
Willy yang marah, terus terusan memukul setir mobilnya. Hati lelaki mana yang tak kan terluka jika wanita yang dicintainya justru memanggil nama lelaki lain saat bercin*ta dengan dirinya.
“Aaaaggghhhhh”
Willy berteriak sekuat tenaga di dalam mobil. Dipegangnya dengan erat setir mobil untuk meluapkan luka hatinya. Willy mengemudikan mobilnya memecah keramaian kendaraan yang lalu lalang di jalanan Inggris. Willy memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di sebuah bangunan apartemen, Willy melangkah keluar dari mobilnya. Willy masuk ke dalam apartemen. Dengan langkah yang lesu dan pakaian yang masih berantakan, Willy memasuki apartemen itu.
Sampai di lantai apartemen yang dituju, Willy segera memencet bel. Seorang wanita muda dengan memakai lingerie dan kimono tidur senada yang membukakan pintu.
“Kau kenapa?”tanya wanita muda itu
Willy tak menjawab pertanyaan malah berjalan masuk ke dalam apartemen. Sampai di dalam apartemen, Willy segera merebahkan tubuhnya yang lelah di sofa besar di ruang tamu. Willy menyandarkan kepalanya yang terasa berat di kepala sofa.
Wanita muda bernama Ella itu, berjalan menuju dapur dan mengambilkan minum untuk Willy.
“Minumlah ini!”pinta Ella
Willy mengangkat kepalanya dan menatap Ella. Diterimanya gelas minuman yang disodorkan wanita itu.
“Glek..glek..”
Willy meminum minuman di gelas sampai habis tak tersisa. Ella hanya mematung menatap lelaki yang dicintainya itu. Willy menyodorkan kembali gelas yang sudah kosong itu pada Ella.
“Kamu kenapa? Bukankah hari ini adalah hari pernikahanmu? Seharusnya malam ini adalah malam pertamamu, iya kan?”tanya Ella
“Apa Darren sudah tidur?”tanya Willy sambil menatap pintu kamar tak jauh dari ruang tamu.
“Iya, dia sudah tidur. Hari ini dia terus-terusan menanyakanmu”ucap Ella
“Anak yang malang”ucap Willy
Ella hendak kembali ke dapur mengembalikan gelas kosong yang tadi di pakai Willy, ketika merasakan ada sesuatu yang menahannya. Ella menoleh dan melihat Willy yang menahan tangannya.
Willy menarik tangan Ella, membuat wanita muda itu terduduk di sofa. Willy segera merebahkan kepalanya di pangkuan Ella.
“Sepertinya aku sudah mendapat karmaku karena selalu melukai perasaanmu”ucap Willy dengan mata terpejam.
Ella membelai lembut rambut halus lelaki yang dicintainya itu.
“Tidurlah!”pinta Ella sambil terus membelai rambut Willy.
Willy menggenggam tangan Ella yang lain dan diarahkan di dadanya.
“Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?”gumam Ella dalam hati.
Entah kenapa begitu merasakan belaian Ella, hati Willy yang semula bergemuruh dengan kuat kini perlahan mulai tenang.
__ADS_1
“Kau mau tidur di sini atau ke kamar?”tanya Ella
Willy membuka matanya lalu duduk kembali. Dengan tangan yang masih menggenggam tangan Ella, Willy mengajak wanita itu ke kamar. Ella menurut saja diajak lelaki itu ke kamar. Diletakkannya gelas kosong yang tadi dibawanya di atas meja di ruang tamu.
Keduanya masuk ke dalam kamar bernuansa putih itu. Willy akhirnya malah menuntaskan malam pertamanya dengan wanita yang sudah memberinya seorang anak lelaki.
FLASHBACK ON
Wanita muda itu bernama Ella Oktarina. WNI yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Inggris. Kedua orangtuanya sudah meninggal karena sebuah kecelakaan. Ella akhirnya hidup bersama paman dan bibinya. Dan untuk meringankan beban paman dan bibinya, Ella yang memang gadis yang pandai akhirnya mendapat beasiswa ke Inggris.
Sebuah kesalahan satu malam, membuat kehidupan Ella berubah total. Ella yang masih polos dan tak pernah memiliki hubungan dengan lelaki semasa sekolah, malah dijebak oleh teman kuliahnya ketika mengikuti sebuah pesta di rumah teman kuliahnya.
Di saat yang sama, Willy yang juga hadir dalam pesta itu justru ditantang oleh teman-temannya, untuk bermain truth and dare. Dan ketika dia memilih dare, teman-temannya menantangnya untuk “tidur” dengan wanita yang berada di kamar temannya yang saat itu tertidur karena pengaruh obat bius dalam minumannya.
Dan di sanalah, Willy akhirnya mengambil keperawanan Ella. Begitu sadar dengan kelakuannya, Willy meminta maaf pada Ella karena melihat gadis itu terus menangis semalaman setelah mereka melakukannya. Apalagi setelah tahu, gadis itu sudah kehilangan keperawanannya karena perbuatannya. Membuat Willy semakin merasa bersalah.
Merasa menyesal dengan perbuatannya, Willy menawarkan untuk memberi kompensasi berupa sejumlah uang pada wanita muda itu.
“Apa kau pikir aku wanita murahan? Aku tak butuh uangmu”ucap Ella dengan terus terisak
Suara tangisnya benar-benar menyayat hati siapapun yang mendengarnya.
“Tolong berhentilah menangis! Aku berjanji akan bertanggung jawab”ucap Willy.
Sejak malam itu, kehidupan Willy dan Ella terhubung satu sama lain. Willy mengajak Ella tinggal di sebuah apartemen yang dibelikannya. Mereka mulai saling mengenal satu sama lain. Kehidupan Ella yang menyedihkan membuat Willy tak tega pada wanita itu.
Dan saat Ella diketahui hamil anak Willy, keduanya menghadap kedua orang tua Willy untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Willy yang awalnya mengira kedua orangtuanya akan merestui hubungannya dengan Ella, harus menelan kenyataan pahit. Karena ternyata kedua orang tua Willy tidak menerima Ella menjadi menantu mereka.
“Mama tak akan merestui hubungan kalian”seru Mama Willy menahan emosi.
“Bisa-bisanya kau membawa wanita yang tidak jelas latar belakangnya ini ke hadapan kami”tegur Ronald dengan tatapan tajam ke arah Ella yang sejak tadi menundukkan kepalanya.
“Pa..ma, Ella sedang mengandung anakku. Cucu kalian”seru Willy dengan menggebu-gebu.
“Apa kau yakin anak itu anakmu? Kenapa mama ragu jika anak yang dikandungnya adalah anakmu? Bisa saja kan dia mengandung anak orang lain?”sindir Lidya dengan tatapan sinis
Ella yang merasa terhina dengan ucapan Lidya, hanya mampu menangis. Gadis yatim piatu itu hanya bisa menerima semua ucapan kasar dari kedua orang tua Willy tanpa bisa membela diri. Willy yang melihat Ella dihina kedua orangtuanya terus berusaha meyakinkan kedua orangtuanya karena dia tahu Ella gadis yang baik dan anak yang dikandung Ella adalah anaknya.
Tiba-tiba tanpa diduga,
“Gugurkan kandunganmu!”perintah Lidya dengan dinginnya.
“What?”Willy kaget setengah mati mendengar permintaan mamanya.
Ella yang mendengar permintaan mama Willy langsung mendongakkan kepalanya begitu mama Willy memerintahkan dirinya untuk menggugurkan kandungannya.
“Mam, where’s your heart? How can you be so cruel?”tanya Willy dengan perasaan campur aduk.
__ADS_1
Willy tak menyangka mamanya akan meminta Ella menggugurkan darah dagingnya. Cucunya.
Dengan menahan sesak dalam hatinya, Ella memberanikan diri menjawab ucapan mama Willy.
“Maaf nyonya..saya tidak bisa”jawab Ella tegas dengan mata yang masih sembab dan meneteskan air mata.
“Kenapa tidak?”tanya Ronald dengan tatapan tajam pada gadis lemah itu.
“Pa? Kenapa papa juga seperti mama? Kenapa kalian justru ingin kami menggugurkan darah daging kami?”tanya Willy masih tak percaya
“Mama dan Papa tak mau mempunyai menantu yang tidak jelas asal usulnya seperti dia. Mama mau kamu menikah dengan wanita yang sepadan dengan kita”jawab Lidya.
“Aku kecewa sama papa dan mama”ucap Willy dengan emosi.
“Maaf jika saya tidak seperti yang tuan dan nyonya harapkan. Tapi saya tetap pada pendirian saya. Bayi ini tidak bersalah sama sekali. Saya tidak mau membuat kesalahan lagi. Jadi saya tidak akan menggugurkan bayi ini. Saya akan membesarkan bayi ini seorang diri. Saya takkan meminta pertanggungjawaban putra tuan dan nyonya”ucap Ella dengan suara bergetar sambil berlinang airmata.
“Terimakasih sudah menerima saya di rumah Anda. Saya pamit dulu. Permisi”pamit Ella dengan hati yang terluka mendapat perkataan kasar dari kedua orangtua Willy.
Ella menjabat tangan kedua orangtua Willy dan mencium punggung tangannya. Sama seperti saat bertemu di awal tadi. Mereka menerima jabatan tangan Ella dengan memalingkan tubuh mereka. Membuat hati Ella terluka diperlakukan kasar oleh orang tua Willy. Namun Ella memendam rasa sakitnya di dalam hati. Karena Ella menyadari kehidupannya dengan Willy sangat berbeda. Bagaikan bumi dan langit.
Setelah berpamitan, Ella melangkah pergi meninggalkan mansion keluarga Anderson. Sebelum keluar, Ella sempat tersenyum ke arah Willy. Membuat lelaki itu semakin merasa bersalah pada wanita muda itu.
“Kita pergi dari sini”ucap Willy sambil menggenggam tangan Ella.
Membuat Ella kaget karena tak menyadari Willy ternyata mengikutinya dari belakang dan ikut pergi dari mansion keluarga Anderson. Sayup-sayup Ella masih mendengar suara teriakan Lidya yang terus menerus memanggil putra kesayangannya.
Akhirnya, Willy dan Ella sepakat untuk membesarkan anak mereka berdua. Meskipun tanpa ikatan pernikahan. Untung saja mereka tinggal di Inggris sehingga tak banyak yang mempertanyakan hubungan keduanya. Ella pun pasrah dengan kejelasan hubungan antara dirinya dan Willy. Karena Ella menyadari hubungan mereka tak lebih karena kesalahan satu malam yang pernah mereka lalui bersama. Willy tak pernah mencintainya. Tetapi Willy adalah lelaki yang bertanggungjawab sehingga dia mau ikut membesarkan anak mereka.
Orang tua Willy juga akhirnya membiarkan Willy membesarkan putranya. Tetapi dengan syarat, Willy harus bersedia menikah dengan wanita yang dijodohkan dengan dirinya. Lagipula Willy memang tak memiliki perasaan pada Ella. Tak ada cinta di hati Willy untuk Ella.
Ella akhirnya berhasil menyelesaikan kuliahnya dan mendirikan sebuah butik pakaian di Inggris dengan bantuan Willy berbekal ketrampilan dan ilmu yang diperolehnya. Begitu juga dengan Willy yang berhasil menyelesaikan pendidikan dokternya. Sehingga dia bisa bekerja di rumah sakit milik keluarganya.
Dua tahun kehidupan Ella dan Willy terasa sangat sempurna. Di mata Ella tentunya. Mereka menjalani kehidupan layaknya sebuah keluarga yang utuh. Dengan kehadiran Darren, putra mereka berdua, Ella merasa seperti memiliki keluarga yang sempurna. Hubungan Ella dan Willy juga akur seperti dua orang sahabat. Mereka saling mengisi satu sama lain.
Namun kehidupan sempurna itu terusik, setelah Willy pulang ke Indonesia untuk berlibur dan mengikuti reuni SD nya. Sejak bertemu dengan Catherine, cinta pertamanya, Willy mulai sedikit berubah. Apalagi ketika Willy dan Catherine ternyata dijodohkan kedua orangtua mereka. Perhatian Willy pada Ella dan Darren putranya perlahan berkurang.
Setiap bersama, Willy selalu membahas tentang Catherine dan memuji pacarnya itu. Hati wanita mana yang tidak akan terluka mendengar lelaki yang kita cintai justru memuji dan membanggakan wanita lain. Itu juga yang dirasakan oleh Ella.
Rasa cemburu dan perasaan terluka Ella membuat wanita muda itu memilih menjaga jarak dari Willy. Willy yang kurang peka dengan rasa cinta Ella, akhirnya harus tercengang begitu mendengar pengakuan cinta Ella.
“Aku mencintaimu”ucap Ella dengan mengumpulkan keberaniannya.
“Ella”
Willy menatap tak percaya pada wanita muda di depannya yang baru saja mengungkapkan perasaannya.
“Seperti yang kau dengar, aku mencintaimu. Karena itu, aku minta berhentilah mengunjungi aku dan Darren. Aku tak mau menjadi beban dan benalu dalam kehidupan pernikahanmu kelak”ucap Ella dengan berlinangan airmata.
__ADS_1