
Arga mengantar Catherine pulang ke kediaman Alexander. Sepanjang perjalanan, keduanya lebih banyak diam. Sesekali Arga melirik pada majikannya. Arga merindukan masa-masa ketika Catherine masih mencintainya dulu. Saat keduanya masih bersama.
Catherine yang dulu selalu menggelayut manja pada dirinya. Mengoceh sepanjang perjalanan, tanpa ada lelahnya. Kadang membuat Arga begitu kesal karena gadis itu terlalu berisik. Selalu mengoceh tentang semua hal. Bahkan Arga ingin sekali menyumbat mulut Catherine kala itu. Saking kesalnya.
Namun semua itu kini hanyalah masa lalu. Masa lalu yang terlalu indah dikenang oleh Arga. Karena gadis cerewet yang dicintainya itu kini telah banyak berubah. Catherine mendiamkan dirinya dan malah asyik menatap keramaian jalanan malam itu. Catherine asyik dengan dunianya sendiri.
Di tengah perjalanan, hp Arga berdering.
“Drt..drt..drt”
Arga menyentuh layar head unit mobil yang sudah terhubung dengan smartphone milik Arga.
“Halo”sapa Arga
“Halo kak Arga..ini aku, Jessica”sahut Jessica
Arga langsung melirik melalui spion mobil. Terlihat di sana, Catherine yang menatap dirinya. Keduanya saling bertatapan, namun Arga segera menatap ke depan. Ke arah jalanan.
“Ada apa kau menelponku?”tanya Arga dengan nada dingin
Jessica yang berada di ujung telepon tertawa mendengar suara Arga yang terdengar kesal. Lelaki yang dikenalkan pada dirinya melalui mamanya itu, telah membuat Jessica kepincut. Bukan karena ketampanannya namun karena sikap Arga yang misterius. Membuat Jessica semakin tertantang untuk mengenal Arga lebih jauh lagi.
“Kau selalu saja seperti itu padaku. Lelaki yang menarik”gumam Jessica dalam hati
“Aku hanya ingin mengingatkan saja, hari ini kita ada kencan. Aku harap kau tidak lupa. Aku sudah memesan tempat di restoran XX. Aku tunggu”ucap Jessica
Arga lagi-lagi melirik pada Catherine. Namun kali ini Catherine tidak sedang menatapnya.
“Maaf aku tidak bisa. Aku sedang sibuk sekarang. Maaf. Mungkin lain kali”jawab Arga
Jessica yang mendengar Arga menolak berkencan dengan dirinya untuk kesekian kali, merasa kesal bukan main.
“Aku tak mau tahu. Ini sudah kesekian kalinya kau menolak berkencan denganku. Kali ini aku tak mau kencan kita gagal lagi seperti yang sudah-sudah. Aku akan menunggumu. Jika kau lelaki sejati, kau harus datang ke restoran XX. Titik”seru Jessica setengah memaksa.
Jessica yang sedang kesal, langsung menutup teleponnya secara sepihak.
“Tut..tut..tut”
“Kenapa gadis menyebalkan itu tidak menyerah saja? Menyusahkan”gumam Arga dalam hati
__ADS_1
Catherine yang sejak tadi mendengar pembicaraan Arga dan Jessica memilih diam tak bereaksi. Keadaan ini berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Catherine muda yang dulu pernah mengakui Arga sebagai kekasihnya. Gadis itu pasti akan cemburu berat jika Arga ketahuan dekat dengan gadis lain. Karena Catherine yang dulu sangat posesif pada Arga. Membuat Arga bahkan tak boleh dekat dengan wanita manapun.
Catherine sebisa mungkin menahan dirinya. Meskipun dia sudah membuka hati untuk Willy dan berusaha mencintai suaminya, namun tak bisa dipungkiri, rasa cemburu kepada Arga masih ada di dalam hatinya. Karena cinta yang meskipun “dimatikan”oleh Catherine, namun kenyataannya rasa itu tetap tersimpan di dalam hatinya.
Catherine yang penasaran dengan gadis bernama Jessica, yang adalah teman kencan buta Arga, tiba-tiba terbesit sebuah ide di kepalanya.
“Kak”
“Iya nona”
“Aku lapar. Bisa kita ke restoran XX”pinta Catherine
Kebetulan sekali restoran XX adalah restoran favorit Catherine. Meskipun Arga tak ingin bertemu dengan Jessica, namun mendengar Catherine yang sudah lapar, akhirnya Arga menyanggupi permintaan Catherine.
“Baik nona”sahut Arga
Arga langsung mengendarai mobil ke restoran XX seperti yang diminta Catherine. Sesampainya di depan restoran, Arga langsung membukakan pintu mobil untuk Catheirine.
“Terima kasih kak”
“Iya nona..sama-sama”
Tepat sebelum keduanya masuk ke dalam restoran, seseorang terlihat datang menghampiri Arga.
Arga dan Catherine langsung menoleh bersamaan. Seorang gadis cantik berambut panjang dengan penampilannya yang trendy telah berdiri di samping Arga. Gadis itu terlihat tersenyum pada Arga. Namun kemudian menatap tajam ke arah Catherine.
“Jadi wanita ini yang sudah membuat dia sibuk dan tak mau bertemu denganku?”gerutu Jessica dalam hati sambil menatap tajam Catherine
“Jadi gadis ini teman kencan buta kak Arga”gumam Catherine dalam hati
Arga menghela nafasnya perlahan dan memasang wajah datarnya. Dia nampak tidak senang karena harus bertemu dengan Jessica.
“Kenapa gadis ini harus kemari juga?”gerutu Arga dalam hati
Merasa ditatap dengan tajam oleh Jessica, Catherine pun mencoba mencairkan suasana. Catherine menyunggingkan senyum di wajah cantiknya dan menjabat tangan Jessica.
“Halo”
“Halo juga”jawab Jessica dengan malas
“Kenalkan aku Catherine Alexander”sapa Catherine mengenalkan diri
__ADS_1
Jessica yang mengenali nama besar Alexander, langsung tahu bahwa wanita cantik di depannya adalah majikan dari Arga. Jessica langsung mengubah raut wajahnya. Jessica juga tersenyum pada Catherine lalu menjabat tangannya.
“Maaf aku tak tahu kalo kau ada di Indonesia. Aku dengar kau sudah menikah dan tinggal di Inggris. Kenalkan namaku Jessica Anastasia. Mamaku teman kak Arga”ucap Jessica memperkenalkan diri.
Akhirnya ketiganya makan malam bertiga. Catherine yang awalnya ingin makan sendiri, malah diajak oleh Jessica untuk makan malam bertiga. Selama santap malam itu, Jessica yang duduk di samping Arga, terus-terusan melayani Arga. Jessica mengambilkan lauk untuk Arga. Bahkan menyuapi Arga. Meskipun lelaki datar yang dingin itu terus menolak. Tetapi Jessica yang keras kepala, terus memaksa. Membuat Arga mau tak mau menerima setiap perlakuan Jessica pada dirinya.
Catherine yang menjadi orang ketiga dalam acara kencan buta Arga, sesekali memaksakan senyumnya melihat perlakuan manis Jessica pada Arga. Sesekali Catherine mencuri pandang menatap kedua pasangan kencan buta itu yang terlihat mesra. Membuat hati Catherine sejenak diliputi perasaan yang tak karuan karena harus melihat lelaki yang dulu miliknya sekarang berbagi kemesraan dengan wanita lain. Sekuat apapun Catherine berusaha tidak perduli pada Arga dan Jessica, tetap saja hatinya seperti dicubit. Ada rasa sakit di hatinya melihat semua kemesraan Arga dan Jessica.
Catherine yang tak kuat melihat kedekatan mereka, memilih segera menghabiskan makanannya.
Tiba-tiba Catherine ingin pergi ke toilet. Catherine segera berdiri dari kursinya. Arga yang melihat Catherine beranjak dari duduknya, membuat Arga juga ikut berdiri.
“Kakak disini saja. Aku hanya sebentar”pinta Catherine.
“Tidak nona. Saya akan menemani nona”tolak Arga dengan ekspresi wajah datarnya.
Senyum di wajah Jessica perlahan menghilang melihat lelaki itu memilih mengantar Catherine dan meninggalkannya sendiri. Namun Arga memang tidak perduli. Karena bagi Arga, keselamatan Catherine adalah yang utama. Meskipun dia bukan bodyguardnya lagi. Tetapi bagi Arga, selamanya Catherine adalah nona mudanya yang harus dilindunginya.
Arga menunggu Catherine di luar toilet sambil mengawasi keadaan. Sebelumnya Arga sudah masuk terlebih dahulu ke dalam toilet untuk memeriksa keadaan. Perbuatan Arga yang tiba-tiba masuk toilet wanita, sempat membuat para wanita yang berada di dalamnya, merasa tidak nyaman. Apalagi Arga masuk tanpa permisi dan langsung memeriksa keadaan.
Para wanita yang berada di toilet akhirnya langsung keluar sambil mengumpat dan menggerutu. Catherine yang berada di luar toilet jadi tak enak hati pada para wanita itu.
“Silahkan nona masuk. Semua sudah aman. Saya akan menunggu di luar”ucap Arga.
“Terimakasih kak”jawab Catherine
Catherine berada di dalam toilet selama beberapa saat. Setelah merapikan make upnya, Catherine segera keluar dari toilet. Dilihatnya lelaki tampan dengan raut wajah super dingin dan datar yang sejak tadi menunggunya. Mereka pun kembali ke ruangan mereka tadi.
“Jessica cantik juga ya kak?”puji Catherine tulus
Arga hanya diam tak menjawab pujian Catherine barusan.
“Sepertinya dia suka kakak”ucap Catherine terus terang
Arga yang berjalan di depan Catherine langsung menghentikan langkah kakinya. Membuat Catherine yang sedang tidak fokus, malah menabrak dada bidang Arga yang tiba-tiba membalik tubuhnya dan menghentikan langkah kakinya.
“Aduhhhh”seru Catherine kesakitan sambil mengusap keningnya yang terasa sakit setelah menabrak Arga.
Catherine langsung mendongakkan kepalanya menatap Arga yang juga menatap dirinya. Tatapan mata Arga sangat sulit diartikan. Catherine mengerutkan dahinya setelah mendapat tatapan tajam Arga. Seakan Arga sedang marah dan jengkel pada dirinya.
Mereka bertatapan selama beberapa saat dengan jarak yang sangat dekat.
__ADS_1
“Kenapa dia melihatku seperti itu?”gumam Catherine dalam hati
Jantung keduanya mendadak berdegup hebat setelah bertatapan dengan sangat dekat seperti itu. Catherine yang tidak kuat bertatapan dengan lelaki dingin di depannya langsung memutus tatapan mata keduanya.