
“Papa salah sudah membesarkanmu selama ini. Lihat apa yang sudah kau lakukan? Kau sudah membuat papa malu besar hari ini!”seru Jerry dengan suara tinggi
Tak bisa dipungkiri kemarahan sedang bergejolak hebat dalam hatinya setelah di putri kesayangannya membatalkan pernikahan tepat di depan mata. Orangtua mana yang tidak akan marah jika pernikahan yang seharusnya menjadi momen membahagiakan justru menjadi momen yang mengejutkan seperti yang dialami Jerry saat ini. Jessica membatalkan pernikahan dan malah menikahkan calon suaminya dengan wanita lain.
Jerry benar-benar seperti ditampar dengan kelakuan putri sulungnya. Apalagi semuanya terjadi di depan keluarga besarnya dan semua kolega dekatnya. Jerry mengendurkan dasinya yang terasa mencekik lehernya saja. Hanna yang mengerti kemarahan sang suami berusaha menenangkan lelakinya dengan semua cara.
“Sudah pa..papa tenang dulu”ucap Hanna lembut sambil mengelus dada suaminya agar lebih tenang.
“Tenang..tenang..Bagaimana aku bisa tenang jika Jessica sudah mencoreng wajahku di depan semua orang? Kau mau aku tenang?”gertak Jerry pada istrinya
Mata Jerry memerah menahan emosinya yang sejak tadi ditahannya selama acara pernikahan Arga dan Catherine. Jika tak mengingat ada keluarga besar dan koleganya serta keluarga Alexander yang hadir di sana, pasti Jerry sudah membuat perhitungan dengan Arga karena sudah menuruti saja permintaan “gila”sang putri yang membatalkan pernikahan di saat terakhir.
“Tolong pa..jangan seperti ini! Yang paling terluka di sini adalah Jessica. Seharusnya kita menenangkannya bukan malah menyalahkan. Dia sudah cukup sedih pa”ucap Hanna mencoba membela sang putri.
“Seharusnya dia bilang dulu padaku bukan malah membatalkan pernikahan ini di saat terakhir seperti itu. Kau tahu aku sangat malu pada semua keluarga besar kita. Bagaimana aku bisa menghadapi kolega-kolegaku nanti?”gertak Jerry dengan suara tinggi
Bahkan suara tinggi Jerry terdengar sampai ke kamar Jessica yang saat ini sedang mengurung diri di kamar.
Jessica menekuk kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya di antara kedua kakinya. Kesedihan yang dirasakannya begitu dalam. Di depan matanya sendiri, dia sudah melepaskan cintanya pada Arga dan membiarkan lelaki itu menikah dengan wanita yang dicintainya.
Pernikahan yang diimpikan Jessica hancur berkeping-keping. Hatinya begitu sedih, meskipun keputusan itu dia sendiri yang sudah mengambilnya. Namun tak bisa dipungkiri rasa sakit dan rasa sedih itu sedang bergemuruh hebat dalam hatinya. Seakan dunia Jessica runtuh saat itu juga.
Hati wanita mana yang tak akan terluka dan sedih jika pernikahan yang sudah di depan mata justru harus batal. Kebesaran hati Jessica yang membiarkan Arga menikah dengan Catherine memang tak semua wanita sanggup menanggungnya. Dan Jessica dengan besar hati melepaskan Arga untuk bersatu dengan cinta dalam hidupnya. Sungguh Jessica sudah membuat sebuah keputusan yang sangat besar. Pengorbanan cinta Jessica sungguh luar biasa besar.
Jessica sambil beruraian airmata, terus menangis terisak dalam sedih. Dadanya begitu sesak mendapati dirinya batal menikah dengan Arga.
“Tolong kalian semua diam!”ucap Jessica sambil beruraian airmata dengan suara lirih
Jessica dapat mendengar dengan jelas suara papa dan mamanya yang sedang berdebat dengan hebat setelah semua tamu undangan dan keluarga besar mereka pulang satu per satu.
“Kak? Kakak baik-baik saja kan kak?”tanya Joanne dari balik pintu mencoba bertanya pada sang kakak yang sejak tadi mengurung diri di kamar
Saking sedihnya, Joanne ikut menangis melihat sang kakak yang batal menikah dengan lelaki yang sangat dicintainya itu. Hari ini merupakan pukulan paling berat bagi keluarga Jerry.
“Bisa-bisanya kalian membuat keputusan segila ini tanpa meminta ijin padaku?”gerutu Jerry menyalahkan istri dan putri sulungnya.
“Dan apa-apaan itu tadi, siapa lelaki bule yang sok pahlawan itu tadi?”seru Jerry dengan emosi mengingat kejadian setelah pernikahan Arga tadi.
“Maksud papa, Albert?”tanya Hanna
“Jadi lelaki itu bernama Albert? Siapa juga lelaki itu? Bisa-bisanya dia menawarkan diri menjadi mempelai pria untuk Jessica? Apa anak-anak sekarang menganggap pernikahan itu sebagai permainan? Kalian benar-benar sedang menguji kesabaranku!”gerutu Jerry menumpahkan semua kemarahannya yang sudah menggunung.
“Sudah pa..tenangkan diri papa..nanti penyakit papa kambuh”ucap Hanna dengan lembut
__ADS_1
Saat ini keadaan keluarga Jerry benar-benar dalam kondisi yang sangat berantakan. Sehingga membuat Jerry naik pitam.
“Drt..drt..drt”
Joanne menatap layar hpnya. Tampak nama Albert di sana.
“Kak Albert?”gumam Joanne
Seketika itu juga Joanne segera mengangkat telepon dari Albert.
“Halo kak”sapa Joanne dengan suara terisak
“Jojo, maaf aku menelponmu. Dari tadi aku telepon Jessica tapi dia tak mau mengangkatnya. Aku hanya kuatir. Bagaimana keadaan kakakmu sekarang?”tanya Albert
Joanne menatap pintu kamar sang kakak yang tertutup rapat. Joanne mengusap airmatanya.
“Kakak masih mengurung diri di dalam kamar. Sejak tadi aku ketuk-ketuk pintunya tapi kakak tetap tak mau keluar”jawab Joanne sambil terus menatap pintu kamar sang kakak yang seakan tak bergeming dari apapun juga.
Albert yang mendengar keadaan Jessica hanya bisa menghela nafasnya dengan perlahan.
“Andai aku bisa menghapus airmata di matamu”gumam Albert dalam hati
“Terimakasih Jojo. Terus kabari aku kabar kakakmu ya? Aku sangat mengkhawatirkan keadaan kakakmu”ucap Albert
“Iya sama-sama”jawab Albert
Sesaat kemudian panggilan telepon keduanya terputus. Joanne kembali mengetuk pintu kamar kakaknya.
“Tok..tok..tok”
“Kak..biarkan aku masuk! Aku ingin bersama kakak”ucap Joanne dengan sendu.
Meskipun mendengar suara ketukan di pintu kamarnya, namun Jessica tetap tak beranjak dari ranjangnya. Saat ini yang ingin dilakukannya adalah menangis. Menangisi nasib percintaannya yang sangat tragis.
Sementara itu, di sebuah apartemen mewah, seorang lelaki muda berdarah campuran Indonesia Amerika tampak berjalan menuju balkon apartemennya. Lelaki tampan dengan garis wajah yang tegas dan mata indah berwarna hijau, tampak menatap ke arah luar gedung apartemennya.
“Gadis bodoh..seharusnya kau mendengarkan usulku waktu itu..Lihat sekarang! Kau pasti sangat terluka sekarang”gumam Albert dalam hati
Albert menatap sekilas pada hp nya. Dilihatnya pesan yang sudah dikirimkannya pada Jessica beberapa waktu lalu. Pesan itu sama sekali belum dibaca.
Albert sedikit menundukkan tubuhnya dengan kedua tangannya diatas pagar balkonnya. Pandangan mata Albert lurus ke depan menatap pemandangan langit sore yang terlihat sangat indah dengan semburat jingga yang menghiasi langit. Pikiran Albert melayang, mengukir wajah cantik gadis yang sudah mencuri perhatiannya sejak pertama kali bertemu.
Albert mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan gadis periang yang selalu berada di samping Arga. Gadis yang dikenalnya sebagai tunangan Arga Wisnutama. Selama menangani Catherine dan Thania pasca operasi, Albert sering bertemu dengan Jessica.
__ADS_1
Gadis yang selalu mengukir senyum di wajah cantiknya itu dan selalu terlihat ceria di depan semua orang, entah mengapa berhasil menarik perhatian Albert. Albert sering memperhatikan Jessica yang selalu berada di samping Arga dan menemani Arga.
FLASHBACK ON
Albert baru saja selesai memeriksa keadaan Catherine yang masih juga belum sadar.
“Bagaimana keadaan mereka dok?”tanya Arga
“Keadaan mereka masih sama”jawab Albert
“Kakak sabar ya..aku yakin sebentar lagi mereka pasti akan sadar”ucap Jessica pada Arga
Arga hanya menganggukkan kepalanya. Dengan langkah lesu, Arga kembali duduk di samping ranjang Catherine. Arga menatap sendu pada wanita yang sudah memberinya seorang putri. Jessica yang melihat sikap Arga pada Jessica hanya bisa menatap lelaki yang berstatus sebagai tunangannya itu dengan tatapan sendu.
Jessica tak menyadari jika kini Albert sedang menatap lekat wajah cantik yang terlihat sendu itu. Albert bisa melihat betapa Jessica sangat terluka dan sedih dengan sikap Arga.
“Gadis bodoh”gumam Albert dalam hati
Selama menemani Arga, Albert sering melihat Jessica yang tiba-tiba pergi keluar kamar ICU sambil berlari. Dan begitu sampai di suatu tempat yang sepi, Jessica pasti akan menangis di sana. Albert beberapa kali memergoki Jessica menangis seperti itu. Albert selalu bersembunyi setiap kali memergoki Jessica menangis. Kadang suara tangis Jessica berhasil membuat hati Albert ikut merasakan kesedihan gadis cantik itu. Namun Albert selalu memilih bersembunyi dan membiarkan Jessica menumpahkan kesedihannya seorang diri. Semua kejadian itu, perlahan membuat Albert menaruh simpati pada Jessica. Pada gadis periang yang sangat mencintai Arga Wisnutama.
FLASHBACK OFF
“Drt..”
Sebuah notifikasi masuk ke hp Albert. Dilihatnya nama Jessica di sana. Mata Albert lansgung berbinar melihat Jessica membalas pesan dari dirinya.
“I’m fine. Don't worry 'bout me”
Bunyi pesan singkat balasan dari Jessica.
Selesai membaca pesan itu, Albert segera menelpon Jessica untuk mendengar langsung dari gadis yang saat ini sedang berduka itu.
Albert menunggu panggilan teleponnya diangkat dengan hati yang tidak tenang.
“Ck! Kenapa tidak diangkat?”gerutu Albert
Albert mondar-mandir di ruang tamunya sambil terus berusaha menghubungi Jessica tetapi gadis itu sama sekali tidak mau mengangkat telepon dari dirinya.
Sementara itu, Jessica yang sudah sedikit merasa tenang, tampak mengusap airmatanya dan menatap sekilas hp nya yang sedang bergetar. Jessica sama sekali tak berniat mengangkat telepon Albert.
“Ayolah! Angkat teleponnya Jess”pinta Albert
Albert menelpon Jessica berkali-kali. Pikirannya menjadi tak menentu setelah mendapat pesan singkat dari Jessica. Karena tak mendapat jawaban, akhirnya Albert memilih mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi ke rumah Jessica untuk mengecek langsung keadaan gadis yang baru saja batal menikah itu.
__ADS_1