Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Devara VS Daniel


__ADS_3

FLASHBACK ON


Arga dibuat semakin pusing dengan permintaan Jessica. Ketika gadis itu justru mengucapkan masalah pernikahan. Arga dilanda dilema. Dia mengalami pergulatan batin yang hebat hanya karena sebuah kalimat yang dilontarkan Jessica.


“Nikahi aku!”


Ucapan berani dari gadis cantik itu berhasil membuat Arga kalang kabut. Di satu sisi Arga masih sangat mencintai Catherine. Karena Catherine adalah cinta pertamanya. Sementara Jessica adalah gadis yang selama beberapa bulan ini berhasil membuat Arga merasa bahagia dan nyaman selama bersamanya. Arga merasa tidak bisa kehilangan gadis sebaik Jessica.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang?”gumam Arga dalam hati


“Kau kenapa Arga?”tanya Madam O yang melihat putranya sedang melamun hingga tak menyadari kehadirannya.


“Ah..ibu. Aku tak melihat ibu datang”sahut Arga


“Tentu saja kau tak lihat. Karena kau sedang melamun. Sebenarnya apa yang sedang kau lamunkan itu? Apa ini ada hubungannya dengan Jessica?”tanya Madam O


“Darimana ibu tahu?”tanya Arga kaget


“Ibu bisa lihat jika kalian sedang ada masalah. Apa kau mau bicara dengan ibu tentang masalahmu itu? Siapa tahu ibu bisa membantu”pinta Madam O


Arga menggelengkan kepalanya.


“Aku bisa menyelesaikan masalah ini. Ibu tak usah khawatirkan aku”jawab Arga


“Ibu percaya padamu. Kau pasti bisa menyelesaikan masalah kalian. Ibu hanya berpesan satu hal padamu Arga”pinta Madam O


“Apa itu ibu?”tanya Arga


Madam O meletakkan tangannya di dada sang putra. Madam O pun tersenyum pada sang putra.


“Apapun yang terjadi, selalu dengarkan apa kata hatimu. Karena disanalah jawaban dari semua masalah yang menghimpit kita. Apapun masalahmu dengan Jessica, ibu yakin kalian bisa melewatinya berdua. Ibu pasti akan mendukung apapun keputusanmu”ucap Madam O


“Terimakasih bu”ucap Arga


“Oh ya..ibu hanya berpesan satu hal padamu. Terlepas dari seberapa besar perasaanmu pada nona Catherine, hargailah orang yang menghargaimu”ucap Madam O sambil tersenyum.


Mendengar ucapan ibunya, membuat Arga tergerak untuk meminta nasehat ibunya.


“Apa pendapat ibu jika aku menikahi Jessica?”tanya Arga


“Jika itu benar adanya, tentu saja ibu akan bahagia. Karena ibu juga sangat menyukai Jessica. Tapi yang terpenting bagi ibu adalah kebahagiaanmu. Jadi lakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia. Pikirkan baik-baik langkah apa yang akan kau ambil. Jangan terburu-buru! Kau mengerti?”tanya Madam O


“Iya ibu”jawab Arga


“Kalo ibu boleh tau, sebenarnya bagaimana perasaanmu pada Jessica?”tanya Madam O


Arga terdiam sejenak. Mencoba menyelami perasaan yang dirasakannya pada gadis cantik periang itu.


“Aku tak tahu perasaan apa yang kumiliki untuk gadis itu. Apakah ini cinta atau perasaan yang lain? Namun yang aku tahu, aku merasa nyaman bersama dengan dia. Dan aku merasa tak ingin kehilangan dia”jawab Arga jujur.

__ADS_1


“Ibu tak bisa membantumu menemukan jawaban dari kebimbangan yang saat ini kau rasakan. Karena kau sendiri tak bisa mengetahui dengan pasti, arti perasaan yang kau rasakan padanya. Hanya saja yang ibu tahu, rumah tangga yang dibina karena kenyamanan lebih bertahan dalam dibanding rumah tangga yang dibina karena cinta”nasehat Madam O


Arga tampak mencerna setiap kata yang diucapkan ibunya. Wanita yang telah melahirkannya ke dunia.


“Terimakasih ibu. Aku akan pertimbangkan nasehat ibu”sahut Arga


“Apa aku siap membangun rumah tangga bersama Jessica?”gumam Arga dalam hati.


Kebimbangan masih membayangi Arga. Di tengah kegalauan Arga, tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut di ruang tengah kediaman Alexander. Madam O dan Arga tampak kaget dan mengerutkan dahinya mendengar suara ribut-ribut itu.


“Seperti ada yang berkelahi?”gumam Madam O


“Aku juga mendengarnya. Ayo bu, kita lihat ke depan”ajak Arga


Arga dan Madam O berjalan menuju sumber keributan yang mereka dengar. Terlihat beberapa pelayan dan pengawal tampak mengerumuni ruang tengah. Arga yang datang langsung merangsek masuk.


“Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul disini?”tanya Arga


“Itu tuan, tuan muda…”tunjuk seorang pelayan.


Arga kaget melihat Devara yang sedang baku hantam dengan Daniel di ruang tengah. Beberapa pengawal mencoba melerai tetapi kedua lelaki yang mulai beranjak dewasa itu tak kunjung menghentikan perkelahian mereka. Akhirnya Arga yang harus turun tangan.


Dengan kemampuan beladiri yang dikuasainya, Arga berhasil melumpuhkan Devara dan Daniel dan melerai keduanya. Arga berdiri di tengah antara Devara dan Daniel.


“Ada apa ini tuan muda?”gertak Arga dengan lantang


“Aku tak takut. Ayo kita teruskan!”ajak Daniel


Kedua sahabat itu kini malah saling bertarung satu sama lain. Membuat siapapun yang mengenal mereka berdua, bergidik ngeri melihat ganasnya pertarungan mereka.


“Apa tuan muda ingin saling membunuh?”gertak Arga


“Jika itu perlu, aku siap menanggung akibatnya. Dasar kau pengecut!”seru Daniel murka


“Apa? Beraninya kau menyebutku pengecut?” sungut Devara emosi


Devara hendak maju menghajar Daniel lagi. Tapi Arga dengan sigap menenangahi.


“Apa tidak bisa diselesaikan dengan duduk bersama? Apa harus kalian berkelahi di sini? Jika itu mau kalian, saya siap menghadapi kalian berdua. Ayo tuan muda maju! Tapi setelah itu, kalian harus menghentikan perkelahian ini”gertak Arga dengan lantang dan wajah yang kelihatan murka.


Baru kali ini, Devara melihat Arga semurka itu. Lelaki dingin itu biasanya selalu tenang dalam menghadapi masalah apapun. Kemarahan Arga berhasil membuat Devara menurunkan emosinya.


Melihat Devara yang sedikit mulai tenang, Arga mengajak Devara dan Daniel duduk bersama. Daniel mengajak Devara berkelahi karena kesal sahabatnya itu sampai sekarang masih saja tak percaya pada Ayra. Dan yang dilakukan Devara adalah menyakiti hati Ayra. Daniel yang tak tega melihat Ayra menangis mencoba membela gadis cantik itu.


Daniel bahkan mengorbankan hubungannya dengan Nadine, demi menyatukan kembali Devara dan Ayra. Tapi Devara yang cemburu pada Daniel tak mau mendengarkan pembelaan apapun dari Daniel. Sehingga hal ini semakin menyulut kemarahan Daniel pada Devara. Itu sebabnya mereka berkelahi sekarang.


“Aku harap kau mau menemui Ayra sekali saja. Dengarkan dulu penjelasan Ayra. Jika setelah itu, kau tetap tak percaya padanya, aku harap kau mau melepaskannya. Aku kasihan melihat Ayra selalu kau sakiti setiap hari. Datanglah sendiri! Jangan ajak Gina!”pinta Daniel.


*

__ADS_1


*


*


*


Setelah perkelahian Devara dan Daniel, beban yang diemban Arga semakin berat saja. Karena masalah Devara sangat mempengaruhinya. Saat ini Arga sedang merebahkan kepalanya yang lelah di kursi kerjanya sambil menutup matanya.


Sungguh masalah seakan tak ada habisnya. Belum selesai mengurusi masalah tantangan Jessica, Arga kembali disibukkan dengan masalah Devara dan Ayra. Karena Arga merasa perlu mengurai benang kusut permasalahan antara Devara dan Ayra. Arga yakin Gina adalah otak dibalik semua kekacauan ini. Dia hanya membutuhkan bukti kuat Gina adalah otak kejahatan semua yang menimpa Devara dan Ayra.


Tiba-tiba Bryan masuk membawa berkas pekerjaan untuk Arga. Melihat asistennya datang, Arga segera memperbaiki posisi duduknya.


“Sepertinya tuan butuh istirahat. Sebaiknya tuan pulang saja. Saya yang akan menyelesaikan sisanya”ucap Bryan


“Aku baik-baik saja. Terimakasih sudah mengkhawatirkanku”sahut Arga


Bryan baru dipindah tugaskan dari kantor pusat di Amerika ke Indonesia. Bryan yang berdiri di samping Arga menatap berkas informasi yang berserakan di atas meja Arga. Bryan tampak mengenali sesuatu.


“Maaf tuan, sepertinya saya mengenal wanita dalam foto ini”ucap Bryan


“Dimana kau mengenalnya?”tanya Arga begitu Bryan mengenali foto Gina


Bryan tampak berpikir keras. Lalu wajahnya kembali cerah.


“Sepertinya saya pernah melihat wanita ini bersama tuan Willy di Amerika”sahut Bryan


“Willy?”tanya Arga kaget


“Tuan ingat, dulu saya yang mengawasi gerak gerik tuan Willy di Inggris dan di Amerika. Hanya saja setelah tuan perintahkan saya untuk berhenti memata-matai tuan Willy, saya tidak berani memberitahukan lagi penemuan saya. Jadi saya simpan saja informasi itu”jelas Bryan.


“Apa kau masih menyimpan berkas itu?”tanya Arga


“Sebentar tuan, saya carikan dulu”sahut Bryan


Bryan kemudian keluar dari kantor Arga untuk mengambil berkas informasi yang disimpannya. Sejak Catherine kembali pada Willy, dan anak buahnya itu mengatakan Catherine sudah bahagia, Arga memang tak lagi memerintahkan Bryan untuk memata-matai Willy.


Waktu itu, Arga merasa tak perlu lagi mengawasi kehidupan Catherine karena merasa sudah tak berhak lagi ikut campur dalam kehidupan Catherine. Itu sebabnya Arga setuju menjalin hubungan bersama Jessica.


Bryan kembali ke ruangan Arga dengan membawa sebuah map besar berisi informasi yang diperolehnya selama ini.


“Ini tuan”Bryan menunjukkan berkas itu.


“Gadis ini adalah salah satu pasiennya di Amerika. Saya sempat tak mengenali lagi, karena di foto yang tuan miliki gadis itu sudah merubah penampilannya”


Bryan menunjukkan foto yang dimilikinya dengan yang dimiliki Arga. Terlihat memang mereka gadis yang sama. Hanya saja selama di Amerika, Gina mewarnai rambutnya sehingga rambutnya berwarna pirang.


“Jadi Gina dan Willy saling mengenal”gumam Arga


Arga membaca semua informasi yang dimiliki Bryan dengan seksama. Arga yakin Gina bukanlah gadis baik-baik mengingat gadis itu tertangkap kamera sering bersama dengan banyak lelaki, termasuk Willy.

__ADS_1


__ADS_2