
Kedua manusia yang pernah saling mencintai itu berjalan beriringan menuju toilet. Sesekali Catherine melirik ke arah lelaki tampan yang berjalan di sampingnya dengan ekspresi datar dan dingin yang selalu terpasang diwajahnya.
“Ekspresi wajahnya tak pernah berubah. Begitulah dia”gumam Catherine dalam hati.
Setelah sampai di toilet, Arga mempersilahkan Catherine masuk ke dalam. Di dalam toilet, Catherine segera mengamati cermin besar yang ada di dalam toilet. Kebetulan di dalam toilet ada seorang petugas kebersihan yang sedang membersihkan toilet tersebut.
Catherine menatap sebentar dan tersenyum pada office girl yang terlihat sedang hamil besar itu.
“Excuse me miss”ucap office girl itu
“Oh yes..oke please!”sahut Catherine mempersilahkan office girl itu membersihkan lantai toilet di bawahnya.
Tiba-tiba,
“Aaaghhh”
Arga yang berada di luar toilet, begitu mendengar suara teriakan dari dalam toilet, dengan tergesa-gesa segera masuk ke dalam toilet.
“Nona”gumam Arga dalam hati mengkhawatirkan Catherine.
Begitu memasuki toilet, dilihatnya Catherine yang berjongkok di lantai sambil memegangi office girl tadi. Arga menatap Catherine dan office girl itu bergantian lalu ikut berjongkok di lantai.
“Kak, bantu wanita ini!”pinta Catherine
“Are you okey?”tanya Arga pada wanita itu yang terlihat dengan kesakitan.
“My stomach”ucap wanita itu sambil memegang perut besarnya.
Catherine dan Arga membantu wanita itu berdiri. Beberapa saat kemudian, beberapa bodyguard juga ikut masuk ke dalam toilet.
“Antar wanita ini ke rumah sakit!”perintah Arga pada para bodyguard
“Baik tuan!”jawab bodyguard itu
Para bodyguard segera membawa pergi office girl itu ke rumah sakit. Arga dan Catherine masih berada di dalam toilet berdua. Arga segera menoleh ke arah Catherine. Tatapan matanya memancarkan kekhawatiran yang teramat sangat.
__ADS_1
“Apa nona baik-baik saja?”tanya Arga kuatir
Catherine menatap balik ke arah Arga. Keduanya saling bertatapan.
“Aku baik-baik saja”jawab Catherine
Sesaat kemudian, Catherine segera memeriksa penampilannya. Dilihatnya gaun yang dipakainya karena tadi sempat berjongkok ke lantai saat menolong office girl itu.
Arga dengan cekatan segera mengeluarkan sapu tangan yang selalu diselipkan di balik jasnya untuk membantu membersihkan gaun Catherine. Catherine menatap lelaki yang saat ini membantu membersihkan tangannya yang sedikit kotor. Arga membersihkan sedikit kotoran yang menempel di telapak tangan Catherine.
Catherine yang mendapat perlakuan lembut dari Arga hanya pasrah saja saat telapak tangannya dibersihkan oleh Arga. Catherine menatap intens lelaki yang pernah dan selalu mengisi hatinya itu dengan tatapan yang sangat lembut. Jantungnya bergetar hebat begitu Arga menyentuh telapak tangannya.
Arga yang hanya menjalankan tugasnya untuk membersihkan telapak tangan nonanya, tak menyadari kini dirinya sedang ditatap wanita cantik yang berdiri di depannya.
“Sudah bersih nona”ucap Arga sambil mendongakkan kepalanya.
Arga kaget melihat ternyata Catherine sedang menatapnya dengan sangat intens. Tanpa sadar Arga juga menatap mata indah Catherine. Keduanya saling bertatapan dalam waktu yang sangat lama.
Jantung keduanya bersahut-sahutan dengan irama yang tak beraturan. Karena mereka bertatapan dalam diam. Merasa tak kuat bertatapan dengan Catherine, Arga segera memutus tatapannya.
“Sebaiknya kita kembali ke ruangan. Semuanya pasti sedang menunggu nona”ucap Arga sambil berjalan ke arah pintu toilet dan membukakan pintu untuk nona mudanya itu.
Catherine menghela nafasnya perlahan.
“Kau tetap tak berubah balok esku”gumam Catherine dalam hati.
Sudut hatinya terasa dicubit, saat berada di dekat Arga, dan lelaki itu tetap memilih menghindarinya. Seperti yang selama ini dilakukan Arga pada Catherine.
Catherine berjalan melewati Arga dan berjalan di depannya. Namun baru beberapa langkah keluar dari toilet, Catherine membalik badannya dan menghadap ke arah Arga.
Membuat Arga kaget dan menghentikan langkahnya begitu menyadari Catherine berdiri tak jauh dari dirinya. Catherine berjalan perlahan ke arah Arga dengan tatapan matanya yang tajam ke arah Arga dengan langkah gemulai. Dengan balutan gaun merahnya yang sangat seksi, tak bisa dipungkiri Catherine saat ini begitu menggoda.
Sebisa mungkin Arga menahan dirinya dan memundurkan tubuhnya saat gadis di depannya semakin mendekati dirinya. Kini keduanya sangat dekat. Catherine berdiri tepat di depan Arga. Menatap lekat mata Arga sementara Arga justru menatap ke depan dengan menelan ludahnya untuk mengusir kegelisahannya. Karena kali ini Catherine benar-benar sangat menggoda.
__ADS_1
Apalagi saat Catherine mulai mengusap perlahan jas Arga sambil terus menatap Arga.
“Kau mau apa nona?”gerutu Arga dalam hati sambil memperhatikan Catherine yang terus menggodanya.
“Apa yang nona perlukan?”tanya Arga sambil menatap balik gadis cantik itu.
Catherine hanya tersenyum melihat Arga yang mulai gusar.
“Sudah lama kita tidak berduaan seperti ini. Apa kakak merindukanku?”tanya Catherine dengan suara lirih.
Arga hanya diam membisu.
“Tentu saja aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu”gumam Arga dalam hati menahan gejolak jiwanya yang seakan sedang diadu kala bersama dengan wanita yang dicintainya.
Melihat Arga yang tak menjawab pertanyaannya, membuat senyum sinis terukir di wajah cantik Catherine.
“Kau selalu saja diam. Apa hanya itu yang bisa kakak lakukan?”gerutu Catherine menahan kesal.
Hatinya benar-benar sedang marah. Karena lelaki di depannya selalu saja membuat dirinya sedih dengan penolakan dan diamnya Arga tanpa pernah membalas perasaannya.
Akhirnya karena terbakar emosi yang bergejolak hebat di dalam hatinya, Catherine langsung menarik kerah jas Arga dan mencium paksa lelaki itu. Catherine mencium Arga dengan sangat lembut sambil memejamkan matanya. Sementara Arga yang dicium paksa oleh gadis itu hanya membeku saking kagetnya. Namun perlahan-lahan Arga ikut terbawa suasana dan mulai memejamkan matanya. Tangan Arga bahkan terangkat dan melingkar di pinggang ramping Catherine.
Keduanya saling berbalas ciuman hangat yang lama kelamaan semakin menuntut. Membuat nafas keduanya berkejaran. Mereka berciuman selama beberapa saat. Mereka tak menyadari saat ini ada seseorang yang menatap keduanya dengan tangan terkepal melihat pemandangan kedua manusia yang sedang berciuman dengan mesra.
Setelah beberapa saat, Catherine perlahan melepaskan ciuman di bibir Arga. Catherine dan Arga mulai mengatur nafas dan perasaan yang bergejolak di hati keduanya. Mereka saling bertatapan.
“Itu tadi ciuman perpisahan dariku untuk kakak”ucap Catherine dengan tatapan yang dingin.
Catherine kemudian melangkah menuju toilet dan memoleskan lipstik serta merapikan penampilannya kembali setelah ciuman mesra antara dirinya dan Arga. Arga yang mendengar kata “perpisahan” dari bibir Catherine, mendadak hatinya merasa sangat sedih. Arga hanya mematung dan berdiri di depan toilet menunggu Catherine.
Catherine menatap pantulan wajahnya di cermin. Terbayang kembali momen mesra antara dirinya dan Arga tadi. Momen itu sempat membuat Catherine percaya Arga memiliki perasaan pada dirinya. Namun kelebat bayangan masa lalu saat Arga mengkhianati dirinya muncul tepat di pikiran Catherine. Membuat gadis itu meyakinkan dirinya bahwa semua adalah masa lalu.
“Selamat tinggal kak”gumam Catherine dalam hati sambil mengusap butiran airmata yang menetes dari matanya.
Karena kali ini Catherine akan memantapkan dirinya untuk menerima perjodohan papanya dengan Willy dan akan menerima pertungan dengan Willy. Catherine bersiap melepas cintanya pada Arga untuk menempuh kehidupan yang baru bersama Willy, pacarnya.
__ADS_1
Keluar dari toilet, Catherine hanya melirik sepintas pada Arga, lalu berjalan terus menuju private room tempat perjamuan makan malam. Arga hanya mampu mengamati punggung wanita yang dicintainya dengan hati yang terluka karena kini dirinya menyadari Catherine sudah melupakannya dan akan memilih melanjutkan perjodohan dengan Willy. Arga berjalan dengan menahan sesak di dalam dadanya.