TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Kewajiban yang sempurna


__ADS_3

Dan akhirnya sempurna sudah kewajiban sebagai suami istri untuk yang pertama kali bagi keduanya. Jasmine meringis menahan rasa sakit yang diakibatkan robeknya selaput dara yang baru saja tertembus benda yang tidak mau Ia lihat.


Abi yang melihat istrinya tampak kesakitan, lantas dirinya segera berhenti bergerak, meskipun sebenarnya dirinya sudah tidak sabar lagi untuk merasakan sensasi malam pertama.


"Inikah rasanya malam pertama itu? Benar-benar sakit!" ucap Jasmine sembari mencengkram erat sprei warna putih itu.


"Maafkan aku sayang! Aku tidak bermaksud menyakitimu, tapi...ini adalah pertanda jika kita sudah saatnya mendapatkan hak dan kewajiban masing-masing, ini adalah kewajiban ku dan juga hak ku!" jawab Abi yang masih diam tak bergerak karena takut jika dirinya akan menyakiti istrinya.


Hingga akhirnya butiran bening itu terjatuh dari sudut ekor mata Jasmine, dan itu membuat Abi merasa sangat bersalah. Telah membuat Istrinya kesakitan.


"Sayang! Kenapa kamu menangis? Apa ini sakit sekali, jika Kau merasa sakit, Aku akan melepaskannya" ucap Abi sembari mengusap air mata istrinya.


Jasmine menggelengkan kepalanya, dirinya sudah telanjur masuk ke dalam situasi ini, mau tidak mau dirinya harus berani menghadapi tantangan ini. Karena Jasmine sadar ini adalah kewajibannya sebagai seorang istri untuk pertama kalinya.


"Jangan pergi, kita sudah terlanjur melakukannya, kamu jangan khawatir, aku masih bisa menahannya" jawab Jasmine sembari menahan rasa perih itu.


"Kamu yakin? Tidak apa-apa?" tanya Abi yang masih sangat khawatir dengan keadaan istrinya.


Jasmine membuka kedua matanya dan menatap wajah Abi penuh cinta sembari mengusap wajah Abi yang tampak mulai berkeringat.


"Lakukanlah! lebih cepat lebih baik!" balas Jasmine sambil tetap menatap manik mata sang suami yang sudah tidak sabar ingin membawanya terbang ke angkasa.


"Kau siap! Aku akan melakukannya dengan pelan!" seru Abi yang juga masih menatap bola mata cantik itu. Jasmine mengangguk.


Saat Abi menggerakkan tubuhnya, Jasmine terlihat meringis menahan sesuatu yang menusuk pusat intinya. Terasa begitu sesak.


Sakit memang, namun akhirnya setelah beberapa gerakan yang lembut, akhirnya rasa sakit itu berganti dengan rasa yang nikmat, entah kenapa tiba-tiba saja Jasmine memejamkan matanya, merasakan sensasi yang berbeda dari awal saat pertama kali benda keras itu menusuk area sensitifnya diiringi kecupan mesra pada bibir Jasmine oleh sang suami.


Dan akhirnya bukan air mata lagi yang menetes dari sudut mata seorang Jasmine, tapi suara-suara erotis yang sesekali keluar dari bibir keduanya.


"Akkhhh...Abi!" suara indah itu lolos dari bibir Jasmine, membuat Abi tersenyum melihat ekspresi sang istri yang kini terlihat bahagia.


"Apa sudah tidak sakit lagi?" bisik Abian di telinga Jasmine.


"Rasa sakit itu hilang, tapi kenapa rasanya jadi aneh begini?" ucap Jasmine sambil merasakan setiap tusukan yang buat oleh Abian.


"Inilah malam pertama kita sayang! Kita sudah berhasil melewatinya, kau suka?" ucap Abian yang tetap konsisten dengan gerakan-gerakannya.


"Hmmm...apa yang kau masukkan ini Abi? Kenapa rasanya seperti ini? Aku suka sekali" decit Jasmine yang tampak merasakan benda yang awalnya ia tidak mau melihatnya itu.


"Benda keras yang kau pegang tadi? Dan kamu tidak ingin melihatnya?" jawab Abi pelan

__ADS_1


"Apa?"


Tiba-tiba Jasmine membuka matanya, seakan tak percaya jika benda yang tidak mau ia lihat itu ternyata sekarang ada di dalam tubuhnya.


"Ada apa?" tanya Abian menatap wajah sang istri.


"Tidak ada, aku hanya heran, ternyata benda jelek itu bisa membuat ku tak berdaya seperti ini" celetuk nya sambil tidak percaya.


Abi yang mendengar ucapan istrinya tampak terdiam, dirinya tidak terima jika miliknya dikatakan jelek oleh istrinya.


"Apa katamu? Jelek?" Abian melotot pada istrinya.


"He em, jelek banget kan?" jawab Jasmine dengan ekspresi lucu nya.


"Kalau jelek, kenapa kamu suka merasakannya?" sahut Abian yang terus memompa yang dibawah sana semakin cepat.


Jasmine tertawa kecil, karena memang benar adanya, dirinya suka sekali benda keras itu berada di dalam tubuhnya.


"Maafkan aku, emm... Abi! aku sepertinya merasakan sesuatu yang ingin keluar!" pekik Jasmine yang semakin mempererat cengkeraman tangannya pada punggung Abian.


"Hmmm... keluarkan saja! Kau pasti akan semakin suka!"


Abi semakin cepat menaikkan intensitas gerakannya. Dan hingga akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncaknya, saling merengkuh dan saling mendekap.


Sesuatu yang selama ini Abian ingin ketahui, nyatanya sekarang dirinya sudah bisa merasakannya.


"Ray benar! Ini benar-benar Uweeenak pol" gumamnya sembari merasakan sisa-sisa denyutan kecil yang masih terasa pada pusat penyatuan dua insan itu.


"Terima kasih sayang!"


"Untuk apa?" Jasmine menatap wajah sang suami yang tengah mengusap wajahnya penuh cinta.


"Terima kasih sudah menjadikan aku sebagai lelaki yang sempurna, lelaki yang pertama kali mendapatkan dirimu!" jawab Abian sembari menutup tubuh istrinya dengan selimut.


Jasmine mengulas senyum dan berucap kepada laki-laki yang dicintainya itu.


"Semua akan aku berikan hanya kepada suamiku, hanya untukmu!" jawab Jasmine dengan mata yang berbinar.


Dan akhirnya malam itu adalah malam untuk kali pertama Abian dan Jasmine mengarungi malam pertama mereka. Dua insan itu tampak tertidur pulas, setelah melakukan percintaan untuk yang pertama kali.


*

__ADS_1


*


*


*


Ketika pagi menyapa, kamar hotel yang berhadapan dengan terbitnya matahari dari ufuk timur itu, membuat sinar sang Surya dengan mudahnya menyusup di sela-sela tirai kamar pengantin baru itu. Mengenai tepat pada netra seorang wanita yang sedang terpejam dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


Jasmine mengerjabkan matanya pelan, hingga akhirnya bayangan sinar sang Surya tampak menggodanya untuk segera bangun.


Sedangkan Abi, terlihat sudah tidak ada lagi di sampingnya.


"Astaga, jam berapa ini? Kemana Abi?" Jasmine melihat kearah jam yang menunjukkan pukul 7 pagi. Kepalanya terasa berat dan sedikit pusing. Jasmine memegang kepalanya sembari beranjak turun dari ranjang tidurnya. Sembari mencari keberadaan sang suami yang sudah tidak ada lagi di sampingnya.


Namun tiba-tiba saja dirinya merasa kesakitan dan perih pada area sensitifnya.


"Awwww...ssss" Jasmine merintih dan kembali mengurungkan niatnya untuk turun dari ranjangnya, karena rasa perih itu membuat Jasmine terasa sedikit terganggu.


"Kenapa aku? Apa yang terjadi denganku? Kenapa rasanya bisa sesakit ini?" Jasmine bertanya-tanya, kenapa area sensitifnya begitu terasa ngilu.


Jasmine mengingat kembali, darimana asal muasal rasa sakit itu, tampak Jasmine tersenyum saat mengingat momen dirinya melepaskan keperawanan nya hanya untuk suaminya seorang.


"Rasa sakit ini tidak sebanding dengan bahagianya saat aku menyerahkan diriku untuk suamiku, tapi... Kemana dia?" Jasmine menengok kearah tempat Abian tidur, Jasmine meraba ranjang panas mereka. Tanpa sengaja Jasmine melihat bercak darah yang tertinggal pada sprei berwarna putih itu, begitu sangat jelas.


"Darah?"


Jasmine mulai berfikir jika darah itu berasal dari area sensitifnya.


Dan tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka, Jasmine terkejut, dilihatnya sang suami datang dengan membawakan makanan untuknya.


"Abi!"


Ucap Jasmine sembari menutupi sprei yang terkena noda darah itu.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


*


*

__ADS_1


*


...Akhirnya berhasil juga Abi membuat Jasmine menjadi istri yang sempurna, bagaimana bestie apakah masih dilanjut untuk pernikahan Olive dan Bara, Bertrand dan Aura?... pastinya akan ada part seperti ini lagi, jika kalian bosan, othor bisa mempercepat alurnya, dan akan segera menamatkan novel ini, cuss kita bikin novel dengan cerita yang baru... bagaimana kalian masih mau lanjut atau othor persingkat alurnya?🤔...


__ADS_2