
Vano dan Shesa begitu terkejut saat melihat seorang wanita yang berdiri di samping Jack, menggandengnya dengan mesra, wanita yang saat itu memakai dress berwarna putih dengan detail yang tidak terlalu terbuka, memberi kesan jika wanita itu tidak menyukai pakaian yang terbuka, polesan sederhana dengan lipstik warna nude, memberi kesan pada wajahnya yang terlihat kalem.
Aurora yang berada di sampingnya, mencoba menguatkan sang Ibu untuk tenang menghadapi orang-orang yang pernah Mommy nya kenal di masa lalu.
Dan tiba-tiba saja Shesa memanggil istri Jack itu dengan 'Bu Siska'.
Ray yang awalnya hanya diam di belakang Vano, mendadak dirinya tegang saat mendengar Shesa menyebut nama Siska.
"Bu Siska? Benarkah ini Anda?" seru Shesa yang sangat tidak percaya. Luna melihat suaminya yang tampak tegang, ada yang berbeda dari ekspresi wajahnya yang awalnya terlihat lembut, kini berubah menjadi merah padam sama seperti saat Luna menghadapi kemarahan Ray kala itu.
Tangan Ray mengepal erat, seolah dirinya ingin meninju sesuatu di dekatnya.
"Ray! Kamu kenapa?" tanya Luna sembari menyentuh dada Ray.
Ray menghela nafasnya, Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melupakan segala dendam tentang masa lalu ibunya, dirinya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, kehilangan Luna cukup memberikan pelajaran yang berarti, bahwa dendam tidak akan menyelesaikan masalah.
Namun saat ini dirinya di hadapkan dengan wanita yang pernah ingin mencelakai dirinya saat masih dalam kandungan.
Ray membalas tangan sang istri agar dirinya merasa tenang, dengan menyentuh tangan sang istri, Ray merasa lebih nyaman dan tenang, walaupun dirinya saat ini di hadapkan dengan orang-orang dari kisah masa lalu kedua orang tuanya.
*
*
*
"Siska!" ucap Vano pelan.
"Vano...Shesa, iya ini aku... Siska!" jawab Siska memberanikan diri.
"Selama ini aku berada di LA, di sana Om Hendrawan memberikanku dorongan untuk hidup, untuk tidak mengingat masa laluku, di sana aku menata hidupku kembali, hingga akhirnya aku bertemu dengannya, Jack Matilda, yang sekarang menjadi suami sekaligus ayah dari putriku satu-satunya, Aurora." ungkap Siska menunjukkan keluarga kecilnya.
"Aku tidak menyangka kita di pertemukan kembali, Tuhan mempunyai rencana yang indah, Ini semua sudah kehendak Nya" ucap Siska tersenyum.
"Bu Siska, Anda sudah sangat berubah!" seru Shesa yang bahagia melihat perubahan pada seorang Siska.
"Puluhan tahun aku meninggalkan Indonesia, untuk melupakan semua kesalahanku pada kalian, dan sekarang mungkin sudah waktunya aku memohon kepada kalian untuk memaafkan semua kejahatan yang pernah aku lakukan kepada kalian" ucap Siska sembari menghampiri Shesa yang saat itu berdiri di samping Vano.
Vano merangkul istrinya, seakan dirinya masih takut jika saja Siska berbuat jahat kepada Shesa, sama seperti beberapa tahun yang lalu.
__ADS_1
"Shesa! Apa kau percaya padaku?" ucap Siska mencoba meyakinkan Shesa.
Shesa melihat kesungguhan di mata Siska, ada sinar keteduhan dari sorot mata berwarna coklat itu. Shesa tersenyum.
"Iya...aku percaya, aku percaya Bu Siska sekarang, bukanlah Bu Siska yang dulu lagi, aku melihat cahaya teduh dari tatapan Anda yang penuh kasih sayang, Bu Siska, saya salut dengan perubahan Anda, ini benar-benar sesuatu yang luar biasa" ungkap Shesa dengan senyum terukir indah di wajahnya.
"Terimakasih Shesa"
Siska memeluk Shesa begitu hangat, begitu pun Shesa...Ia merasakan sosok Siska yang berubah drastis seratus delapan puluh derajat.
"Mama...!"
Ray tiba-tiba berada di samping Shesa, seolah Ray juga takut jika saja Siska akan menyakiti sang Mama.
"Ray, Kemarilah! ini Bu Siska, guru Mama saat masih di SMA" ujar Shesa sembari menatap wajah putranya.
"Iya, Ray tahu! nama Bu Siska sangat terkenal sampai sekarang, Bu Siska yang pernah mencoba memisahkan Ray dengan Mama!" jawab Ray sembari menatap tajam kearah Siska.
"Ray! Jangan bicara seperti itu!" putus Shesa terhadap ucapan Ray.
"Tidak apa-apa Shesa, aku mengerti perasaan putramu, Ray! Aku minta maaf yang sebesar-besarnya terhadap kamu dan Mamamu! Perbuatanku memang tak patut untuk di maafkan, andai saja aku bisa memutar waktu, aku akan perbaiki kesalahanku kepada kalian, Ray! Kau bisa menghukumku semaumu, jika itu bisa mengobati luka dalam hatimu...aku bersedia!" ucap Siska sembari mulai menundukkan tubuhnya.
"Apa yang Anda lakukan? Saya tidak pernah meminta Anda untuk berlutut di hadapan saya, Saya bukanlah siapa-siapa" ucap Ray sembari tersenyum kepada Siska.
"Saya tidak mau terjebak dalam dendam lagi, sudah cukup saya merasa menderita karena dendam yang membuat saya hampir kehilangan istri saya, saya tidak mau itu terulang lagi, betapa saya sudah menyakiti banyak orang, saya tidak mau itu terjadi lagi, sekarang yang saya inginkan hanya kedamaian bersama orang-orang terkasih" ucap Ray sembari menghampiri Luna yang selalu setia bersamanya.
Siska begitu bahagia melihat kerendahan hati putra Vano tersebut.
"Luar biasa kau nak, ternyata sifat rendah hati ibumu ada dalam dirimu, aku benar-benar tidak menyangka jika pertemuan ini membawa kebahagiaan, Vano...Shesa, aku sangat bahagia melihat kalian berdua" ucap Siska sembari menghampiri Jack yang terus setia mendampingi Siska.
Kemudian Jack mulai mempersilahkan tamu istimewanya untuk segera hadir dalam jamuan makan malam yang membahagiakan ini.
"Mari Pak Vano, Nyonya Shesa...kita ke meja makan"
Dan akhirnya mereka duduk di meja makan yang telah di sediakan, semuanya tampak bahagia, tak terkecuali Aurora putri Siska, dirinya ikut terharu melihat betapa baiknya hati Shesa dan putranya. Aura memang mengagumi sosok Ray, karena dia tahu jika Ray sudah memiliki isteri yang begitu cantik, dirinya ikut bahagia melihat Ray dan Luna yang tampak mesra.
"Kalian berdua pasangan yang serasi, benar-benar indah di pandang mata, semoga kebahagiaan selalu ada bersama kalian" ucap Aura lirih.
Luna yang tanpa sengaja mendengar itu, lantas tersenyum pada Aura yang terlihat cantik malam ini.
__ADS_1
Dan malam itu menjadi makan malam yang penuh kehangatan, tak ada lagi dendam, tak ada lagi kebencian, Ray sudah bahagia bersama Luna, dirinya sudah sangat bersyukur Luna bisa kembali ke dalam pelukannya.
"Ray! Kau benar-benar sudah berubah!" bisik Luna di sela-sela makan malam itu.
"Ini semua karena kamu sayang! Kamu yang sudah membuatku sadar, aku sudah sangat bahagia kamu ada di sampingku, aku tidak menginginkan apa-apa lagi, cukup kamu dan anak kita yang akan menjadi penyemangat hidupku" balas Ray sembari mengusap perut istrinya, tangannya menyusup mengusap lembut perut Luna yang tengah menikmati hidangan makan malam tersebut.
Luna tersenyum saat dirinya merasakan sentuhan lembut tangan suaminya yang hangat, namun tiba-tiba mimik wajah Luna berubah, spontan Luna menatap wajah sang suami yang tampak tersenyum smirk kepadanya.
"Ray! Apa yang kamu lakukan?" tanya Luna saat ini dirinya merasa tangan sang suami yang mulai nakal di balik meja makan yang menutupinya.
"Aku sudah tidak sabar ingin segera pulang" jawabnya dengan senyum yang mengembang.
Luna hanya menggelengkan kepalanya saat ia tahu apa yang akan Ray lakukan saat tiba di rumah nantinya.
BERSAMBUNG
π₯π₯π₯π₯π₯π₯
*
*
*
*
Yuhuuu...kali ini aku promosi karyaku sendiri ya! ramai kan beb chat story yang baru saja aku buat untuk event... ceritanya nggak kalah seru loh....π₯°π₯°
Bercerita tentang seorang artis idola yang menyamar sebagai sopir pribadi seorang gadis SMA, siapa sangka ternyata sang sopir pribadi adalah artis idola Baby Agatha yang selama ini membuatnya kesal setengah mati.
Barry Atmajaya, sosok artis yang di idolakan kebanyakan gadis dan wanita, tak terkecuali Baby.
Barry akan dijodohkan dengan gadis pilihan orang tuanya, namun sayang dirinya tidak mau menikah dengan gadis itu, hingga akhirnya Barry pergi meninggalkan rumah dan menyamar sebagai sopir pribadi agar keluarga nya tidak mengetahui identitas Barry yang sebenarnya.
Lantas siapakah Baby Agatha? cewek cantik yang berhasil menggaet hati seorang Barry, akankah Barry memenuhi permintaan orang tuanya? ataukah justru dirinya lebih memilih Baby yang sudah membuatnya tergila-gila...
Intip yuk Beb chat storyku yang berjudul SOPIRKU IDOLAKUπ₯°π₯°π₯°π₯°
CAPCUSS YUK SEGERA MERAPAT πππ
__ADS_1