Terjerat Cinta Nona Muda

Terjerat Cinta Nona Muda
Takkan Menceraikanmu!


__ADS_3

Selama tiga minggu sejak kejadian malam itu, Catherine hanya mengurung diri di kamar. Catherine terguncang setelah mendapati dirinya telah bercinta dengan Willy. Padahal selama ini Catherine bertekad menjaga kehormatannya untuk lelaki yang sangat dicintainya. Catherine bahkan telah menyerahkan dirinya pada Arga. Namun kesalahan satu malam yang terjadi antara dirinya dan Willy membuat Catherine tak lagi berani kembali pada Arga.


Catherine bahkan tidak jadi mengajukan perceraian pada Willy. Pikiran Catherine tak dapat berpikir dengan baik. Catherine terus menyalahkan dirinya karena percaya begitu saja pada Willy. Catherine sangat marah pada Willy. Bahkan sekarang Catherine melarang Willy memasuki kamarnya.


Hari-hari dilalui Catherine hanya dengan berbaring di ranjangnya. Willy yang merasa bersalah pada Catherine selalu menyempatkan menemui Catherine tapi Catherine selalu mengusir Willy. Catherine benar-benar marah pada Willy karena sudah memanfaatkan kesempatan kala dirinya dalam pengaruh obat.


“Pergi kau dari sini!”sentak Catherine sambil melempar bantal miliknya ke arah Willy.


Willy yang berhasil menghindari lemparan Catherine, terus berjalan mendekati istrinya itu.


“Cathy, aku hanya ingin membawakan kau makan. Kau harus makan, sayang”pinta Willy


“Berhenti memanggilku sayang! Aku tak sudi dipanggil sayang olehmu. Kau lelaki yang paling kubenci di dunia ini Willy. Kau dengar? Aku membencimu!”seru Catherine dengan emosi.


“Kau boleh membenciku semaumu. Tapi kau harus makan. Lihatlah! Kau bahkan semakin kurus. Jangan begini Cathy!”pinta Willy


“Lebih baik aku mati daripada harus menanggung malu seperti ini”seru Catherine dengan beruraian airmata.


“Kenapa kau menganggap perbuatan kita itu adalah aib? Kau istriku dan aku suamimu. Apa yang kita lakukan adalah hal yang wajar bagi pasangan suami istri?”gerutu Willy


“Itu wajar bagi suami istri yang saling mencintai. Sedangkan kita? Aku tak pernah mencintaimu. Aku hanya mencintai kak Arga. Tapi kau…”


“Berhenti mengucapkan nama lelaki itu!”bentak Willy dengan emosi


“Kau yang berhenti mengguruiku. Aku tak mau melihat wajahmu”seru Catherine dengan beruraian airmata


“Kau pikir setelah kejadian itu, dia masih mau menerimamu? Jawab aku!”tanya Willy


Catherine merasa tercekat mendengar pertanyaan Willy. Meskipun selama tiga minggu ini Arga tak berhenti menghubunginya namun Catherine yang merasa bersalah pada Arga tak berani mengangkat telepon Arga.


“Jangan memojokkan aku!”pinta Catherine sambil mendekap tubuhnya dan dia menangis semakin tersedu merasakan hatinya yang sedih.


Willy yang merasa tak tega melihat Catherine yang bersedih mendekati wanita yang masih sah menjadi istrinya itu. Willy duduk di tepi ranjang di samping Catherine yang masih menunduk sambil mendekap kedua kakinya. Suara tangisnya begitu menyayat hati. Membuat Willy merasa bersalah sudah membentak wanita itu.


“Berhentilah menangis!”pinta Willy dengan suara yang lebih lembut.


“Maaf jika aku sudah membentakmu. Aku hanya emosi mendengar kau menyebutkan nama lelaki itu. Jika dia memang mencintaimu maka dia akan kemari saat ini juga. Tapi mana? Dia bahkan tak kemari untuk melihat keadaanmu”ucap Willy

__ADS_1


“Pergilah Will! Aku mohon. Aku lelah. Aku ingin sendiri”pinta Catherine dengan lirih


“Aku akan pergi setelah kau memakan makananmu. Aku hanya tak ingin kau jatuh sakit”pinta Catherine


Catherine mendongakkan kepalanya. Nampak jelas kemarahan dan kekecewaan terpancar dari mata Catherine saat menatap Willy.


“Ceraikan aku!”pinta Catherine


Degh..


Willy kaget mendengar permintaan cerai dari Catherine. Setelah pulang dari Paris, ini adalah permintaan cerai Catherine yang kedua yang didengarnya.


“Aku mohon Will, ceraikan aku. Aku tak sanggup menjalani pernikahan seperti ini denganmu”pinta Catherine dengan suara memelas.


“Hentikan permintaan bodohmu itu. Sampai kapanpun aku takkan menceraikanmu”ucap Willy sambil beranjak dari ranjang.


Catherine menahan tangan Willy membuat Willy menoleh pada Catherine.


“Untuk apa kita teruskan pernikahan ini jika kita sama-sama tidak bahagia? Kita hanya akan saling menyakiti satu sama lain. Apa itu adil? Jadi lebih baik ceraikan aku”pinta Catherine


“Menceraikanmu? Lalu kau akan kembali pada lelaki itu? Jangan mimpi!”seru Willy dengan emosi


“Habiskan makananmu! Aku hanya tak ingin kau jatuh sakit. Lupakan masalah perceraian karena aku tak akan menceraikanmu. Dan satu lagi, Darren sangat merindukanmu. Jika kau sudah baikan, tengoklah dia”ucap Willy


Willy kemudian pergi meninggalkan Catherine seorang diri di dalam kamar.


“Darren”gumam Catherine dalam hati


Semenjak kejadian malam buruk itu, Catherine yang tidak pernah keluar kamar, terus mengurung diri di dalam kamar. Dia terlalu disibukkan memikirkan masalahnya hingga melupakan keberadaan Darren di rumah itu.


Willy juga tak pernah membiarkan Darren mendekati kamar Catherine karena khawatir pada kesehatan Catherine. Willy tak ingin keberadaan putra semata wayangnya dengan Ella itu justru membuat Catherine semakin stress.


Catherine yang merasa lebih tenang akhirnya berjalan mendekati meja tempat Willy meletakkan makanannya. Catherine berjalan dengan perlahan karena memang selama tiga minggu ini dirinya kurang makan. Membuat tubuhnya semakin kurus dan lemah.


Catherine duduk di kursi sofa dan mulai menyentuh makanannya. Disuapkannya sesendok demi sesendok makanan yang dibawakan Willy padanya. Catherine menghabiskan makanannya.


Karena mulai merindukan Darren, Catherine yang sudah lebih bertenaga, berjalan keluar kamarnya. Catherine berjalan dengan perlahan. Menuruni tangga ke lantai satu, dilihatnya Darren yang sedang bermain dengan beberapa baby sitter yang dipekerjakan Willy. Willy juga ikut menemani putranya yang sedang aktif-aktifnya itu.

__ADS_1


Darren bermain dengan riang gembira. Suara tawanya memenuhi ruangan. Membuat Catherine ikut merasakan kebahagiaan mendengar Darren yang sangat bahagia.


“Mommy?”


Darren yang melihat Catherine langsung berlari begitu melihat wanita yang biasa dipanggilnya dengan sebutan mommy. Sejak dulu, Ella sudah mengajarkan Darren memanggil Catherine dengan sebutan mommy. Karena kedekatan Ella dan Catherine membuat Catherine bersedia menjadi ibu angkat Darren. Dan itu sebabnya sejak dulu Catherine dipanggil dengan sebutan mommy oleh Darren.


Catherine berjalan menghampiri Darren dan duduk berjongkok begitu Darren berlari ke arahnya. Darren langsung menghamburkan tubuhnya ke arah Catherine. Catherine juga langsung memeluk bocah cilik yang sudah dianggapnya sebagai putranya sendiri. Keduanya berpelukan selama beberapa saat.


Sesaat kemudian, Catherine melepaskan pelukannya. Si kecil Darren menggelayut manja pada ibu angkatnya.


“Mommy masih cakit?”tanya Darren


“Siapa bilang mommy sakit?”tanya Catherine


Darren langsung menunjuk pada Willy.


“Papa”sahut Darren sambil menunjuk pada Willy.


Willy yang semula bermain bersama Darren, menatap keduanya bergantian.


“Mommy hanya sedikit lelah. Mommy ga sakit kok. Maaf mommy ga nemenin kamu main beberapa hari ini”ucap Catherine menjelaskan pada Darren


Willy menyuruh seorang baby sitter untuk mengajak Darren bermain. Baby sitter itu menggandeng tangan Darren dan mengajaknya bermain di ruang keluarga.


Catherine berdiri dari posisinya semula lalu berjalan ke arah kursi sofa di ruang keluarga. Dia ikut menemani Darren bermain.


“Kau sudah baikan?”tanya Willy


“Iya”jawab Catherine singkat


Keduanya berbincang ringan. Kali ini tanpa pertengkaran seperti yang biasa mereka lakukan beberapa hari ini. Catherine mulai menyibukkan diri dengan menemani Darren bermain.


Sejenak Catherine melupakan masalah antara dirinya dengan Willy. Kehadiran Darren mampu membuat Catherine sedikit rileks. Tertawa dan bercanda bersama bocah cilik yang masih polos tanpa dosa, membuat Catherine melupakan kemarahan dan kesedihannya.


Willy yang melihat senyum di wajah Catherine pun ikut merasa bahagia.


“Jika Darren bisa membuatmu tetap di sampingku, aku akan menggunakan dia untuk mempertahankanmu”gumam Willy dalam hati

__ADS_1


Willy yang menyadari keberadaan putranya mampu membuat Catherine bahagia berencana memanfaatkan bocah cilik itu untuk dapat mempertahankan Catherine supaya tetap di sampingnya.


Ketiganya bermain bersama. Nampak seperti sebuah keluarga yang utuh. Membuat siapapun yang melihat ketiganya ikut bahagia. Para pelayan pun ikut tersenyum bersama majikannya yang sedang asyik bermain bersama si kecil Darren.


__ADS_2