
Jessica yang sudah sampai di rumahnya, segera berlari ke kamarnya. Tak dihiraukan panggilan mamanya yang berpapasan dengan dirinya.
“Sayang..kau darimana saja?”tanya Hanna, mama Jessica
Jessica yang memang sedang sangat marah pada Arga, tak menghiraukan panggilan mamanya dan segera ke kamarnya. Jessica menutup pintu kamarnya dengan sangat keras.
“Ada apa dengan anak itu? Kenapa dia seperti itu?”tanya Hanna
“Kakak kenapa ma? Kenapa pulang-pulang wajahnya muram gitu?”tanya Joanne, adik Jessica
“Mama juga ga tau”jawab Hanna
Di dalam kamar, Jessica menangis dengan tersedu-sedu. Hatinya sedih karena rupanya wanita yang selama ini disukai Arga adalah majikannya sendiri, nona Catherine Alexander.
Arga yang sudah sampai rumah Jessica segera bertamu dan bermaksud meminta maaf pada gadis cantik itu.
“Arga?”sapa Hanna begitu melihat Arga
“Tante, apa Jessi ada? Saya ingin bertemu Jessi sebentar”pinta Arga
“Sebentar ya?”
“Jojo, panggil kakakmu sekarang. Ada Arga disini”pinta Hanna pada Joanne
“Iya ma”sahut Joanne
Joanne pun pergi ke kamar Jessica. Joanne mengetuk pintu kamar Jessica.
“Tok..tok..tok”
“Kak, turunlah ke bawah. Ada kak Arga mencarimu”ucap Joanne dari balik pintu
Joanne mengetuk beberapa kali. Tapi Jessica tetap tak bergeming.
“Kak?”
Tiba-tiba pintu kamar Jessica terbuka. Menampakkan wajah sembab Jessica yang baru saja menangis.
“Kakak kenapa?”tanya Joanne melihat sang kakak yang kelihatan sembab
“Aku tidak apa-apa. Aku tak mau menemui kak Arga sekarang. Suruh saja dia pulang”ucap Jessica pada sang adik, kemudian menutup pintu kamarnya kembali.
“Mereka bertengkar? Ya sudahlah..bukan urusanku juga”gumam Joanne dalam hati
Joanne pun segera turun ke ruang tamu. Begitu melihat Joanne, Arga dan Hanna langsung menoleh bersamaan.
“Kakakmu mana?”tanya Hanna
“Kakak bilang ga mau ketemu kak Arga sekarang. Kak Arga disuruh pulang”ucap Joanne
Hanna yang merasa malu dengan kelakuan putri sulungnya, menjadi naik darah.
__ADS_1
“Anak itu, bisa-bisanya mengusir tamu yang datang. Tante panggil Jeje dulu ya Arga. Kau tunggu disini”pinta Hanna
Arga yang sadar jika Jessica tak ingin bertemu dengannya berencana pamit.
“Tidak usah tante, mungkin Jessica memang tidak mau bertemu dengan saya. Biarkan saja. Saya akan pulang sekarang. Besok saya kemari lagi. Permisi tante”
“Habiskan dulu minumanmu”pinta Hanna
“Baik tante”sahut Arga
Arga pun segera menghabiskan minuman yang tadi disuguhkan untuk dirinya. Joanne yang penasaran, akhirnya bertanya pada Arga.
“Kak Arga berantem ya sama kak Jeje?”tanya Joanne
Arga yang sedang menikmati minumannya, sampai tersedak mendengar pertanyaan mendadak Joanne.
“Uhukk..uhukk”
Hanna yang melihat Arga tersedak, langsung kaget lalu memukul putri keduanya yang sudah membuat Arga tersedak.
“Plakk”
“Apa-apaan kamu ini?”gerutu Hanna pada Joanne
“Aduh..sakit ma”
“Kamu ga papa kan Arga?”tanya Hanna
“Maafkan Jojo ya Arga”pinta Hanna pada Arga.
“Cepat minta maaf pada Arga”perintah Hanna pada Joanne
Joanne memasang wajah cemberut lalu meminta maaf pada Arga.
“Maaf ya kak”ucap Joanne
“Iya”balas Arga singkat
“Sudah masuk sana”perintah Hanna pada Joanne
Joanne pun memilih pergi meninggalkan Arga dan Hanna. Hanna yang juga penasaran karena Jessica jarang sekali bersikap seperti itu akhirnya memberanikan diri bertanya pada Arga.
“Maaf Arga, tapi apa benar kalian bertengkar?”
Arga hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Hanna.
“Maafkan Jeje ya Arga, kadang anak itu memang masih kekanak-kanakan. Kau harus lebih bersabar menghadapi dia. Kau tahu kan, papanya sangat memanjakan dia? Makanya dia jadi seperti ini. Tante mewakili Jeje minta maaf padamu kalo Jeje ada salah”ucap Hanna.
“Jessica tidak bersalah tante. Saya yang sudah membuat Jessica marah. Makanya saya ingin meminta maaf”sahut Arga
“Ooh..begitu ya. Ya sudah, kau pulanglah dulu. Tante akan coba membujuk anak itu supaya memaafkanmu”ucap Hanna
__ADS_1
“Kalo begitu, saya permisi dulu tante. Permisi”pamit Arga
Hanna segera mengantar Arga sampai ke pintu. Setelah Arga pergi, Hanna segera pergi ke kamar Jessica dan mengecek keadaan putrinya itu.
“Tok..tok..tok”
“Jeje..ini mama, sayang. Buka pintunya!”panggil Hanna
Sesaat kemudian, Jessica membuka pintu kamarnya. Hanna langsung kuatir melihat wajah sang putri yang sembab seperti orang yang habis menangis.
“Kamu kenapa Je?”
Jessica langsung memeluk tubuh mamanya. Jessica menangis kembali dalam pelukan sang mama.
Hanna mengelus rambut panjang sang putri dengan lembut.
“Kamu kenapa? Bertengkar sama Arga?”tanya Hanna setelah Jessica sedikit tenang.
Jessica hanya menganggukkan kepalanya.
“Kenapa? Apa Arga membuatmu marah? Tadi Arga bilang ingin meminta maaf padamu”tanya Hanna
“Kak Arga menyebalkan! Aku membenci dia”sungut Jessica dengan emosi
Hanna hanya tersenyum melihat sang putri yang masih marah pada Arga. Hanna membelai lembut punggung sang putri.
“Setiap pasangan pasti pernah punya masalah. Kalo ga ada masalah, justru ga asyik nanti hubungannya, iya kan?”goda Hanna
“Tapi kak Arga benar-benar menyebalkan ma.. aku ga mau ketemu dia lagi”gerutu Jessica sambil mengusap airmatanya.
“Mama ga tau ada masalah apa diantara kalian, tapi sebaiknya kalian bicarakan masalah itu supaya ada jalan keluarnya. Jangan lari dari masalah karena itu takkan menyelesaikan apa-apa. Coba bicara setelah suasana hatimu baik. Mama yakin semua masalah bisa dicari jalan keluarnya asal kita mau membuka hati dan membicarakannya”pesan Hanna
“Istirahatlah..Arga bilang besok dia akan kemari. Mama harap besok kau sudah mau bicara dengannya”pinta Hanna
“Terimakasih ma”
“Iya sayang”
Hanna meninggalkan Jessica sendiri untuk menenangkan diri.
*****
Keesokan harinya, karena masih marah, Jessica pergi ke kampusnya lebih awal ketimbang biasanya karena ingin menghindari Arga. Sementara Arga yang datang ke rumah Jessica, malah kecele karena gadis cantik itu sudah lebih dulu berangkat ke kampus. Akhirnya mau tidak mau, Arga menyusul Jessica ke kampusnya.
Arga semakin pusing, karena rupanya Devara juga sedang bermasalah dengan Ayra. Devara bertengkar hebat dengan Ayra. Salah satunya sejak kehadiran Gina di sekolah. Devara yang uring-uringan dan gampang marah hanya karena masalah sepele, benar-benar membuat Arga ikut pusing dibuatnya.
Arga yang sejak dulu tidak menyukai Gina dibuat semakin geregetan pada gadis itu karena sekali lagi, gadis itu membuat masalah. Jika dulu membuat masalah antara Devara dan Daniel, kini gadis itu membuat masalah antara Devara dan Ayra.
Walaupun Arga jarang bertemu dengan Gina, tetapi kesan Arga sejak dulu memang tidak baik pada Gina. Arga merasa Gina hanya memanfaatkan Devara dan memanipulasinya.
Tetapi Arga tak berani mengutarakan pemikirannya tentang Gina pada Devara karena merasa itu bukan ranahnya untuk menasehati tuan mudanya itu. Arga hanya bisa mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang Gina. Berharap suatu hari nanti, informasi itu bisa dijadikan senjata untuk melawan Gina, jika gadis itu sudah melewati batas.
__ADS_1
Arga bersikap begitu karena mengingat kejadian dulu, saat Devara dan Daniel bertengkar. Arga tak mau Gina membuat masalah lebih parah, karena Arga selalu mendukung Devara dengan Ayra. Arga hanya perlu menunggu saat yang tepat untuk membuat Gina menyingkir dari kehidupan Devara.