
Arga menarik tangan Catherine sampai ke kamar wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu. Karena masih kesal dengan kelakuan adiknya, Catherine tak melawan sedikitpun ditarik tangannya oleh lelaki yang sangat dicintainya itu. Sampai di dalam kamar, Catherine masih juga mendengus kesal. Catherine berjalan ke arah meja riasnya dan melepaskan pegangan tangan Arga.
“Dasar Devara menyebalkan!”gerutu Catherine dengan memasang wajah cemberut.
Catherine terus mengoceh tak jelas sambil melepas sepatu high heels dan perhiasan yang masih melekat di tubuhnya.
“Kapan sih anak itu dewasanya? Sukanya menjahili orang lain saja. Awas saja! aku pasti akan menuntut balas pada Devara. Biar dia tahu rasa”gerutu Catherine sambil melepas anting-antingnya.
Arga yang berdiri di belakang Catherine, melepas sendiri jasnya, dan mulai melepas dasi yang melingkar di lehernya. Arga tampak mengulas senyum tipis di bibirnya mendengar wanitanya terus mengoceh tak karuan.
“Memang apa salahnya kalo kita ke kamar? Kita kan hanya ingin istirahat, iya kan kak?”tanya Catherine sambil menghadapkan tubuhnya pada Arga.
Tubuh Catherine tiba-tiba meremang. Melihat lelaki dingin yang selalu dipanggilnya dengan sebutan balok es itu, menatap dirinya dengan lembut dan sangat intens. Tatapan mata memuja dari Arga sukses membuat Catherine salah tingkah.
“Kakak..kenapa menatapku seperti itu?”tanya Catherine penasaran
Arga hanya diam dengan senyum tipis di wajah tampannya. Arga memasukkan salah satu tangannya di saku celananya sambil terus berjalan ke arah wanita yang selalu dirindukannya itu. Catherine mematung melihat Arga yang semakin mendekati tubuhnya. Melihat penampilan Arga yang begitu macho dengan kemejanya yang sudah terbuka beberapa kancingnya, membuat Catherine menelan ludahnya dengan susah payah.
“He’s so hot!”gumam Catherine dalam hati melihat lelaki yang sudah resmi menjadi suaminya itu yang terlihat sangat menggoda.
Entah kenapa jantungnya berdetak semakin kencang, dengan deru yang menggebu. Apalagi saat Arga sudah berada tepat di depannya. Tatapan mata keduanya seakan terkunci. Keduanya saling bertatapan dengan mesra. Seketika Arga meraih pinggang ramping Catherine dan menarik tubuh mungil wanita cantik itu hingga tubuh keduanya tak berjarak.
Catherine dibuat kaget dengan perlakuan tiba-tiba dari Arga. Catherine bahkan sampai menahan nafasnya begitu merasakan tubuh keduanya yang sangat dekat satu sama lain. Ini adalah momen paling intens di antara keduanya sejak perpisahan mereka di Melbourne waktu itu.
Dengan malu-malu Catherine meletakkan tangannya di dada bidang sang suami yang bertubuh sangat atletis.
“A-apa yang mau kakak lakukan?”tanya Catherine pada Arga dengan malu-malu.
Arga hanya diam sambil mengamati setiap detail wajah sang istri dengan sangat intens. Arga ingin menikmati keindahan di depannya. Karena kini wanita itu sudah resmi menjadi miliknya. Miliknya seutuhnya.
Tangan kanan Arga merapikan anak rambut Catherine yang terurai menutupi wajahnya. Sementara tangan kiri Arga masih tak juga lepas dari pinggang ramping wanita yang meskipun sudah melahirkan seorang putri untuk dirinya namun tubuhnya masih terlihat seperti gadis muda berusia 20 tahun. Tubuh Catherine sama sekali tidak berubah. Bahkan semakin seksi di mata Arga.
Arga mengusap wajah cantik Catherine. Membuat Catherine memejamkan matanya merasakan tangan hangat Arga menyentuh wajahnya. Tangan yang selalu dirindukan Catherine selama ini. Dan ketika tangan Arga menyentuh bibir lembut Catherine, membuat keduanya merasakan desiran-desiran hebat yang menjalar ke seluruh tubuh keduanya.
“Kau tak tahu betapa aku sangat merindukanmu”ucap Arga dengan tatapan memuja.
__ADS_1
“Aku juga sangat merindukanmu kak”sahut Catherine
Keduanya sama-sama tersenyum. Betapa selama ini keduanya sama-sama saling merindukan satu sama lain. Arga mendekatkan wajahnya sambil memiringkan kepalanya. Tangan Arga meraih tengkuk kepala Catherine. Keduanya saling berciuman dengan mesra. Merasakan kelembutan di bibir masing-masing. Melepaskan kerinduan yang selama ini dipendam setelah berpisah sekian lama.
Ciuman yang semakin lama semakin menuntut lebih. Menyusuri tiap inchi di dalam rongga mulut masing-masing. Membuat keduanya semakin terbakar api asmara yang membara. Perlahan namun pasti, Arga melepaskan satu per satu penghalang untuk menyatukan tubuh keduanya. Deru nafas keduanya saling memburu, sejalan dengan panasnya gelora asmara yang membakar tubuh keduanya.
Arga merebahkan tubuh Catherine di atas ranjang. Catherine pun hanya pasrah dengan setiap perlakuan Arga. Karena kenyataannya itulah yang kini diharapkannya. Menjadi milik Arga Wisnutama seutuhnya. Seperti yang pernah mereka lalui dulu selama berada di Perancis. Menikmati malam panas mereka untuk mengejar kenikmatan dunia yang sesungguhnya. Surganya dunia.
Saat ciuman bibir keduanya terlepas, Arga menatap lekat wajah istrinya yang kini pasrah berada di bawah kungkungannya.
“I love you baby”ucap Arga lembut sambil mengecup kening Catherine
“I love you too”sahut Catherine lirih sambil tersenyum.
Dan sore menjelang malam itupun dilalui keduanya dengan kegiatan panas yang selalu mereka rindukan. Penyatuan dua jiwa yang telah resmi menjadi satu. Melepaskan kerinduan di hati masing-masing melalui serangkaian sentuhan dan jejak-jejak kepemilikan di tubuh masing-masing. Tanda merah yang tercetak jelas di sekujur tubuh keduanya sebagai tanda cinta.
Setelah melewati pergulatan hebat itu, keduanya berbaring di ranjang sambil berpelukan. Catherine menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami. Arga merangkul tubuh Catherine yang tertidur disampingnya. Sesekali Arga mengecup kening Catherine dengan penuh cinta. Keduanya saling berpelukan dengan hangat.
Di saat keduanya masih menenangkan diri setelah bergulat hebat di ranjang, terdengar seseorang mengetuk pintu kamar keduanya.
Catherine dan Arga yang kaget, saling bertatapan dengan penuh tanda tanya.
“Siapa kak?”tanya Catherine
Arga menggelengkan kepalanya tak mengerti.
“Tak mungkin kan Dev yang mengetuk pintunya?”tanya Catherine penasaran.
Di tengah kebingungan keduanya, terdengar suara si kecil Thania yang memanggil mommy dan daddy nya.
“Mommy? Daddy?”panggil Thania kecil dengan suara kecilnya.
Catherine yang kaget mendengar suara malaikat kecilnya spontan bangun dari ranjang. Arga juga tampak kebingungan setelah mendengar suara si kecil.
“Kak, Thania di luar. Bagaimana ini?”tanya Catherine panik.
__ADS_1
“Biar aku yang menemui Thania. Kau mandilah dulu!”pinta Arga.
Arga segera turun dari ranjang dan mengambil jubah mandi untuk membungkus tubuhnya. Sementara Catherine membelitkan selimut untuk membungkus tubuh polosnya dan bergegas mandi. Catherine berlari ke arah kamar mandi dengan buru-buru.
Arga segera membukakan pintu kamar setelah memastikan Catherine masuk ke dalam kamar mandi.
“Ada apa sayang?”tanya Arga pada si kecil sambil tersenyum
Thania kecil yang sudah terbiasa berada di kamar mommy nya, segera masuk ke dalam kamar dan bermain di dalam kamar.
“Mommy mana dad?”tanya Thania kecil dengan polosnya begitu tak melihat sosok mommy nya di dalam kamar.
“Ehm..mommy baru di kamar mandi. Baru mandi. Thania main dulu sama nanny ya?”pinta Arga sambil duduk berjongkok di depan sang putri
Thania langsung memasang wajah cemberut mendengar daddy nya menyuruhnya pergi. Arga langsung tergelak melihat perubahan ekspresi si kecil yang sangat menggemaskan. Mengingatkan Arga pada seseorang yang juga sangat menggemaskan.
“Kenapa dia sangat menggemaskan seperti mommy nya?”gumam Arga dalam hati.
“Sayang..jangan cemberut. Daddy sama mommy belum mandi jadi kami mandi dulu. Nanti daddy temani Thania main. Bagaimana?”bujuk Arga
Thania kecil tampak berpikir sejenak kemudian menyetujui permintaan daddy.
“Okey..aku main sama nanny. Tapi daddy ga boleh lama ya?”pinta Thania.
“Iya..daddy mengerti”ucap Arga sambil menganggukkan kepalanya.
“Janji?”tanya Thania kecil sambil menyodorkan jari kelingkingnya.
“Janji”jawab Arga sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan sang putri.
Begitu Arga menyetujui permintaannya, wajah si kecil langsung sumringah.
“Ayo nona, kita ke bawah!”ajak sang nanny
Thania menerima uluran tangan nanny nya lalu pergi dari kamar Arga dan Catherine. Arga segera menutup pintu kamarnya dengan senyum di bibirnya.
__ADS_1
“Dia persis sekali dengan mommy nya”gumam Arga dalam hati sambil tersenyum bahagia.