
Catherine tampak menikmati kedekatan Thania dengan Arga. Perasaan hangat menyelimuti hati Catherine. Catherine yang kasihan pada Arga, segera pergi ke kamarnya dan mengambil sebuah selimut untuk menyelimuti Arga dan Thania. Merasa ada yang menyelimuti dirinya, tiba-tiba Arga terbangun dan membuka matanya perlahan. Catherine yang kaget melihat Arga terbangun segera menggeser posisinya yang awalnya sangat dekat dengan Arga dan Thania.
Samar-samar Arga dapat melihat sosok Catherine. Begitu sadar, Arga membuka matanya.
“Nona?”
“Aku lihat kakak tertidur dengan pulas. Makanya aku ingin menyelimuti kalian. Maaf aku sudah mengganggu tidur kakak”
Arga menatap si kecil Thania yang tertidur dengan sangat pulas dalam pelukannya. Arga tersenyum melihat Thania kecil yang sangat menggemaskan ketika tertidur.
“Nona Thania sangat lucu”ucap Arga sambil tersenyum
Thania yang merasakan adanya pergerakan dari tubuh Arga, terlihat menggeliat sesaat, namun kemudian dia tertidur kembali. Thania bahkan memeluk Arga dengan sangat erat.
“Kemarikan Thania kak, biar aku yang menggendongnya dan membawanya ke kamar supaya kakak bisa tidur”pinta Catherine
“Tidak apa-apa nona. Biarkan dia tidur! Kasihan dia tadi rewel”balas Arga
“Tapi kakak jadi tak bisa tidur jika terus menggendong Thania”
“Tidak apa-apa nona”tolak Arga
“Nona tidur saja, saya akan tidur di kamar nona Thania”pinta Arga
Keduanya saling berebutan menidurkan Thania, akhirnya Catherine memilih ikut tidur juga di kamar Thania. Merasa Thania sudah sangat pulas, Arga segera memindahkan Thania ke box bayi tempat Thania tidur. Catherine yang menyelimuti tubuh kecil Thania.
Arga dan Caroline akhirnya meninggalkan Thania sendiri di kamarnya.
“Kakak bisa istirahat sekarang”pinta Catherine yang kemudian beranjak akan meninggalkan Arga
Tiba-tiba Catherine merasakan tangannya ditahan Arga dari belakang. Catherine menoleh dan menatap Arga. Terlihat wajah Arga yang menatap dirinya dengan tatapan mata yang lembut.
__ADS_1
“Bisa kita bicara sebentar?”tanya Arga
Catherine menatap tangan Arga yang masih memegang tangannya. Arga yang sadar sudah memegang tangan Catherine segera melepaskan tangan wanita yang sangat dirindukannya itu.
“Maaf”ucap Arga
“Kita bicara di sana”ajak Catherine
Keduanya berjalan beriringan ke arah karpet yang menghadap pemandangan kota Melbourne di malam hari. Sesekali Arga melirik ke arah Catherine. Keduanya berbincang ringan, ditemani segelas wine untuk menghangatkan tubuh keduanya.
“Bagaimana kabar nona?”tanya Arga sambil memegang gelas berisi wine miliknya.
Catherine yang sedang meminum wine miliknya, melirik sepintas pada Arga.
“Aku baik-baik saja, kakak?”tanya Catherine
“Saya juga baik”jawab Arga
Catherine tampak membelalakkan matanya mendengar pertanyaan mendadak dari Arga. Pertanyaan tak terduga itu seperti anak panah yang langsung menembus hatinya. Ada rasa sakit di hati Catherine mendengar pertanyaan itu.
“Apa maksud kakak menanyakan itu? Tentu saja aku bahagia”kelit Catherine bohong
“Apa Willy memperlakukan kalian dengan baik?”tanya Arga lagi
“Tentu saja. Willy sangat menyayangi Thania”sahut Catherine bohong
“Syukurlah kalo begitu. Saya bisa tenang sekarang”balas Arga sambil menyeruput gelas winenya
Catherine menatap Arga yang sedang minum dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
“Andai kau tahu yang sebenarnya kak”gumam Catherine dalam hati
“Aku dengar dari Dev, kakak sekarang sudah punya pacar?”tanya Catherine
Arga menoleh pada Catherine. Arga bingung harus menjawab apa.
“Iya”jawab Arga singkat
Ada perasaan sedih di hati Catherine mendengar Arga yang ternyata sudah memiliki seorang kekasih. Catherine memaksakan senyum di wajah cantiknya.
“Baguslah kalo begitu. Aku ikut senang mendengarnya. Jangan sia-siakan wanita itu ya kak!”ucap Catherine
“Aku tanya sekali lagi, benar kau bahagia sekarang? Willy memperlakukanmu dan Thania dengan baik kan? Aku tidak akan tenang jika belum mendengar itu dari mulutmu sendiri”ucap Arga dengan tatapan tajam ke arah Catherine.
“Jangan seperti itu kak. Bagaimana aku bisa melepaskanmu jika kau begitu mengkhawatirkan aku dan Thania? Kau pantas bahagia”gumam Catherine dalam hati
Ingin rasanya Catherine menangis namun ditahannya airmata itu agar Arga bisa lebih tenang.
“Sudah aku bilang kan kak, aku bahagia sekarang. Willy sangat baik padaku dan Thania. Jangan mengkhawatirkan kami. Pikirkan saja kebahagiaan kakak. Karena kakak pantas mendapatkannya”pinta Catherine sambil menahan pedih di hatinya.
“Sebentar lagi pagi. Sebaiknya kita segera tidur. Besok kakak harus mendampingi papa kan?”pinta Catherine
Keduanya mengakhiri perbincangan mereka. Catherine mengantar Arga sampai ke depan pintu. Sebelum keluar, Arga membalik tubuhnya menghadap ke arah Catherine.
“Ijinkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya. Karena setelah ini, kita akan membuka lembaran hidup yang baru”pinta Arga
Catherine semakin merasakan sesak dalam dadanya. Catherine pun hanya menganggukkan kepalanya pelan. Sesaat kemudian Arga memeluk tubuh Catherine dengan erat. Keduanya berpelukan melepaskan kerinduan yang memuncah dalam hati masing-masing.
“Aku akan selalu mencintaimu Cathyku”gumam Arga dalam hati
“Aku sangat mencintaimu kak. Semoga kau bahagia dengan wanita pilihanmu”gumam Catherine dalam hati
__ADS_1
Setelah beberapa saat, mereka saling melepaskan pelukan masing-masing. Arga pun keluar dari apartemen Catherine. Setelah Arga pergi, Catherine tak lagi sanggup menahan airmata yang sejak tadi ditahannya. Pertahanan Catherine ambruk juga. Catherine menangis tersedu-sedu di belakang pintu. Kakinya pun langsung lemas tak berdaya, membuat tubuh Catherine beringsut turun. Catherine menangis dengan pilu sambil menangkup kedua kakinya.
Kali ini dia dan Arga telah mengucapkan salam perpisahan pada masa lalu masing-masing. Pada cinta yang mereka miliki selama ini. Arga bersiap membuka lembaran hidup yang baru bersama dengan Jessica. Dan Catherine hanya bisa mendoakan Arga semoga lelaki itu bahagia.