
Suasana ruangan tempat Jessica menunggu Arga mendadak jadi terasa canggung. Karena selama ini Caroline tak pernah bicara serius dengan Jessica. Namun demi putri dan cucunya, Caroline akan melakukan usaha terakhirnya dengan bicara pada Jessica.
“Jessica, kau wanita yang luar biasa. Aku tahu kau wanita yang sangat baik”puji Caroline
“Terimakasih nyonya”balas Jessica
“Jessica..bisakah kau batalkan pernikahan ini?”pinta Caroline dengan mata berkaca-kaca
Jessica kaget mendengar permintaan Caroline. Ditariknya tangan Caroline yang sejak tadi menggenggam tangannya.
“Apa maksud nyonya? Kenapa nyonya memintaku membatalkan pernikahan ini?”tanya Jessica tak percaya.
“Tolong dengarkan dulu perkataanku”pinta Caroline
“Bagaimana bisa nyonya memintaku membatalkan pernikahan yang tinggal hitungan jam lagi akan berlangsung? Apa ini karena putri Anda meminta Anda mengatakan ini pada saya?”tanya Jessica dengan emosi.
“Jangan salahkan putriku! Dia sama sekali tak pernah memintaku bicara seperti ini padamu. Dia bahkan sudah mengikhlaskan Arga menikah denganmu”jawab Caroline
“Lalu kenapa nyonya bersikeras aku harus membatalkan pernikahan ini?”seru Jessica dengan menggebu-gebu.
“Ini semua demi cucuku, Thania”jawab Caroline
__ADS_1
“Apa kau tega memisahkan seorang anak dari ayah kandungnya sendiri?”tanya Caroline
“Aku tak pernah berniat memisahkan kak Arga dengan Thania. Aku bahkan sudah menyayangi Thania seperti anak saya sendiri. Kenapa nyonya malah berpikir saya akan memisahkan Thania dari kak Arga?”gerutu Jessica menahan emosi.
“Tapi jika kau membatalkan pernikahan ini, maka tak ada lagi penghalang bagi kebahagiaan Thania. Dia akan bersama dengan daddy dan mommy nya. Dan mereka akan menjadi satu keluarga yang utuh. Apa kau bisa membayangkan jika Thania besar nanti, dia pasti akan bertanya kenapa daddy nya tak bisa tinggal serumah dengan dirinya? Kenapa dia memiliki dua ibu? Apa kau bisa merasakan yang Thania nanti rasakan?”tanya Caroline dengan beruraian air mata.
“Coba bayangkan apa yang akan dirasakan Thania jika nanti teman-temannya bertanya kenapa dia memiliki dua ibu? Dia akan dicap sebagai anak broken home. Hatiku hancur setiap membayangkan dia akan terluka karena pernikahan ini. Karena itu aku mohon Jessica, batalkan pernikahan ini sebelum semuanya terlambat”pinta Caroline dengan mengiba
Hati Caroline serasa hancur jika mengingat si kecil Thania yang akan tumbuh dalam keluarga yang tidak utuh. Jessica yang mendengarkan permintaan Caroline mulai menitikkan airmatanya. Karena merasa dirinya adalah penghalang bagi kebahagiaan Thania.
“Kenapa nyonya harus meminta ini pada saya? Kenapa tidak nyonya minta kak Arga yang membatalkan pernikahan ini?”gerutu Jessica dengan berlinangan air mata.
“Apa kau yakin bisa bahagia dengan Arga padahal dia tak mencintaimu? Apa arti pernikahan jika tidak dilandasi dengan cinta? Akan jadi seperti apa pernikahanmu kelak jika hanya dilandasi rasa tanggungjawab? Aku mohon Jessica pikirkan lagi keputusanmu. Sebelum semuanya terlambat”pinta Caroline
Di tengah perdebatan Caroline dan Jessica, Hanna masuk ke dalam ruangan untuk memanggil Jessica. Hanna kaget melihat sang putri yang berlinangan air mata.
“Ada apa ini? Kenapa kau menangis sayang?”tanya Hanna sambil mengusap air mata Jessica
“Apa yang sudah Anda katakan pada putriku, nyonya? Kenapa putriku jadi seperti ini?”seru Hanna dengan emosi.
Jessica menangis tersedu dalam pelukan mamanya.
__ADS_1
“Keluar Anda dari ruangan ini! Aku minta Anda keluar. Sebelum saya minta sekuriti menarik Anda keluar. Aku tak perduli sekuat apa keluarga Anda. Tapi jika Anda menyakiti putriku, aku bisa melakukan apapun untuk melindungi putriku”seru Hanna dengan emosi.
“Baiklah! Aku akan pergi! Tapi aku mohon Jessica pertimbangkan lagi apa yang aku ucapkan tadi. Aku mohon”pinta Caroline
Caroline pun keluar dari ruangan Jessica meningggalkan Jessica dan mamanya. Hanna mengusap air mata sang putri yang terlihat sangat sedih.
“Sudah sayang.. Jangan sedih! Mama disini”pinta Hanna sambil menenangkan sang putri.
“Mama, apa aku salah jika aku menikah dengan kak Arga? Apa aku salah jika aku ingin bahagia dengan lelaki yang aku cintai?”tanya Jessica dengan beruraian air mata.
“Tidak sayang! Kau tidak salah! Tidak sedikitpun! Karena kau pantas bahagia”jawab Hanna
Jessica menangis selama beberapa saat. Hanna terus menenangkan sang putri yang terlihat sangat syok dan histeris setelah bicara empat mata dengan Caroline.
“Mama, apakah keputusanku ini sudah benar?”tanya Jessica pada Hanna setelah sudah sedikit tenang.
“Sayang, dengarkanlah apa kata hatimu. Kau akan menemukan jawaban dari semua masalahmu. Kau berhak bahagia sayang, kau harus ingat itu”jawab Hanna dengan lembut.
“Bahkan jika aku harus mengorbankan kebahagiaan orang lain?”tanya Jessica
“Kita tak akan bisa membahagiakan semua orang. Akan selalu ada yang tersakiti dengan keputusan kita. Kita tidak akan bisa memuaskan semua orang dengan keputusan kita. Tapi selama kau yakin keputusanmu adalah yang terbaik, mama akan selalu mendukung apapun keputusanmu. Mama hanya ingin kau bahagia, sayang. Itu saja”sahut Hanna
__ADS_1