TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Jack Matilda


__ADS_3

Di pagi hari yang masih terasa dingin, Jasmine sudah terjaga dari tidurnya, lantas Luna menghampiri Jasmine yang masih tampak meregangkan otot-otot tubuhnya.


"Jasmine, kamu tidak mandi? Aku udah siapin sarapan untuk kalian" ucap Luna sembari membuka pintu ruang depan.


"Astaga! Abian...nih anak kalau tidur gitu amat modelnya, kebungkus sarung semua!" seru Luna diiringi tawa kecilnya. Sementara Jasmine penasaran dengan apa yang sedang Luna lihat.


"Ada apa sih?" Jasmine ikut melihat apa yang sudah Luna lihat.


Jasmine melihat Abian tidur dengan membungkus seluruh tubuhnya dengan sarung, sementara kakinya memakai kaos kaki yang tebal, dan tampak kedua kupingnya di buntu oleh headset.


"Eh...Abi...Abi...bangun... bangun!" Luna mencoba membangunkan Abi yang masih tertidur pulas dengan menggoyangkan kakinya. Namun Abian masih tak bergeming, dirinya justru terlihat meracau, tampaknya Abi masih kesasar di alam mimpinya.


"Ih...susah banget nih anak bangunnya" ucap Luna. Tiba-tiba saja Ray datang menghampiri mereka.


"Ada apa sih?" tanya Ray sambil melihat Abian yang masih tidur.


"Si Abi, susah banguninnya" jawab Luna


Tiba-tiba saja Abi mengeluarkan kata-kata yang ia pendam semenjak semalam, saat dirinya menemukan suara-suara aneh itu.


"Eh...dasar Ray dodol, mentang-mentang pengantin baru, seenaknya bikin bocah nggak lihat sikon, nggak kasihan apa ama gue, udah tidur diluar, kedinginan, nggak ada teman...oh Jasmine ayolah kita nikah sayang, aku sudah tidak sabar lagi" kata Abian dengan mata yang masih tertutup.


"Eh...nih anak, ngigau nih pasti...awas saja aku kerjain lu" Ray tampak membuka sarung yang menutupi kaki Abian.


"Kakak mau apa?" seru Jasmine yang khawatir jika Ray melakukan hal yang aneh-aneh pada kekasihnya itu.


"Kakak mau beri pelajaran sama kekasihmu ini, biar nggak ngawur ngomongnya" ucap Ray sembari mencabut beberapa bulu yang tumbuh di kaki Abian.


Dan tiba-tiba saja, terdengar erangan hebat dari mulut seorang Abian.


"Huaaaaaa...eh dodol eh monyet eh kambing, aduuhhh kakiku, siapa nih yang berani ganggu tidurku!" ucap Abian sambil mengucek kedua matanya.


"Wahhhh...tega kamu Ray nyabut nih bulu, sakit tahu nggak sih, ah gila kamu" gerutu Abian sambil mengelus-elus kakinya yang terlihat berbulu banyak.


"Eh...Abi, ngapain kamu ngata-ngatain Aku!" seru Ray dengan mata melotot nya.


"Ngata-ngatain apa?" jawab Abi yang tidak sadar jika dirinya baru saja meracau.


"Kamu bilang, aku seenaknya bikin bocah nggak lihat sikon, apa maksudnya?" Tanya Ray dengan berbisik di kuping Abian.

__ADS_1


"Hah...aku bilang begitu? Masa sih?" jawab Abian tidak percaya.


"Hehe...bukan apa-apa Ray, itukan lagi mimpi" bantah Abian cengengesan.


"Terus ngapain tuh kuping di pakein headset?" ucap Luna sembari melihat headset yang masih terpasang di kuping Abian.


"Oh...ini, semalam gue denger suara kuntilanak kawin, jadi gue tutupin aja nih kuping, panas tahu nggak sih dengarnya!" jawab Abian menutupi.


"Ah... ada-ada aja Elu, ya udah ayo Jasmine aku antar ke kamar mandi!" ajak Luna kepada Jasmine.


Setelah kedua gadis itu pergi, tampak Abian meledek Ray yang semalam ia ketahui sedang bertarung dengan Luna.


"Eh Ray, gila kamu, kamu apain Luna sampai kayak gitu, kalian berdua udah bikin kepalaku pusing sekali" ucap Abian sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa maksudmu? Memangnya kita ngapain?" tanya Ray yang belum mengerti sama sekali maksud Abian.


"Eh berapa ronde semalam? Sampai Luna keenakan gitu!" ucapan Abian membuat Ray menutup mulut Abi.


"Em..em..emm...eh apaan sih kamu Ray!" sahut Abian sembari melepaskan tangan Ray dari mulutnya.


"Sssttt jangan keras-keras, entar Ayah mendengarnya" jawab Ray dengan suara rendah.


"Kamu dengerin kita ya! dasar nguping mulu" umpat Ray


"Eh...Ray, habis pulang dari sini, aku mau nikahin Jasmine, kamu setujukan? Setuju saja lah ya? Kamu nggak kasihan sama aku, kamu iming-iming melulu, aku kan juga pingin nyoba" bujuk Abian sembari menyenggol lengan Ray.


"Ya... kalau Jasmine mau, aku sih ikut saja, tapi awas jika kamu berani macam-macam, ingat itu" ucap Ray serius


"Eh...bener nih, kamu setuju? Asik...yes akhirnya gue kawin juga" ucap Abian bahagia


******


Setelah mereka selesai sarapan bersama, tampak Jasmine mendapati ponselnya berdering.


Lantas Jasmine mengangkatnya.


"Mama...!"


Terlihat Ray dan Luna menoleh ke arah Jasmine yang sedang melakukan telepon dengan Shesa.

__ADS_1


"Halo Ma! Iya ini Jasmine sudah sampai di tempat kakak, maaf kemarin Jasmine belum sempat ngabarin, karena ponsel Jasmine lagi lowbat" tukas Jasmine.


"Jasmine, apa kakakmu ada disitu?" tanya Shesa yang begitu merindukan putranya.


"Iya Ma...Mama ingin bicara?" tanya Jasmine


"Iya..." jawab Shesa dengan sangat bahagia, akhirnya ia bisa berbicara kepada Ray yang selama seminggu ini meninggalkan rumah.


"Mama ingin bicara sama Kakak!" seru Jasmine sembari memberikan ponselnya.


Lantas Ray menerima ponsel dan meletakkannya pada telinga.


"Halo...Mama ini Ray" ucapan Ray tanpa sengaja membuat Shesa sangat terharu, dirinya benar-benar merindukan putranya.


"Ray...anakku, apa kabar kamu nak, Mama sangat merindukanmu sayang, kapan kalian akan pulang, apa kamu akan membawa menantu Mama?" ucap Shesa dengan suara yang tampak bergetar.


"Kami akan pulang Ma, sebentar lagi, Mama jangan khawatir, aku dan istriku baik-baik saja, hanya saja kami menunggu kesehatan Ayah kembali sedia kala, Ayah sedang sakit Ma!" ucap Ray.


"Pak Bayu sakit? Ya Tuhan... semoga saja dia segera diberi kesembuhan, ya sudah kalian temani dulu pak Bayu sampai kesehatannya membaik, setelah itu Mama akan menyuruh orang untuk menjemput Kalian berdua" seru Shesa


"Iya Ma...Ray sayang Mama" Ray menutup ponselnya, lantas ia menghampiri Luna dan berkata kepada istrinya.


"Kita bisa tinggal beberapa hari disini, sampai kesehatan Ayah benar-benar pulih" ucap Ray sembari tersenyum.


"Iya sayang..." jawab Luna mengiyakan


******


Sementara di kantor PT Elang Perkasa Company, hari ini Vano tengah meeting dengan beberapa kliennya, saat itu ada klien baru datang dari LA dan Sekretaris Jimmy memperkenalkan klien baru mereka.


"Pak Vano, ini adalah Mr. Jack Matilda, beliau General manager disebuah perusahaan besar di sana, Mr.Jack ini yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita" ucap Sekretaris Jimmy.


Kemudian Jack memperkenalkan dirinya.


"Hai...pak Vano, senang rasanya bisa bertemu dengan Anda, saya Jack Matilda" ucap Jack memperkenalkan dirinya, meskipun bahasa Indonesianya masih belum fasih, setidaknya Jack masih faham dengan bahasa Indonesia yang ia pelajari dari istrinya.


"Mr Jack, senang bisa bekerja sama dengan Anda, mudah-mudahan bisnis kita bisa berjalan dengan lancar" jawab Vano


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


...Jack Matilda itu siapa beb??🤔...


__ADS_2