
Arga dan Jessica berbincang ringan dengan teman-teman Jessica. Arga yang memang pelit bicara hanya menjawab seperlunya. Clara dan inggrit yang terpesona pada Arga, tampak berbinar-binar kala menatap Arga.
“Aku mau ke toilet dulu”pamit Jessica
Jessica pun pergi ke toilet seorang diri. Leo yang melihat Arga yang sangat cuek pada Jessica pun tergelitik untuk bertanya.
“Kau tak menemani Jessi? Bukankah kau pacarnya?”tanya Leo
Arga menggelengkan kepalanya. Tommy, salah satu teman lelaki Jessica tiba-tiba juga pamit ke toilet.
“Aku juga mau ke toilet”pamit Tommy pada semuanya.
Tommy pun pergi ke toilet. Namun rupanya dia tidak pergi ke toilet pria namun justru berdiri menunggu Jessica keluar dari toilet wanita. Jessica yang tidak menyadari kehadiran Tommy, keluar dari toilet dengan santainya. Tiba-tiba seseorang menahan lengannya. Jessica pun spontan menoleh. Wajahnya terkejut dan matanya terbelalak melihat Tommy yang menahan tangannya.
“Tommy”
“Kita harus bicara”perintah Tommy
Tommy pun menarik tangan Jessica dengan kasar dan membawanya ke suatu tempat tak jauh dari toilet. Jessica yang merasakan kejanggalan dari tingkah Tommy berusaha melepaskan diri. Namun genggaman tangan Tommy sangat kuat. Beberapa orang yang melihat keduanya hanya menonton saja tanpa ada yang berusaha menolong Jessica.
“Tom, lepaskan aku!”pinta Jessica sambil mengibaskan tangannya dengan kasar supaya genggaman tangan Tommy terlepas.
Tiba-tiba dari arah belakang, ada seseorang yang menahan tangan keduanya.
“Kak Arga”
Jessica kaget melihat Arga yang kini berada di dekatnya. Dengan tangan Arga yang menahan tangan Tommy. Wajah Arga pun terlihat menahan emosi.
“Lepaskan Jessica!”perintah Arga dengan tatapan dinginnya.
Tommy yang ketahuan sudah membawa Jessica tetap tak mau melepaskan tangan Jessica.
“Ada yang harus kami bicarakan”ucap Tommy
“Lepaskan aku Tom. Tak ada yang harus kita bicarakan lagi”balas Jessica
“Kau dengar kan? Jessica bilang tak ada yang perlu kalian bicarakan lagi, jadi tolong lepaskan Jessica”ucap Arga dengan ekspresi wajah yang sangat dingin.
Tangan Arga juga mencengkeram tangan Tommy dengan sangat kuat hingga Tommy merasa kesakitan dan akhirnya mau tidak mau melepaskan gengggaman tangannya di tangan Jessica.
__ADS_1
“Terima kasih kak”ucap Jessica
“Kita pergi dari sini”ajak Arga.
Arga pun mengajak Jessica pergi. Sampai di dalam mobil, Arga langsung mengendarai mobilnya meninggalkan mall. Sepanjang perjalanan Jessica dan Arga hanya terdiam. Mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Arga sibuk mengendarai mobilnya sambil sesekali melirik ke arah Jessica yang sedang asyik menatap pemandangan di luar mobil.
Sesampainya di sebuah taman kota, Arga segera memarkirkan kendaraannya. Jessica menoleh ke arah Arga.
“Kenapa kita berhenti?”tanya Jessica
“Ada es krim enak di dekat sini, kau mau?”tanya Arga
“Boleh”sahut Jessica
Arga mengajak Jessica membeli es krim gelato di salah satu kios di dekat taman kota. Mereka berdua menikmati es krim sambil menatap pemandangan di taman kota yang dipenuhi beberapa pengunjung. Keduanya duduk di kursi taman.
“Terimakasih kak karena sudah menolongku dari Tommy”ucap Jessica tulus.
“Sama-sama”sahut Arga
Jessica menghela nafasnya sejenak. Kejadian singkat tadi di mall, sedikit mempengaruhi moodnya. Kehadiran Tommy diantara mereka membuat mood Jessica buruk.
Jessica tersenyum pada Arga. Arga hanya diam saja mendengarkan cerita Jessica.
“Kakak ingat dulu aku pernah bilang kalo aku suka kakak?”tanya Jessica
“Iya”jawab Arga singkat
Jessica tersenyum mendengar jawaban Arga.
“Setelah kencan buta kita yang gagal waktu itu, aku mulai berusaha melupakan kakak. Aku mulai menyibukkan diri dengan tugas-tugas kuliahku yang kebetulan juga semakin banyak. Dan di saat itu, Tommy datang dan menjadi pahlawanku”ucap Jessica panjang lebar menceritakan masa lalunya bersama Tommy.
“Waktu itu aku merasa Tommy sangat perhatian padaku. Kami pun akhirnya semakin dekat. Kebetulan papanya dan papaku adalah kolega bisnis, jadi kami semakin sering bertemu. Kemudian suatu hari, Tommy datang dan menembakku. Karena aku juga baru patah hati karena kakak, aku pun menerima Tommy menjadi pacarku”jelas Jessica panjang lebar
Arga hanya diam saja mendengarkan celotehan Jessica yang menceritakan kenangannya bersama Tommy.
“Awalnya aku pikir dia baik. Dan memang dia baik sih. Tapi semakin hari, aku merasa dia terlalu mengatur hidupku. Aku merasa terkekang dengan semua kecemburuan dan peraturannya. Sikapnya yang posesif dan cenderung terobsesi padaku, membuatku semakin tidak nyaman. Hingga akhirnya dia mulai main tangan padaku. Setiap kali dia marah, dia mulai menampar dan memukulku. Tentu saja aku tak mau diperlakukan kasar seperti itu”
Jessica mulai berkaca-kaca. Ada rasa sedih yang menelusuri relung hatinya kala menceritakan masa lalunya.
__ADS_1
“Semua semakin tak terkendali, karena papa justru menjodohkan aku dengan Tommy. Papa pikir karena kami sudah pacaran, sebaiknya kami lanjutkan ke jenjang yang lebih serius”
“Apa kau tak bilang pada papamu tentang kelakuan Tommy?”tanya Arga yang mulai penasaran dengan cerita Jessica
“Dia pandai sekali memanipulasi orang-orang di sekitarku. Sehingga di mata teman-teman dan orangtuaku, dia terlihat seperti malaikat. Dan jika aku mengeluh tentang perilakunya, yang ada justru aku yang dimarahi semua orang. Mereka bilang aku yang terlalu kekanak-kanakan. Tidak bisa menyelesaikan masalahku dan memilih melarikan diri dari masalah”ucap Jessica sambil mengusap airmatanya yang menetes.
Arga merasa bersimpati pada Jessica. Gadis cantik yang menjadi teman kencan butanya itu ternyata menyimpan masa lalu yang menyedihkan. Terlibat dalam toxic relationship yang mempengaruhi psikologinya.
“Lalu bagaimana kau bisa putus dengan dia?”tanya Arga
Jessica hanya diam lalu memperlihatkan pergelangan tangannya yang terdapat bekas sayatan. Arga sempat kaget karena tak menyangka gadis itu akan melakukan sebuah tindakan yang terbilang nekat. Jessica menunjukkan bekas sayatan itu sambil tersenyum pada Arga.
“Kenapa?”tanya Arga
“Maksud kakak bekas luka ini?”tanya Jessica
“Aku terpaksa. Karena aku merasa tak ada jalan keluar lagi bagiku untuk lepas dari Tommy. Setelah kejadian itu, Tommy memohon padaku untuk kembali padanya. Dia berjanji akan berubah. Tapi bagiku, cukup sekali aku terlibat dengan lelaki toxic seperti dia. Aku tak mau terus bersama dengan dia”ucap Jessica
“Lalu bagaimana tanggapan kedua orangtuamu?”tanya Arga
“Setelah melihat bekas luka dari tubuhku, akhirnya papa memutuskan hubungan dengan keluarga Tommy. Papa akhirnya menyadari jika Tommy adalah lelaki yang tidak baik untukku. Begitulah ceritanya hingga aku bisa putus dengan Tommy”jelas Jessica
“Bukankah kalian satu kampus? Lalu bagaimana dengan kuliahmu?”tanya Arga
“Setelah kami putus, Tommy memilih cuti kuliah selama satu semester. Dan hari ini adalah pertemuan kami setelah putus”jawab Jessica
“Itu sebabnya kau merasa tidak nyaman selama di mall tadi?”tanya Arga
Insting Arga yang kuat dapat melihat Jessica yang merasa tidak nyaman selama berkumpul dengan teman-temannya. Apalagi melihat tatapan Tommy pada dirinya selama berbincang dengan teman-temannya.
“Apa keliatan banget ya kak?”tanya Jessica
Arga hanya mengangguk pelan lalu menikmati es krim gelato miliknya yang hampir habis.
“Terimakasih ya kak”ucap Jessica dengan tulus
“Untuk apa?”tanya Arga bingung
“Sudah mau mendengarkan ceritaku. Ternyata benar kata orang, jika kita menceritakan masalah kita, seakan masalah kita telah teratasi 50%. Kakak ternyata pendengar yang baik ya? Aku pikir kakak sangat cuek dan dingin, yang tak perduli pada orang lain”ucap Jessica terus terang
__ADS_1
Setelah menikmati es krim gelato dan mendengarkan semua keluh kesah Jessica, Arga kemudian mengantar Jessica pulang. Jessica merasa bahagia karena perhatian kecil yang diberikan Arga berhasil membuat bunga-bunga di hatinya kembali bermekaran.