Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
I Love You


__ADS_3

Jessica pun berusaha menenangkan dirinya sendiri. Berusaha menemukan ketenangan dirinya. Hanna memilih meninggalkan sang putri seorang diri. Sebelum pergi, Jessica sempat meminta bertemu dengan Catherine. Catherine yang bingung karena dipanggil Jessica akhirnya masuk ke dalam ruangan Jessica. Dilihatnya wanita yang sebentar lagi menikah dengan Arga. Dalam balutan gaun pengantin yang sangat indah. Jessica terlihat sangat cantik.


“Mamamu bilang, ada yang ingin kau bicarakan denganku?”tanya Catherine.


“Benar. Duduklah disini. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu”ucap Jessica.


Keduanya berbincang selama beberapa saat. Setelah itu Jessica meninggalkan Catherine dan pergi menuju tempat diselenggarakannya acara akad nikah antara dirinya dan Arga. Jessica menuruni tangga rumahnya dengan wajah berseri. Senyum indah merekah menghiasi wajah cantiknya.


Semua tamu undangan menatap Jessica yang turun dari tangga dengan tatapan penuh takjub. Jessica membalas satu persatu jabatan tangan para tamu undangan yang memberinya ucapan selamat.


Jessica melewati satu per satu tamu undangan menuju pelaminan tempat pelaksanaan akad nikah berlangsung. Jerry menatap sang putri dengan tatapan penuh tanda tanya. Jerry pun menghampiri Jessica.


“Sayang, apa yang kau lakukan?”tanya Jerry sambil berbisik pada Jessica.


Hanna menghampiri suaminya Jerry dan menariknya.


“Ada apa ini ma?”tanya Jerry bingung.


“Nanti aku akan jelaskan”bisik Hanna pada Jerry


Jessica terus berjalan ke arah Arga yang menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya. Karena penampilan Jessica tak seperti pengantin pada umumnya. Dia juga tak mengenakan gaun pengantin yang sudah mereka coba beberapa waktu yang lalu.


Jessica berdiri di depan Arga dan tersenyum pada lelaki yang selalu bisa membuatnya berdebar. Jessica menarik tangan Arga dan menggenggamnya.


“Ada apa ini Jessica? Kenapa kau berpakaian seperti itu?”tanya Arga


“Kak, ada yang ingin aku katakan. Kau tahu kan aku sangat mencintaimu?”tanya Jessica dengan mata berkaca-kaca


“Iya aku tahu. Jika kau mau mengenakan gaun itu ketimbang gaun pengantin yang sudah kita coba, aku tidak masalah. Ayo kita menikah sekarang!”ajak Arga.


Arga menarik tangan Jessica untuk duduk karena penghulu pernikahan sudah datang dan menunggu mereka sejak tadi. Tapi Jessica menarik tangan Arga. Hingga lelaki itu menoleh pada calon pengantinnya.


“Ada apa?”tanya Arga.

__ADS_1


“Dengarkan aku dulu”pinta Jessica dengan airmata yang mulai bercucuran.


Hanna yang melihat sang putri juga ikut menitikkan airmatanya. Sementara Joanne yang tak tahu apa-apa hanya menatap ke arah sanga kakak dan sang mama dengan penuh kebingungan.


“Baiklah! Aku akan dengarkan”sahut Arga


Jessica menghela nafsanya perlahan. Dia berusaha mengumpulkan keberaniannya. Sekilas dilihatnya Albert yang berdiri tak jauh dari dirinya dan tersenyum pada dirinya sambil menganggukkan kepalanya pelan. Jessica menatap lembut lelaki tampan yang sudah meminangnya itu.


“Aku sangat mencintaimu kak. Sangat mencintaimu. Bahkan cintaku lebih besar dari bisa kau bayangkan. Karena itu, aku hanya ingin memberikan kebahagiaan padamu. Dan aku tahu, kebahagiaanmu bukanlah denganku”ucap Jessica dengan derai airmata yang semakin tak terbendung.


“Jessi..”


Arga terhenyak mendengar ucapan tak terduga dari Jessica.


“Ada yang bilang padaku, cinta tak selamanya harus memiliki. Dan mungkin cintaku tak bisa memilikimu di sampingku. Tapi cintaku akan memberikan kebahagiaan pada hidupmu. Dan hari ini yang akan menjadi pengantinmu bukanlah aku, tetapi dia..”tunjuk Jessica ke satu arah.


Arga semakin terhenyak melihat Catherine sudah berdiri di satu tempat mengenakan gaun pengantin yang sangat indah. Yang seharusnya menjadi gaun pengantin Jessica. Arga menoleh pada Jessica dengan tatapan tak percaya.


“Dia yang selalu ada dihatimu. Dan selamanya dia yang akan menjadi pemilik hatimu. Bukan aku”ucap Jessica dengan tersenyum menahan pilu dalam hatinya.


Caroline yang melihat ke arah yang ditunjuk Jessica tadi tak kuasa menahan airmatanya melihat sang putri kini sudah dalam balutan gaun pengantin. Caroline menangis haru melihat ketulusan dan pengorbanan cinta Jessica. Catherine berjalan perlahan ke arah Arga dengan kaki yang gemetar. Dia tak menyangka jika Jessica akan memberikan hadiah yang terindah dalam hidupnya. Menikah dengan lelaki yang sangat dicintainya selama ini.


Tubuh Catherine masih gemetar, merasakan dirinya yang melangkah menuju pelaminan. Jessica menatap Catherine dengan senyum bahagia meskipun hatinya teriris-iris rasanya. Dia harus merelakan lelaki yang dicintainya menikah dengan wanita yang selamanya dicintainya. Karena Jessica sadar, tempatnya bukanlah di hati Arga. Arga takkan pernah menjadi miliknya sampai kapanpun.


“Jessi, aku tak tahu harus bicara apa”ucap Arga bingung.


Begitu Catherine berdiri di samping Arga, Jessica meraih tangan Catherine dan menyatukannya dengan tangan Arga.


“Berjanjilah kalian selalu bahagia. Karena kebahagiaan kalian adalah kebahagiaanku. Aku sudah berkorban untuk kebahagiaan kalian. Jangan sampai kalian menyia-nyiakan pengorbananku ini”ucap Jessica dengan tersenyum


Catherine memeluk tubuh Jessica. Keduanya berpelukan dengan erat. Melepaskan beban dalam hati keduanya.


“Terimakasih Jessica. Terimakasih. Aku berdoa semoga Tuhan segera memberikan ganti yang lebih baik untukmu. Semoga Tuhan mendekatkan jodohmu. Sungguh kau wanita yang luar biasa, Jessica. Terimakasih”ucap Catherine

__ADS_1


“Semoga Tuhan mendengar doamu”jawab Jessica


Setelah beberapa saat, keduanya melepaskan pelukan dari tubuh masing-masing.


Arga meraih tangan Catherine dan mengajaknya menuju pelaminan untuk mengikat janji suci bersama.



Jessica berjalan ke arah Albert. Keduanya menatap ke arah pengantin yang sedang berbahagia. Albert memeluk tubuh Jessica yang masih bergetar hebat. Airmata tak hentinya menetes dari mata indahnya.


“Kau sudah melakukan hal yang benar!”ucap Albert


“Tapi kenapa rasanya sesakit ini?”tanya Jessica sambil memeluk tubuh Albert.


“Luka itu akan segera sembuh. Percayalah padaku! Dan aku siap menyembuhkan luka itu”ucap Albert dengan tegas


Jessica semakin mengeratkan pelukan Albert. Pernikahan yang sedianya menjadi pernikahan antara dirinya dan Arga akhirnya malah menjadi pernikahan Catherine dan Arga.


Jessica melepaskan Arga untuk meraih cintanya dan kebahagiaannya bersama wanita yang menjadi pemilik hatinya dan menjadi ibu dari anaknya. Jessica tidaklah sekejam itu hingga membiarkan Thania tumbuh tanpa kehadiran Arga, ayah kandungnya. Jessica pun tahu kebahagiaan seorang anak adalah jika mereka tumbuh dalam keluarga yang utuh.


Meskipun hatinya terluka namun Jessica ikut bahagia untuk kebahagiaan Arga dan Catherine. Setelah mengucap janji suci pernikahan, Arga dan Catherine akhirnya resmi menjadi sepasang suami istri.


Arga menggenggam tangan istrinya. Keduanya saling berpegangan tangan sambil menatap lembut ke arah masing-masing.



“I love you balok es-ku”ucap Catherine


“I love you too gadis gilaku”balas Arga


Keduanya pun berciuman dengan mesra setelah dinyatakan sah menjadi pasangan suami istri. Lika liku perjalanan hidup yang mereka lalui, mengantarkan keduanya pada indahnya cinta. Jatuh bangun dalam menjalin hubungan hingga terpisah jarak dan waktu telah mereka lalui hingga akhirnya bersatu dalam ikatan cinta yang dipersatukan oleh Tuhan.


🌹🌹🌹🌹The End🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2