Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Melbourne


__ADS_3

Setelah Devara mengucapkan kata-kata sambutannya, Devara pun mengajak Ayra keluar dari ballroom. Dengan sigap Arga segera menyusul Devara dan Ayra sebelum keduanya keluar ballroom. Arga menunggu di luar ballroom.


“Semua sudah siap tuan muda”ucap Arga begitu melihat Devara keluar ballroom.


“Terimakasih kak..kakak akan ke Melbourne?”tanya Devara


“Saya selesaikan dulu urusan pekerjaan di sini baru saya ke Melbourne”jawab Arga


“Semoga lancar kak”ucap Devara tulus sambil menepuk bahu Arga


“Terimakasih tuan muda” balas Arga


“Aku pergi dulu”ucap Devara pada Arga.


“Baik tuan muda..semoga perjalanan tuan muda menyenangkan”ucap Arga sambil memberi hormat pada Devara dan Ayra.


Arga menatap Devara dan Ayra yang berjalan ke arah lift. Setelah memastikan Devara masuk lift, Arga segera menjemput Jessica untuk mengantarnya pulang.


“Kita pulang sekarang?”tanya Arga


Jessica yang sudah kelelahan karena ikut merayakan ulangtahun Devara, menganggukkan kepalanya pelan. Arga dan Jessica pun berjalan ke arah mobil yang sudah dipersiapkan untuk keduanya.


“Tuan Devara dan Ayra keluar lebih dulu sebelum acara selesai”ucap Jessica begitu di dalam mobil.


Arga yang sedang fokus menyetir, melirik sepintas pada gadis cantik yang duduk di sampingnya.


“Iya..mereka harus ke suatu tempat sekarang juga”jawab Arga


“Kemana?”tanya Jessica


“Ke resort pribadi milik keluarga Alexander”jawab Arga


“Wahh..Ayra sangat beruntung ya? Mendapatkan kekasih seperti tuan Devara yang sangat menyukainya. Aku bisa lihat kalo tuan Devara sangat menyayangi Ayra”sahut Jessica


“Karena itu kau iri pada nona Ayra?”goda Arga


“Gadis manapun pasti akan merasa iri pada Ayra karena diperlakukan sangat istimewa oleh kekasihnya. Bahkan saat semua orang mengkritik Ayra yang tidak bisa berdansa, tapi tuan Devara seperti tak menghiraukan semua itu. Aku bisa lihat begitu besar rasa cinta di mata tuan Devara untuk Ayra”ucap Jessica panjang lebar.


“Ehmm..begitu”sahut Arga santai


“Oya..aku lupa belum mengucapkan terimakasih. Terimakasih ya kak sudah mengajakku merayakan ulangtahun tuan Devara. Walaupun awalnya aku bingung karena aku sama sekali tak mengenal seorang pun di sana. Tapi aku sangat menikmati acara tadi. Terimakasih”ucap Jessica tulus


“Iya”sahut Arga singkat


“Maaf karena aku tidak bisa menemanimu tadi”ucap Arga dengan tatapan matanya yang fokus menatap ke depan ke arah jalanan yang mereka lalui.


“Iya..ga papa”sahut Jessica


“Rupanya seperti itu ya acara pesta ulangtahun kalangan atas seperti tuan Devara. Aku baru tahu sekarang. Tapi jujur ya kak, menurutku acara seperti itu malah buang-buang uang saja. Mereka tidak tahu masih banyak orang di bawah sana yang bahkan untuk makan hari ini saja mereka tak tahu bisa makan atau tidak. Sangat disayangkan uang sebanyak itu dibuang hanya untuk perayaan ulangtahun yang hanya sedikit orang yang hadir. Padahal uang sebanyak itu, aku yakin bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat”celoteh Jessica panjang lebar


Arga menarik salah satu sudut bibirnya hingga menampakkan senyum tipis di wajah tampannya mendengar celotehan Jessica yang memang ada benarnya. Ada rasa bangga di hati Arga mendengar Jessica yang rupanya sangat peduli pada sesama.


“Oya, aku lupa. Bagaimana aku akan mengembalikan gaun ini?”tanya Jessica panik

__ADS_1


“Kau tenang saja. Aku sudah minta tuan muda untuk memberikan gaun itu untukmu. Kau tak perlu mengembalikannya”jawab Arga dengan santainya


“Benarkah? Kakak tidak bohong kan?”tanya Jessica tak percaya


“Untuk apa aku bohong?”balas Arga


“Sampaikan terimakasihku pada tuan Devara ya kak?”pinta Jessica


“Baiklah”jawab Arga


Keduanya pun berbincang ringan berdua. Sesekali Jessica membuat Arga tersenyum mendengar ceritanya selama di ruang ballroom tadi. Ada perasaan hangat yang dirasakan Arga ketika bersama Jessica. Perasaan hangat yang membuatnya merasa nyaman di dekat gadis itu.


Sesampainya di depan rumah Jessica, Arga segera keluar mobil dan membukakan pintu untuk Jessica. Perlakuan Arga membuat Jessica sangat bahagia.


“Aku sangat menikmati acara hari ini”ucap Jessica sambil tersenyum pada Arga


Arga yang merasakan angin malam yang terasa dingin, melihat Jessica yang sedikit kedinginan. Arga segera melepas jasnya dan meletakkannya untuk menutupi tubuh Jessica yang sedikit terbuka. Jessica merasa terharu dengan perhatian yang diberikan Arga.


“Terimakasih”ucap Jessica


“Apa kakak akan segera pulang?”tanya Jessica


“Malam ini aku akan ke bandara”jawab Arga


Jessica mengerutkan dahinya mendengar jawaban Arga.


“Kakak akan pergi ke luar kota?”tanya Jessica lagi


“Melbourne?”tanya Jessica


Ada perasaan sedih di hati Jessica mendengar Arga akan pergi keluar negeri. Ke Melbourne tepatnya.


“Masuklah ke dalam! Di luar sangat dingin”pinta Arga


“Apa kakak akan menghubungiku selama di sana?”tanya Jessica penuh harap


Arga belum bisa menjawab karena dia pergi ke sana juga dalam rangka mengurus pekerjaan yang diberikan Brandon padanya. Namun melihat mata Jessica yang memelas, Arga merasa tidak tega jika menolak permintaan gadis cantik itu.


“Aku usahakan”jawab Arga singkat


Sebuah senyuman lebar langsung merekah di wajah Jessica yang semula bersedih.


“Aku tunggu kabar dari kakak”sahut Jessica dengan bersemangat


“Hati-hati di jalan ya kak. Semoga perjalanan kakak lancar dan menyenangkan”pinta Jessica.


Arga menganggukkan kepalanya pelan. Sesaat kemudian Arga pun pamit pulang. Jessica melambaikan tangannya pada Arga kemudian masuk ke dalam rumahnya.


Arga yang mengendarai mobilnya meninggalkan rumah Jessica tampak berpikir dengan keras.


“Apakah yang aku lakukan ini benar?”gumam Arga dalam hati


Ada pergulatan batin yang dialami Arga. Di satu sisi dirinya belum siap menjalin hubungan dengan oranglain. Namun di satu sisi, sudah waktunya bagi dirinya melepaskan masa lalunya dan memulai lembaran baru. Dan mungkin itu dengan Jessica.

__ADS_1


Arga bingung dengan perasaannya sendiri. Terlebih setelah dirinya tadi siang berciuman dengan Jessica. Dirinya yang biasanya bisa menahan diri, entah kenapa sejak bersama Jessica semakin tidak bisa menahan diri. Arga merasa semakin terjerumus dalam pusaran cinta Jessica.


Sesampainya di bandara, Arga langsung menuju pesawat pribadi keluarga Alexander yang akan mengantarkan dirinya ke Melbourne. Di Melbourne, dia akan membantu Brandon mengurus beberapa hal terkait perjanjian bisnis dengan rekan bisnis di Australia.


Arga merebahkan tubuhnya yang lelah setelah seharian mengurus pesta ulangtahun Devara.


*


*


*


*


Perjalanan dari Indonesia menuju Melbourne Australia, ditempuh pesawat pribadi keluarga Alexander dalam waktu lima jam. Pesawat pribadi berjenis Gulfstream G500 itu sangat memanjakan penumpangnya. Perjalanan jauh pun tak terasa saat Arga menaiki pesawat itu.


Sesampainya di Melbourne, Arga segera diantar menuju penthouse mewah yang disewa untuk keluarga Alexander. Karena Brandon dan Caroline akan menginap selama tiga hari di Melbourne.


Dini hari, Arga segera bergegas menuju bandara untuk menjemput keluarga Alexander. Begitu pesawat yang ditumpangi Brandon dan Caroline mendarat, Arga segera berjalan ke arah pesawat yang sudah terbuka pintunya.


Arga pikir yang ada di pesawat itu hanya Brandon dan Caroline. Namun saat melihat Catherine dan putri kecilnya, Arga tampak membelalakkan matanya.


Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah berpisah beberapa bulan lalu.


“Lama tidak bertemu kak”sapa Catherine sambil tersenyum


Sebuah senyum manis yang sangat dirindukan Arga. Karena jauh di lubuk hatinya yang terdalam, masih tersimpan cinta yang sangat besar untuk wanita itu. Wanita yang kini terlihat lebih dewasa dan keibuan.


“Iya nona”sahut Arga


Suasana canggung antara keduanya tak dapat dihindarkan. Caroline yang menyadari suasana canggung antara kedua anak manusia yang pernah hampir bersama itu pun berinisiatif mencairkan suasana.


“Apa kabar Arga?”sapa Caroline


“Saya baik nyonya”balas Arga


Brandon menepuk bahu Arga.


“Bagaimana persiapan acara besok?”tanya Brandon


“Semua sudah siap tuan. Acara penandatanganan dimajukan sesuai perintah tuan”sahut Arga


“Kerja bagus Arga”puji Brandon


Brandon dan Caroline segera naik mobil yang sudah dipersiapkan untuk keduanya. Sementara Catherine naik mobil yang sama dengan Arga sambil menggendong si kecil Thania.


Arga yang duduk di kursi depan di samping sopir, tampak beberapa kali melirik ke arah Catherine yang terlihat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari Indonesia ke Melbourne.


“Kau kelihatan tambah kurus”gumam Arga dalam hati melihat tubuh Catherine yang tidak seperti dulu.


Catherine yang sudah lama tak bertemu dengan Arga, tampak beberapa kali melirik ke arah Arga. Keduanya sempat saling bertatapan melalui spion mobil. Sebelum akhirnya baik Arga maupun Catherine mengalihkan pandangan masing-masing.


Karena merasa sangat kelelahan, tak menunggu lama, Catherine pun terlelap. Melihat Catherine yang tertidur, Arga segera menoleh ke belakang dan meminta salah satu baby sitter yang duduk di samping Catherine untuk menggendong Thania yang juga lelap tertidur.

__ADS_1


__ADS_2