TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Sahabat sejati


__ADS_3

Di kampus


Bertrand tampak menunggu kedatangan seseorang hari ini, seseorang yang akhir-akhir ini mengganggu hatinya. Dan tak berselang lama Aura datang, Bertrand begitu berbinar saat gadis berambut pirang itu datang ke kampus. Bertrand menghampiri Aura yang terlihat cantik pagi ini.


"Hai, Ra! Gimana keadaanmu?" Bertrand mulai berbasa-basi.


"Baik... terima kasih" jawab gadis yang berkulit putih itu.


"Nanti pulang kuliah kamu ada acara nggak?"


"Memangnya kenapa?"


"Aku mau ajak kamu sebentar, bisa?"


"Emm...bisa!" jawab Aura cepat.


"Oke, makasih ya...eh ngomong-ngomong nggak ada yang marah nih kita pergi bareng?" tanya Bertrand malu-malu.


"Marah? Emangnya siapa yang marah?"


"Ya ...kali aja pacar kamu marah!" Bertrand tampak tersenyum malu.


"Ya...ampun Bertrand, aku tuh belum punya pacar, emangnya kamu mau jadi pacar aku?" celetuk Aura yang disambut suka cita oleh Bertrand.


"Serius Kamu? Gadis secantik kamu belum punya pacar?" tanya Bertrand terheran.


"Hmm...Emang gitu kenyataannya, belum Nemu yang cocok aja" jawab Aura santai.


"Oo...jadi aku punya kesempatan dong jadi kandidat calon pacar?" celetuk Bertrand


"What?" Aurora sangat terkejut mendengar perkataan Bertrand.


"Bercanda!" sahut Bertrand dengan senyum yang menunjukkan gigi putihnya.


Aura tersenyum melihat tingkah Bertrand yang lucu.


"Baiklah ayo kita masuk kelas!" ajak Bertrand yang disambut senyum tipis Aura.


Bertrand dan Aura berjalan menuju kelas mereka yang melewati sepanjang koridor, sementara itu Bara dan Olive juga tampak berjalan menuju ke kelas masing-masing.


Tanpa sengaja mereka berpapasan, Bara terlihat masih acuh melihat Aura, sementara Aura mencoba tersenyum kepadanya.


"Bara, Olive, senang bisa ketemu kalian lagi!" sapa Aura.


"Iya, kami juga senang melihat kamu lagi" jawab Olive.


"Tidak, tidak... tidak denganku" sahut Bara.


"Bar! Kamu nggak boleh gitu? Aura itu baik kok, kamunya aja yang terlalu berprasangka buruk" seru Olive mencoba meyakinkan Bara.

__ADS_1


"Hmm... sudahlah aku pergi aja" Bara langsung pergi meninggalkan mereka.


"Aura, jangan diambil hati, Bara emang suka gitu, tapi sebenarnya dia baik kok" ucap Olive menghibur Aura.


"Nggak apa-apa, aku ngerti, Bara butuh waktu untuk bisa menerimaku" jawab Aura.


Sementara itu dari jauh terlihat Jasmine yang mulai datang menghampiri mereka.


"Jasmine!" seru Olive memanggil sahabatnya itu.


"Hai...!" Jasmine datang dengan raut wajah bahagia.


"Wahhhh... nampaknya seneng banget nih anak, ada apa sih?" tanya Olive penasaran.


"Ya...Kamu nggak tahu aja, entar malam keluarga Abian akan datang melamar Jasmine" ucapan Bertrand membuat Olive terkejut, namun bagaimana lagi, cinta tidak bisa dipaksakan, Jasmine adalah sahabatnya, dan Abian hanya mencintai Jasmine bukan dirinya, Olive harus bersikap lapang dada dan menerima kenyataan bahwa Abian bukanlah jodohnya.


"Selamat ya Jasmine, aku ikut senang mendengarnya, semoga acara kalian lancar nanti malam!" ucap Olive sambil memeluk Jasmine.


"Makasih Olive, kamu sahabat yang paling baik, maafkan aku, aku tidak bermaksud merebut Abian dari kamu!"


"Sssttt kamu ngomong apa sih, Abian sudah di takdirkan berjodoh dengan kamu, Abian tidak pernah mencintaiku, dia hanya mencintaimu, kamu tidak perlu minta maaf, aku juga bersalah, aku egois karena tidak pernah memikirkan perasaan Abian yang sebenarnya, sekarang semuanya sudah jelas, bahwa kamu dan Abian adalah berjodoh, selamat ya untuk kalian" ucap Olive dengan senyum manisnya.


"Makasih, Liv! Kamu memang sahabat yang sejati" balas Jasmine.


Tiba-tiba saja terdengar Aura berucap sesuatu.


"Kalian berdua benar-benar sahabat sejati, aku salut melihatnya" ucapan Aura membuat Jasmine terkejut, siapa gadis yang mengucapkan hal itu kepadanya.


"Kenalin, aku Aurora Mattilda, panggil saja Aura, aku anak baru Fakultas kedokteran, satu kelas dengan Bertrand" jawab Aura tersenyum.


"Benar-benar, Aurora Mattilda! Kayaknya aku pernah dengar deh nama ini?" Sejenak Jasmine mengingat-ingat dimana dirinya pernah mendengar nama Aura Mattilda.


"Ah...iya aku ingat sekarang, Aurora Mattilda adalah putri dari Jack Matilda, pengusaha kaya dari LA yang akan bekerja sama dengan perusahaan Milik Vano Adiputra Perkasa, bener kan" ucap Jasmine yang mengingat-ingat nama Aurora Mattilda.


Aura tersenyum darimana Jasmine mengetahui tentang identitas dirinya.


"Iya kamu benar? Kamu kok tahu sih kalau Daddy akan bekerja sama dengan perusahaan Pak Vano?" tanya Aura yang masih belum mengetahui siapa Jasmine sebenarnya.


"Jasmine ini putri dari Om Vano, dia adiknya Ray!" sahut Bertrand menjelaskan.


"Ooo... benarkah? Maaf aku nggak tahu kalau kamu anak dari Pak Vano, yang akan tahu cuma Ray, jadi semalam kamu tidak ikut makan malam bersama kami?" ucap Aura yang begitu terkejut saat mengetahui Jasmine adalah putri Vano dan Shesa.


"Tidak, semalam banyak tugas, setelah 2 hari aku nggak masuk, jadi numpuk" jelas Jasmine.


"Senang bisa bertemu denganmu Aurora" ucap Jasmine dengan senyum manisnya.


"Kamu tidak akan menjauhiku kan? Apa kamu masih ingin berteman denganku?" ucap Aura yang masih takut jika Jasmine tidak mau berteman dengannya sama seperti Bara.


"Kamu ngomong apa sih? Aku akan tetap berteman denganmu!" jawab Jasmine ramah.

__ADS_1


"Meskipun kamu tahu siapa aku?" tanya Aura sekali lagi.


"Siapapun kamu, aku yakin kamu adalah gadis yang baik, aku sudah tahu semuanya dari kakak, dia udah cerita semuanya, kakak saja mampu memaafkan Mommy mu, apalagi aku... Aura! semua sudah berlalu, Mommy mu dan kedua orang tuaku sudah tidak ada masalah lagi, mereka sudah berdamai, kita anak-anaknya tentu saja tidak perlu ingat-ingat lagi masa lalu mereka, dulu ya dulu, sekarang ya sekarang." ungkap Jasmine yang membuat Aura begitu bahagia, ia dikelilingi oleh orang-orang baik.


"Terima kasih Jasmine, bukan hanya cantik kamu juga benar-benar gadis yang baik"


Aura berkata sambil memeluk Jasmine.


Dan tak berselang lama, Abian datang menghampiri mereka.


"Nah...ini nih calon pengantin kita udah datang!" seru Bertrand yang menggoda Abian.


Tampak Jasmine spontan menengok ke arah Abian yang sekarang berada di belakangnya.


"Jasmine, apa kabarmu hari ini?" sapa Abian yang tampak malu-malu kucing.


"Abi! Aku baik!" jawab Jasmine sambil menundukkan wajahnya.


"Cie... malu-malu nih ye, by the way selamat ya buat kalian berdua, aku ikut bahagia melihat kalian berdua juga bahagia" ucap Olive sambil tersenyum.


"Terima kasih Olive, aku juga ucapin selamat untuk kamu!" seru Abian yang sudah mengetahui hubungannya dengan Bara.


"Selamat? Untuk apa?" tanya Olive penasaran


"Untuk hubunganmu dengan Bara!" celetuk Abian yang membuat Olive tersipu malu.


"Diiih... apaan sih kamu, aku dan Bara cuma...cuma..." Olive tampak gugup menjelaskan hubungannya dengan Bara.


"Cuma pacaran..." sahut Abian yang mengetahuinya dari Bara sendiri.


"Apa sih Abian ini!" Olive terlihat malu.


"Olive, selamat ya, aku ikut senang jika kamu dengan Bara, ya meski dia agak konyol, tapi setidaknya Bara itu pria yang sejati, dia sangat penyayang, aku yakin Bara pasti bisa membahagiakanmu" ucap Jasmine


"Waah... selamat untuk kalian, enak nih udah dapat pasangan masing-masing, terus aku sama siapa dong?" sahut Bertrand sambil garuk-garuk kepalanya.


"Tuh...udah ada di sampingmu!" seru Olive sambil menunjuk Aura di samping Bertrand.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


*


*


*


*

__ADS_1


Ayo bestie ramaikan yuk punya kak Ummu Salamah yang berjudul MY LOVE MY FOREVER.... capcuss🏃🏃🏃



__ADS_2