, Sial!”umpat Arga
Arga yang menyadari ada yang tidak beres segera berlari keluar apartemennya. Di dalam lift, Arga berusaha menelpon Jessica tetapi gadis itu tak mau mengangkat teleponnya. Begitu keluar dari lift, sampai di bagian resepsionis, Arga segera menghampiri karyawan yang berjaga di sana.
“Apa kau lihat seorang gadis cantik berambut panjang berjalan keluar dari apartemen ini?”tanya Arga
“Maaf tuan saya tidak melihatnya”jawab karyawan itu
“Terimakasih”
“Kemana gadis itu sekarang?”gumam Arga dalam hati
“Tuan Arga mencari gadis cantik yang tadi ke apartemen tuan?”tanya seorang security.
“Benar. Apa kau melihatnya?”tanya Arga
“Tadi saya lihat gadis itu keluar dari apartemen ini dengan terburu-buru. Sepertinya gadis itu menangis”jawab sang security
“Terimakasih informasinya”ucap Arga pada sang security
Arga berusaha menghubungi Jessica tetapi tetap saja Jessica tidak mau mengangkatnya. Dia bahkan mematikan hpnya. Arga yang merasa bersalah, langsung menyusul Jessica menuju ke rumahnya.
__ADS_1