TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Hubungan tanpa status


__ADS_3

"Ah sial...Apa jangan-jangan apa yang dikatakan oleh Bara itu benar, gadis yang disukai Abian adalah Luna, ini nggak bisa dibiarin" pikir Olive sembari berlalu pergi.


Abian pergi ke kantin, dan tanpa sengaja dia berpapasan dengan Jasmine, Abian lantas menghalangi langkah Jasmine, ia teringat akan ucapan Luna untuk segera menyatakan cintanya kepada Jasmine.


"Gue musti berani, mungkin ini saatnya menyatakan cinta gue ke Jasmine, Luna benar gue harus segera ngomong ke Jasmine, apapun keputusan Jasmine, gue akan terima" gumam Abian dengan semangat.


"Jasmine, apa Elu punya waktu sebentar, gue mau ngomong penting!" seru Abian


"Sekarang?" tanya Jasmine


"Iya"


"Baiklah"


Kemudian Abian dan Jasmine pergi bersama, tampak Olive mengetahui Jasmine dan Abian yang sedang pergi bersama, Olive mengikuti mereka berdua, hingga akhirnya Jasmine dan Abian duduk berdua di sebuah bangku panjang di taman kota dekat kampus.


"Baiklah Abi, apa yang ingin kamu katakan?" tanya Jasmine sembari menatap dalam-dalam wajah Abian.


Abian meraih tangan Jasmine, entah kenapa hari itu Abian mempunyai keberanian untuk menyatakan cintanya kepada Jasmine, semangat dari Luna membuat Abian percaya diri. Jasmine sangat terkejut melihat Abian yang tiba-tiba memegang tangannya, tampak terasa tangan Abian yang dingin karena perasaan gugupnya.


"Kelihatan nya kau gugup sekali, ada apa Abi?" tanya Jasmine menyelidik, sementara Olive mulai dibuat geram melihat kemesraan mereka berdua.


"Iiiihh...Ngapain juga Abian pegang-pegang tangan Jasmine, sebel" gumam Olive kesal.


"Jasmine, gue sengaja meminta Elu ikut kemari, karena gue ingin bilang...Kalau gue cinta sama Elu" ucapan Abian yang terbata-bata.


"Apa? Elu bilang apa? Elu cinta sama gue?" Jasmine dibuat terkejut sekaligus tak percaya, akhirnya penantian nya selama ini untuk mendengar Abian menyatakan cintanya telah terwujud. Jasmine diam-diam juga menyukai Abian, hanya saja dirinya merasa tidak enak karena Olive juga menyukai Abian, sehingga Jasmine mengalah untuk Olive.


"Gue merasa udah jatuh cinta sama Elu saat pertama kali kita bertemu, entah kenapa hati gue merasa Elu adalah gadis yang baik, ternyata dugaan gue nggak salah, Elu memang gadis yang baik dan berbeda dari gadis-gadis yang lainnya" ucap Abian penuh perasaan.


"Lantas bagaimana hubungan Elu dengan Olive, gue nggak mau menyakiti hati Olive, dia sahabat gue, Olive suka sama Elu" seru Jasmine.


"Gue dan Olive tidak ada hubungan apa-apa, gue hanya menghormati perasaannya doang, gue juga tidak bermaksud menyakiti hatinya, tapi gue sangat tertekan dengan hubungan tanpa status itu, jadi gue beranikan diri untuk ungkapkan apa yang gue rasakan sama Elu, Luna selalu memberi dorongan kepada gue untuk selalu berani menghadapi Elu" ungkap Abian.


"Jasmine! Apa Elu mau menerima cinta gue, pliss gue mohon, mungkin ini sedikit memaksa, tap gue benar-benar cinta sama Elu, Elu cinta pertama gue" ucap Abian penuh harap.

__ADS_1


Jasmine melihat keseriusan dalam mata Abian, ia sadar jika dirinya juga merasakan hal yang sama dengan Abian. Jasmine tersenyum dan mengangguk, dan itu membuat Abian sangat senang.


"Jadi...Elu mau menerima cinta gue?" tanya Abian tidak percaya.


"Iya, gue menerima cinta Elu" Jawab Jasmine singkat.


Abian sangat senang sekali mendengar itu dari mulut Jasmine sendiri. Namun berbeda kenyataan dengan Olive yang mendengar semua percakapan antara mereka berdua, Olive tidak bisa percaya semua ini, ternyata Abian selama ini tidak pernah menganggap dirinya sebagai seorang yang spesial, dan yang paling menyakitkan adalah cewek yang dimaksud Bara adalah Jasmine, sahabatnya sendiri.


Olive berlari meninggalkan mereka berdua, dirinya benar-benar kecewa dengan apa yang baru saja ia lihat dan ia dengarkan. Bara melihat Olive berlari sembari mengusap wajahnya.


"Olive...Elu mau kemana, Olive tunggu!" seru Bara sembari mengejar gadis berambut ikal itu.


Olive terus saja berlari kecil dan dengan mudah Bara menghentikan Olive yang terlihat sedih.


"Olive! Elu kenapa?" tanya Bara yang kini berada di hadapan Olive. Bara melihat Olive tampak bersedih, dan itu membuat Bara bertanya-tanya.


"Elu nangis Liv? Siapa yang sudah buat Elu nangis kayak gini?" tanya Bara yang tidak tega melihat Olive bersedih.


"Gue nggak apa-apa, gue mau pulang Bar, minggirlah" pinta Olive agar Bara menjauh darinya, lantas Olive pergi meninggalkan Bara yang tampak terdiam di tempatnya.


Sementara itu Abian dan Jasmine tampak bahagia dengan perasaan mereka, akhirnya Abian bisa lega telah mengungkapkan perasaannya kepada Jasmine.


"Jasmine, sekarang bukan tentang gue dan elu lagi, kita bukan teman lagi, tapi ... Sekarang tentang Aku dan Kamu, kita berdua. Aku sayang kamu Jasmine." ucapan Abian disambut hangat dengan senyuman Jasmine yang manis.


"Aku juga sayang kamu Abi!" jawaban Jasmine membuat Abian sangat bahagia, lantas ia memeluk gadis pujaannya itu dengan kelembutan.


"Terimakasih Jasmine, terimakasih kamu sudah menerima cintaku, ini adalah hal yang sangat membahagiakan sepanjang hidupku, Aku akan meminta izin kepada kedua orang tuamu untuk menjadikanmu sebagai bidadari cintaku, sebagai istriku" ucapan Abian sontak membuat Jasmine terkejut setengah mati.


"Hah... Menjadi istri? Secepat itu?" tanya Jasmine dengan mata yang membola.


"Kenapa tidak? Kamu sudah menerima cintaku, kenapa harus lama-lama untuk menjalin kasih, aku khawatir jika lama-lama kita pacaran, akan ada pihak ketiga yang akan menjadi pengganggu dalam hubungan kita" ucap Abian.


"Pengganggu? Maksudmu?" tanya Jasmine tidak mengerti.


"Iya, pengganggu yang akan menggoda iman kita, syetan laknat" jawab Abian yang mulai dimengerti oleh Jasmine.

__ADS_1


"Kau tahu aku sangat mencintaimu, aku tidak mau karena perasaan besar cinta ini membuat aku lupa diri, aku akan selalu menjagamu, hingga saatnya aku mengucapkan ijab qobul untuk menjadikanmu sebagai seorang istri"


Pernyataan Abian membuat Jasmine sangat yakin bahwa pria yang sempat dijodohkan oleh Luna itu benar-benar sangat mencintainya.


******


Sementara itu Ray bersiap untuk pulang ke rumah, dirinya telah masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya di jalan raya, tiba-tiba di lampu merah ia dikejutkan dengan seseorang yang tengah duduk di sebuah restoran di samping jalan dengan wajah yang terlihat sedih.


"Bukankah itu Olive? Kenapa dia sendirian? Terus kemana Jasmine?" Ray tidak melihat keberadaan Adiknya bersama Olive. Lantas Ray mencoba mencari tahu dimana Jasmine berada, kenapa Jasmine tidak bersama Olive, pasalnya Jasmine dan Olive selalu pergi berdua kemanapun mereka pergi.


Ray menepikan mobilnya di depan restoran yang Olive datangi. Lantas ia menghampiri Olive yang sedang duduk sendirian.


"Hai Olive!" sapa Ray.


Olive benar-benar terkejut saat melihat kehadiran Ray yang tiba-tiba.


"Kak Ray? Kok kakak ada disini?" tanya Olive penasaran.


"Boleh aku duduk!" pinta Ray.


"Oh tentu saja, silahkan!" jawab Olive.


"Maaf jika aku sudah mengagetkanmu, aku tak sengaja melihat kamu duduk disini, tapi kenapa kamu sendiri? Mana Jasmine? Biasanya kalian selalu berdua" ucap Ray menyelidik.


"Jasmine... Jasmine masih ada urusan kak!" jawab Olive beralibi.


"Ada urusan? Hmm baiklah, oh iya Olive kebetulan kamu ada disini, ada yang ingin aku tanyakan sama kamu?" ucap Ray sembari menyalakan rokoknya.


"Apa yang ingin Kakak tanyakan?" jawab Olive penasaran.


"Tentang istriku, Luna! Aku ingin kamu mengatakan hal yang sejujur-jujurnya kepadaku" jawaban Ray membuat Olive gugup, pasalnya Olive sudah mengetahui semua rahasia Luna dari sang ayah, Mario.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


...Jangan lupa like jempolnya, beri komentar, beri hadiah dan vote nya... Terimakasih 🙏❤️...


__ADS_2