Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Membuka Hati


__ADS_3

Setelah berbaikan dengan Willy, Catherine yang merasa bersalah karena sudah menyakiti hati Willy, berjanji dalam hati akan mulai membuka hati untuk lelaki yang sudah mempersuntingnya. Catherine juga bersiap menutup rapat kisah masa lalunya bersama Arga.


“Biarlah semua itu menjadi masa lalu! Aku akan mulai belajar mencintai Willy. Karena dia suamiku sekarang”gumam Catherine dalam hati


Namun niat baik Catherine tidaklah semudah yang dibayangkan. Karena meskipun Willy mencintai dirinya dan berkata sudah memaafkannya, namun Willy belum bisa melupakan kesalahan fatal Catherine. Kesalahan yang menghancurkan malam pertama mereka. Hal ini membuat Catherine mau tidak mau harus berusaha lebih keras agar Willy mau menerimanya.


Acara honeymoon mereka di Maldives berjalan dengan lancar. Mereka bisa berlibur sambil menikmati keindahan pemandangan perairan tenang dan keindahan bawah laut yang ditawarkan di Maldives.


Honeymoon selama satu minggu ini diisi keduanya dengan berbagai aktivitas. Mereka menyaksikan keindahan cahaya laut di malam hari tepatnya saat berada di Vaadhoo Island. Air laut di pulau ini mengeluarkan cahaya biru yang sangat indah. Cahaya berwarna biru ini muncul terbawa ombak saat malam hari tiba. Cahaya biologis ini dihasilkan oleh organisme phytoplankton yang bersifat seperti kunang-kunang. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Karena peristiwa seperti ini tidak terjadi di sembarang pantai. Dan salah satu yang menghadirkan kejadian unik ini adalah pantai di Maldives.


Pesona bawah laut Maldives merupakan salah satu sektor unggulan yang menjadi daya tarik wisatawan. Terdapat berbagai cara untuk menikmatinya, salah satunya adalah dengan berjalan di bawah air sambil menikmati pesona bawah laut kelas dunia yang dimiliki Pulau Maldives dengan lebih dekat lagi. Mereka juga menyempatkan menginap di salah satu hotel yang memiliki pemandangan bawah laut Maldives yaitu hotel yang terletak di Rangali Island. Dengan berlapiskan kaca dan terletak 4.9 meter di bawah laut, hotel ini menawarkan sensasi berbeda karena dapat menyaksikan keindahan dan kehidupan bawah laut sambil menikmati hidangan bersama dengan suasana romantis. Selain itu,  juga dapat merasakan bermalam bersama hiu pada saat-saat tertentu.


“Will, kenapa kita kemari?”tanya Catherine sedikit ketakutan begitu sampai di hotel.


Willy tersenyum melihat ekspresi wajah Catherine yang ketakutan.


“Kamu takut?”tebak Willy jitu


Catherine menganggukkan kepalanya cepat.


“Kita pergi aja ya? Aku ga mau kesini”ajak Catherine.


“Tapi disini kita bisa tidur sambil melihat pemandangan bawah laut lho..Pasti seru!”jelas Willy


“Aku dulu udah pernah kesini dan aku ga bisa tidur semalaman”kenang Catherine.


“Kapan kamu kemari?”tanya Willy penasaran


Catherine mencoba mengingat-ingat terakhir kali dirinya dan keluarganya berlibur ke hotel itu.


“Seingatku waktu aku SMP. Iya..sepertinya waktu SMP. Beneran Will aku ga bisa tidur. Waktu itu ikan hiunya seliweran di kamarku. Aku takut banget. Aku bayangin kacanya pecah terus aku di makan hiu”kenang Catherine sambil bergidik ngeri mengingat kenangan masa kecilnya.


Willy menggenggam tangan Catherine. Membuat Catherine kaget lalu menatap tangan Willy yang menggenggam tangannya.


“Tenanglah! Kacanya itu berlapis-lapis. Hiu itu takkan mampu memecahkannya. Lagipula ada aku disini.Aku pasti akan melindungimu. Aku takkan biarkan hiu itu memakanmu”goda Willy.


Akhirnya Catherine mengalah dan menuruti suaminya. Catherine memberanikan diri menginap di hotel itu. Karena ketakutan, semalaman Catherine tidak bisa tidur. Dia sama sekali tidak menikmati menginap di hotel itu.


Di belahan bumi yang lain,

__ADS_1


Brandon yang bahagia karena putri sulungnya sudah menikah dengan lelaki pilihannya, akhirnya memerintahkan Arga kembali ke Indonesia.


Di ruang kerja yang luas di Inggris, Brandon melakukan panggilan telepon dengan Arga yang saat ini berada di Amerika.


“Ada apa tuan? Apa ada yang tuan perlukan?”tanya Arga begitu sambungan telepon mereka tersambung.


“Arga, kau bisa pulang ke Indonesia sekarang. Tolong kau jaga dan dampingi Devara. Sudah waktunya kau menjadi asisten pribadinya”perintah Brandon pada Arga.


“Akhirnya! Aku bisa pulang juga”gumam Arga dalam hati.


“Baik tuan! Saya akan selesaikan dulu beberapa hal. Baru saya pulang ke Indonesia”sahut Arga.


Sesaat kemudian sambungan telepon mereka berakhir. Arga menyandarkan tubuh lelahnya di kursi kerjanya sambil memejamkan matanya. Sekelebat bayangan Catherine yang terlihat sangat cantik di hari pernikahannya, muncul di dalam pikiran Arga. Arga segera membuka matanya dan membuka laptop di depannya. Dibukanya beberapa file di dalamnya. Sebuah folder berisi foto-foto pernikahan Catherine.


“Bagaimana kabarmu cintaku? Kau pasti bahagia sekarang”gumam Arga dalam hati dengan


Arga terlihat tersenyum menatap foto-foto di layar laptopnya. Arga menghela nafasnya dengan kasar. Sungguh merasakan cinta yang tak sampai seperti yang dialami Arga sangatlah menyiksa. Dia harus merelakan wanita yang dicintainya menikah dengan lelaki lain. Sangat menyesakkan dada. Ketika melihat seseorang yang kita cintai dengan sepenuh hati justru tersenyum dan tertawa bahagia bersama orang lain. Meskipun sekuat tenaga kita berusaha melepaskannya. Namun hati yang terluka itu pastilah tetap ada.


Pikiran Arga mengelana tak tentu arah. Sebuah panggilan telepon membuyarkan lamunan Arga. Arga segera menerima panggilan telepon yang ternyata dari Madam O, ibunya.


“Ada apa ibu?”tanya Arga


“Ibu dengar kau sudah diperbolehkan tuan besar kembali ke Indonesia. Apa itu benar nak?”tanya Madam O


“Ibu senang mendengarnya”ucap Madam O


“Aku juga ibu”balas Arga.


Berada di negeri orang tanpa orang yang kita sayangi dan kasihi tentu membuat kita kesepian. Begitu juga yang dirasakan Arga. Selalu ada sisi hatinya yang merasa kesepian ketika harus pergi jauh dari negara kelahirannya.


“Oh ya nak, ibu sudah membuat sebuah janji dengan teman ibu. Kau mau kan bertemu dengan teman ibu”ucap Madam O


“Maksud ibu?”tanya Arga sambil mengernyitkan dahinya


“Ibu ingin mengenalkanmu dengan putri teman ibu. Ibu sudah bertemu dengan gadis itu. Dia anak yang baik. Kau mau kan Arga?”tanya Madam O


“Kenapa ibu harus mengatur kencan buta seperti ini untukku? Aku belum berminat menjalin hubungan apapun dengan siapapun..Kenapa ibu harus memaksaku?”protes Arga


“Ibu tidak ingin memaksamu. Ibu hanya ingin kau menjalani hidup layaknya orang lain. Usiamu sudah semakin bertambah. Tapi sampai sekarang kau belum pernah mempunyai hubungan yang serius dengan seorang wanita. Ibu hanya ingin kau bisa menikah dan berkeluarga. Karena kau satu-satunya putra ibu. Kaulah satu-satunya keluarga ibu. Apa menurutmu ibu berlebihan jika menginginkan seorang cucu darimu?”urai Madam O

__ADS_1


Arga terdiam mendengar curahan hati ibunya. Bagaimanapun juga apa yang dikatakan Madam O benar adanya. Selama ini Arga hanya hidup untuk keluarga Alexander. Untuk Catherine. Sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk mendampingi wanita yang dicintainya itu. Arga tak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain selain Catherine.


Merasa bersalah pada sang ibu, Arga akhirnya menuruti keinginan Madam O.


“Baiklah! Aku akan menuruti keinginan ibu”sahut Arga


Madam O tersenyum bahagia. Putra semata wayangnya akhirnya mau mengikuti permintaannya untuk berkenalan dengan putri temannya.


“Terimakasih nak. Ibu akan atur semuanya. Kau tenang saja. Begitu kau sampai di Indonesia, kalian bisa segera bertemu”ucap Madam O


“Iya ibu”jawab Arga


Sambungan telepon ibu dan anak itupun berakhir. Arga mulai merenggangkan dasi yang dikenakannya. Entah kenapa lehernya terasa dicekik setelah menerima telepon dari ibunya.


Arga kembali menatap foto wajah Catheriene yang ada di depannya. Senyum indah wanita cantik itu satu-satunya penyemangat Arga dalam menjalani hari-harinya.


“Apa aku sanggup menjalin hubungan dengan wanita lain selain kamu?”tanya Arga sambil mengusap layar laptopnya yang menampilkan wajah cantik Catherine.


Arga segera mengurus kepulangannya ke Indonesia. Arga menyelesaikan semua pekerjaannya di Amerika agar bisa segera pulang kembali ke Indonesia. Arga pulang dua hari kemudian.


****


Acara honeymoon Catherine dan Willy telah berakhir. Keduanya kembali ke Inggris dan tinggal di mansion milik keluarga Anderson yang sudah diserahkan pada Willy sebagai hadiah pernikahan mereka. Mansion yang meskipun tidak seluas mansion milik keluarga Alexander namun masih juga merupakan mansion yang mewah dan megah.


Karena sudah selesai honeymoon, Willy kembali bekerja di rumah sakit dan pulang setelah hari larut malam. Hari-hari yang dilalui Catherine terasa sangat membosankan. Keinginannya untuk bekerja di perusahaan Alexander yang berpusat di London ditentang oleh Willy. Willy tidak ingin Catherine kelelahan dengan segala kesibukan di perusahaan. Apalagi mereka juga baru menikah.


Catherine yang memang sedang berusaha membuka hatinya untuk Willy, akhirnya memilih untuk menuruti keinginan Willy. Walaupun keseharian Catherine hanya diisi dengan hal-hal yang tidak penting. Seperti mengurus keperluan Willy. Catherine juga belajar memasak untuk mengisi kesibukannya. Jika sedang mals, Catherine memilih jalan-jalan sendiri mengelilingi kota London.


Seperti yang sekarang dilakukannya. Catherine yang bosan berada di mansionnya, mengendarai mobil pribadinya menyusuri keramaian lalu lintas kota London. Catherine ingin jalan-jalan. Di tengah perjalanan, hp Catherine berdering. Catherine yang sedang fokus menyetir, merogoh hp yang berada di tasnya yang berada di samping kursi sopir.


“Drt..drt..”


Hp terus berdering.


“Iiihhh..dimana sih hp ku?”gumam Catherine dalam hati sambil tangannya berusaha merogoh tasnya.


Catherine beberapa kali menoleh ke arah tasnya, untuk mencari keberadaan hp nya.


“Aaahh..ini dia”gumam Catherine dalam hati begitu tangannya bisa menggapai hp nya.

__ADS_1


Begitu Catherine menoleh ke depan, matanya langsung terbelalak sempurna. Refleks Catherine segera mengerem mobilnya.


“Ckitttttttt”


__ADS_2