TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Dimana Ray dan Luna


__ADS_3

Sementara itu, di pesta pernikahan Bertrand dan Aura, tampaknya Vano dan Shesa tersadar dan mencari keberadaan putra dan menantu mereka.


"Kemana Ray? Aku tidak melihat mereka berdua!" Vano memperhatikan tamu undangan barangkali Ray dan Luna berada diantara mereka.


Shesa pun demikian, Ia juga tidak melihat keberadaan putra dan menantunya itu. Tiba-tiba saja Jasmine dan Abian datang menghampiri Vano.


"Papa mencari siapa?" tanya Jasmine yang melihat Vano tampak mencari kebingungan keberadaan seseorang.


"Apa kalian berdua melihat Ray dan Luna! Dari tadi Papa tidak melihat mereka, bukannya tadi bersama kalian?" Vano menatap wajah keduanya penuh tanya.


"Iya Jasmine! Apakah kakakmu sudah pulang?" Shesa pun turut mencari keberadaan putra sulung mereka.


"Emm...kakak tadi bukannya sama kamu sayang?" tanya Jasmine kepada Abian.


"Iya...memang tadi Ray bersamaku, katanya tadi dia mau ke toilet sebentar, habis itu dia udah nggak nongol lagi, dan Luna bukannya tadi bersama kamu juga sayang?" ucap Abian balik bertanya kepada Jasmine.


"Iya juga sih, Luna tadi memang bersama aku dan Olive, tapi tiba-tiba saja dia pergi, dan aku nggak tahu dia pergi kemana, ya aku pikir dia bersama kakak!" jawab Jasmine.


Tampaknya jawaban Abi dan Jasmine membuat Vano dan Shesa khawatir, Vano segera menghubungi nomor Ray, namun sayang tidak ada jawaban dari Ray, rupanya ponsel Ray tertinggal di dalam mobil.


"Sial...Ray tidak mengangkat telepon ku" Vano semakin cemas dengan keadaan Ray sekarang.


"Aduh sayang gimana dong? Apa jangan-jangan mereka bertengkar? Terus keduanya pergi, aduh Luna sedang hamil besar, kalau terjadi apa-apa bagaimana dong sayang?" ucap Shesa yang sangat mengkhawatirkan keadaan putranya.


"Kalau bertengkar nggak mungkin deh Ma! Pasti kakak dan Luna masih ada di sekitar sini, siapa tahu aja mereka ada di luar" Jasmine mencoba menenangkan kedua orang tuanya.


"Ya kamu benar Jasmine! Semoga mereka berdua baik-baik saja"


Shesa mencoba menenangkan dirinya, berharap Ray dan Luna hanya baik-baik saja. Tiba-tiba saja Bertrand dan Aura datang menghampiri mereka berempat.


"Om Vano, Tante Shesa terima kasih banyak sudah hadir dalam acara pernikahan kami berdua, juga Abi dan Jasmine, kami berdua begitu bahagia melihat kalian berdua ada disini" ucap Bertrand yang tampak menggandeng mesra Aura yang kini menjadi istrinya.


"Bertrand! Kami juga ikut senang melihat kamu dan Aura menikah, semoga pernikahan kalian selalu diberkati dan mendapat kebahagiaan hingga kakek nenek!" ucap Shesa memberikan doa restu untuk kedua pengantin.


"Terima kasih Tante! Bertrand berharap pernikahan Bertrand dan Aura bisa seperti pernikahan Om Vano dan Tante Shesa, yang selalu rukun dan bahagia sampai sekarang" balas Bertrand dengan bangga.

__ADS_1


Tampaknya Bertrand memperhatikan Vano yang terlihat memikirkan sesuatu, Vano masih mencemaskan Ray dan Luna sekarang berada dimana, mengingat sudah cukup lama mereka menghilang.


"Om Vano kenapa?" tanya Bertrand penasaran. Vano tampak terkesiap saat Bertrand memanggilnya.


"Om tidak apa-apa, cuma Om sedang mencari keberadaan Ray, kemana tuh anak, dari tadi Om cari-cari dia nggak ketemu" ucapan Vano mulai di mengerti oleh Bertrand.


"Loh bukannya tadi Ray dan Luna pulang ya Om? Mereka berdua pamit kepada kami, katanya Ray sakit" seru Bertrand.


"Ray sakit!" jawab Vano dan Shesa bersamaan.


"Iya...tadi mereka berdua bilang mau pulang, sepertinya Ray memang sedang sakit" imbuh Bertrand serius.


Rupanya Vano segera menelepon rumah, untuk memastikan bahwa Ray dan Luna sudah pulang apa belum.


Setelah Vano menelepon rumah ternyata pelayan mengatakan bahwa mereka berdua belum pulang, dan itu membuat Vano dan Shesa semakin khawatir.


"Mereka kemana Sayang! Ya Tuhan Ray, Luna kalian ada dimana, seharusnya jika mereka pulang, mereka sudah sampai di rumah sekarang, udah satu jam loh ini, kenapa mereka belum sampai juga, apalagi Ray sedang sakit, ya Tuhan aku benar-benar takut" ucap Shesa yang semakin cemas, dan itu membuat Vano segera memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Ray dan Luna.


"Sudahlah Ma! Mama jangan khawatir, papa sedang mencari keberadaan kakak dan Luna, Jasmine yakin Kakak pasti baik-baik saja" ucap Jasmine mencoba menenangkan Shesa.


Agaknya kekhawatiran Vano dan Shesa membuat Bertrand dan Aura meminta maaf, jika sudah terlambat memberitahukan kepada mereka bahwa Ray dan Luna sudah pulang.


"Om Vano, Tante Shesa! Saya minta maaf jika kami terlambat memberitahukan hal ini, kami pikir Tante dan Om sudah tahu jika mereka berdua sudah pulang" sesal Bertrand.


"Tidak apa-apa Bertrand, justru kami berterima kasih kepada kamu sudah memberi tahukan keberadaan Ray dan Luna, meskipun kami belum menemukan mereka berdua." balas Vano sembari merangkul Shesa yang tampak bersedih.


"Baiklah kalau begitu, kami pamit pulang dulu, sepertinya Tantemu butuh istirahat, kami akan menunggu Ray pulang di rumah, sampai jumpa, semoga pernikahan kalian selalu bahagia" ucap Vano sembari mendoakan untuk keduanya.


"Bertrand, Aura... Tante pulang dulu ya!" pamit Shesa sembari tersenyum dan beranjak pergi dari pesta pernikahan keponakan mereka, Bertrand dan Aura.


Setelah keduanya berpamitan kepada Bertrand dan Aura, Kemudian Vano dan Shesa berpamitan kepada Dokter Erick dan Helena.


"Helena! Kami berdua pamit pulang, tampaknya istriku butuh istirahat" ucap Vano


"Kenapa buru-buru sih, acara masih lama loh" balas Helena yang menyayangkan jika Vano dan Shesa harus pergi dari pesta itu.

__ADS_1


"Maafkan kami Helena, sepertinya kepalaku sedikit pusing, maka dari itu, kami mohon undur diri" jawab Shesa.


Sementara itu dokter Erick tengah menerima telepon dari seseorang.


"Apa? Ada pasien yang sedang sakit pinggang?" dokter Erick tampak serius.


"Iya...dan setelah ku periksa, ternyata pria itu tidak sedang sakit, dan benar saja istri dari pria itu sedang melahirkan"


Terlihat Dokter Erick berbicara dengan teman seprofesinya, sesekali dirinya tersenyum saat ia ingat jika si suami gadis itu yang merasakan sakit dan kontraksi.


Setelah dokter Erick selepas menerima telepon, kemudian ia menghampiri Vano dan Shesa yang sedari tadi menunggu kedatangan Dokter Erick.


Dokter Erick berbicara kepada Vano dan Shesa.


"Vano, kamu mau kemana?" tanya dokter Erick yang terkejut melihat Vano dan Shesa yang hendak pulang, padahal acaranya belum berakhir.


"Kami pulang dulu! Istriku sepertinya sudah kelelahan" ucap Vano.


"Baiklah! Istirahat lah, terima kasih atas kehadiran kalian berdua"


Dan akhirnya Vano beserta Shesa pulang lebih awal karena Vano dan Shesa terfokus pada putra dan menantu mereka, Luna.


Namun tiba-tiba saja dokter Erick bercerita kepada Helena bahwa tempat dimana ia bekerja sekarang sedang kedatangan sepasang suami istri yang seru, yang tengah menghadapi persalinan saat ini juga. Dimana sang suami lah yang sedang kesakitan menghadapi persalinan istrinya.


Sejenak Vano dan Shesa berhenti mendengar ucapan dokter Erick dan Helena.


"Apa yang dirasakan pria itu sama halnya dengan yang pernah aku rasakan" ucap Vano sembari menatap wajah istrinya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥



Mohon dukungannya ya bestie, hayuk mampir di Chat story aku, yang berjudul OFFICE GIRL MILIK CEO... mampir ya! 😉

__ADS_1


Masukkan favorit dulu, baca nanti kalau udah update banyak, kisahnya seputar dunia CEO, dimana Marcell Yudanta adalah Dirut yang jatuh cinta kepada office girls yang bernama Anjani. Bagaimana kisah mereka? Cuss merapat 😉


__ADS_2