
Setelah kepergian Thania, Arga segera menuju ke kamar mandi.
“Tok..tok..tok..”
Arga mengetuk pintu kamar mandi dengan perlahan.
“Sayang”panggil Arga
Pintu kamar mandi terbuka sebagian, Catherine melongokkan kepalanya keluar sambil clingukan mengamati sekitar.
“Thania mana kak?”tanya Catherine lirih
Arga menyunggingkan senyum tipis di bibirnya melihat kelakuan sang istri.
“Dia sudah turun ke bawah bersama nanny”
“Syukurlah”ucap Catherine dengan perasaan lega.
“Aku mandi dulu kalo begitu”ucap Catherine sambil menutup pintu kamar mandi.
Namun belum sampai tertutup, Arga segera menghadang dengan menahan pintu dengan sebelah kakinya dan tangannya yang lain. Membuat Catherine kaget dengan kelakuan Arga.
“Kakak mau apa?”tanya Catherine dengan mata melotot saking kagetnya.
Dengan mengerahkan tenaganya, Arga membuka paksa pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya. Sementara Catherine yang hanya berbalut handuk hanya pasrah melihat suaminya masuk ke dalam kamar mandi.
“Maukah kau menggosok punggungku?”tanya Arga dengan tatapan genit
Catherine semakin membelalakkan matanya mendengar permintaan Arga. Dia tak menyangka jika lelaki yang dingin sedingin balok es itu bisa berpikiran mesum seperti itu.
“Oh my God, benarkah dia balok es yang kucintai?”gumam Catherine dalam hati
Karena tak ingin berurusan dengan Arga, Catherine segera mendorong tubuh Arga menjauh.
“Udah ah kak..ga usah aneh-aneh. Aku mau mandi sekarang. Kakak keluar dulu”pinta Catherine setengah memaksa, sambil mendorong tubuh Arga keluar dari kamar mandi.
Tak ingin usahanya sia-sia, Arga segera membalik tubuhnya menghadap sang istri dan memeluk erat pinggang ramping Catherine.
“Kakak”panggil Catherine dengan ekspresi kaget yang menggemaskan
Tubuh Catherine kembali meremang dengan perlakuan mesra Arga. Tatapan mata penuh cinta dari lelaki yang selalu berhasil membuat hatinya berdebar itu membuat Catherine hanya sanggup mematung.
“Kakak”panggil Catherine dengan tersenyum malu-malu.
Malu karena lelaki yang selalu dipanggilnya dengan sebutan balok es itu ternyata sangat agresif saat berdua saja dengan dirinya. Berbanding terbalik dengan pribadi Arga yang selama ini dikenalnya. Lelaki dingin dengan ekspresi dinginnya yang justru membuat Catherine tergila-gila.
“Aku masih sulit percaya jika sebenarnya kakak bermuka dua”ucap Catherine sambil menatap Arga dengan tatapan manja
“Bermuka dua katamu?”tanya Arga
__ADS_1
“Iya..dulu aja kakak selalu dingin padaku. Tak pernah membalas perasaanku. Sampai kupikir cintaku ini hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi rupanya..”
Catherine belum selesai mengucapkan apa yang ada dalam pikirannya. Arga sudah mengecup keningnya dengan mesra.
“Bukankah dulu aku sudah katakan semuanya padamu? Saat kita di Perancis apa kau masih mengingatnya?”tanya Arga
“Tentu saja”jawab Catherine
Catherine segera memeluk tubuh besar Arga dan memejamkan matanya.
“Terimakasih sudah bersedia mencintaiku selama ini. Menungguku selama bertahun-tahun. Hingga kita bisa bersatu sekarang. Meskipun…”
Catherine membuka matanya dan melepaskan pelukan di tubuh Arga. Wajahnya juga terlihat sendu.
“Kau kenapa sayang?”tanya Arga kuatir melihat wajah Catherine yang tiba-tiba sedih.
“Aku merasa sangat bersalah pada Jessica. Pasti dia sangat sedih sekarang”ucap Catherine
Arga segera menarik tubuh Catherine dan memeluk wanitanya untuk menenangkannya. Arga mengelus rambut panjang Catherine dengan lembut.
“Jangan pernah menyalahkan dirimu. Karena itu bukan salahmu. Itu adalah salahku. Jadi berhentilah menyalahkan diri”ucap Arga
“Kau pasti juga sedih sekarang. Aku tahu itu”gumam Catherine dalam hati
Catherine dapat merasakan jika Arga sedang menyembunyikan kesedihannya untuk Jessica. Gadis cantik yang tidak jadi dinikahi Arga itu bagaimanapun juga pernah menjadi bagian hidup Arga sehingga Catherine pun tahu dalam lubuk hati terdalam Arga, lelaki merasa sangat bersalah pada Jessica. Itu pasti.
Setelah berpakaian, keduanya berjalan berdua menuju ruang keluarga sambil bergandengan tangan. Senyum terus merekah di bibir keduanya menandakan kebahagiaan yang menyelimuti keduanya setelah berhasil melewati setiap rintangan dalam perjalanan cinta mereka.
Begitu menuruni tangga menuju ruang keluarga, Arga dan Catherine berpapasan dengan Madam O yang terlihat berjalan dengan terburu-buru. Arga yang merasakan ada sesuatu yang tidak beres segera bertanya pada ibunya.
“Ibu mau pergi kemana?”tanya Arga
Madam O yang tidak menyadari kehadiran putra dan menantunya tampak kaget melihat keduanya.
“Oh..ibu ada keperluan sebentar. Mari nona”pamit Madam O
Catherine dan Arga saling bertatapan dengan sejuta pertanyaan di kepala mereka. Karena tidak biasanya Madam O bertingkah seperti itu.
“Apa ada sesuatu kak? Tak biasanya Madam seperti itu?”tanya Catherine bingung
“Aku juga tak tahu”jawab Arga
Alan yang tadi diminta Arga mengambil tas dan gaun Catherine yang tertinggal di rumah Jessica datang menghampiri Arga. Alan menundukkan kepalanya memberi hormat.
“Oh..kau sudah datang”
“Iya tuan”
Seorang pelayan datang lalu menerima tas dan gaun Catheriene.
__ADS_1
“Taruh tas dan gaunku di kamar ya bi! Terimakasih”ucap Catherine
Arga ingin pergi ke ruang keluarga bersama Catherine .
“Tuan, bisa kita bicara sebentar?”tanya Alan
Arga yang bingung dengan kelakuan Alan tampak mengernyitkan dahinya melihat anak buahnya ingin mengajaknya bicara.
“Kakak bicara saja dengan Alan. Aku akan menemani Thania bermain”ucap Catherine.
Arga menganggukkan kepalanya. Arga kemudian pergi ke taman belakang diikuti Alan yang sepertinya membawa informasi penting. Setelah suasana sepi, Alan segera menyampaikan informasinya.
“Apa yang ingin kau katakan?”tanya Arga
“Nona Jessica dibawa ke rumah sakit, tuan”ucap Alan
Arga yang mendengar berita sakitnya Jessica tampak kaget dengan berita itu.
“Ada apa dengan Jessica? Apa sakitnya parah?”tanya Arga kuatir
“Dari informasi yang saya dapat dari pelayannya, nona Jessica pingsan di kamarnya. Karena tidak ingin terjadi sesuatu, makanya nona Jessica segera dibawa ke rumah sakit”jelas Alan
“Dia dirawat di rumah sakit mana?”tanya Arga
“Di rumah sakit milik perusahaan kita, tuan”jawab Arga
“Baiklah! Antar aku kesana sekarang?”pinta Arga
Arga segera berdiri dari posisinya yang semula duduk di kursi taman. Begitu membalik tubuhnya hendak meninggalkan taman, Arga kaget melihat Catherine yang sudah berdiri tak jauh dari dirinya. Dari raut wajahnya, bisa ditebak Catherine pasti mendengar pembicaraan Arga dan Alan.
“Sayang?”panggil Arga
“Aku ikut”pinta Catherine
Arga menghela nafasnya perlahan. Dia paham betul jika sang istri sudah memasang mode serius seperti itu, itu tandanya dia tak mau diganggu gugat. Apapun keputusannya, harus diikuti. Seperti itulah Catherine.
“Sebaiknya kau disini saja. Biar aku saja yang menjenguknya”pinta Arga mencoba meluluhkan hati Arga
“Kakak tenang saja, aku hanya ingin bertemu dengan dia sebentar saja. Aku yakin semua ini juga karena aku ada andil didalamnya. Aku tak mau dianggap lepas tangan dengan masalah Jessica. Karena bagaimanapun juga, dia seperti itu karena aku”jelas Catherine
“Tapi sayang..”
“Kumohon kak”
Arga yang tak tega melihat Catherine memohon pada dirinya akhirnya memilih mengalah dan menuruti permintaan pujaan hatinya itu.
“Siapkan mobilnya”perintah Arga pada Alan
“Baik tuan”jawab Alan
__ADS_1