Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Hancur


__ADS_3

Keesokan harinya, baik Arga maupun Catherine terlihat canggung satu sama lain. Membuat keduanya merasa tidak nyaman jika berdekatan. Catherine yang memang tidak suka dengan situasi itu akhirnya memilih meminta maaf terlebih dahulu.


“Kak, maaf untuk kejadian kemarin. Seharusnya kejadian kemarin tidak terjadi”ucap Catherine menyalahkan dirinya sendiri


“Saya yang harusnya minta maaf. Saya akui saya terlalu terbawa suasana”sahut Arga tak mau kalah


Keduanya sama-sama menyalahkan diri. Menganggap kejadian kemarin malam adalah kesalahan masing-masing. Merasa tidak ada yang mau mengalah, karena sama-sama bersalah, akhirnya Catherine meminta Arga melupakan kejadian semalam.


“Kalo begitu, kita anggap saja kejadian kemarin tidak pernah terjadi, kakak mau kan?”tanya Catherine


“Baiklah. Jika itu keinginan nona”jawab Arga


Keduanya akhirnya sepakat melupakan kejadian semalam. Ketika keduanya hampir saja berciuman. Meskipun pada kenyataannya, keduanya sama-sama tak ada seorangpun yang bisa melupakan kejadian singkat yang penuh makna itu. Namun mereka memilih menutup rapat kejadian semalam seolah tak pernah terjadi.


Selama di Indonesia, Catherine ikut menjaga sang nenek yang masih belum pulih 100%. Agatha harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Brandon dan Caroline yang datang ke Indonesia sehari setelah kepulangan Catherine juga ikut menjaga Agatha.


Begitu kondisi Agatha lebih baik dan diperbolehkan pulang, Agatha akhirnya dirujuk oleh dokter untuk mendapat perawatan dan penanganan oleh dokter-dokter yang lebih berpengalaman di Singapura.


Tanpa pikir panjang, Brandon langsung memboyong ibu mertuanya ke Singapura sesuai anjuran dokter. Agatha tinggal di sebuah mansion yang meskipun tidak terlalu luas namun sangat nyaman dan ditemani oleh beberapa pelayan dan pengawal.


“Mama ga papa kan tinggal di Singapura sendiri?”tanya Caroline


“Iya..aku ga papa. Masih ada pelayan dan pengawal yang menjagaku. Kalian tenang saja”sahut Agatha.


“Kami akan sering mengunjungi mama”ucap Brandon


Agatha tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.


“Dev..sekolahlah dengan baik! Jangan membuat masalah di sekolah! Kau bisa kan?”pesan Agatha pada Devara


Devara diam saja tanpa menjawab permintaan neneknya.


“Nenek jangan kuatirkan aku. Aku bisa menjaga diri. Nenek fokus saja supaya bisa segera sembuh, Setelah itu pulanglah ke Indonesia”pinta Devara tanpa menatap sang nenek.


“Kemarilah Dev”pinta Agatha


Devara meskipun enggan, namun tetap berjalan mendekati sang nenek. Wanita yang sangat disayanginya. Agatha memeluk tubuh besar Devara. Membuat hatinya sedih harus berpisah dengan cucu bungsunya yang masih kekanak-kanakan itu.


Devara memeluk tubuh renta sang nenek yang masih lemah. Suasana menjadi penuh haru. Catherine juga tampak menitikkan airmatanya. Arga menoleh menatap Catherine yang terlihat bersedih.


“Cathy..kau akan kembali ke Inggris kan? Kapan-kapan ajak suamimu kemari”pinta Agatha


Catherine yang mendapat pertanyaan mendadak tentang suaminya hanya bisa mengarang cerita.


“I-iya nek..kapan-kapan aku akan ajak Willy kemari”sahut Catherine dengan terbata-bata dan senyum palsu yang dipaksakan.


Catherine tidak sadar, ekspresi wajahnya barusan membuat Brandon menangkap ada sesuatu yang tidak beres dengan putri kesayangannya itu. Brandon tampak mengernyitkan dahinya melihat ekspresi dan gesture tubuh Catherine yang kelihatan aneh.


“Ada yang tidak beres”gumam Brandon dalam hati

__ADS_1


Setelah merasa kondisi Agatha mendingan, akhirnya Brandon dan Caroline kembali ke Amerika. Devara dan Arga juga kembali ke Indonesia. Sementara Catherine kembali ke Inggris.


*


*


*


*


Catherine yang sengaja merahasiakan kepulangannya ke London dari Willy, ingin memberikan lelaki itu sebuah kejutan. Catherine yang sudah sampai bandara, langsung pergi ke Rumah Sakit tempat Willy bekerja.


Tepat sampai di depan pintu masuk Rumah Sakit, Catherine melihat Willy yang sudah hendak pulang. Catherine akhirnya memilih mengikuti Willy dari belakang.


“Aku akan membuat kejutan untuk Willy. Dia pasti takkan mengira aku akan pulang hari ini”gumam Catherine dalam hati


Catherine terbayang ekspresi kaget Willy yang melihat dirinya tiba-tiba sudah di Inggris. Catherine dapat membayangkan Willy yang akan senang bertemu dengannya setelah hampir dua minggu mereka tidak bertemu.


Catherine mengendarai mobilnya mengikuti mobil Willy. Semakin lama semakin Catherine dibuat bingung melihat Willy yang ternyata tidak mengendarai mobilnya pulang ke mansion mereka.


“Dia mau kemana?”gumam Catherine dalam hati


“Sepertinya aku mengenal daerah ini. Benar juga.. Ini daerah tempat butik Ella berada”gumam Catherine lagi begitu menyadari jalanan yang dilaluinya adalah jalanan menuju butik Ella.


Begitu mobil Willy berhenti di depan butik Ella, Catherine sengaja memarkirkan mobilnya sedikit berjarak dari mobil Willy.


“Kenapa Willy pergi ke butik? Apa dia ingin membelikanku gaun?”tebak Catherine dalam hati


Degh..


Catherine syok melihat pemandangan yang baru saja dilihatnya. Willy yang memasuki butik Ella langsung berjongkok dan meraih tubuh kecil Darren yang berlari ke arahnya. Wajah Willy juga terlihat bahagia. Ella yang mendekati ayah dan anak itupun juga tampak bahagia bersama mereka. Willy terlihat berbincang ringan dengan Darren, lalu mencium kening Ella. Willy bahkan memeluk tubuh Ella. Ketiganya tampak sangat bahagia.


Senyum di wajah Catherine perlahan menghilang. Jantung Catherine seakan ditusuk-tusuk. Dadanya pun terasa sesak. Badannya gemetar, hingga kakinya terasa tak bertenaga. Catherine bahkan memegang pintu kaca butik untuk menumpu tubuhnya yang gemetaran.


Catherine memaksakan dirinya memasuki butik Ella. Airmata juga nampak menetes di wajah cantik Catherine. Dengan mengumpulkan sisa-sisa tenaganya, Catherine mendekati keluarga kecil Willy yang sedang berbahagia.


“Catherine?”ucap Ella dengan membelalakkan matanya


Willy yang belum menyadari kedatangan Catherine, masih dengan menggendong Darren, membalik tubuhnya. Willy kaget setengah mati melihat Catherine sudah berdiri di dekatnya.


“Cathy?”


Catherine terus berjalan mendekati Willy dengan airmata yang terus menetes di pipinya. Willy langsung menyerahkan Darren pada Ella.


“Cathy aku bisa jelaskan semuanya”ucap Willy sambil meraih tangan Catherine


Catherine yang sudah diliputi kemarahan dan kesedihan menepis tangan Willy yang menyentuh tangannya.


“Lepaskan aku!”seru Catherine sambil terisak

__ADS_1


“Sayang ----”


“Jangan panggil aku sayang!”seru Catherine dengan suara bergetar


Willy yang merasa bersalah menarik tubuh Catherine hingga gadis itu berada dalam dekapannya. Catherine terus meronta dengan suara tangis yang menyesakkan dada.


“Lepaskan aku!”ronta Catherine


“Aku mohon dengarkan aku”pinta Willy


Catherine mendorong tubuh Willy sekuat tenaga hingga dirinya bisa lepas dari dekapan Willy. Ella terus mendekap putranya dan menatap Catherine dengan perasaan bersalah.


“Jadi William yang kau maksud adalah Willy, suamiku? Teganya kau lakukan ini padaku. Teganya kalian padaku. Apa salahku pada kalian berdua?”seru Catherine dengan suara mengiba


Willy yang bingung karena Catherine seakan mengenal Ella, menoleh pada Ella dengan tatapan bingung.


“Maaf Catherine..aku juga tak menyangka William adalah Willy suamimu. Aku juga tak mengetahuinya”kelit Ella


“Teganya kau melukai hatiku Will..Selama ini aku percaya kau mencintaiku –”


“Aku memang mencintaimu”


“Berhenti mengatakan kau mencintaiku jika nyatanya kau malah sudah memiliki anak dengan Ella. Kenapa kau menikahiku jika ternyata kau sudah memiliki mereka berdua? Apa kau tak pernah memikirkan perasaanku? Kau menyakiti hatiku Will. Kau menyakitiku. Bahkan kau lebih breng*sek dari kak Arga”umpat Catherine mengeluarkan semua kesedihan dalam hatinya.


“Cathy, tenangkan dirimu. Aku akan jelaskan semuanya. Ini tidak seperti yang kau pikirkan”sahut Willy mencoba membela diri.


“Apa lagi yang mau kau buktikan? Bukankah mereka berdua sudah cukup menjadi bukti kalo kau tak pernah mencintaiku? Ternyata semua cintaku padamu semuanya palsu”


“Cintaku tulus padamu”


“Stop it! Jangan ucapkan itu lagi! Kau tak berhak mengucapkannya. Kau memang lelaki paling munafik yang pernah aku temui. Aku membencimu!" seru Catherine dengan beruraian airmata


“Cathy..aku mohon percayalah padaku”


“Lepaskan aku!”pekik Catherine dengan lantang hingga membuat para pengawal yang biasanya mengawasi Catherine masuk ke dalam butik.


Para pengawal itu langsung mendekati Catherine.


“Nona baik-baik saja?”tanya pengawal itu yang melihat Catherine menangis.


Catherine yang merasa hancur setelah mengetahui perselingkuhan Willy mengusap airmatanya dan memilih pergi dari butik Ella secepatnya. Catherine meninggalkan butik menuju mobilnya.


Willy yang hendak menyusul Catherine justru dihadang kedua pengawal yang selalu berada di dekat Catherine.


“Lepaskan aku!”pinta Willy pada pengawal yang menghalang-halangi dirinya mengikuti Catherine


“Jangan menghalangiku! Aku harus menyusul istriku”gertak Willy


Para pengawal yang sudah melapor pada Arga, tak menggubris perkataan Willy dan terus menghalangi Willy menyusul Catherine. Ella juga terus mendekap Darren yang sejak tadi ketakutan melihat pertengkaran ayahnya dengan wanita yang dikenalnya sebagai teman mamanya.

__ADS_1


Catherine mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil beruraian airmata. Hati istri mana yang takkan terluka melihat suaminya ternyata telah memiliki wanita idaman lain. Apalagi wanita itu juga telah memberinya seorang keturunan. Hati Catherine hancur berkeping-keping. Dirinya yang berencana memberi kejutan pada Willy justru mendapat kejutan tak terduga dari suaminya. Ternyata lelaki yang dicintai Ella dan ayah dari Darren adalah suaminya sendiri, William alias Willy.


__ADS_2