Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Merawat Arga


__ADS_3

Setelah perpisahan keduanya semalam, hubungan Arga dan Catherine benar-benar hanya sebatas atasan dan bawahan. Sama seperti dulu ketika keduanya belum menjalin kisah asmara.


Selama dua hari berada di Melbourne, Arga hanya mendampingi Brandon melakukan perjanjian bisnis dengan salah satu rekanan bisnis mereka. Brandon berencana membangun sebuah hotel di Melbourne. Untuk itu dirinya bekerjasama dengan perusahaan lokal untuk mendapatkan dukungan pemerintah Australia.


Catherine yang pergi ke Melbourne untuk menyusul suaminya Willy juga sudah pergi ke tempat sang suami melakukan seminar internasional. Catherine membawa serta Darren dan Thania bersama dirinya. Catherine berencana mengajak Willy menemui orangtua Willy yang sekarang pindah ke Australia.


“Thank you. I’ll wait for the good news”ucap Arga sambil menjabat tangan rekanan bisnis keluarga Alexander.


Arga melakukan pembicaraan bisnis di salah satu hotel ternama di Melbourne. Setelah pertemuan dengan kolega bisnisnya selesai, Arga yang ditemani salah satu anak buahnya berencana pulang kembali ke penthouse untuk melapor pada Brandon.


Saat sedang berjalan menuju mobilnya, Arga seperti berpapasan dengan seseorang yang dikenalnya. Arga yang penasaran dengan sosok yang sekilas dilihatnya, tampak menoleh ke belakang mencari sosok yang dilihatnya tadi.


“Tidak mungkin itu Willy. Pasti bukan?”gumam Arga dalam hati


Arga menyangkal perasaannya sendiri yang seolah melihat seseorang yang mirip dengan Willy sedang berjalan sambil merangkul seorang wanita cantik.


“Ada apa tuan?”tanya Alan, anak buah kepercayaan Arga


“Ah..bukan apa-apa. Sepertinya aku salah orang. Ayo kita pergi!”ajak Arga


“Baik tuan”sahut Alan


Begitu mobilnya datang, Arga segera masuk ke dalam mobil ditemani Alan. Alan yang sebenarnya mengetahui sosok yang dilihat Arga tadi hanya sanggup terdiam tanpa sanggup mengucapkan hal yang sebenarnya.


“Mungkin sekarang bukan saat yang tepat”gumam Alan dalam hati


Mobil melaju memecah keramaian jalanan kota Melbourne. Arga tampak menikmati pemandangan kota Melbourne. Kota yang dinobatkan sebagai kota paling bahagia di dunia tahun 2019 itu memang menghadirkan suasana yang berbeda. Keindahan pantai, kota, kehidupan masyarakat, serta seni jalanan menjadi faktor pendukung mengapa Melbourne dinobatkan sebagai kota paling bahagia di dunia.


Sambil menikmati pemandangan, pikiran Arga melayang mengingat kembali pertemuan terakhirnya dengan Catherine. Arga kembali mengingat pelukan terakhirnya pada Catherine sebelum memutuskan untuk menjalani kehidupan yang baru. Arga bersiap membuka lembaran hidup yang baru bersama Jessica, kekasihnya. Meskipun perasaan Arga belum sepenuhnya untuk Jessica, namun Arga merasa Jessica adalah sosok yang bisa membuatnya merasa nyaman.


Selama berada di Melbourne, Jessica juga selalu menghubunginya. Mendengarkan cerita Jessica menjadi salah satu aktivitas baru Arga kini. Meskipun kadang, Arga merasa Jessica “sedikit gila” namun semua itu justru membuat perasaannya merasa nyaman bersama Jessica.


Setelah menyelesaikan semua urusan pekerjaan, Arga pun pulang kembali ke Indonesia. Arga pulang karena Madam O memberitahu tentang pesta kejutan yang direncanakan Ayra.


Dengan persiapan seadanya akhirnya pesta kejutan “sederhana”yang direncanakan Ayra pun dapat berjalan dengan lancar. Devara terlihat sangat bahagia bisa merayakan pesta ulangtahunnya bersama para pengawal, pelayan, Madam O dan Arga. Bersama orang-orang yang selalu mendukung dan menyayanginya.


*****


Satu hari karena terlalu sibuk bekerja, Arga sampai jatuh sakit. Terpaksa Arga beristirahat di apartemen mewahnya.


“Maaf tuan muda, uhukk..uhukkk”


“Kau sakit kak?”tanya Devara


“Iya tuan muda, uhukk..uhukk”


“Beristirahatlah kak. Kau tak perlu mengkhawatirkan aku”pinta Devara


“Baik tuan muda, saya akan beristirahat di rumah”jawab Arga


Arga yang sedang tidak enak badan akhirnya memilih kembali pulang ke apartemennya. Madam O membawakan semangkuk besar bubur hangat untuk Arga.


“Makan bubur ini sampai habis, kau mengerti?”pinta Madam O


“Aku mengerti, ibu. Tenanglah! Aku bukan anak kecil lagi”ucap Arga mencoba menenangkan ibunya


“Seorang anak sampai kapanpun adalah anak kecil bagi ibunya. Walaupun kau sudah menikah pun, ibu akan tetap mengkhawatirkanmu. Apa perlu ibu panggilkan Jessica untuk merawatmu?”tanya Madam O


“Tidak perlu. Aku hanya perlu istirahat saja. Ibu jangan mengganggu gadis itu. Karena dia sedang sibuk dengan skripsinya”ucap Arga


Madam O tersenyum penuh arti mendengar Arga yang mengkhawatirkan Jessica.


“Baiklah. Ibu tidak akan menghubunginya. Kau istirahatlah di apartemenmu. Hubungi ibu jika kau membutuhkan sesuatu”pinta Madam O

__ADS_1


“Aku pulang dulu”pamit Arga pada sang ibu


“Iya..hati-hati di jalan”pesan Madam O


Arga pun kembali ke apartemennya sambil mengendarai mobilnya. Dalam keadaan yang masih demam, Arga memaksakan diri mengendarai mobilnya sendiri. Di tengah perjalanan, Jessica menelpon Arga.


“Ada apa?”tanya Arga


“Lima hari lagi kakak ada acara? Aku mau mengajak kakak ke pernikahan om ku”ajak Jessica


“Uhukkk.uhukkk”


Jessica yang mendengar suara batuk Arga tampak kuatir.


“Kakak kenapa? Kakak sakit?”tanya Jessica kuatir


“Oh..aku hanya ga enak badan. Istirahat sebentar pasti akan sembuh”jawab Arga santai


“Sekarang kakak dimana?”tanya Jessica


“Kau mau apa?”tanya Arga balik


“Aku sangat kuatir dengan keadaan kakak. Aku ingin merawat kakak”jawab Jessica


“Tak perlu. Aku hanya sedikit demam dan batuk. Istirahat sebentar juga pasti sembuh. Aku tutup telponnya sekarang ya..sebentar lagi aku sampai apartemenku. Bye”


“Bye”sahut Jessica dengan malas


“Dasar lelaki keras kepala! Dia seperti itu justru membuat aku semakin kuatir. Aku tak boleh diam saja. Sebaiknya aku telepon tante Olivia”gumam Jessica dalam hati


Jessica yang kuatir segera menghubungi Madam O untuk menanyakan alamat apartemen Arga. Sejak pacaran, Jessica belum pernah sekalipun diajak ke apartemen Arga. Arga selalu menolak memberitahu alamat apartemennya. Karena Arga berprinsip tidak akan mengundang seorang wanita pun ke apartemennya kecuali mereka sudah resmi menjadi suami istri. Dan selama ini, Jessica selalu menghormati prinsip Arga ini. Namun untuk kasus kali ini, Jessica terpaksa melanggarnya.


Rasa kuatirnya pada sang kekasih membuat Jessica tidak tenang sebelum melihat sang kekasih benar-benar sembuh. Setelah mendapatkan alamat apartemen Arga, Jessica segera meraih tasnya dan pergi ke apartemen yang ditunjukkan oleh Madam O.


Arga sama sekali tidak menyentuh bubur hangat yang tadi dibawakan oleh Madam O.


Belum sampai Arga tertidur, terdengar seseorang memencet bel apartemennya. Arga mengerutkan dahinya mendengar ada orang yang bertamu ke apartemennya.


“Siapa yang bertamu sekarang?”tanya Arga penasaran


Karena selama ini tidak ada seorang pun yang bertamu ke apartemennya. Kecuali satu orang, Catherine tentunya. Bahkan Catherine tahu betul password apartemen Arga sehingga gadis itu leluasa keluar masuk apartemen Arga.


Dengan mengumpulkan sisa-sisa tenaganya, Arga berjalan ke arah pintu. Dilihatnya melalui layar tv yang terhubung dengan cctv di depan pintunya. Dari layar itu tampaklah sosok Jessica yang sedang berdiri di depan pintu apartemen Arga.


“Jessica?”gumam Arga dalam hati


Arga langsung membukakan pintu untuk Jessica. Begitu pintu terbuka, Jessica tersenyum ke arah Arga.


“Kenapa kamu bisa di sini?”tanya Arga


“Apa aku tidak boleh masuk?”tanya Jessica


“Masuklah”ajak Arga


Jessica pun masuk ke dalam apartemen Arga. Jessica dibuat takjub melihat desain interior apartemen Arga yang sangat simple minimalis namun terlihat modern dan mewah.


“Apa kau akan berdiri saja disitu? Duduklah!”ajak Arga


Jessica yang terpesona dengan keindahan apartemen Arga malah bengong sendiri.


“Maaf. Ini pertama kalinya aku kemari. Aku tak menyangka apartemen kakak sangat bagus”puji Jessica


Jessica pun duduk di kursi sofa. Jessica tampak menikmati keindahan apartemen Arga. Apartemen yang meskipun penghuninya seorang lelaki single namun terlihat sangat rapi dan nyaman.

__ADS_1


“Uhukk..uhukkk”


Arga batuk beberapa kali.


“Kenapa aku malah lupa alasanku kemari sih? Kakak masih sakit?”tanya Jessica


“Aku belum sempat istirahat. Tentu saja masih sakit”jawab Arga


Jessica tiba-tiba mendekati Arga dan meletakkan tangannya di dahi Arga.


“Kau mau apa?”tanya Arga melihat Jessica yang meletakkan tangannya di dahi Arga.


“Panas sekali. Kakak sudah minum obat?”tanya Jessica kuatir


“Belum. Aku hanya perlu tidur”jawab Arga.


“Kalo begitu, kakak tidur disini saja”


Jessica mengarahkan Arga untuk tidur di kursi sofa.


“Kau mau apa?”tanya Arga melihat Jessica yang menaikkan kakinya ke atas kursi sofa.


“Apa ada selimut?”tanya Jessica yang dengan seenaknya langsung masuk kamar Arga dan mengambil selimut untuknya.


“Hei..jangan sembarangan masuk kamar orang”seru Arga


Jessica dengan santainya keluar dari kamar Arga sambil membawa sebuah selimut.


“Kakak kan bukan orang sembarangan. Kakak lupa? Kakak itu pacarku. Sekarang kakak tidur saja, aku akan buatkan bubur hangat untuk kakak”pinta Jessica sambil meletakkan selimut di tubuh Arga


“Kau tak perlu membuatnya. Ibuku sudah membuatkan aku bubur hangat”jawab Arga


“Oh ya..dimana buburnya?”tanya Jessica


“Disana”tunjuk Arga pada sebuah termos berisi bubur hangat yang tadi dibawakan Madam O


Jessica mengambil termos itu dan membawanya ke arah dapur.


“Buburnya aku hangatkan lagi ya?”pinta Jessica


“Mangkoknya dimana kak?”tanya Jessica sambil membuka kitchen set mencari sebuah mangkok.


“Disini rupanya”ucap Jessica setelah menemukan mangkok yang dicarinya.


Jessica segera menghangatkan bubur hangat itu. Dimasukkannya ke dalam oven selama beberapa detik supaya buburnya lebih hangat lagi. Begitu bubur sudah siap, Jessica segera menghidangkannya pada Arga.


Rupanya Arga tertidur selagi Jessica menghangatkan bubur. Dengan hati-hati, Jessica membangunkan Arga.


“Kak bangun sebentar ya..buburnya sudah siap”ucap Jessica pelan


Arga membuka matanya yang sempat terpejam. Dengan cekatan Jessica membantu Arga duduk. Jessica berniat menyuapi Arga bubur hangat itu. Namun Arga yang tidak biasa diperlakukan seperti itu tentu saja menolaknya dengan halus.


“Biar aku sendiri saja”pinta Arga


Jessica menggelengkan kepalanya.


“Kakak sedang sakit. Biar aku saja yang menyuapi kakak, okey?”pinta Jessica


Jessica menyuapi Arga dengan telaten. Setiap suapan yang akan diberikan pada Arga selalu ditiup terlebih dahulu oleh Jessica supaya tidak terlalu panas.


“Aaaaa…”pinta Jessica sambil mengarahkan sendok berisi bubur hangat ke arah mulut Arga


Arga terpaksa membuka mulutnya dan menerima suapan Jessica. Jessica tersenyum melihat Arga yang mau memakan buburnya sampai habis. Setelah buburnya habis, Arga segera meminum obatnya. Sesaat kemudian Arga memilih melanjutkan tidurnya. Sementara Jessica membersihkan mangkok dan peralatan masak yang digunakannya tadi.

__ADS_1


__ADS_2