
Seperti yang sudah direncanakan Madam O kemarin, maka hari ini Arga akan menemui putri salah satu teman ibunya untuk mulai kencan buta. Arga sengaja memakai baju yang lebih casual untuk mengubah suasana hatinya. Lelaki tampan itu terlihat sangat berkharisma meskipun dengan pakaian santai yang dikenakannya.
Sesampainya di restoran yang ditunjukkan oleh ibunya, Arga segera menuju kursi yang sudah di pesankan untuk dirinya dan putri teman ibunya. Arga menunggu sambil menikmati segelas kopi. Pemandangan restoran yang menghadap ke arah bukit hijau sangat menyejukkan mata siapapun yang melihatnya. Restoran berkonsep outdoor itu memang salah satu restoran baru yang sedang hits di kalangan anak muda. Banyak anak muda yang memilih resto itu untuk sekedar hang out atau menikmati pemandangan.
Beberapa spot di area resto itu memang sangat instagrammable. Sehingga tak jarang menjadi spot foto bagi generasi Z yang sangat suka berburu foto-foto yang aestethic.
Arga yang memang selalu ontime, tampak mulai gusar ketika gadis yang ditunggunya tidak segera datang. Arga tampak melihat ke arah jam tangan yang melingkar di tangannya sambil sesekali melihat ke arah pintu restoran.
“Sudah sepuluh menit tapi gadis itu tak juga datang. Dia sudah membuang-buang waktuku”gerutu Arga dalam hati.
Arga yang mulai tidak sabaran, mulai berdiri dari tempat duduknya. Sebelum sebuah tepukan di punggungnya membuat Arga membalik tubuhnya menoleh pada orang yang sudah menepuk punggungnya.
“Kak Arga”sapa seorang gadis dengan senyum yang merekah di wajahnya yang cantik.
“Kamu?”
“Lama ga ketemu kak?”tanya Jessica pada Arga sambil tersenyum
Jessica langsung duduk di kursi di depan Arga. Rupanya gadis yang akan dikenalkan pada Arga adalah Jessica. Gadis yang sama yang pernah kencan buta dengan Arga.
“Kenapa kakak berdiri saja? Duduklah!”ajak Jessica
Arga yang masih keheranan hanya menurut saja diminta duduk oleh Jessica.
“Maaf lama ya nunggunya. Tadi di jalan agak macet”ucap Jessica
“Iya”jawab Arga singkat
Jessica masih saja terpesona pada kharisma Arga. Sejak pertemuan pertama mereka, Jessica memang sudah merasakan cinta pada pandangan pertama pada lelaki dingin itu. Arga menyeruput kopinya yang hampir habis.
“Bagaimana kabar kakak?”tanya Jessica
Arga menatap ke arah gadis cantik yang duduk di depannya itu. Entah kenapa Arga merasa Jessica yang ditemuinya kali ini sedikit berbeda dengan Jessica yang ditemuinya hampir setahun lalu.
“Aku baik-baik saja. Kamu?”tanya Arga mencoba berbasa-basi.
Jessica tersenyum melihat lelaki yang disukainya itu mulai menanyai dirinya.
“Aku juga baik. Terimakasih sudah bertanya. Aku lihat kakak semakin tampan saja”puji Jessica dengan entengnya
Percakapan ringan akhirnya bergulir di antara keduanya. Meskipun dengan sikap dinginnya namun kali ini Arga berusaha lebih ramah pada Jessica. Rupanya sekarang Jessica sudah kuliah semester akhir, dan sedang mencari tempat magang.
Setelah asyik berbincang-bincang, Jessica mengajak Arga pergi jalan-jalan ke salah satu mal terbesar di kota XX. Tentu saja, mall milik keluarga Alexander. Mungkin karena sudah saling mengenal sebelumnya, antara Jessica dan Arga terlihat lebih akrab ketimbang pertemuan mereka sebelumnya.
Pembawaan Jessica yang periang dan ceria mampu membuat Arga sesekali tersenyum melihat tingkah gadis cantik itu yang sama sekali tak mengenal kata jaim. Membuat Arga sedikit merasa nyaman dengan kehadiran Jessica. Sejenak Arga dapat melupakan masalah dalam hidupnya.
__ADS_1
Mereka berdua memasuki satu toko ke toko yang lain. Dan akhirnya mereka menjatuhkan pilihan pada toko buku terbesar yang ada di mall itu. Rupanya Jessica dan Arga memliki hobi yang sama yaitu membaca buku.
“Kakak juga suka membaca buku?”tanya Jessica
“Iya”jawab Arga singkat
“Buku apa yang biasa kakak baca?”tanya Jessica lagi
“Buku tentang bisnis”jawab Arga
Jessica mengerucutkan bibirnya sehingga wajahnya terlihat sangat menggemaskan.
“Pantas saja kakak sangat kaku. Buku yang dibaca saja seberat itu. Coba kakak baca buku ini!”pinta Jessica sambil menunjukkan sebuah buku berjudul The Power of Doing Less.
“Buku apa ini?”tanya Arga
“Kakak baca saja. Ini salah satu buku kesukaanku”jawab Jessica dengan menggebu-gebu.
Arga yang memang tidak berminat membeli buku itu, mengembalikan buku yang dipilih Jessica kembali ke deretan rak-rak buku.
“Ishhh..kenapa dikembalikan? Kakak coba dulu baca buku ini. Isinya bagus lho. Aku belikan ini untuk kakak ya?”pinta Jessica
“Tidak usah”tolak Arga
“Dasar gadis keras kepala!”gumam Arga dalam hati.
Saat sedang menunggu Jessica mengantri membeli buku, mata Arga menangkap sebuah buku yang menarik perhatiannya. Sebuah buku berjudul The Baby Book: Everything You Need to Know About Your Baby From Birth to Age Two.
Arga merasa tertarik dengan buku parenting itu. Arga membaca resensi buku itu. Dan setelah merasa cocok, Arga pun berjalan ke arah kasir untuk membeli buku itu.
Jessica yang selesai membayar buku untuk Arga, tampak keheranan melihat Arga juga ikut mengantri di depan kasir.
“Kakak mau membeli buku apa?”tanya Jessica
“Bukan apa-apa”kelit Arga
Jessica segera meraih buku yang dipegang Arga dan membaca judulnya. Wajahnya berkerut penuh keheranan karena buku yang dibeli Arga adalah buku tentang parenting. Arga langsung meraih buku yang mau dibelinya dari tangan Jessica.
“Untuk apa kakak membeli buku itu?”tanya Jessica
“Ini..untuk kado salah satu karyawanku”kelit Arga bohong
Dia tak mungkin mengatakan jika dirinya ingin membaca buku itu. Karena kenyataannya dia masih single dan belum berkeluarga apalagi memiliki anak. Namun perasaannya sebagai seorang ayah, tiba-tiba muncul kembali begitu mengingat Thania. Arga ingin belajar sedikit tentang bayi.
“Oo..begitu rupanya”sahut Jessica percaya
__ADS_1
“Maaf Jess”gumam Arga dalam hati
Setelah membayar buku yang ingin dibelinya, Jessica dan Arga menuju food court di lantai teratas mall. Mereka memesan beberapa cemilan. Rupanya berjalan-jalan mengelilingi mall dan toko buku itu, membuat Arga dan Jessica kehausan.
Begitu pesanan mereka datang, Arga dan Jessica menikmati cemilan dan minuman mereka. Percakapan ringan pun kembali bergulir di antara mereka berdua. Tiba-tiba seseorang mendekati keduanya.
“Jessi?”sapa seorang teman Jessica
Jessica dan Arga menoleh ke arah sumber suara. Ada dua wanita dan tiga lelaki yang mendekati kursi keduanya.
“Kalian? Sedang apa disini?”tanya Jessica pada teman-teman satu kampusnya.
“Oo..jadi ini urusan penting yang kamu bilang kemarin”sindir Clara, teman Jessica sambil melirik ke arah lelaki tampan di depan Jessica.
“Aduh..kenapa mereka mesti kemari juga sih?”gerutu Jessica dalam hati
“Apa kau akan biarkan kami berdiri saja? Kami bolehkan bergabung dengan kalian?”tanya Inggrit, teman Jessica
Jessica memaksakan senyum di bibirnya setelah ketahuan teman-teman satu kampusnya.
Kelima teman Jessica akhirnya ikut bergabung bersama Jessica dan Arga. Jessica terpaksa menerima kehadiran teman-temannya. Clara dan Inggrit tak henti-hentinya menatap lelaki tampan yang sejak tadi diam saja.
“Hai..kenalkan aku Clara dan ini Inggrit”sapa Clara pada Arga
“Arga”sahut Arga membalas sapaan Clara dan Inggrit, tentu saja dengan wajah dinginnya.
“Ini Leo, Sean dan Tommy”ucap Jessica mengenalkan teman-temannya pada Arga.
Mereka berlima pun berkenalan dengan Arga. Lelaki tampan yang dingin itu hanya membalas pertanyaan mereka dengan jawaban yang sangat singkat.
“Jess, dia..pacarmu?”tanya Clara pada Jessica
“Bukan”jawab Arga
“Iya”jawab Jessica
Arga dan Jessica menjawab hampir bersamaan. Membuat siapapun yang mendengar jawaban mereka jadi ikut bingung dengan jawaban berbeda yang mereka berikan.
“Kenapa jawaban kalian berbeda? Sebenarnya hubungan kalian ini apa?”tanya Leo sambil menatap keduanya.
Jessica yang menyadari Arga memberi jawaban berbeda dengan dirinya, segera menatap lelaki itu dan memberi isyarat mata dengan mengedipkan matanya beberapa kali. Arga yang memang pandai membaca situasi akhirnya mengiyakan saja pertanyaan itu.
“Iya”ralat Arga kemudian.
“Terimakasih kak”bisik Jessica pada Arga
__ADS_1