
Jessica akhirnya mau tidak mau menuruti permintaan Arga. Dibantu Arga, Jessica memilih sebuah gaun panjang berwarna silver offshoulder yang menjuntai indah dengan aksen bunga.
Setelah memilih gaun itu, Arga meninggalkan Jessica untuk bersiap-siap. Dia juga harus segera berganti baju dan memantau perkembangan acara ulangtahun tuan mudanya yang akan diselenggarakan sebentar lagi. Jessica berganti baju di kamar yang sama dengan Nadine. Sementara Ayra dirias di kamar presidential suite milik Devara.
Gaun yang dipilih Jessica sangat indah dan menampilkan kesan feminim pemakainya. Nadine yang melihat Jessica keluar setelah berganti baju, sampai terkagum-kagum pada kecantikan alami Jessica.
“Kamu cantik sekali”puji Nadine
“Terimakasih”sahut Jessica
“Pantas saja kak Arga yang dingin itu menyukaimu”puji Nadine lagi
Nadine dan Jessica kemudian dirias oleh penata rias yang sudah diminta Devara. Setelah selesai berhias, Jessica ditelepon Arga.
“Drt..drt..drt”
“Halo kak”sapa Jessica
“Kau sudah selesai?”tanya Arga
“Iya”jawab Jessica
“Aku sudah di depan. Keluarlah!”pinta Arga
“Kak Arga sudah di depan. Aku keluar dulu ya?”ucap Jessica pada Nadine yang masih dirias.
“Iya..kita bertemu di ballroom”jawab Nadine
Jessica keluar lebih dahulu dari kamar tempat dia dirias. Saat membuka pintu kamar, nampaklah sosok Arga yang membelakangi pintu.
“Kak”sapa Jessica
Arga yang mendengar suara Jessica memanggilnya langsung membalik tubuhnya. Arga sempat terpesona dengan kecantikan Jessica. Gadis periang yang menjadi kekasihnya itu terlihat sangat anggun dengan gaun yang dipakainya sekarang. Dengan riasan natural yang sangat pas di wajah cantiknya dan rambutnya yang dibiarkan tergerai indah. Membuat jantung Arga berdetak kencang melihat kecantikan Jessica.
Jessica yang dilihatin Arga malah salah tingkah dengan tatapan yang diberikan Arga. Sadar dirinya sudah terlalu lama menikmati kecantikan Jessica, Arga pun berdehem dengan keras mengusir suasana canggung yang terjadi antara dirinya dan Jessica.
“Ehem”
Arga berdehem dengan keras.
__ADS_1
“Kita pergi sekarang?”tanya Jessica
“Iya”jawab Arga singkat
Keduanya berjalan beriringan, lalu Arga mengulurkan lengannya untuk Jessica. Jessica tersenyum melihat perlakuan Arga karena Arga melakukannya tanpa melirik pada dirinya. Hanya lengannya saja yang diarahkan pada dirinya. Jessica melingkarkan tangannya di lengan Arga dan berjalan beriringan dengan lelaki kaku yang dingin itu.
Selama berada di lift menuju ke lantai lima ballroom hotel, Arga dan Jessica hanya terdiam tanpa seorang pun yang berani bersuara.
“Tuan Devara berulangtahun ke berapa kak?”tanya Jessica mencoba mencairkan suasana
“Tujuh belas tahun”jawab Arga
“Oh..tujuhbelas tahun? Berarti ini perayaan sweet seventeen ya?”tanya Jessica
“Iya”jawab Arga singkat
“Apa kakak juga sudah mempunyai pacar saat berusia tujuh belas tahun? Seperti tuan Devara?”tanya Jessica
“Iya”jawab Arga
Jawaban cepat Arga membuat Jessica cemberut. Karena Arga menjawabnya dengan begitu cepat. Sehingga membuat Jessica dibakar api cemburu. Jessica langsung melepaskan tangannya yang sejak tadi melingkar di lengan Arga.
“Tunggu”pinta Arga melihat Jessica yang buru-buru keluar dari lift tanpa memperhatikan ada pelayan yang membawa service trolly sedang berjalan ke arahnya.
Arga langsung menarik tangan Jessica hingga gadis itu menghentikan langkahnya.
“Maaf tuan..saya yang kurang hati-hati”pinta pelayan yang hampir menabrak Jessica
“Kembalilah bekerja!”ucap Arga pada pelayan itu.
Arga segera melepaskan tangan Jessica. Gadis itu tampak menyesal sudah membuat pelayan tadi ketakutan karena hampir menabraknya.
“Maaf”ucap Jessica
“Masuklah ke dalam! Masih ada yang harus aku kerjakan! Nanti aku akan menyusulmu ke dalam”pinta Arga dengan ekspresi dinginnya
Arga kemudian meninggalkan Jessica sendiri karena masih ada yang harus dikerjakannya. Jessica terpaksa masuk ke dalam ballroom megah tempat perayaan ulangtahun Devara seorang diri. Tampak kesibukan luar biasa di depan dan di dalam ballroom. Para tamu pun satu per satu datang.
Jessica yang tak mengenal satu orangpun di ruangan itu, hanya terlihat clingukan sendiri. Akhirnya dia memilih duduk di pojok ruangan.
__ADS_1
“Kenapa aku mesti menuruti keinginan lelaki dingin itu? Lihat sekarang! Kau justru terjebak sendiri disini. Kau memang bodoh Jess”gerutu Jessica pada dirinya sendiri.
Jessica menatap kerumunan para tamu undangan yang didominasi teman-teman SMA Devara. Mereka tampak anggun dalam balutan dress panjang. Para pria pun tampak gagah dengan setelan jas yang dikenakan.
“Jadi seperti ini pesta ulangtahun anak-anak konglomerat jaman now. Hanya membuang-buang uang saja”sindir Jessica sinis
Karena keglamoran pesta ulangtahun Devara sangat jauh dari pesta ulangtahun yang biasa dihadirinya. Bahkan teman-teman Jessica biasa merayakannya di café dengan busana yang lebih santai dan casual. Sementara di pesta ini, semua orang tampak memperlihatkan kekayaan orangtua masing-masing.
“Apa yang aku lakukan disini?”gerutu Jessica
Dari kejauhan Arga yang sedang sibuk memantau acara, dapat melihat ke arah Jessica yang duduk sendiri di pojok ruangan. Arga merasa kasihan melihat gadis yang dibawanya malah duduk sendirian di pojok.
Saat Arga ingin menghampiri Jessica, salah satu anak buah Arga memberitahu Arga bahwa Devara dan Ayra sudah berjalan menuju ruangan ballroom. Arga terpaksa mengurungkan niatnya menghampiri Jessica.
Arga kembali fokus mengawasi jalannya pesta ulangtahun Devara. Begitu Ayra dan Devara memasuki ballroom, acara pesta ulangtahun itu pun dimulai. Semua tamu undangan dibuat terkesima dengan pasangan kekasih yang sangat serasi itu. Tak terkecuali Jessica yang melihat kedatangan Ayra dan Devara. Keduanya menjelma bak pangeran dan puteri kerajaan.
Acara ulangtahun Devara digelar dengan sangat meriah. Lantunan live music dari salah satu grup band ternama di Indonesia menjadi salah satu pengisi acara.
Ketika MC meminta Devara dan Ayra untuk berdansa, Jessica merasa sedikit iri pada Ayra yang diperlakukan sangat istimewa oleh Devara. Bahkan ketika Ayra tidak bisa berdansa dan malah menginjak sepatu pantofel Devara, sehingga membuat para tamu undangan saling berbisik, Jessica malah merasa Ayra sangat beruntung mendapatkan seorang kekasih seperti Devara. Jessica dapat melihat betapa Devara sangat memuja kekasih hatinya dan tak mempermasalahkan sang kekasih yang tidak pandai berdansa. Kedua pasangan kekasih itu justru asyik dengan dunia mereka sendiri.
“Ayra sungguh sangat beruntung”gumam Jessica seorang diri
“Kau iri pada nona Ayra?”ucap Arga yang ternyata sudah berdiri di samping Jessica
Jessica spontan menoleh ke samping. Matanya terbelalak saking kagetnya. Karena dia memang tidak menyadari jika Arga sudah berdiri di sampingnya.
“Ka..kapan kakak berdiri di sini?”tanya Jessica dengan ekspresi wajah kagetnya yang menggemaskan.
Tingkah Jessica sukses membuat Arga tersenyum. Senyum yang sangat jarang ditampakkan lelaki dingin itu. Bahkan Jessica sendiri kaget melihat Arga yang tiba-tiba tersenyum.
“Kakak tersenyum?”tanya Jessica
Arga yang ketahuan tersenyum langsung memasang wajah datarnya. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Membuat Jessica tertawa melihat betapa besar gengsi seorang Arga mengakui dirinya tersenyum.
“Kalo mau senyum, senyum aja. Ga usah gengsi kali kak. Kakak kelihatan semakin tampan jika tersenyum”goda Jessica
Mendengar pujian Jessica, Arga pun langsung menoleh ke arah gadis cantik yang selalu tersenyum itu. Wajah cantik itu kelihatan beda hari ini. Mungkin karena terbawa alunan musik dan suasana romantis yang menyelimuti ballroom itu, membuat Arga ingin mengajak Jessica berdansa.
“Kau mau berdansa denganku?”ajak Arga sambil mengulurkan tangannya
__ADS_1
Jessica menerima uluran tangan Arga dan keduanya pun berjalan ke lantai dansa bersama. Keduanya berdansa diiringi alunan lagu romantis yang sangat indah. Ditemani beberapa tamu undangan yang ikut berdansa juga. Ada Nadine dan Daniel juga di sana. Selain pemilik acara, Ayra dan Devara tentunya. Jessica merasa sangat bahagia karena bisa menikmati acara ulangtahun Devara bersama Arga.