
Arga dan Catherine berpamitan pada Jessica dan keluarga Jerry. Sebelum meninggalkan rumah sakit, Jerry sempat memanggil Arga.
“Bisa kita bicara sebentar?”pinta Jerry
“Baik om”jawab Arga
Keduanya duduk di kursi taman.
“Aku sudah dengar semua dari ibumu. Dia sudah menceritakan semuanya tentang dirimu dan istrimu yang sekarang”ucap Jerry
Arga yang duduk di samping Jerry langsung menoleh ke arah bapak dua anak itu. Lelaki paruh baya itu tampak tegar meskipun tadi sempat kaget melihat dirinya berada di kamar rawat inap berdua dengan putrinya.
“Sebagai seorang ayah, tentu aku ingin yang terbaik bagi putriku Jessica. Aku ingin dia menikah dengan lelaki yang bisa mencintai dan membahagiakan dia. Dan setelah mendengar semua kenyataannya, aku semakin yakin kau memang bukan yang terbaik untuk putriku”ucap Jerry
“Maafkan aku om”ucap Arga
“Aku bangga dengan keputusan putriku. Dia sudah merelakan kau bersatu dengan wanita yang kau cintai dan wanita yang sudah memberimu buah hati. Aku bangga karena putriku memilih melepaskanmu. Meskipun dia terluka tapi sebagai ayahnya aku bangga. Putriku tak ingin kebahagiaannya diatas penderitaan orang lain. Terlebih orang lain itu adalah anak kecil yang tak berdosa. Karena itu, berbahagialah bersama keluargamu!”pinta Jerry
“Baik om! Aku akan melakukannya”janji Arga
“Dan satu hal lagi, ini yang aku minta darimu”ucap Jerry
“Apa itu om? Jika aku bisa melakukannya, aku pasti akan melakukan apapun itu”jawab Arga
“Jangan pernah muncul lagi dalam kehidupan putriku!”ucap Jerry dengan tegas
Arga menghela nafasnya dengan perlahan. Permintaan dari mantan calon mertuanya sedikit membuat Arga kaget.
“Aku tahu putriku sangat mencintaimu. Karena itu, akan sulit baginya melupakanmu jika kau masih muncul dalam kehidupannya. Jadi aku harap kau bisa membantu putriku untuk melupakanmu”pinta Jerry dengan tegas
“Baiklah om. Jika itu bisa membantu Jessica, pasti akan aku lakukan!”jawab Arga
Meskipun Arga tidak mencintai Jessica, namun gadis cantik periang itu bagaimanapun juga pernah menjadi bagian hidup Arga. Tentu saja ketika Jerry meminta Arga menghilang dari kehidupan Jessica, ada satu sisi dalam hati Arga yang merasa sedih. Namun Arga berusaha ikhlas menerima kenyataan jika dirinya memang tidak boleh hadir dalam kehidupan Jessica.
“Aku tak akan muncul dalam kehidupannya lagi”janji Arga
“Tapi jika takdir mempertemukan kami lagi, aku ingin sekali membantu Jessica meraih cita-citanya”gumam Arga dalam hati
Satu sisi dalam hati Arga ingin menebus kesalahannya dengan cara membantu Jessica meraih cita-citanya. Dan itupun jika memang takdir mengizinkan mereka berpapasan lagi di masa depan.
Setelah berbicara dengan Jerry, Arga segera menyusul sang istri, Catherine. Keduanya segera masuk ke dalam mobil yang mengantarkan keduanya pulang ke kediaman Alexander.
“Apa yang dikatakan papa Jessica?”tanya Catherine pada suaminya
“Bukan apa-apa”jawab Arga dengan santai
__ADS_1
“Apa kakak juga tak mau mengatakan apa yang sudah kakak bicarakan dengan Jessica?”tanya Catherine lagi sambil menatap suaminya.
“Kami hanya bicara”jawab Arga dengan ekspresinya yang dingin.
“Kak”
Jessica menangkup wajah tampan suaminya yang duduk di sampingnya hingga lelaki dingin dengan ekspresi datarnya itu mau tidak mau menatap wajah cantik istrinya yang sedang marah padanya.
“Ada apa?”
Catherine mengerucutkan bibirnya karena jengkel dengan jawaban suaminya.
“Sekarang kita sudah menikah. Aku ingin tahu semua yang terjadi pada kakak. Aku tak mau selalu menerka-nerka apa yang terjadi. Seperti tadi antara kakak dengan Jessica. Apa saja yang kalian bicarakan? Aku ingin tahu semuanya. Aku tak suka jika harus memendam kecurigaan ini sendiri”keluh Catherine sambil menatap wajah sang suami.
Arga yang melihat kecemburuan Catherine pada Jessica malah menarik sudut bibirnya. Arga memajukan tubuhnya hingga bibirnya menabrak bibir Catherine. Kelakuan Arga yang tiba-tiba membuat Catherine yang sedang marah, semakin jengkel dengan kelakuan suaminya itu.
“Kakak”panggil Catherine
Kini Arga ganti yang menangkup wajah cantik Catherine. Arga mengusap pipi Catherine dengan lembut. Arga tersenyum pada istrinya yang terlihat masih sangat kesal.
“Jangan pernah cemburu pada Jessica! Bagaimanapun dia pernah menjadi bagian dalam hidupku. Dia sudah kuanggap seperti adikku sendiri. Jadi jangan cemburu pada Jessica. Dia sudah banyak menderita karena aku”pinta Arga
“Apa kakak pikir hanya dia yang menderita? Bagaimana denganku?”tanya Catherine tak mau kalah.
Arga memegang tangan Catherine dan menggenggamnya dengan erat.
Sikap hangat Arga berhasil meluluhkan hati Catherine yang sebelumnya diliputi dengan rasa cemburu. Cemburu pada perhatian Arga pada Jessica. Cemburu pada masa lalu Arga dan Jessica.
Arga menarik tubuh Catherine dan merebahkan tubuh wanitanya dalam dekapannya. Keduanya saling berpegangan tangan dengan erat.
“Mulai sekarang aku takkan melepaskan tanganmu lagi. Karena kau adalah hidupku”ucap Arga di telinga sang istri.
Catherine mendongakkan kepalanya yang berada di dada bidang sang suami. Arga menatap wajah Catherine dan mengecup kening sang istri dengan lembut. Catherine tersenyum dengan lebar merasakan cinta dan kasih sayang Arga pada dirinya.
“Aku juga takkan melepaskan tangan kakak. Aku akan menggenggamnya dengan erat. Bersama kita akan bahagia selamanya. I love you”ucap Catherine
“I love you too”sahut Arga
Keduanya saling bertatapan dengan mesra. Dan di detik berikutnya, keduanya saling berciuman dengan hangat dan mesra. Ciuman bibir yang sangat lembut. Merasai kelembutan masing-masing. Keduanya tak menghiraukan sopir dan pengawalnya yang duduk di kursi depan.
Terbayar sudah penantian selama bertahun-tahun ini. Jalan berliku yang harus dilewati keduanya untuk bersatu telah mendewasakan Arga dan Catherine. Terlebih kegagalan dalam pernikahannya yang terdahulu membuat Catherine semakin tak ingin melepaskan Arga. Catherine ingin selalu mempertahankan pernikahannya dengan Arga.
****
Lima bulan berikutnya,
__ADS_1
Resepsi pernikahan Arga dan Catherine digelar dengan sangat mewah di salah satu hotel mewah milik keluarga Alexander. Meskipun sempat terkendala dalam pelaporan pernikahannya secara agama, namun akhirnya Arga dan Catherine telah resmi menjadi pasangan suami istri baik secara agama dan negara.
Resepsi pernikahan yang digelar di lantai lima ballroom hotel, dihias dengan sangat indah, elegant dan megah. Dekorasi lorong menuju ballroom dihiasi dengan hiasan bunga-bunga segar warna putih, cream dan pink dengan daun-daun hijau yang rimbun yang menyejukkan mata. Hiasan lampu-lampu warna kuning semakin mempercantik lorong pernikahan. Di samping kanan kiri lorong terlihat foto-foto pre wedding antara Catherine dan Arga.
Keduanya terlihat sangat serasi dan sangat bahagia. Diantara foto prewedding itu nampak foto keluarga kecil Arga bersama Catherine dan putri kecilnya Thania. Ketiganya terlihat sangat bahagia.
Di pintu ballroom, tampak beberapa tamu yang berpakaian rapi dengan setelan jas untuk tamu pria sementara tamu wanita tampak cantik dengan dress yang mereka kenakan. Tampak beberapa pejabat negara dan orang-orang penting yang hadir dalam acara resepsi pernikahan putri pertama Brandon Alexander.
Catherine yang selesai dirias di salah satu kamar hotel, terlihat sangat anggun dan elegant. Arga juga terlihat sangat gagah dengan setelan jas yang dikenakannya. Satu per satu penata rias meninggalkan pasangan suami istri yang sedang dimabuk asmara itu.
Arga menghampiri istrinya yang terlihat sedang merapikan gaunnya. Catherine berdiri membelakangi Arga sehingga tak menyadari lelaki itu sudah berdiri di belakangnya. Ketika sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya, Catherine dengan senyum mengembang di bibirnya lantas membalik tubuhnya menghadap sang suami.
Keduanya saling bertatapan.
“Bagaimana penampilanku hari ini?”tanya Catherine
Arga hanya tersenyum dan mencium sekilas bibir merah Catherine yang sudah dirias dengan sangat cantik.
“Kaulah yang tercantik sayang”puji Arga
Catherine berdiri di depan Arga dan merapikan dasi suaminya.
“Nah..begini lebih baik”ucap Catherine setelah merapikan dasi milik Arga.
Tak lupa sebuah ciuman diberikan Catherine pada suaminya. Membuat keduanya sama-sama tersenyum bahagia.
“Aduh..lipstikku menempel di bibir kakak. Aku ambilkan tisu dulu”ucap Catherine
Catherine segera mencari sebuah tisu untuk mengusap bibir suaminya yang terdapat bekas lipstik dibibirnya.
“Maaf kak”ucap Catherine menyesal.
Arga menahan tangan Catherine yang sedang mengusap bekas lipstik di bibirnya.
“Jangan merasa bersalah! Jika bukan karena acara hari ini, sudah kuhabisi bibir ini”goda Arga sambil menyentuh bibir lembut Catherine
Membuat Catherine tersipu malu mendengar godaan lelaki yang biasanya dingin dan datar itu.
“Kita turun sekarang?”tanya Arga
Catherine menganggukkan kepalanya dan melingkarkan tangannya di lengan sang suami. Keduanya berjalan berdua menuju ballroom tanpa melepaskan tatapan mesra pada masing-masing. Di depan ballroom, Thania kecil yang sudah dirias tampak begitu cantik dan menggemaskan dengan sebuah buket bunga kecil yang dipegangnya.
“Ini buat mommy sayang?”tanya Catherine sambil membuangkukkan tubuhnya pada si kecil Thania.
Thania kecil menganggukkan kepalanya. Catherine menerima buket bunga pemberian Thania. Keduanya kemudian memasuki ballroom. Sementara Thania berjalan di depan mommy dan daddy nya.
__ADS_1
Acara resepsi pernikahan pun berlangsung dengan sangat meriah. Semua tamu undangan satu per satu memberikan ucapan selamat pada pasangan yang sempat terpisahkan jarak, ruang dan waktu. Kesabaran dan ketulusan cinta keduanya akhirnya terbayar dengan bersatunya keduanya dalam ikatan pernikahan. Mereka pun berjanji untuk hidup bahagia bersama selamanya.
THE END