
Sejak acara reuni beberapa hari lalu, Catherine dan Willy semakin sering bertemu. Mereka juga sering melakukan video call satu sama lain. Rupanya Willy ingin lebih dekat dengan Catherine. Apalagi setelah mendengar bodyguardnya yang paling menyebalkan itu tidak berada di Indonesia.
Willy ingin memulai kembali dengan Catherine. Karena jauh di lubuk hatinya yang terdalam, dia masih menyimpan rasa cinta pada Catherine. Karena gadis itu adalah cinta pertamanya. Gadis yang pertama kali hadir di dalam hatinya.
Meskipun sudah berpisah bertahun-tahun lamanya, namun perasaan hangat yang dirasakan Willy pada Catherine masihlah sama. Gadis itu berhasil membawa kembali perasaan hangat yang dulu dirasakannya. Seakan perasaan itu menyembul kembali ke permukaan setelah lama tenggelam dalam relung hatinya.
Seperti hari ini, keduanya berjanji untuk hang out ke mall terbesar di kota. Salah satu mall milik keluarga Alexander.
Catherine terlihat sangat seksi. Dengan dress selutut warna putih yang dikenakanya, sangat pas di badan Catherine yang langsing. Bahkan terlihat jelas lekuk tubuh Catherine karena dress itu bermodel tank top dengan tali kecil. Tak lupa Catherine merias wajahnya yang sebenarnya sudah sangat cantik alami namun diriasnya dengan make up bold dengan lipstik berwarna merah maroon. Catherine terlihat sangat dewasa dengan outfit dan make up yang menghias wajahnya.
Begitu Willy sampai di rumah kediaman Alexander untuk menjemputnya, Willy tampak terpesona dengan kecantikan Catherine. Catherine yang menuruni tangga menuju lantai satu, tersenyum penuh makna melihat Willy yang tak berkedip saat melihat dirinya.
“Kita pergi sekarang?”tanya Catherine begitu di depan Willy
Willy mengangguk pelan. Keduanya berjalan menuju mobil milik Willy yang sudah terparkir di depan rumah. Tak lupa Willy membukakan pintu mobil untuk Catherine.
“Thank you”ucap Catherine pada Willy.
“You’re welcome”balas Willy
Willy kemudian mengemudikan mobilnya menuju mall terbesar di kota. Hari itu mereka benar-benar menikmati kebersamaan mereka berdua. Mereka berjalan sambil bercanda dan ngobrol berdua. Mereka juga menonton bioskop berdua.
“Kamu lapar?”tanya Willy begitu mereka keluar dari gedung bioskop
“Just a little bit”jawab Catherine
“Ok..kita makan sekarang”ajak Willy
Mereka masuk ke dalam lift. Awalnya lift hanya berisi beberapa orang saja. Namun ketika dua orang berbadan gemuk masuk ke dalam lift, membuat lift terasa sesak. Willy sengaja berdiri di depan Catherine untuk melindungi gadis itu. Saking sesaknya, beberapa kali terjadi desak-desakan di lift. Sehingga memaksa, Willy semakin mendekatkan dirinya dengan Catherine. Tubuh keduanya sangat dekat. Willy sengaja meletakkan kedua tangannya di samping kepala Catherine untuk memberi jarak antara keduanya.
Namun karena desak-desakan itu, membuat tubuh keduanya tak berjarak. Saking dekatnya tubuh mereka, Willy dapat mencium aroma tubuh dan rambut Catherine yang sangat wangi. Membuat Willy merasakan gairah seksualnya meningkat. Namun dengan sekuat tenaga, Willy meredam gairahnya sendiri.
Catherine yang berada sangat dekat dengan Willy, dapat merasakan hembusan nafas Willy yang beberapa kali menyapu tubuhnya. Apalagi saat Catherine mendongakkan kepalanya menatap lelaki tampan yang sedang melindunginya itu. Catherine dapat mendengar dengan jelas, detak jantung Willy.
Saat mata keduanya terkunci, saling menatap satu sama lain, seperti ada sengatan listrik yang timbul dari keduanya. Namun Catherine selalu berusaha memutus pandangan keduanya agar tak bertemu.
Begitu keluar dari lift,
“Terimakasih”ucap Catherine lembut
“Sama-sama”jawab Willy dengan senyum yang terukir di wajahnya yang tampan.
Sampai di restoran, seorang pelayan mengantar mereka menuju sebuah ruangan private yang memang sengaja Willy pesan sehari sebelumnya.
__ADS_1
“Kau mau makan apa?”tanya Willy pada Catherine
“Aku pesan hot plate grilled beef”ucap Catherine sambil menyerahkan buku menu pada pelayan.
Akhirnya keduanya memilih menu makan yang sama. Sambil makan, keduanya berbincang ringan. Setelah menghabiskan makan siangnya, Willy mengajak Catherine hang out di bar and lounge favoritnya.
Keduanya sudah duduk berdua di bar and lounge di rooftop sebuah hotel bintang lima sambil menikmati pemandangan kota dari atas rooftop.
“Cathy?”panggil Willy
“Heemm”sahut Catherine sambil berdehem dan menoleh pada Willy
“Maukah kau menjadi pacarku?”tanya Willy tiba-tiba.
“What?!”tanya Catherine tak percaya dengan yang barusan di dengarnya.
Willy meraih tangan Catherine dan menggenggamnya dengan penuh kasih. Willy juga menatap lekat mata indah Catherine. Membuat mata keduanya terkunci.
“I’m serious..would you be my girlfriend?”tanya Willy sekali lagi dengan ekspresi wajah yang lebih serius.
Catherine tak juga menjawab permintaan Willy untuk menjadi kekasihnya. Dalam hati, Catherine merasakan sedikit kegembiraan saat Willy memintanya menjadi kekasihnya. Namun jauh di lubuk hatinya yang terdalam, masih tersisa rasa cinta pada Arga. Bodyguardnya yang paling menyebalkan. Tuan “Balok Es” yang walaupun sudah mematahkan hatinya, namun masih memiliki ruang di hati Catherine.
“You don’t have to answer it right now, I’ll be waiting for you when you ready”ucap Willy lembut.
“Give me a little more time”ucap Catherine
“Thank you”sahut Catherine lembut.
Setelah menghabiskan minumannya, dan menghabiskan waktu seharian dengan Willy, akhirnya Catherine pulang ke kediaman Alexander karena merasa sudah sangat kecapekan setelah seharian berjalan-jalan dan melakukan banyak hal dengan Willy.
Di dalam rumah, di ruang keluarga, Catherine melihat Devara dan Daniel yang sedang bermain game berdua. Catherine menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya melihat kelakuan kedua “adiknya” itu.
“Kakak baru pulang?”tanya Devara tanpa menoleh pada Catherine karena dirinya masih fokus bermain game.
“Iya. Kalian tak ada rencana keluar? Seharian hanya bermain game saja apa kalian tak ingin hang out dan mencari pacar?”tanya Catherine
Devara dan Daniel saling berpandangan lalu menoleh bersamaan ke arah Catherine.
“NO”jawab keduanya bersamaan sambil melakukan tos bersama.
“But why?”tanya Catherine
“Karena pacaran itu melelahkan”jawab Devara enteng
__ADS_1
“Lalu kau Dan?”tanya Catherine pada Daniel
“Aku juga berpikir begitu”jawab Daniel
“Itu sebabnya kau masih berteman dengan..siapa namanya? Kakak lupa”ucap Catherine sambil mengingat-ingat sebuah nama
“Georgina maksud kakak?”tanya Daniel
“Iya..gadis itu. Georgina. Apa karena itu kamu masih saja memilih berteman dengan Georgina, apa seperti itu Dev?”tanya Catherine pada Devara
“Gina itu sudah seperti adikku. My little sister, that’s all..nothing’s more”jawab Devara santai.
“Lalu kau Dan..kau juga masih memilih berteman dengan…Nadine? Am I right?”tanya Catherine
Daniel hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.
“Lalu kapan kau akan pacaran adikku sayang?”tanya Catherine pada Devara
“Kalo aku sudah bertemu dengan gadis yang tepat”jawab Devara tegas
“Kapan itu?”tanya Catherine penasaran
“Kalo aku sudah menemukannya, aku pasti akan mengenalkannya pada kakak”jawab Devara tegas
Catherine mendekati adik kesayangannya itu sambil mengelus kepalanya.
“Life is so short young man..you better enjoy every step in your life. Or you’ll regret it”pesan Catherine bijak
“I just don’t want to waste my time doing something that I don’t like it”
“Me either”jawab Daniel
“Dasar kalian ini memang “anak kembar aneh”sindir Catherine pada kedua “adiknya” yang sudah seperti anak kembar karena selalu berbagi pikiran yang sama.
Catherine beranjak dari duduknya untuk berjalan ke kamarnya.
“Semoga kalian tidak mencintai gadis yang sama”doa Catherine
“Selera kami berbeda kak”jawab Daniel
“Iya..selera kami berbeda. Mana mungkin kami mencintai gadis yang sama”jawab Devara
“Who knows”ucap Catherine
__ADS_1
Catherine kemudian berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat. Tubuhnya mulai meronta karena kelelahan. Sambil merebahkan tubuhnya di ranjang, Catherine mulai memikirkan permintaan Willy saat di bar tadi.
“Apa aku terima saja permintaan Willy?”gumam Catherine dalam hati.