
"Saya terima nikah dan kawinnya, Jasmine Frederica Perkasa binti Rayvanno Adiputra Perkasa dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"
"Bagaimana para saksi? Sah?" penghulu berucap sambil menoleh kearah saksi pernikahan mereka.
"Saaaaahhhh"
Abian menghela nafasnya, dan wajahnya begitu bahagia saat gadis yang dicintainya saat ini akan menjadi miliknya.
"Akhirnya, sah juga... terima kasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan permintaan ku, Tapi hamba mohon berikanlah kekuatan untuk hamba menghadapi malam pertama nanti, hamba masih sangat deg-degan Tuhan...Pliss Tuhan, hilangkan rasa gugup itu"
Abian sejenak memejamkan matanya dan berdoa dalam hati dengan ekspresi yang sangat serius, membuat Jasmine mengerutkan keningnya saat melihat Abian yang kini berstatus suaminya.
"Abi! Abi! Kamu kenapa?" Jasmine bertanya sambil mengusap paha suaminya.
Abian yang merasakan sentuhan lembut pada pahanya lantas membuka matanya dan melihat Jasmine yang kini menjadi istrinya tampak sedang memperhatikannya.
"Jasmine, em em... tidak apa-apa, tadi aku cuma berdoa, supaya aku bisa menghadapi malam pertama kita" bisik Abian dengan senyum malu.
Terlihat Jasmine yang ikut tersipu malu.
"Alhamdulillah"
Lantas penghulu memimpin doa keselamatan untuk kedua mempelai agar diberikan kebahagiaan hidup berumah tangga.
Semua yang hadir ikut bahagia melihat kedua mempelai telah resmi menjadi suami istri.
"Selamat ya Abian! Jasmine! Gue jadi pingin cepetan nikah kayak Elu Bi!" ucap Bara sembari menepuk pundak Abian.
"Ya udah sana, nikah cepetan nunggu apa lagi?" jawab Abian.
"Si Olive masih takut!" ungkap Bara sambil melihat Olive.
"Takut? Takut apaan?" tanya Abian
"Ya takut, Gue takut pokoknya, udah deh ah... pokoknya Gue nunggu pengalaman Jasmine dulu, entar kalau kata Jasmine enak dan nggak sakit, Gue pasti mau, tapi... kalau kata Jasmine nggak enak dan sakit banget, ah...ogah Gue, kalian tahu sendiri Gue orangnya nggak bisa nahan sakit!" Olive berucap sambil menggigit satu jarinya.
Abian dan Jasmine terkekeh melihat tingkah lucu Olive.
"Aduh Olive, Elu tuh lucu banget deh, gitu aja takut, kata si Ray rasanya itu uweeenak pol, makanya Gue juga penasaran!" ucap Abian sambil garuk-garuk tengkuknya.
"Emang gitu ya!" sahut Jasmine segera.
"Ya nggak tahu juga sih! Belum nyoba hehehe" jawab Abi cengengesan sembari menatap wajah sang istri.
Jasmine dibuat tersipu malu saat Abian memandanginya begitu lekat.
Kemudian Bertrand dan Aura datang menghampiri mereka yang sedang bercengkrama.
"Abi! Jasmine selamat ya! Gue ikut senang melihat kalian berdua sudah resmi menjadi sepasang suami istri, semoga selalu bahagia sampai kakek nenek!" Bertrand mendoakan untuk mereka berdua.
"Thanks Bertrand!" jawab Jasmine singkat.
Aura yang berada di samping Bertrand pun ikut mengucapkan selamat kepada keduanya.
__ADS_1
"Jasmine! Aku ucapkan selamat untukmu, semoga pernikahan kalian selalu diberkati, kamu gadis yang baik, Aku yakin Abian pasti akan membahagiakanmu!" ucap Aura sembari memeluk Jasmine.
"Terima kasih Aura! Aku juga berharap kamu akan mendapatkan pendamping yang baik dan selalu mencintaimu! Tapi...Aku rasa kamu sudah mendapatkannya deh" balas Jasmine sembari menatap Bertrand yang berada di belakang Aura.
Bertrand terkesiap.
"Hah? Gue? Hehehe" jawabnya sambil cengar-cengir.
Aurora tersenyum saat Jasmine bilang itu kepadanya.
Kemudian tiba-tiba saja Bara mengucapkan selamat kepada Bertrand dan Aura, tampaknya Bara sudah bisa menerima kehadiran Aura bersama mereka.
"Bertrand! Aurora! Selamat untuk kalian berdua, maafkan Gue! jika selama ini udah berburuk sangka sama Lu! Gue sadar sebenarnya Elu nggak berniat jahat kepada kita, Gue denger dari Ray dan Om Vano, jika Elu dan keluarga Elu datang kesini hanya untuk bekerja sama dengan perusahaan Om Vano, dan Gue tahu jika Tante Shesa udah maafin Mommy Elu!" ujar Bara
"Syukurlah, Aku senang jika kamu sudah tidak dendam lagi kepadaku!" ucap Aura sembari tersenyum bahagia.
"Iya...kamu gadis yang baik, sangat beruntung jika Bertrand bisa mendapatkan gadis yang masih bersegel sepertimu!" celetuk Bara yang tiba-tiba berkata demikian.
"Maksud Lu apa Bar?" tanya Bertrand penasaran.
Bara tampak garuk-garuk kepalanya yang tak gatal, sejenak dirinya menatap Olive yang sudah mengerti maksud Bara.
"Gini ya, Elu bertiga, Jasmine, Olive dan Aura, Gue akui kalian the best, pinter banget jaga diri kalian, kalian bertiga wajib dipertahankan!" ungkap Bara yang sudah tahu ciri-ciri cewek yang masih virgin or not.
"Emang Elu tahu? Kayak dukun aja!"
celetuk Abian
"Ya...Elu! Kalau Elu nggak percaya, entar malam coba! Pasti deh tahu jawabannya, apa yang gue katakan itu memang benar...hmm" sahut Bara yakin.
Semuanya tampak terkekeh dengan tingkah Bara yang lucu.
*
*
*
*
Dan akhirnya jam menunjukkan pukul 11 malam, semua tamu undangan sudah mulai kembali ke rumah mereka, setelah menyaksikan dua insan yang terikat tali pernikahan.
Hingga saat yang dinanti-nantikan oleh setiap pasangan pengantin baru.
Abian terlihat masih menemui beberapa teman cowoknya, sementara Jasmine sudah berada di dalam kamar hotel, karena sudah merasa lelah.
Jasmine memutuskan untuk mandi dulu sebelum Abian masuk ke dalam kamar pengantin mereka.
Jasmine masih menikmati dirinya berendam dalam bathtub, menikmati harum lilin aromaterapi yang ada disampingnya. Sesekali dirinya mengusap lembut tubuhnya yang saat ini akan menjadi milik Abian seutuhnya.
Sementara itu Abian sudah masuk ke dalam kamarnya, dirinya tidak melihat Jasmine berada di dalam kamar, namun ia melihat gaun pengantin Jasmine yang sudah teronggok di atas ranjang.
Abian memungut gaun pengantin itu dan mencium aroma tubuh Jasmine yang masih tertinggal pada gaun berwarna putih itu.
__ADS_1
Abi menghirupnya begitu dalam, membayangkan bagaimana jika saat ini Jasmine berada dalam pelukannya.
Dan tiba-tiba saja pintu kamar mandi mulai terbuka, Abi begitu terkejut saat melihat Jasmine keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk yang dililitkan pada tubuhnya. Keduanya sama-sama malu.
Abi tampak memalingkan wajahnya, dan Jasmine terlihat bersembunyi lagi ke dalam kamar mandi.
"Oh God! Dia terlihat begitu menggoda!" gumam Abi saat melihat tubuh istrinya yang hanya tertutup lilitan handuk.
"Abi! Kamu menghadap sana! Aku mau ganti baju!" seru Jasmine dari balik pintu kamar mandi.
"Ok...ok...aku nggak akan lihat! Sudah sekarang keluarlah!" seru Abi sembari membelakangi Jasmine.
Perlahan Jasmine keluar dari kamar mandi dan melihat Abi yang membalikkan badannya.
"Jangan menoleh, tetap disitu!" seru Jasmine sembari melangkahkan kakinya menuju ke ruang ganti.
"Sudah! Sudah apa belum? Jasmine! Apa aku sudah boleh bergerak?" Abian merasa jika Jasmine sudah keluar dari kamar mandi, kemudian dirinya membalikkan badan.
"Hmm... sepertinya dia sudah keluar dari kamar mandi" ucapnya lirih.
Abian menghela nafasnya, ia memutuskan untuk mandi sebelum dirinya tidur, karena seharian ini mereka berdua di lelahkan dengan menemui banyak tamu undangan.
"Mandi dulu sebentar, badan udah lengket semua, eh... handuknya mana?" ujar Abi saat berada di dalam kamar mandi dan hendak melepaskan kemejanya.
Kemudian Abi keluar dari kamar mandi dan mencari handuk untuknya. Abi berkeliling mencari handuk, namun tak jua ia temukan, tanpa sengaja dirinya melihat sebuah kamar yang terletak di samping lemari pakaian.
Abi belum sadar jika Jasmine berada dalam ruang ganti tersebut.
"Ohh... mungkin saja handuknya ada di dalam sana!"
Abian segera masuk ke dalam ruangannya tersebut.
"Ceklek"
"Deg"
Jasmine membulatkan matanya saat Abi masuk ke dalam ruangan itu, sedangkan dirinya masih polos tanpa satu helai benang pun.
"Abi!"
"Jasmine!"
Abi melihat Jasmine dari pantulan cermin yang besar itu, tampak Jasmine menutupi area pribadinya dengan kedua tangannya. Namun masih terlihat jelas dua gundukan itu menyembul di antara jari jemari Jasmine yang lentik. Sementara yang dibawah sana terlihat mengintip syahdu, dan menggoda Abi untuk mendekatinya, seolah berkata.
"Abi! Kemarilah! Aku milikmu!"
Kedua mata itu bertemu, Jasmine tampak gugup saat Abian masuk begitu saja saat dirinya tengah berganti baju.
"Wow... beautiful" ucap Abi lirih melihat kemolekan tubuh Jasmine yang begitu putih dan bersih.
Abi mulai mendekati Jasmine yang tampak terdiam di tempatnya.
"Abi... Jangan mendekat!"
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥