Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Antara Hidup dan Mati


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Catherine langsung dibawa ke ruang bersalin. Beberapa dokter dan perawat langsung menangani Catherine. Willy juga tampak bersama dengan beberapa dokter itu.


“Sayang..bertahanlah!”pinta Willy sambil memegang tangan Catherine


Catherine yang mulai merasakan kontraksi yang semakin hebat, hanya bisa meringis kesakitan.


“Sakittt”seru Catherine sambil mencengkeram kuat tangan Willy


“Auwwww”Willy menjerit kesakitan begitu Catherine mencengkeram tangannya.


Caroline dan Brandon menunggu di ruang khusus keluarga dengan harap-harap cemas. Sementara Catherine ditemani Willy dan beberapa dokter berada di ruang bersalin.


Sesaat kemudian, Arga dan Devara sampai juga di rumah sakit tempat Catherine akan melahirkan. Tanpa berpikir panjang, Arga langsung berlari menuju ruangan bersalin Catherine. Meninggalkan Devara sendiri bersama Agatha dan Madam O yang menemaninya sepanjang perjalanan Indonesia- Amerika.


Sesampinya di ruang kamar VVIP khusus bersalin yang dipersiapkan untuk Catherine, tampak beberapa pengawal berjaga di sepanjang koridor menuju ruangan Catherine. Arga yang sudah sangat panik, tak menghiraukan anak buahnya yang satu per satu memberi hormat. Arga terus berlari menuju kamar Catherine.


“Cathy”


Arga memanggil nama Catherine begitu membuka pintu kamar Catherine. Brandon dan Caroline langsung menoleh bersamaan ke arah pintu begitu mendengar suara Arga.


“Kak..cepat kemari!”seru Catherine dengan lantang


“Pergilah ke dalam!”pinta Caroline pada Arga


“Baik nyonya”jawab Arga


Arga langsung masuk ke dalam ruangan. Dilihatnya beberapa dokter yang membantu persalinan Catherine. Willy juga tampak menggenggam tangan Catherine. Sementara Catherine begitu melihat Arga serasa mendapatkan tambahan energi.


“Kak”


Arga langsung mendekati Catherine dan berdiri di sampingnya sambil menggenggam tangan Catherine.


“Aku disini sayang”ucap Arga sambil mengecup kening Catherine yang mulai dipenuhi dengan peluh.


Dokter yang membantu proses kelahiran Catherine tampak kebingungan melihat ada dua lelaki yang menemani Catherine. Arga dan Willy masing-masing memegang tangan Catherine.


“The baby will come soon”ucap sang dokter.


“Kau pasti bisa sayang”ucap Arga memberi semangat pada Catherine


Dokter terus memeriksa keadaan Catherine dan bayinya yang sebentar lagi lahir. Arga dan Willy juga terus memberikan dukungan pada Catherine. Kali ini Catherine akan segera melahirkan putrinya ke dunia. Catherine sedang bertarung antara hidup dan mati untuk melahirkan buah hatinya ke dunia.


“Sakit kak”ucap Catherine merasakan kontraksi yang dirasakannya semakin kuat dan hebat.


Rasanya seperti seluruh tulang di tubuhnya remuk redam merasakan betapa kuat dan hebatnya kontraksi yang dirasakannya.


“Ambil nafas..buang”Arga terus menyemangati Catherine untuk mengatur nafasnya.


Catherine yang selama kehamilannya selalu mengikuti kelas ibu hamil untuk membantu proses bersalinnya tampak mengatur nafasnya yang mulai tidak beraturan. Karena memang rasa sakit yang dirasakannya adalah rasa sakit yang belum pernah dirasakannya seumur hidupnya.


“Cathy..kau harus tenang”ucap Willy mencoba menenangkan Catherine


“Kak..panggil mommy”pinta Catherine


“Baiklah”sahut Arga


Arga segera menuju ruang tunggu tempat Caroline dan anggota keluarga Alexander menunggu proses bersalin Catherine. Arga segera mengajak Caroline masuk ke ruangan Catherine.

__ADS_1


“Ada apa sayang?”tanya Catherine


“Kalian berdua..keluar dulu”pinta Catherine pada Arga dan Willy


Meskipun enggan pergi namun Arga dan Willy terpaksa menuruti keinginan ibu hamil yang sebentar lagi melahirkan itu. Arga dan Willy ikut duduk di ruang tunggu keluarga bersama Brandon, Devara, Agatha, dan Madam O. Semua orang tampak cemas. Karena ini adalah persalinan pertama Catherine.


Dengan nafas yang terengah-engah, Catherine meminta mommy nya melakukan beberapa hal. Terutama setelah bayinya lahir ke dunia.


“Apa kau yakin ingin melakukannya sekarang? Apa tidak menunggu kalian keluar dari rumah sakit saja?”tanya Caroline setelah mendengar permintaan Catherine.


“Aku..yakin mom. Lakukan..ini untukku”ucap Catherine dengan terbata-bata.


Karena mendekati waktu bersalin, kontraksi yang menyerangnya semakin tak tertahan.


“Mom..sakit”rintih Catherine


“Kau harus kuat sayang..demi putrimu. Sebentar lagi dia akan keluar”ucap Caroline


“Mom..panggil kak Arga sekarang”pinta Catherine sambil merintih kesakitan.


“Baik sayang”sahut Caroline


Caroline segera keluar ruang bersalin dan memanggil Arga. Begitu melihat Caroline semua anggota keluarga Alexander yang semula duduk, segera berdiri hampir bersamaan.


“Bagaimana keadaan nona, nyonya?”tanya Arga kuatir.


Nampak jelas kekhawatiran di wajah Arga. Selama beberapa bulan menjadi “suami siaga” bagi Catherine, meskipun terpisah jarak dan waktu, namun saat ini adalah waktu penentunya. Karena sebentar lagi baby girl akan segera lahir ke dunia. Bayi yang selalu dipercaya Arga sebagai putrinya dengan Catherine.


“Masuklah ke dalam! Cathy mencarimu”pinta Caroline


Tanpa menunggu lama, Arga langsung bergegas masuk ke dalam ruang bersalin begitu mendengar Catherine mencarinya. Melihat Arga masuk ke dalam, Willy yang juga berada di ruang tunggu juga ingin masuk ke dalam. Namun Caroline langsung menahan Willy.


“Tapi mom..”


“Ini permintaan Catherine. Dia ingin melahirkan didampingi Arga. Aku mohon penuhi permintaan Catherine”pinta Caroline lagi


“Aku suaminya mom, Aku yang seharusnya berada di dalam. Bukan lelaki itu?”seru Willy tak terima


“Ini permintaan Catherine sendiri. Aku mohon”Caroline memohon dengan wajah memelas.


Willy yang marah mendengar Catherine justru ingin didampingi Arga, hanya bisa menahan emosinya begitu melihat wajah mertuanya yang memohon pada dirinya. Brandon juga tak bisa berbuat banyak, karena di saat seperti ini, yang paling penting adalah keselamatan Catherine dan bayinya. Karena itu meskipun Brandon juga tak setuju dengan permintaan Caroline namun dia juga tak membantahnya.


“Sudah..duduklah disini”ajak Brandon pada Willy


Willy mau tak mau akhirnya duduk juga di kursi sofa, ikut menunggu proses bersalin Catherine.


Arga yang mendampingi Catherine terus menyemangati wanita cantik itu yang terlihat mulai kepayahan setelah merasakan kontraksi selama beberapa jam. Dokter dan perawat juga terus memantau perkembangan keadaan Catherine dan baby nya.


“Kau pasti bisa sayang..aku disini bersamamu”ucap Arga


“Sakit kak”ucap Catherine kesakitan


Airmata Catherine juga terus mengalir merasakan baby girl yang semakin mendesak minta keluar. Rasa sakit yang dirasakan Catherine juga semakin tak tertahankan. Arga dengan telaten mengusap peluh dan airmata Catherine. Sesekali Arga mengecup tangan dan kening Catherine untuk memberinya dukungan.


Arga sama sekali tak menghiraukan tangan dan lengannya yang beberapa kali dicakar dan dicengkeram dengan kuat oleh Catherine. Meskipun darah juga terlihat mengalir dari tangan dan lengannya yang menjadi korban “keganasan” Catherine, namun semua rasa sakit itu sama sekali tak dirasakan Arga. Dalam pikirannya saat ini adalah bagaimana Catherine dan bayinya bisa selamat.


“I think it’s time to let the baby out”ucap dokter setelah melihat kepala baby girl yang sudah terlihat

__ADS_1


Dokter segera menyiapkan semua peralatan untuk membantu persalinan.


“Tenang sayang..aku disini bersamamu”ucap Arga sambil menggenggam erat tangan Catherine yang bersiap mengejan untuk mengeluarkan baby girl.


Dokter meminta Catherine terus terjaga selama melahirkan. Catherine juga dilarang menutup matanya saat akan mengejan.


“Okey..are you ready?”tanya Dokter


Catherine menatap Arga dan dibalas anggukan kepala oleh Arga.


Dokter mulai memberi aba-aba pada Catherine untuk mengambil nafas dalam.


“Now”


Catherine mulai mengejan dengan sekuat tenaga.


“Huft..huftt..engggg….”


Catherine mengejan sesuai arahan dokter. Sesekali dokter meminta Catherine mengambil nafas panjang sebelum mulai mengejan. Arga yang melihat Catherine sedang bertarung hidup dan mati demi melahirkan baby nya ikut panik.


“Enggg..”


Catherine mengejan dengan sekuat tenaga. Dokter terus menyemangati Catherine untuk mengejan karena kepala baby nya yang sudah mulai terlihat.


“Engggg…”


Catherine terus mengejan. Nafasnya juga mulai terasa berat karena kehabisan tenaga.


“Ayo sayang..baby sebentar lagi keluar”ucap Arga menyemangati Catherine.


Catherine sekali lagi mengejan, kali ini dengan sangat kuat. Hingga akhirnya,


“Oekkk…oekkk…”


Suara tangisan baby girl membahana ke seluruh ruangan. Semua orang yang mendengar suara tangisan baby girl, tampak berbahagia.


“Kau luar biasa sayang..baby sudah keluar”ucap Arga sambil mengecup kening Catherine yang dipenuhi peluh dan keringat.


Catherine terlihat sangat kelelahan setelah melahirkan. Namun seakan dirinya mendapat tambahan tenaga begitu mendengar baby girl menangis tadi. Setelah perawat membersihkan tubuh baby girl, bayi itu langsung diantar pada Catherine dan diletakkan di dada Catherine untuk mulai inisiasi menyusui dini.


Catherine menatap makhluk kecil yang baru saja dilahirkannya.


“Kak..baby kak”ucap Catherine dengan terengah-engah


“Iya sayang..baby sudah lahir”sahut Arga


Bayi kecil itu awalnya diam namun kemudian mulai merangkak naik untuk mencari sumber makanannya. Bayi itu sedang mencari put*ing su*su ibunya untuk mulai menyusui. Selama hampir tiga puluh menit\, baby mencari sumber makanannya sementara dokter mulai menjahit jalan lahir baby.


Arga dan Catherine terus menyaksikan si kecil merangkak dan bergerak mencari pu*ting susu ibunya. Dan setelah berhasil mendapatkannya, baby langsung menyusu pada Catherine.


Arga tanpa sadar meneteskan airmatanya melihat perjuangan Catherine melahirkan baby girl ke dunia. Arga langsung mengusap airmata yang menetes dari matanya. Catherine yang melihat Arga meneteskan airmata, segera menggenggam tangan lelaki yang sangat dicintainya itu. Lelaki yang sudah mendampingi selama proses bersalinnya.


“Terima kasih kak”ucap Catherine


Arga langsung mengecup kening Catherine.


“Terimakasih sudah menjadi mommy yang kuat untuk baby girl. Lihatlah! Dia sangat cantik seperti dirimu”puji Arga pada Catherine

__ADS_1


Setelah cukup menyusu, perawat segera membawa baby girl untuk dibersihkan. Satu per satu anggota keluarga Alexander masuk ke dalam ruang bersalin. Tampak Caroline, Agatha dan Madam O dipenuhi airmata setelah tadi mendengar suara tangis baby girl. Ketiganya sangat bahagia karena Catherine berhasil melahirkan bayinya dengan selamat.


Kebahagiaan jelas terpancar di wajah semua anggota keluarga Alexander. Karena satu lagi anggota keluarga sudah hadir di antara mereka. Seorang baby girl yang sangat cantik secantik mommy nya.


__ADS_2