Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Kecelakaan


__ADS_3

Kehidupan pernikahan Catherine di Inggris berjalan biasa saja. Meskipun mereka sudah saling membuka hati, namun Willy berjanji tidak akan menyentuh Catherine sampai wanita itu mengijinkan dirinya. Sehingga mereka berdua sampai sekarang tidak pernah berhubungan badan layaknya pasangan suami istri lainnya. Catherine menghargai keputusan Willy yang tidak ingin memaksa dirinya berhubungan.


Willy juga tidak lagi meminta “jatah”pada Ella. Karena Willy ingin berlaku adil pada keduanya. Dua wanita yang ada dalam kehidupannya.


Hubungan Ella dan Catherine juga perlahan semakin akrab. Mereka sudah seperti kakak dan adik. Hubungan mereka sangat akur. Mereka kerap menghabiskan waktu bersama di sela kesibukan Ella mengurus butik. Mereka selalu berbagi cerita kehidupan mereka, tanpa mereka menyadari bahwa keduanya terhubung pada satu lelaki yang sama, yaitu Willy.


Sejak menikah, Willy dan Catherine semakin jarang memiliki waktu bersama. Karena Willy disibukkan dengan pekerjaannya sebagai dokter. Ditambah kesibukan Willy mengurus rumah sakit keluarganya. Membuat Catherine dan Willy tak pernah lagi menghabiskan waktu berdua.


Hari itu, Catherine sedang berada di mansionnya saat mendapat berita sakitnya sang nenek.


“Cathy, apa kau bisa pulang ke Indonesia secepatnya?”tanya Caroline


“Emang ada apa mom?”tanya Catherine dengan santai


“Nenek sakit”jawab Caroline singkat


“Sakit apa mom? Terakhir aku lihat nenek sehat-sehat saja”sahut Catherine


“Nenek barusan kena serangan jantung”jawab Caroline


Degh..


“What mom? Serangan jantung? How come? Mommy ga bercanda kan?”tanya Catherine melalui sambungan telepon


Catherine kaget setengah mati mendengar berita tentang sang nenek yang dikabarkan terkena serangan jantung.


“Apa kau pikir mommy bercanda? Mommy serius nak.. nenek baru saja mendapat serangan jantung”ucap Caroline


“Tapi bagaimana bisa? Nenek ga pernah punya riwayat penyakit jantung sebelumnya”tanya Catherine penasaran


“Mommy juga ga ngerti. Kita bicara setelah sampai di Indonesia saja. Ajak Willy juga, apa kau bisa?”tanya Caroline


“Aku ijin Willy dulu ya mom..nanti aku kabari lagi”jawab Catherine


“Okay..mommy tunggu. Kita ketemu di Indonesia ya?”pamit Caroline


“Okay mom”balas Catherine


Sedetik kemudian percakapan ibu dan anak itu pun berakhir. Catherine


Catherine yang mendengar berita neneknya mengalami serangan jantung, segera menghubungi Willy.


“Nenek kena serangan jantung?”tanya Willy melalui sambungan telepon.


“Iya Will. Aku harus pulang ke Indonesia sekarang juga. Apa kau bisa ikut?”tanya Catherine


“Bagaimana ini..besok aku harus memimpin konferensi dokter di Manchester”jawab Willy

__ADS_1


“Kalo begitu aku saja yang pulang. Nanti aku akan bilang mommy dan papa. Kalo begitu aku siap-siap dulu ya..Sebentar lagi pengawalku akan menjemput”sahut Catherine


Willy sebenarnya ingin mendampingi Catherine pulang ke Indonesia untuk menjenguk Agatha. Tapi karena dirinya masih ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, Willy terpaksa membiarkan istrinya pulang sendiri.


“Selalu kabari aku perkembangan nenek”pinta Willy


“Baiklah”jawab Catherine


“Cath”


“Ada apa?”


“Hati-hati dijalan. Maaf aku tidak bisa menemanimu pulang ke Indonesia”ucap Willy dengan sendu


Catherine yang memaklumi kesibukan suaminya berusaha menenangkan Willy.


“Iya aku tahu. Jangan kuatir”sahut Catherine


Akhirnya Catherine langsung pulang ke Indonesia setelah mendapat ijin dari Willy, suaminya. Catherine pulang sendiri ke Indonesia menaiki pesawat pribadi keluarga Alexander.


*


*


*


*


Gina yang setelah ditinggalkan oleh Devara dan Daniel, dengan hati yang dipenuhi amarah, segera pergi dari rumahnya mengendarai mobil miliknya yang terparkir di garasi. Gina ingin membalas dendam pada Nadine yang sudah menyebabkan dirinya terjebak dalam masalah antara Devara dan Daniel.


Gina mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dengan bersungut-sungut, Gina melampiaskan kemarahannya dengan beberapa kali mengumpat Nadine.


“Dasar gadis manja kurang ajar..bisa-bisanya dia mengabaikan permintaanku dan malah mengirim Devara ke rumah. Dia sudah membuat rencanaku hancur berantakan. Aku tak mungkin bisa mendapatkan lagi kepercayaan Devara. Dasar gadis menyebalkan! Aku tak akan tinggal diam. Kau harus ikut menderita bersamaku”umpat Gina sambil mencengkeram setir mobilnya dengan kuat.


Gina benar-benar tidak terima karena Nadine sudah menghancurkan hidupnya. Gina mengendarai mobilnya dengan hati yang terbakar amarah membara.


Sesampainya di kompleks perumahan Nadine, Gina yang melihat seorang gadis mirip dengan Nadine langsung menekan pedal gas sekuat-kuatnya.


“Mam*pus kau Nadine”umpat Gina dengan dendam yang menggelora di dalam dada.


Nadine yang berdiri tak jauh dari sang kakak, Nadya membelalakkan matanya melihat ada sebuah mobil yang datang mendekati kakaknya dengan kecepatan tinggi. Seorang lelaki yang adalah pacar sang kakak, begitu melihat ada mobil melaju dengan kecepatan tinggi ke arah sang pacar, langsung berlari ke arah wanitanya.


Lelaki itu berlari sekuat tenaga lalu mendorong Nadya sekuat-kuatnya. Namun mobil tak kunjung mengurangi kecepatannya. Dan akhirnya menabrak lelaki malang itu.


“Brakkk”


Sebuah benturan yang sangat keras terjadi. Lelaki malang yang baru saja menyelamatkan sang kekasih terpental sejauh beberapa meter dari tempat kejadian.

__ADS_1


“Aaaaaa…”


Gina yang kaget melihat ada seorang lelaki berlari melintas di depan mobilnya membanting setir ke samping tetapi malah membuat mobilnya terbalik. Gina yang masih berada di dalam mobil, langsung tak sadarkan diri. Darah segar tampak mengucur dari kepalanya setelah terbentur dengan sangat keras.


Lelaki yang tadi ditabrak Gina yang bernama Aldo, dalam keadaan kritis masih dapat melihat sang kekasih yang tadi didorongnya hingga tak sadarkan diri.


“Na..dya…na..dya”ucap Aldo dengan terbata-bata


Tangan Aldo ingin meraih sang kekasih namun karena lukanya yang sangat parah, akhirnya Aldo meninggal di tempat. Airmata Aldo juga menetes karena harus berpisah dengan kekasih hatinya.


Nadine yang menjadi satu-satunya saksi kejadian itu terlihat sangat syok. Tubuhnya gemetar, melihat kakaknya yang hampir celaka karena hampir ditabrak seseorang. Saking syoknya, Nadine bahkan terduduk di tempatnya tanpa sanggup berbicara.


“Aaaaa”


Seorang pelayan yang keluar dari rumah Nadine setelah mendengar bunyi benturan yang sangat keras, langsung berteriak begitu melihat kecelakan parah yang terjadi di depan matanya.


Papa Nadine yang datang beberapa saat kemudian, langsung mengungsikan Nadine ke dalam rumah.


“Jangan biarkan siapapun tahu kejadian ini!” perintah papa Nadine pada mama Nadine


“Perintahkan semua anak buahku menyelidiki rekaman CCTV di sekitar rumahku. Hapus kejadian kecelakaan di depan rumahku. Cepat kerjakan!”perintah papa Nadine


Papa Nadine menatap sang putri yang terlihat sangat syok dengan kejadian tadi berusaha menutupi kejadian kecelakaan yang terjadi. Gina, Aldo dan Nadya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dan penanganan medis.


Kebetulan rumah sakit yang dituju adalah rumah sakit yang sama dengan rumah sakit tempat nenek Devara dirawat.


“Kau bilang apa?”seru Daniel tak percaya


Devara menatap Daniel yang terdengar sangat kaget setelah menerima sebuah panggilan telepon.


“Oke..aku mengerti”jawab Daniel sambil menatap Devara.


Begitu menutup teleponnya, Daniel langsung berjalan menuju Devara yang masih menunggu di depan ruang operasi.


“Dev..Gina kecelakaan”ucap Daniel pada Devara


Devara terlihat kaget mendengar berita itu.


“Bagaimana keadaannya?”tanya Devara


“Menurut pengawalku, kecelakaannya lumayan parah. Mobilnya sampai terbalik. Dia sekarang dalam perjalanan ke rumah sakit ini”ucap Daniel


Perasaan Devara semakin tak karuan. Setelah neneknya terkena serangan jantung, dia harus menerima berita kecelakaan gadis yang sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri. Selama ini Devara menyayangi Gina seperti adiknya sendiri. Tetapi saat Daniel berciuman dengan Gina, entah kenapa Devara bisa terbakar cemburu. Hingga membuat dirinya berseteru dengan Daniel.


Saking marahnya, Devara langsung meraih kerah baju Daniel.


“Jika sampai terjadi sesuatu dengan Gina, itu semua adalah salahmu”gertak Devara dengan tatapan penuh kemarahan.

__ADS_1


Daniel pasrah saja ditarik kerahnya oleh Devara. Arga yang tak ingin melihat tuan mudanya kembali berkelahi di rumah sakit segera melerai Devara.


“Tuan muda, tolong kendalikan emosi Anda. Di sini adalah rumah sakit. Tolong tuan muda jangan membuat keributan disini”pinta Arga sambil melepaskan genggaman tangan Devara di kerah baju Daniel.


__ADS_2