
Dan setelah beberapa hari, keadaan Ray semakin membaik, dirinya telah terlihat bugar dan lebih sehat, pagi itu Ray bangun pagi sekali, ia ingin merasakan udara sejuk di pagi hari, dengan memakai celana panjang dan kaos tanpa lengan, membuat bentuk tubuh atletis Ray sangat terlihat sempurna.
"Ray, kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?" tanya Nabila yang pagi itu hendak memasak di dapur.
"Eh... Tante, Ray udah merasa baikan Tante, Ray sengaja bangun pagi, pingin melihat suasana di sekitar daerah ini" ucap Ray
"Oh...gitu, Syukurlah kalau kamu udah baikan, ya udah Tante tinggal masak dulu" pamit Nabila
"Iya Tante" jawab Ray.
Dan hari itu juga Ray mencoba menyusuri jalanan kecil di sepanjang daerah tempat tinggal Nabila yang masih asri, banyak persawahan yang berjajar indah dengan pemandangan hijau yang menyejukkan mata.
Entah sejauh mana Ray berjalan hingga Ia tiba di sebuah tempat kolam ikan air tawar. Ray berhenti di sana dan melihat banyaknya ikan yang dipelihara di kolam tersebut.
"Gila... ikannya banyak banget" seru Ray yang takjub melihat banyaknya ikan di kolam tersebut, Ray memperhatikan sekitar, dirinya lebih terkejut saat melihat seseorang yang tengah berada di antara kolam ikan itu. Mata Ray berbinar saat ia mengenali siapa sosok pria itu.
"Pak Bayu!" ucapnya bahagia
Bayu terlihat memberi makan pada ikan-ikan peliharaan nya, Bayu adalah pengusaha depot ikan bakar yang terkenal di daerah itu.
Perlahan Ray memberanikan diri untuk menghampiri Bayu yang belum menyadari kedatangan nya. Bayu masih sibuk dengan pekerjaan nya yaitu memberi makan ikan-ikan gurami itu.
Dan tiba-tiba saja dirinya dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang memanggil namanya.
"Pak Bayu!"
Mendadak Bayu menghentikan pekerjaannya, setelah ia menyadari siapa yang sudah memanggil namanya, suara yang tak asing bagi dirinya. Spontan Bayu menengok kebelakang.
Alangkah terkejutnya saat dirinya melihat Ray sang menantu tiba-tiba berada di belakangnya.
"Nak Ray!" seru Bayu begitu terkejut.
Dengan cepat Ray bersimpuh memohon kepada mertuanya agar Bayu mau memaafkan dirinya.
"Pak Bayu... Maafkan saya, saya sudah berbuat banyak salah kepada bapak, saya mohon pak Bayu mengampuni saya!" pinta Ray sembari menundukkan kepalanya.
"Eh ...eh... Bangun, ayo bangun, jangan lakukan itu, berdirilah" seru Bayu sembari mengangkat pundak Ray.
"Ray, bagaimana bisa kamu berada di sini?" tanya Bayu penasaran.
"Ceritanya panjang Pak!" jawab Ray.
"Baiklah ayo kita duduk di sana!" ajak Bayu
Ray dan Bayu duduk di sebuah bangku panjang yang terletak di sebelah kolam ikan.
__ADS_1
"Sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Bayu
Lantas Ray menceritakan semua kejadian dari awal hingga akhirnya ia berada disini, yang tak lepas dari hasil perbuatannya yang konyol itu.
Tampak Bayu mendengarkan seksama penuturan menantunya itu.
"Apakah Luna bersama bapak?" Ray memberanikan diri untuk bertanya kepada mertuanya.
Bayu menghela nafasnya, ia tak bisa membohongi jika Luna berada bersamanya, Ray sedang mencari putrinya.
"Iya... Luna bersamaku!" jawab Bayu
"Syukurlah... Akhirnya saya bisa bertemu dengannya, saya sangat menyesal atas apa yang saya lakukan kepadanya, saya ingin membawanya pulang ke rumah, sebelum saya berhasil membawa Luna, saya tidak akan kembali ke Surabaya." ungkap Ray penuh harap
"Iya aku mengerti perasaanmu, agaknya Luna butuh waktu untuk menenangkan dirinya, apalagi sekarang dia sedang hamil" ucap Bayu
"Pak Bayu bisakah saya bertemu dengannya sekarang!" pinta Ray yang sudah tidak sabar ingin melihat istrinya.
"Tentu saja, tapi bapak tidak yakin Luna mau menemuimu!" seru Bayu mengingatkan.
"Iya pasti dia masih sangat marah pada saya, tapi saya mohon izinkan saya bertemu dengannya, saya sangat ingin melihatnya walau sedetik saja" ucap Ray memohon dengan sangat.
Bayu terlihat tidak tega melihat Ray yang memohon kepada dirinya. Lantas Ia menyetujui permintaan Ray, karena bagaimanapun juga Ray adalah suami Luna.
Hingga akhirnya Bayu membawa Ray datang ke rumah nya untuk mempertemukan Luna dan suaminya.
Tampak Ray melihat sekeliling, rumah sederhana minimalis namun terlihat begitu asri dan menenangkan.
"Nak Ray kamu tunggu disini, saya akan memanggilkan Luna sebentar" seru Bayu.
"Baik Pak!" Ray menunggu kedatangan Luna dengan suka cita, sesekali ia mempersiapkan diri untuk bertemu dengan sang istri
Kemudian Bayu masuk kedalam rumah, dilihatnya Karin yang sedang memasak di dapur, namun Bayu tidak menemukan Luna berada bersama Karin.
"Dimana Luna?" tanya Bayu kepada adiknya, Karin.
"Luna sedang memetik sayuran di kebun samping rumah Mas" Jawab Karin.
"Oh begitu" jawab Bayu
"Memangnya kenapa Mas?" tanya Karin
"Ray, suami Luna datang kemari, dia datang untuk menjemput Luna" ucap Bayu yang membuat Karin sangat terkejut.
"Apa? Ray menjemput Luna?"
__ADS_1
"Ray sudah menyadari perbuatannya, sekarang dia sudah menyesali nya, dia ingin Luna kembali pulang bersama nya." ungkap Bayu yang ikut senang Ray sudah berubah.
"Tapi apa Luna mau Mas? Aku lihat Luna sangat terpukul sekali!" ucap Karin
"Iya aku tahu, tapi Luna harus pulang, aku tidak bisa mencegahnya, Luna masih menjadi istrinya Ray, Dimata hukum dan negara Luna masih sah menjadi istrinya Ray" ungkap Bayu
*****
Sementara Ray menunggu Luna keluar, dirinya dikejutkan dengan seorang wanita yang tengah berada di kebun sayur di samping halaman rumah nya. Sekilas wanita itu menunjukkan wajahnya.
Ray benar-benar terkejut, saat ia tahu bahwa seseorang itu adalah Luna istrinya, sementara Luna belum menyadari bahwa Ray tengah memperhatikannya.
"Akhirnya aku bisa bertemu lagi denganmu sayang, betapa aku sangat merindukanmu, aku ingin sekali memelukmu" gumam Ray yang masih berdiri di teras rumah sembari memperhatikan Luna.
Ray beranjak pergi menghampiri Luna yang tampak sibuk memetik sayuran. Perlahan namun pasti Ray mendekati gadis pujaannya itu, terlihat Luna mulai curiga, seperti ada seseorang yang tengah berdiri di belakangnya.
Luna menghentikan pekerjaannya, kemudian perlahan ia menoleh ke belakang, dan alangkah terkejutnya saat ia tahu, wajah sang suami kini tepat berada di depannya.
"Ray...!" Luna tampak membulatkan matanya, dengan tatapan kekecewaan Luna berkata kepada Ray .
"Mau apa kamu datang kesini? Mau menyakiti ku lagi?" ucap Luna ketus.
"Aku ingin membawamu pulang, maafkan aku sayang, aku benar-benar menyesali semua perbuatanku, aku mohon kembalilah padaku" seru Ray sembari bersimpuh di hadapan Luna.
"Semudah itu kamu minta maaf, setelah apa yang sudah kamu lakukan kepadaku" ucap Luna yang mulai sedih.
"Kau tahu Ray, kau sudah membuat perasaanku hancur berkeping-keping, sekarang kau puas"
"Maafkan aku sayang, aku benar-benar tidak tahu jika ibumu sudah meninggal, aku sangat bodoh sekali membiarkanmu merasakan dendam konyolku, aku mohon kembalilah padaku, aku bisa gila jika kamu tidak ada di sampingku, Pliss sayang ayo kita pulang, mama dan papa sudah menunggu kedatangan mu" pinta Ray mengiba dan sontak Ray memeluk istrinya itu.
Namun Luna masih terlihat dingin, dengan cepat dia mendorong tubuh Ray dan berkata dengan mata yang mulai mengembun.
"Tidak semudah itu aku memaafkanmu Ray, tidak semudah itu, lebih baik kamu pergi dari sini, pergilah" Luna berlari meninggalkan Ray yang masih berdiri di tempatnya.
"Aku tidak akan menyerah sebelum aku membawamu pulang Luna, aku akan terus berusaha untuk mendapatkanmu kembali, aku tidak akan pulang tanpa dirimu" seru Ray dengan suara yang lantang.
Luna berlari masuk ke dalam kamarnya, sementara itu Bayu dan Karin melihat Luna berlari masuk ke kamarnya.
"Loh...loh...loh Luna kamu kenapa?" Karin mengejar Luna sampai di depan kamarnya yang sudah ia kunci.
Bayu menduga pasti Luna sudah bertemu Dengan Ray.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1