
Setelah melewati pagi yang menegangkan, Abi dan Jasmine tampak begitu bahagia, benar kata pepatah, jika sudah nempel lengketnya ngalahin perangko, seperti halnya Abi yang selalu mengekor kemana pun Jasmine pergi. Dari makan, minum, ganti baju, segala sesuatu yang dilakukan Jasmine, Abi pasti ada di sampingnya.
"Abi! Kamu nggak bosan berada di sampingku terus?" tanya Jasmine saat dirinya hendak memakai baju.
"Kenapa aku harus bosan? Dengan istri sendiri tidak akan pernah bosan mata ini memandang" jawabnya sambil memperhatikan Jasmine di setiap aktivitasnya.
Jasmine tampak tersipu malu mendengarkan ucapan Abian.
"Kamu tuh persis banget tau nggak sama Kakak, nggak di rumah nggak dimana-mana, nempel Mulu sama Luna" ucap Jasmine sembari tertawa kecil.
"Ya...Ray memang bener! Gimana lagi kita tuh kaum Adam suka banget kalau istri kita tuh cantik, wangi, apalagi pinter bikin kita melayang, pokoknya kita nggak mau jauh, pinginnya tuh deket terus kayak gini" balas Abian sembari memeluk dan mencium istrinya.
"Udah dong Bi! Kamu masih belum puas juga!" ucap Jasmine sembari menepis bibir Abi yang mulai menyambar bibir mungilnya.
"Ya belum dong!" jawabnya singkat.
"Udah deh ya! Hari ini kita siap-siap pulang, pasti orang rumah udah pada nungguin kita!" ucap Jasmine mengingatkan.
Akhirnya Abi melepaskan tangannya dari pinggang Jasmine.
"Oke...kita pulang! Lagipula masih punya banyak waktu untuk melakukannya" ucap Abi dengan tatapan nakalnya.
"Huuu...dasar otak mesum!" ledek Jasmine
Abian tampak tersenyum sumringah melihat ekspresi wajah istrinya.
Sementara di hari yang sama, hari ini terlihat Excel dan Vera tampak sedang bersiap-siap untuk datang melamar Olive untuk di jadikan menantu di keluarga mereka.
Bara terlihat sangat antusias untuk melamar gadis pujaan hatinya itu. Bara mengetuk pintu kamar Excel dan Vera yang sedang berganti baju.
"Tok...tok...tok"
"Sayang! Coba lihat siapa di luar!" ucap Vera saat dirinya tengah sibuk memakai masker pada wajahnya, sedangkan Excel masih memasang celana boxer, sebelum dirinya memakai celana panjang.
"Aduh... siapa sih! Lagi masang semmpak juga, gangguin aja" umpatnya sedikit kesal.
Setelah Excel memakai boxer nya, dia segera membuka pintu kamarnya.
"Papa! Ayo dong, lama banget sih! Aku udah siap nih!"
Dilihatnya Bara berada di depan pintu kamar Excel dan Vera.
"Astaga... semprul! Ini masih jam berapa? Ini masih jam 7 pagi, kita ke sana jam 8, masih satu jam lagi, kamu tuh bikin Papa panik aja, nih masih pake boxer nih" Excel menunjuk dirinya yang tengah memakai boxer saja.
Dan tiba-tiba saja Vera datang di belakang Excel, Vera yang tampak masih memakai masker wajah membuat Bara terperanjat setengah mati.
__ADS_1
"Waduh...setan setan kupriiit... apaan tuh" Bara komat-kamit melihat sang Mama yang wajahnya terlihat putih semua.
"He...dasar kamu ya! Ini Mama! Kamu pikir setan!" seru Vera sambil menjewer telinga Bara
"Eh...eh... ampun-ampun Ma! Bara nggak tahu kalau itu Mama! Habisnya mukanya putih gitu! Kayak setan setan di tipi" jawab Bara sembari mengusap telinganya.
"Kayak setan, kayak setan... ngapain kamu disini, widih sudah rapi aja nih anak Mama" Seru Vera memperhatikan penampilan Bara yang sudah terlihat rapi sekali, dengan memakai setelan jas berwarna silver, memberi kesan jika putra Excel dan Vera itu adalah pria yang maskulin dan tentunya sangat tampan.
"Hehehe...Iya dong! Siapa dulu dong Bara! anak Mama ini tentunya sangat tampan melebihi ketampanan Papa saat muda dulu, iya nggak Ma!" seru Bara dengan gerakan alisnya yang tampak naik turun.
"Halah...modal tampan doang, tapi jas pinjam!" sindir Excel dengan wajahnya yang tampak meledak.
"Yeeee...Papa buka kartu aja, jangan bilang dong kalau ini jas punya Papa, harga diri Bara jatuh nih Pa!" bisik Bara pada telinga Excel.
Vera terlihat tertawa kecil melihat tingkah keduanya yang konyol.
"Ohh ...jadi Jas meminjam, hmmm" sahut Vera menatap wajah Bara yang terlihat malu-malu kucing.
"Hehehe...tapi tetep cakep kan Ma!" rayu Bara.
Vera memutar bola matanya dan menggelengkan kepalanya.
"Eh...ayo dong Ma! Pa... buruan ganti baju, Bara udah nggak sabar nih pingin ketemu Olive!" Bara terus mendesak Excel dan Vera untuk segera bersiap-siap.
"Iya... sabar dong! waktunya masih lama, kamu mau Mama datang ke sana cuma pakai masker doang? Terus Papa cuma pakai boxer doang!" balas Vera
"Ya udah! Kamu tunggu di sana! Sebentar lagi kami akan menyusulmu, dasar nggak sabaran!" celetuk Excel.
"Pa! Ma! Kalau bisa setelah ngelamar Olive, besoknya nikah ya Pa! Bisa kan? Plis lah Ma! Ayo!" rengek Bars sambil meraih tangan Vera.
"Gimana nih Pa! Anakmu udah ngebet kawin" seru Vera kepada Excel.
"Eh...Kamu pikir nggak butuh persiapan untuk nikahin Olive, dia anak orang, ingat itu!" tutur Excel.
"Yang bilang Olive anak kambing siapa? Ya anak orang lah, justru itu Bara pingin cepetan nikahin Olive, biar enak gitu Pa" Bara meyakinkan Ayahnya.
"Apanya yang enak?" tanya Excel menelisik.
"Ya... enak...enak itu...ah pokoknya biar enak aja, ah kayak papa nggak ngerti aja!" sindir Bara melihat ekspresi wajah Excel.
"Hmmm...dasar bocah semprul! Udah tunggu diluar, aku dan Mamamu sebentar lagi turun, ayo sayang!" sahut Excel sambil masuk ke dalam kamarnya bersama Vera.
"Hehehe... jangan lama-lama ya Pa!" ucap Bara senang.
Akhirnya Bara menunggu Excel dan Vera di ruang santai, kemudian Ia mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.
__ADS_1
"Olive!" Bara mencoba melakukan video call dengan Olive.
Sementara itu Olive masih mandi dan tengah menikmati ritual mandinya di dalam bathtub, karena hari ini Bara dan keluarganya akan meminang dirinya untuk menjadi menantu mereka.
Olive mendengar ponselnya berdering, Olive selalu membawa ponselnya kemanapun dia pergi, bahkan mandi pun ia tidak lupa membawanya.
Olive meraih ponselnya yang berada di sampingnya.
"Bara!"
Olive segera membuka video call dari calon suaminya itu.
Tampaklah pemandangan Olive yang tengah berendam di dalam Bathtub dengan buih yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Ada apa Bar?"tanya Olive yang melihat Bara tampak tak berkedip itu.
"Bara! Bara! Hello...!"
Olive melambaikan tangannya pada layar ponselnya. Dan itu membuat Bara tersadar dari lamunannya.
"Olive! Kamu lagi ngapain?" tanya Bara dengan tersipu malu.
"Gue lagi mandi Bar! Ada apa? Apa keluarga mu sudah berangkat? Tapi aku masih mandi!" Jawab Olive sedikit panik.
"Belum! Mereka masih bersiap-siap!" jawab Bara sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.
"Ohh...gue kira udah berangkat!"
Olive tampak tersipu malu. rambut Olive terlihat basah dan terlihat begitu sensual, membuat Bara tak sabar ingin segera mereguk madu dari gadis yang masih orisinil itu.
"Liv!"
"Hmm"
"Gue boleh ikut nggak?" seru Bara menggoda.
"Ikut? Ikut kemana?" tanya Olive penasaran.
"Ikut mandi bersama Lu!" jawab Bara sembari tersenyum smirk.
"Apa sih Lu! Udah ah gue mau ganti baju!" ucap Olive mengukir senyum tipis di bibirnya.
"Liv! Tunggu saatnya tiba Elu akan jadi milik gue, gue akan bikin Elu bahagia lahir dan batin" seru Bara sembari membayangkan dirinya berada dalam satu bathtub bersama Olive.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥
...HADUH-HADUH POKOKNYA YA...PART PART AKHIR PASTI BIKIN KALIAN SENYUM SENYUM SENDIRI... JANGAN LUPA BESTIE SIAPKAN PASANGAN HALAL DI SAMPING KALIAN, BIAR NGGAK OLENG KAYAK OTHOR 😂😂...