Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Rindu Yang Memuncah


__ADS_3

Willy tak bisa lagi berkutik dengan permintaan ibu mertuanya.


“Bagaimana ini? Jika aku biarkan Cathy ke Amerika, aku akan kehilangan dia. Tapi jika aku tak membiarkan mommy membawanya, mommy akan memaksa Cathy menggugat cerai”gumam Willy dalam hati


Willy merasakan pergolakan batin dalam dirinya. Di satu sisi, dia ingin Catherine tetap berada di sampingnya. Namun di satu sisi, Caroline akan memaksa Catherine menggugat cerai pada dirinya jika dirinya tidak mengijinkan ibu mertuanya itu membawa istrinya.


Lama Willy berpikir langkah apa yang akan diambilnya. Akhirnya Willy mengambil keputusan.


“Baiklah! Mommy bisa membawa Cathy jika itu yang terbaik untuk Cathy”ucap Willy mengalah


“Tapi aku akan menyusul ke Amerika bersama Darren. Aku akan mempertahankan Cathy apapun yang terjadi”gumam Willy dalam hati


Setelah Willy menyetujui permintaannya, malam itu juga Catherine langsung dibawa ke Amerika oleh Caroline dan Brandon. Mereka berangkat menaiki pesawat pribadi mereka. Willy mengantar Catherine sampai di bandara.


“Pergilah bersama mommy dan papa. Aku akan selalu menghubungimu”ucap Willy berpamitan pada Catherine


“Sampaikan salamku pada Darren”pamit Catherine


Willy menganggukkan kepalanya pelan. Sesaat kemudian, pesawat pun tinggal landas dan meninggalkan bandara Heathrow London menuju Amerika.


“Tunggu saja Cathy. Aku pasti akan menyusulmu. Tunggu saja”gumam Willy menatap pesawat yang sudah hilang dari pandangannya.


*


*


*


*


Di Indonesia,


“Apa kau yakin nona pergi ke Amerika?”tanya Arga pada salah satu anak buahnya.


“Saya yakin tuan. Tuan Brandon dan Nyonya Caroline yang sudah membawa nona pergi ke Amerika”jawab sang pengawal


“Baiklah. Terimakasih untuk informasinya”sahut Arga


Arga yang mendengar Catherine dijemput Brandon dan Caroline, semakin memantapkan keinginannya untuk bertemu dengan pujaan hatinya yang selama beberapa minggu ini sudah menjauhinya. Arga kewalahan karena Catherine menutup akses bagi dirinya untuk menghubungi wanitanya. Arga benar-benar dibuat pusing dengan perubahan sikap Catherine yang mendadak berubah setelah kembali ke Inggris.

__ADS_1


“Aku harus segera menyusul Cathy ke Amerika. Aku harus tahu ada apa sebenarnya. Kenapa dia terus menjauhiku?”gumam Arga dalam hati.


Setelah mengurus beberapa hal dan berpamitan dengan Devara, akhirnya Arga berangkat ke Amerika untuk menyusul Catherine. Arga perlu menjernihkan masalah antara dirinya dan Catherine yang mendadak tidak mau dihubungi oleh dirinya.


Perjalanan Indonesia-Amerika ditempuh Arga selama hampir dua puluh jam lamanya.


“Cathy sayang, tunggulah aku. Aku akan datang sebentar lagi”gumam Arga dalam hati sambil menatap foto Catherine dan dirinya di hp miliknya. Foto yang diambil saat mereka menghabiskan waktu bersama di Paris.


Sesampainya di Amerika, Arga langsung mengendarai mobil yang disiapkan untuk dirinya menuju penthouse milik keluarga Alexander. Lelahnya perjalanan hampir dua puluh jam itu tak menghalangi keinginan Arga untuk segera bertemu dengan pujaan hatinya.


Catherine yang sudah sampai di Amerika dua hari sebelum Arga, saat ini sedang duduk di taman kota bersama dengan Veronica aunty-nya. Veronica menemani keponakannya yang sedang diliputi dengan masalah. Membawanya ke taman kota untuk sejenak mencari udara segar dan melupakan masalahnya.


“Aaahhh…segarnya”ucap Veronica sambil merentangkan tangannya menghirup udara segar yang dirasakannya dengan mata yang terpejam.


Catherine hanya tersenyum mendengar ucapan aunty-nya yang selalu menolak dipanggil aunty. Veronica yang memang kelihatan lebih muda dibanding usianya itu selalu meminta Devara, Catherine dan Arga memanggilnya dengan sebutan kakak. Karena Veronica tak ingin kelihatan tua.


“Kakak sudah lama berada di sini? Setauku kakak terakhir berada di Yunani”tanya Catherine pada Veronica


Veronica menoleh pada keponakannya itu. Dia tersenyum penuh arti mendengar pertanyaan yang dilontarkan keponakannya itu.


“Iya. Aku sudah disini selama sebulan lebih”jawab Veronica sambil menikmati pemandangan di depannya.


“Bagaimana perkembangan hubungan kakak dengan uncle Jack? Apa sudah ada perubahan?”tanya Caroline


Veronica menghela nafasnya dengan kasar. Sungguh berurusan dengan asisten pribadi kakak lelakinya itu sangat menguras hati dan tenaganya. Selama ini dia sengaja berganti pasangan hanya untuk membuat lelaki yang dicintainya itu cemburu. Dan terbukti, lelaki itu berhasil menyingkirkan satu per satu lelaki yang dikencani wanitanya tanpa sepengetahuan Veronica. Namun setiap kali mereka bersama, hanya pertengkaran yang ada. Semua itu membuat Veronica sangat lelah dengan Jack Dragon.


“Kau tahu kan lelaki besi itu seperti apa? Sekuat apapun aku mendekatinya dia seakan tak tersentuh. Mungkin kami memang tidak ditakdirkan bersama”ucap Veronica dengan lemas


“Jadi kakak akan menyerah sekarang?”tanya Catherine


“Kadang ada baiknya kita berhenti dan menyerah saja dengan jalan takdir”ucap Veronica sambil menahan getir dalam hatinya


“Bagaimana denganmu? Apa kau akan bercerai dari dokter itu?”tanya Veronica


Sedikit banyak dirinya tahu masalah yang saat ini mendera Catherine. Perselingkuhan Willy dan Ella. Kedekatan Catherine dengan Arga. Serta berita kehamilannya, Veronica tahu semuanya walaupun tidak banyak.


Catherine mengusap perutnya yang masih datar. Pikirannya mengelana tak tentu arah. Seakan beban berat sedang menghimpit dirinya.


“Aku juga bingung harus bagaimana kak. Saat ini aku hanya ingin menjalani kehamilan ini dengan tenang dan segera melahirkan bayi ini. Siapapun ayahnya, aku akan menyayangi anak ini, karena dia adalah buah hatiku. Darah dagingku”ucap Catherine sambil tersenyum

__ADS_1


“Baguslah jika kau berpikir begitu. Anak itu tidak bersalah. Tidak seharusnya dia menjadi korban dari masalahmu”nasehat Veronica


Ditengah pembicaraan dirinya dengan aunty-nya, Catherine seakan melihat Arga yang sedang berjalan menghampiri dirinya.


“Kak Arga?”tanya Catherine tak percaya dengan yang dilihatnya.


Arga berjalan menghampiri Catherine yang saat ini berdiri dari posisinya yang semula duduk di kursi taman. Veronica yang melihat Catherine tiba-tiba berdiri, menatap kebingungan begitu keponakannya itu menyebut nama Arga. Veronica pun menoleh ke arah mata Catherine tertuju.


Arga menatap wanitanya dengan hati yang sangat bahagia. Senyum terus tersungging di wajah tampannya. Karena Arga begitu merindukan wanitanya yang sudah lama tidak berhasil dihubunginya. Begitu berada di hadapan Catherine, Arga sempat mematung selama beberapa saat.


“Kak Arga”sapa Catherine dengan wajah yang masih terkejut dengan kehadiran Arga


“Iya. Ini aku”jawab Arga


Keduanya seakan berada di dunia mereka tanpa menghiraukan Veronica yang juga berada di dekat mereka.


“Ehem”


Veronica sengaja berdehem dengan keras hingga membuat Arga dan Catherine menyadari keberadaan dirinya.


“Kakak”sapa Arga pada Veronica


Veronica memeluk tubuh besar Arga yang sudah seperti adiknya sendiri.


“Kenapa kau bisa ada disini? Bagaimana dengan Devara?”tanya Veronica


“Tuan muda baik-baik saja. Aku akan kembali ke Indonesia setelah bicara dengan Cathy”ucap Arga dengan tatapan mata yang lurus menatap Catherine yang kini berdiri di depannya.


Sadar dirinya hanya menjadi obat nyamuk bagi dua sejoli yang saling merindukan itu, Veronica memilih meninggalkan keduanya.


“Aku beli minuman dulu. Nanti aku akan kembali”pamit Veronica


Keduanya menoleh pada Veronica. Veronica melambaikan tangannya meninggalkan kedua pasangan yang saling mencintai itu. Setelah Veronica pergi menjauh, kini tinggallah Arga dan Catherine.


Arga langsung memeluk erat tubuh wanitanya. Catherine awalnya kaget dengan tindakan Arga namun kemudian tangannya perlahan-lahan ikut memeluk tubuh besar Arga yang hangat. Keduanya berpelukan selama beberapa saat.


“Aku sangat merindukanmu”bisik Arga dengan lembut


Catherine semakin mengeratkan pelukannya. Sudah lama dirinya sangat merindukan momen seperti ini. Arga mengelus lembut rambut panjang Catherine.

__ADS_1


“Aku juga”balas Catherine sambil memejamkan matanya.


Keduanya larut dalam kerinduan yang memuncah. Menumpahkan rasa rindu yang telah menggunung. Tanpa menghiraukan tatapan orang yang lalu lalang di taman itu.


__ADS_2