Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Janji Seorang Ibu


__ADS_3

Setelah bertarung dengan perasaannya yang kalang kabut, mendapati kenyataan ayah dari baby girl adalah Willy, sempat membuat Catherine menolak kehadiran baby girl. Catherine sempat menolak menyusui baby girl. Ada penolakan besar dari dalam diri Catherine. Dan hal ini membuat baby girl menjadi korban dari semua yang terjadi pada Catherine. Namun Arga dengan lapang dada akhirnya menerima kenyataan yang ada.


Sebelum kembali ke Indonesia bersama Devara, Agatha dan Madam O, Arga berhasil membujuk Catherine untuk menyayangi kembali baby girl.


“Nona adalah wanita yang baik. Dan saya yakin nona akan menjadi mommy terbaik bagi baby girl”ucap Arga sebelum berpamitan pada Catherine.


Kini hubungan keduanya kembali lagi seperti semula. Kembali antara majikan dan anak buahnya. Arga kembali memanggil Catherine dengan sebutan nona. Panggilan yang sudah lama dihilangkannya setelah menyatakan perasaannya pada Catherine di Paris waktu itu.


Catherine yang mendengar panggilan “nona” dari bibir Arga, merasakan ada yang menusuk tepat di jantungnya kala lelaki yang selalu dicintainya itu kembali memanggilnya dengan sebutan “nona”. Dengan beruraian airmata, Catherine mencoba menerima keputusan hidupnya untuk kembali bersama Willy, suaminya. Meskipun dalam hatinya hanya ada Arga seorang. Karena Arga adalah cinta dalam hidupnya. Namun demi kebahagiaan si kecil yang tak berdosa, Catherine merelakan dirinya kembali pada sang suami. Kembali merajut biduk rumah tangga bersama. Ditemani si kecil Darren yang mulai menyayangi si kecil.


Arga dan Catherine kembali berpisah. Arga kembali ke Indonesia untuk menjadi asisten pribadi Devara. Sementara Catherine kembali ke Amerika dan tinggal di apartemen mewah milik Willy. Ditemani beberapa baby sitter yang akan membantunya merawat baby girl.


“Saya harap nona selalu bahagia bersama keluarga kecil nona”ucap Arga sebelum berpamitan.


“Cukup kak.. Kakak pulang saja sekarang”usir Catherine menahan pedih dalam hatinya.


“Aku akan selalu mencintaimu Cathy. Ingatlah selalu hatiku hanya untukmu”gumam Arga dalam hati.


“Saya permisi nona”pamit Arga


Arga dengan berat hati akhirnya melangkahkan kakinya untuk kembali ke Indonesia bersama Devara, Madam O dan Agatha.


Sepanjang perjalanan, Arga hanya terdiam. Rasa sakit yang baru saja dirasakannya, membuat dirinya ingin sendiri. Dan kesedihan itu juga melukai orang-orang yang menyayangi Arga. Terutama Madam O, ibunya.


“Kau harus segera melupakan nona. Cinta kalian sampai kapanpun tak akan bersatu. Aku akan membuat kau segera melupakan rasa sakit ini, nak. Ibu janji”gumam Madam O dalam hati


Dirinya berjanji akan membantu sang putra untuk melupakan semua kesedihan dan kepedihan yang dirasakannya karena harus berpisah dengan wanita yang sangat dicintainya dan bayi kecil yang sudah selama beberapa bulan ini dianggapnya sebagai putrinya sendiri.


Arga terdiam sambil menatap foto baby girl.


“Meskipun aku bukan ayahmu. Tapi aku akan selalu menyayangimu seperti putriku sendiri”gumam Arga dalam hati


*


*


*


*


Begitu kembali ke Indonesia, Arga mulai disibukkan dengan semua kebutuhan dan keperluan Devara. Devara yang mulai gencar mendekati Ayra, gadis yang sudah mencuri hatinya, selalu saja menyusahkan Arga. Namun entah kenapa Arga selalu merasa sosok Ayra adalah sosok yang pas untuk mendampingi Devara. Meskipun kepribadian mereka sangat bertolak belakang.

__ADS_1


Kadang Arga tanpa sadar melihat sosok Catherine dalam diri Ayra. Kerinduan yang sangat mendalam pada kekasih hatinya membuat Arga sengaja menyibukkan diri dengan pekerjaan. Dan saat yang paling menyakitkan bagi Arga adalah saat dirinya melihat kebahagiaan Devara bersama Ayra.


Tanpa sadar Arga membayangkan kembali kedekatannya dulu dengan Catherine. Saat gadis itu selalu mengganggu hidupnya. Seperti sekarang, saat Arga sendiri di apartemennya.


“Bagaimana kabarmu sayang? Apa kau baik-baik saja di sana? Aku sangat merindukanmu”gumam Arga dalam hati sambil menatap foto Catherine bersama si kecil Thania.


Kerinduan yang memuncah dalam hatinya hanya bisa diobati Arga dengan menatap deretan foto Catherine dan Thania yang sempat diambil Arga selama berada di Amerika.


“Drt..drt..drt”


Tiba-tiba hp Arga berdering. Nampak nama Madam O tertangkap di layar hp Arga.


“Iya ibu”sapa Arga begitu mengangkat sambungan telepon ibunya.


“Kau sudah sampai apartemenmu?”tanya Madam O.


“Iya sudah”jawab Arga singkat


“Ibu hanya ingin mengingatkan, sekarang tuan muda berada di rumah nona Ayra. Jika nanti nona menghubungimu untuk menjemputnya, segera jemput tuan muda”pinta Madam O.


“Iya..aku mengerti”sahut Arga.


Sebuah panggilan lain masuk ke hp Arga. Arga segera melihat layar hpnya untuk melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata itu adalah Devara.


“Baiklah”


Sesaat kemudian, Arga mengangkat panggilan telepon Devara.


“Halo kak”sapa Devara


“Iya tuan muda”sahut Arga


“Kak, sekarang aku masih di rumah Ayra. Kakak tak perlu menjemputku karena aku akan menginap dirumah Ayra”ucap Devara sambil berbisik-bisik supaya Ayra atau keluarganya tidak mendengar pembicaraannya dengan asisten pribadinya itu.


“Tuan muda menginap di rumah nona Ayra?”tanya Arga sambil mengerutkan dahinya.


“Aku akan menginap di sini semalam. Besok aku akan ikut Ayra dan keluarganya piknik ke rumah kakek buyut bunda Ayra. Kakak bilang Madam O sekalian. Aku takut Madam akan menungguku semalaman”ucap Devara


“Baik tuan muda”sahut Arga


Beberapa saat kemudian, Devara menutup sambungan teleponnya dengan Arga. Arga pun langsung menghubungi Madam O menyampaikan pesan Devara yang akan menginap di rumah Ayra dan pergi piknik bersama dengan keluarga Ayra.

__ADS_1


“Arga?”


"Iya ibu"


“Sekarang aku senang tuan muda sudah bertemu dengan nona Ayra. Aku ikut bahagia melihat perubahan pada diri tuan muda”ucap Madam O


“Iya ibu”


“Nak, apa tidak sebaiknya kau mulai memikirkan masa depanmu?”tanya Madam O tiba-tiba.


Sudah beberapa bulan ini, Madam O terus membujuk Arga untuk menikah. Namun Arga selalu menolak permintaan ibunya itu.


“Ibu, sudah berapa kali aku katakan. Aku tidak berminta menikah”sahut Arga dengan ekspresi dinginnya.


“Ibu sudah semakin tua, nak. Apa kau tak merasa kasihan pada ibu?”tanya Madam O mencoba menggoyahkan pertahanan Arga.


“Sekarang nona sudah bahagia, sudah waktunya kau juga bahagia”ucap Madam O


Degh..


Arga kembali merasakan kesedihan yang menjalar merasuki tiap relung hatinya mendengar ucapan ibunya. Karena sejak perpisahan mereka beberapa bulan lalu, Arga mendapat kabar dari anak buahnya jika sekarang Catherine sudah bahagia bersama dengan keluarga kecilnya.


“Tapi bu..”


“Lakukan ini untuk ibu, nak. Ibu mohon. Kau mau kan?”tanya Madam O


Arga menghela nafasnya perlahan. Sejenak nafasanya terasa sangat berat.


“Baiklah. Aku akan menuruti permintaan ibu”sahut Arga


Madam O yang mendengar Arga menuruti permintaannya lasngung tersenyum bahagia.


“Ibu akan mengatur semuanya. Kau tinggal pergi menemui gadis yang ibu pilihkan untukmu”ucap Madam O dengan bersemangat.


“Baiklah. Terserah ibu saja”ucap Arga pasrah.


“Beristirahatlah sekarang. Besok ibu akan menghubungimu lagi”ucap Madam O


Percakapan ibu dan anak itupun berakhir. Dengan hasil yang tentu saja membuat Madam O bahagia. Karena putra semata wayangnya mau mengikuti permintaannya. Madam O segera menghubungi salah satu temannya untuk mengatur acara kencan buta antara Arga dan putri temannya.


Arga merebahkan tubuhnya yang lelah di ranjangnya yang besar. Dengan salah satu tangannya menumpu kepalanya. Pikiran Arga mengelana tak tentu arah. Sungguh perjalanan hidupnya seakan jungkir balik hanya dalam waktu beberapa bulan saja.

__ADS_1


Masih segar dalam ingatannya, saat dirinya menjadi suami siaga bagi Catherine. Setiap hari menghubungi wanita yang sangat dicintainya itu meskipun keduanya terpisah jarak dan waktu. Arga yang selalu menyempatkan menemani Catherine memeriksakan kandungannya sebulan sekali.


Arga memejamkan matanya berharap agar bisa beristirahat dari lelahnya dunia. Dari tekanan batin yang selalu menderanya kala sendiri. Karena sepi adalah musuh utama Arga. Arga ingin sejenak melupakan masalah yang menghimpit dunianya. Berharap esok akan menjadi lembaran baru bagi dirinya.


__ADS_2