
Seperti yang sudah direncanakan, dua hari setelah kencan Willy dan Catherine tempo hari, kini keduanya dalam perjalanan menuju ke Inggris menaiki pesawat pribadi keluarga Willy.
Sementara itu, Arga yang dua hari lalu berencana kembali ke Indonesia, ternyata tidak jadi karena Brandon menyuruhnya menyusul ke Inggris. Brandon sengaja meminta Arga datang, untuk mengawasi persiapan acara perjodohan Catherine.
Jangan tanya bagaimana perasaan Arga, yang justru harus mempersiapkan pesta perjodohan Catherine, gadis yang sangat dicintainya. Arga seakan tak bisa berkutik lagi, ketika Brandon menghubunginya melalui sambungan telepon dua hari lalu.
Flash back On
“Arga?”sapa Brandon di sambungan telepon sesaat sebelum Arga naik pesawat
“Iya tuan”sahut Arga
“Aku dengar kau akan kembali ke Indonesia?”tanya Brandon
“Benar tuan..ada urusan pribadi yang harus segera saya selesaikan”jawab Arga
“Apa bisa kau tunda dulu kepulanganmu? Aku berencana menggelar acara perjodohan Catherine dengan putra sahabatku”
Duarrrr
Seakan disambar petir, tubuh Arga terhenyak karena kaget.
“Perjodohan tuan?”tanya Arga memastikan
“Iya..kemarilah ke Inggris untuk mengawasi acara perjodohan Catherine”
“Apa nona tau masalah ini?”tanya Arga
“Dia akan segera mengetahuinya. Aku tunggu di Inggris”perintah Brandon
“Ba..baik tuan”jawab Arga dengan terbata-bata
Setelah Brandon menutup sambungan teleponnya, Arga yang sudah naik pesawat akhirnya terduduk dengan lemas.
“Apa benar kau dan aku tak bisa bersama?”gumam Arga dalam hati sambil menatap wajah cantik Catherine di layar hp nya.
Akhirnya pesawat take off menuju ke Inggris.
Flash back Off
“Kebetulan sekali ya..papamu juga memintamu datang ke Inggris”ucap Willy kepada Catherine
“Iya”jawab Catherine sambil tersenyum
“Apa kau tahu kenapa papamu tiba-tiba memintamu ke Inggris?”tanya Willy penasaran
“Mungkin papa ingin menyerahkan salah satu perusahaannya di Inggris padaku. Dulu setelah lulus, aku memang ingin mengurus perusahaan papa yang ada di Inggris”
“Ooo..begitu rupanya”
Keduanya akhirnya berbincang-bincang ringan membahas rencana pembatalan perjodohan Willy.
Sampai di Inggris, Willy mengantar Catherine menuju kediaman Alexander yang ada di Inggris. Rumah kediaman yang walaupun tidak seluas kediaman Alexander yang ada di Indonesia namun kediaman ini juga lumayan besar dan megah.
“Aku akan menghubungimu nanti”ucap Willy
“Oke”
“Apa aku perlu mengantarmu sampai ke dalam?”tanya Willy
“Tak perlu. Kau pulanglah sekarang”
“Baiklah..bye”
“Bye”
Catherine melambaikan tangannya pada Willy dengan senyum yang merekah di wajah cantiknya. Seorang pelayan membantu membawakan koper milik Catherine.
__ADS_1
Catherine kemudian membalik tubuhnya hendak masuk ke dalam rumah. Namun seketika tubuhnya terasa kaku. Senyumnya yang tadi terukir indah di bibirnya mengantar kepulangan Willy, mendadak menghilang setelah tatapan matanya menangkap sosok yang tak asing dalam hatinya.
“Kak Arga?”
Catherine membeku. Jantungnya tiba-tiba bergetar hebat saat melihat lelaki yang sangat dicintainya sekaligus yang sangat dibencinya berdiri tak jauh dari dirinya.
“Apa kabar nona?”sapa Arga masih dengan wajah datarnya
Catherine berusaha menguasai dirinya. Meskipun satu sisi jiwanya ingin sekali menghamburkan dirinya pada lelaki tampan yang semakin terlihat kurus itu. Arga yang sekarang dihadapannya terlihat lain dari Arga yang dulu dikenalnya. Karena kumis dan jambang Arga yang semakin terlihat. Walaupun justru semakin menambah ketampananan lelaki itu.
“Kenapa balok es menyebalkan itu ada disini?”gumam Catherine dalam hati
Catherine kemudian berjalan tanpa menjawab pertanyaan Arga. Catherine berjalan terus tanpa menoleh pada Arga.
“Aku baik. Bagaimana kabar kakak?”tanya Catherine sambil terus berjalan menuju ruang tamu.
“Saya juga baik nona”
“Syukurlah! Dimana papa dan mommy?”tanya Catherine setelah menjatuhkan tubuhnya di kursi sofa besar yang ada di ruang tamu karena tubuhnya memang lelah.
Arga yang berdiri di samping Catherine hanya bisa menatap sedih gadis pujaan hatinya yang tak menatap dirinya. Bahkan menganggap dirinya tak ada.
“Tuan dan nyonya sedang tidak di rumah. Mungkin sebentar lagi beliau akan kembali”
“Begitu ya”ucap Catherine sambil memejamkan matanya
Arga masih menatap Catherine yang sekarang sudah banyak berubah. Dilihat dari pakaian yang dikenakan dan riasan yang ada di wajahnya. Walaupun masih cantik, namun bagi Arga, Catherine yang dulu adalah yang tercantik. Gadis manja yang ceria dan selalu mengganggunya itu sangatlah menggemaskan. Membuat Arga selalu kewalahan menghadapi “serangan”Catherine.
Namun gadis itu seakan telah menghilang, karena Catherine yang sekarang bukanlah Catherine yang dulu yang selalu menghamburkan tubuhnya pada Arga. Yang selalu tersenyum pada Arga. Catherine yang sekarang bahkan tak mau menatap wajahnya saat berbicara.
“Apa kau tahu aku begitu merindukanmu?”gumam Arga dalam hati sambil memandangi wajah cantik Catherine
Catherine membuka matanya dan menatap tajam ke arah Arga.
“Kenapa kakak di sini? Bukankah kakak seharusnya berada di Amerika?”tanya Catherine dengan tatapan dinginnya.
“Apa kau tak berharap bertemu denganku?”gumam Arga dalam hati melihat wajah datar dan tatapan dingin Catherine.
“Nevermind..itu bukan urusanku. Aku ke kamar dulu kalo begitu. Aku mau istirahat”ucap Catherine sambil beranjak dari sofa.
Catherine berjalan melintasi Arga. Tiba-tiba, Arga memegang lengan Catherine, membuat gadis itu menghentikan langkah kakinya lalu menghadap Arga.
“Bisa kita bicara sebentar nona? Ada yang ingin saya jelaskan”pinta Arga
“Masalah apa?”tanya Catherine sambil melepaskan tangan Arga di lengannya.
“Masalah….”
Belum sempat Arga menyelesaikan perkataannya, Caroline dan Brandon sudah lebih dulu masuk ke ruang tamu.
“Cathy?”sapa Caroline
“Mommy”
Catherine berjalan menghampiri papa dan mommy nya. Lalu memeluk keduanya secara bergantian.
“How are you my dear?”tanya Brandon
“I’m fine pa”jawab Catherine
“Kau baru sampai nak?”tanya Catherine
“Yes mom”jawab Catherine
“Baiklah..istirahatlah terlebih dahulu. Mommy yakin kau pasti lelah”pinta Caroline
“Iya..istirahatlah dulu”pinta Brandon.
__ADS_1
“Oke..aku memang capek. Aku ke kamar dulu ya mom..pa”
“Pergilah sayang”jawab Caroline.
Akhirnya Catherine melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Karena sangat lelah, dalam waktu singkat Catherine sudah terlelap dalam tidur.
Sementara itu di ruang tamu,
“Bagaimana persiapan acara nanti malam?”tanya Brandon pada Arga
“Semua sudah siap tuan”
“Bagus”
Caroline yang tahu hubungan Arga dan Catherine serta acara jamuan makan malam nanti yang akan membicarakan masalah perjodohan Catherine dengan anak sahabat suaminya, hanya bisa menatap sedih ke arah Arga.
“Semoga kau segera menemukan tambatan hatimu Arga”pinta Caroline dalam hati.
“Apa ada yang Anda butuhkan lagi, tuan?”tanya Arga sopan
“Tidak. Kau bisa pergi sekarang”perintah Brandon
“Kalau begitu, saya permisi dulu”ucap Arga kemudian memberi hormat pada Brandon dan Caroline secara bergantian.
Arga kemudian memilih pergi ke lantai dua ke kamar Catherine. Sementara Caroline dan Brandon duduk di kursi sofa di ruang tamu.
“Sayang, kenapa kau mesti menyuruh Arga yang mempersiapkan semua keperluan acara nanti malam? Apa kau tidak merasa sudah keterlaluan?”tanya Caroline lembut pada suaminya yang duduk di sampingnya.
Arga menatap istri tercintanya dan menggenggam tangannya.
“Aku harus melakukan ini. Demi Arga dan Catherine. Setelah nanti malam, hubungan mereka akan benar-benar berakhir”ucap Brandon tegas
“Tapi kenapa sayang? Apa kau tidak merasa kasihan sedikitpun pada Arga? Tidakkah kau lihat mata Arga tadi?”tanya Caroline pada sang suami.
“Dia harus sadar akan kedudukannya di keluarga ini”ucap Brandon lagi
“Kalo begitu, kabulkan satu saja permohonanku”ucap Caroline dengan tatapan serius pada sang suami.
Brandon menatap istrinya sambil mengerutkan dahinya.
“Permohonan?”tanya Brandon.
“Iya..aku mohon, jika nanti Catherine meminta perjodohan ini dibatalkan, kau harus menyetujuinya”
“Tapi kenapa sayang?”tanya Brandon
“Aku hanya ingin Catherine bisa menjalani hidup yang sesuai dengan keinginannya dan bukan keinginan kita. Aku ingin dia bebas menentukan hidupnya dan dengan siapa dia akan menjalaninya. Aku hanya ingin Catherine bahagia”ucap Caroline tulus
“Baiklah..aku akan kabulkan permohonanmu. Hanya jika Catherine yang minta perjodohan ini dibatalkan. Tapi jika nanti dia setuju, kau juga harus mendukungnya”
“Baiklah sayang”jawab Caroline
Caroline dan Brandon berbincang santai berdua membahas acara nanti malam. Seorang pelayan mendekati Caroline dan Brandon membawa pesan dari Catherine.
“Maaf tuan..nyonya”ucap pelayan itu
“Iya bi..ada apa?”tanya Caroline pada pelayan itu
“Nona Catherine minta saya menyampaikan pada Nyonya, kalo nona Catherine ingin bertemu nyonya”
“Baiklah bi..aku akan ke kamar Catherine”ucap Caroline
“Kenapa bukan Cathy sendiri yang kesini?”tanya Brandon
“Mungkin dia kecapekan setelah menempuh perjalanan jauh. Tak apa-apa, biar aku yang ke kamarnya”ucap Caroline lembut
Caroline meninggalkan Brandon dan berjalan ke lantai dua, ke kamar Catherine.
__ADS_1