Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Menangis Dalam Pilu


__ADS_3

Sesampainya di ruang private room tempat perjamuan makan malam kedua keluarga besar, terlihat kedua keluarga sedang terlibat pembicaraan yang serius namun dalam suasana yang akrab. Willy yang melihat kehadiran pacarnya, segera menghampiri wanita itu.


“Lama sekali di toiletnya?”tanya Willy


Catherine tersenyum dan menatap lekat manik mata Willy.


“Maaf..kau sudah lama menungguku?”


“Tentu saja. Keluarga kita sedang merencanakan tanggal pertunangan. Ayo kita bergabung bersama mereka”ajak Willy


Catherine menganggukkan kepalanya dan melangkah bersama Willy ke tengah kumpulan keluarga inti masing-masing. Tak lupa Willy melingkarkan tangannya di pinggang ramping wanitanya. Catherine menoleh sebentar kemudian berjalan bersama dengan Willy.


Arga yang menyaksikan kemesraan antara Catherine dan Willy hanya mampu menatapnya dari kejauhan dengan hati yang terluka. Karena kini Arga menyadari wanita itu, wanita yang sangat dicintainya, yang sudah dibuatnya terluka, akan segera melangsungkan pertunangan dan mungkin akan segera menikah dalam waktu dekat.


Pembicaraan kedua keluarga berlangsung sangat santai karena kedua keluarga sudah saling mengenal. Keduanya ingin agar Willy dan Catherine segera bertunangan lalu menikah. Akhirnya diputuskan, mereka akan bertunangan akhir bulan nanti.


Caroline yang mendengar putrinya akan bertunangan dengan Willy hanya dapat menatap putrinya dengan perasaan yang sedih. Karena Caroline sangat memahami putrinya itu masih sangat mencintai Arga. Caroline juga hanya bisa menatap Arga dengan perasaan yang sama. Sedih untuk keduanya. Namun dirinya tak mungkin membantah suami tercintanya terlebih Catherine menyetujui perjodohan itu. Dan itu artinya Catherine setuju untuk menikah dengan Willy.


Setelah acara makan malam berakhir, kedua keluarga besar yang sebentar lagi berbesan itu berpisah dan pulang ke kediaman mereka masing-masing.


“Maaf aku tidak bisa mengantarmu”ucap Willy pada Catherine


Catherine tersenyum pada Willy.


“Tenang saja, aku bisa pulang bersama keluargaku”sahut Catherine


“Kita bertemu lagi besok”ajak Willy


Catherine menganggukkan kepalanya tanda setuju. Willy mendekatkan tubuhnya pada Catherine lalu mengecup kening sang kekasih.


Catherine membelalakkan matanya begitu menerima kecupan mendadak dari Willy. Catherine sempat melirik ke arah Arga yang berdiri tak jauh dari dirinya.


Arga sempat terkejut melihat perlakuan mesra Willy pada wanita yang dicintainya itu. Namun apalah daya dirinya tak lebih hanya seorang bodyguard. Arga langsung menghadapkan tubuhnya ke depan dengan tangan yang terkepal erat. Menahan amarah yang bergejolak dalam hatinya.


Begitu mobil yang menjemput mereka datang, Arga segera membukakan pintu mobil untuk nona mudanya. Catherine berpamitan dengan Willy kemudian masuk ke dalam mobil. Arga menundukkan kepalanya sebentar memberi hormat pada Willy namun dengan raut wajah yang sangat serius dan tatapan mata yang tajam. Tatapan yang sangat mengintimidasi lawannya. Arga kemudian berjalan menuju kursi di samping sopir.


Sesekali Arga melirik pada wanita yang sudah menyulut emosinya yang duduk di kursi tengah. Catherine juga tampak beberapa kali melirik Arga. Keduanya bertatapan melalui kaca spion. Namun Catherine lebih memilih mengalihkan pandangannya pada pemandangan kota di malam hari melalui kaca mobil yang ada di sampingnya.


Karena gaun malamnya yang sedikit terbuka, ditambah AC mobil yang lumayan dingin, membuat Catherine beberapa kali memeluk tubuhnya sendiri kemudian mengusap lengannya supaya merasa lebih hangat.


Arga yang melihat Catherine kedinginan menjadi tidak tega dan merasa kasihan pada wanita itu.


Sesampainya di kediaman Alexander, Arga yang sudah turun lebih dahulu segera membukakan pintu mobil untuk Catherine. Catherine turun mobil sambil menerima uluran tangan Arga.


“Terimakasih kak”ucap Catherine tulus.

__ADS_1


Catherine segera berjalan masuk ke dalam rumah namun Arga menahan lengannya. Membuat Catherine menoleh pada Arga. Dilihatnya lelaki balok es yang saat ini melepas jas hitamnya dan mengenakannya di tubuh Catherine.


Jantung Catherine tak bisa membohongi, jika perlakuan sederhana Arga berhasil membuatnya berdetak dengan sangat cepat. Apalagi ketika mata keduanya bertemu. Catherine dapat melihat dengan jelas manik mata indah milik lelaki yang dulu sangat dicintainya itu.


“Nona bisa masuk ke dalam”ucap Arga


“Terima kasih kak”jawab Catherine dengan tulus.


Arga menyunggingkan salah satu sudut bibirnya. Senyum tipis yang dulu sangat disukai Catherine. Senyum yang dulu terasa sangat mahal bagi Catherine karena lelaki itu selalu saja memasang wajah datar dan dingin jika berhadapan dengannya.


Catherine segera berjalan masuk ke dalam rumah. Setelah berpamitan pada orangtuanya, Catherine segera masuk ke dalam kamar. Begitu masuk ke dalam kamar, Catherine justru terdiam sambil menyandarkan tubuhnya di dinding kamarnya.



Pandangannya menerawang jauh. Sambil mendekap tubuhnya, Catherine membayangkan wajah tampan Arga. Lelaki balok es menyebalkan yang jauh di lubuk hatinya yang terdalam sangat dirindukannya. Namun sekuat tenaga, Catherine menahan rasa rindunya pada lelaki itu. Lelaki yang sudah menorehkan luka di hatinya. Lelaki yang kini sangat dibencinya.


Perlahan Catherine mengusap airmata yang berhasil lolos dari mata indahnya. Airmata yang menjadi bukti pergolakan batin yang dialami Catherine. Wanita yang sebentar lagi bertunangan dengan Willy, kekasihnya.


“Cukup hari ini aku menangis untukmu! Tak ada lagi namamu di hatiku”gumam Catherine dalam hati.


Dilepaskannya jas Arga yang melingkar di tubuhnya. Terbayang kembali dalam benaknya saat-saat Arga melingkarkan jas miliknya di tubuh Catherine. Momen singkat yang justru sangat berkesan di hati Catherine. Dipandanginya jas hitam ditangannya. Perlahan namun pasti, butiran airmata semakin deras mengalir membasahi pipi Catherine.


Catherine terisak dalam pilu. Karena hanya dengan mencium aroma parfum yang tertinggal di jas milik Arga, membuat hati Catherine terasa semakin sesak. Kaki-kaki Catherine terasa lemas dan tak sanggup menopang tubuhnya hingga membuat Catherine yang sedang menangis tersedu, justru terduduk di lantai. Menangis dalam kepiluan yang teramat dalam.


Semakin dalam cinta yang bersemayam dalam hati, maka semakin dalam pula luka yang akan tertoreh di hati. Sekuat apapun kita membencinya, selalu ada hati yang mendambanya. Itu pula yang sekarang dialami seorang Catherine Alexander. Sebesar apapun kebencian dihatinya untuk Arga, namun rasa itu seakan membeku kala merasakan kelembutan Arga.


Arga hanya bisa mematung di depan kamar Catherine. Dua manusia yang saling mencintai itu sama-sama menderita karena luka masa lalu. Sandiwara cinta Arga telah mengakhiri kisah cintanya bersama nona muda keluarga Alexander.


****


Keesokan harinya,


Caroline mengajak Catherine bicara empat mata. Keduanya kini sudah berada di kamar Catherine. Kamar dengan ornamen dan interior berwarna putih dan soft pink itu sangat mencerminkan pemilik kamar yang sebenarnya berhati sangat lembut.


“Sayang”


“Iya mommy”


“Mommy ingin bertanya sekali lagi padamu”


Catherine mengernyitkan dahinya mendengar sang mommy mengucapkan itu.


“Mommy mau bertanya tentang apa?”tanya Catherine penasaran


“Apa benar kau setuju dengan pertunangan ini?”selidik Caroline sambil menatap lekat mata putri kesayangannya.

__ADS_1


Catherine tertawa mendengar pertanyaan sang mommy.


“Aku pikir mommy mau bertanya apa? Tentu saja aku setuju. Bukankah aku sudah bilang aku dan Willy berpacaran”sahut Catherine


“Kau yakin akan melakukan ini? Pertunangan adalah langkah pembuka sebelum memasuki pintu pernikahan. Mommy ingin memastikan lagi supaya kau tidak menyesali keputusanmu ini”tutur Caroline


“Mommy percayalah. Aku percaya Willy akan membahagiakan aku. Dia mencintaiku”


“Lalu kamu? Apa kamu mencintai Willy?”tanya Caroline memastikan meskioun sebenarnya dia tahu jawaban sebenarnya.


Catherine tampak berpikir sejenak sambil menghela nafas perlahan.


“Aku akan berusaha mommy. Aku akan berusaha mencintai Willy seperti Willy mencintaiku”balas Catherine


“Jika ternyata kamu tetap tidak bisa mencintai dia? Sayang, kamu tau untuk siapa hatimu kau berikan? Jangan memaksakan dirimu untuk mencintai sementara hatimu tak pernah bisa menggantikan posisi Arga di hatimu”tutur Caroline panjang lebar.


Catherine dengan wajah dinginnya menatap sang mommy.


“Cintaku untuk kak Arga sudah mati mom..Sekarang aku ingin melupakan dia. Dan aku rasa Willy lelaki yang paling tepat untukku karena dia sangat mencintaiku”jawab Catherine


“Tapi itu tidak adil untuk Willy. Tidak juga untukmu dan Arga”


“Stop it mom! I’ll do what I want to do..Aku harap mommy tidak menyangsikan lagi keputusanku. Aku mau mommy mendukungku bukan menyalahkanku”ucap Catherine tegas


Caroline merasakan hatinya sangat sedih karena putrinya tak mau mendengarkan nasehatnya. Caroline mengelus pucuk kepala Catherine dengan lembut. Membuat Catherine merasakan kehangatan sang mommy.


“I just want you to be happy. That’s it.. Mommy tak ingin kamu menyesali keputusan yang kau ambil di saat hatimu sedang tidak baik-baik saja”


“I’m fine mom..trust me!”ucap Catherine mencoba meyakinkan Caroline.


“No! You’re not fine. And I know it really well. ‘Cause your eyes tell”gumam Caroline dalam hati


Akhirnya Caroline memeluk tubuh putri sulungnya. Keduanya saling berpelukan dengan perasaan yang campur aduk tak karuan. Mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing.


“I’m sorry mom..I’ve lied to you. But this is the best thing..for now”gumam Catherine dalam hati.


Catherine menatap pantulan bayangan dirinya yang terbentuk di cermin. Dengan meyakinkan dirinya sendiri. Bahwa semua yang dia lakukan adalah jalan yang terbaik.


“You can do it Catherine!”gumam Catherine dalam hati meyakinkan dirinya sendiri


“Mommy hanya ingin kau menemukan kebahagiaanmu. Karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaan mommy”ucap Caroline sambil mengecup pucuk kepala putrinya


“I will mom”balas Catherine


Keduanya saling melepaskan pelukan di tubuh masing-masing. Caroline mengusap lembut wajah cantik putri kesayangannya sambil tersenyum.

__ADS_1


“I love you honey”


“I love you too mom”


__ADS_2