
Dokter segera melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan Vera, dan setelah melewati berbagai pemeriksaan akhirnya Dokter memutuskan untuk melakukan transplantasi ginjal pada tubuh Nyonya Emily dari ginjal milik Vera.
Bara melihat sang ibu begitu sedih, dirinya hanya Bu berdoa untuk keselamatan keduanya, sementara itu Excel baru tiba di rumah sakit. Ia melihat Bars yang sedang duduk di kursi tunggu dengan menundukkan wajahnya dan memanjatkan doa untuk Mama dan Oma nya.
"Bara! Mana Mamamu?" tanya Excel yang tidak melihat keberadaan Vera disana.
Bara bangkit dan menceritakan kondisi Oma dan Mamanya, Excel terkejut bukan main, bagaimana bisa Vera melakukan hal sebesar itu tanpa persetujuan darinya.
"Ya... Tuhan, kenapa semua ini harus terjadi, kenapa aku baru menyadarinya, bodoh sekali aku ini, suami macam apa aku ini!" sesal Excel saat dirinya baru mengetahui dari Bara tentang penderitaan Vera selama ini, yang selalu mendapatkan perlakuan buruk dari Emily.
"Sudahlah Pa! Lebih baik kita berdoa untuk kesembuhan dan keselamatan Oma dan Mama!" seru Bara menenangkan.
"Kamu benar Bara! Papa janji setelah operasi ini berhasil, Papa akan selalu ada untuk Mamamu, Papa akan selalu melindungi Mamamu!" ungunya Excel bersedih.
Mereka berdua menunggu operasi itu sambil duduk tak tenang, Bara terlihat mondar mandir memantau lampu emergency yang masih menyala merah, hingga beberapa saat setelah 3 jam lamanya mereka menunggu, akhirnya lampu emergency itu padam.
Sekilas wajah Excel begitu bahagia akhirnya operasi nya berjalan lancar. Dokter mulai keluar dari ruang operasi. Excel berdiri dan menanyakan bagaimana keadaan ibu dan istrinya.
"Dokter bagaimana dengan operasinya, apa semua berjalan dengan lancar?"
"Operasinya sukses dan berhasil...Anda tidak perlu khawatir, Nyonya Emily sudah kami pindahkan ke ruang perawatan, begitu pun dengan Nyonya Vera... kalau begitu saya permisi! Mari" dokter pamit
"Tunggu dokter...Apa saya boleh menemui istri dan ibu saya dokter?" tanya Excel penuh harap.
"Tentu... silahkan" jawab Dokter itu ramah".
Setelah beberapa saat Excel masuk ke dalam ruang perawatan Istrinya, sementara Bara masuk kedalam ruang perawatan Emily.
Excel mendekati istrinya yang masih terbaring di atas tempat tidur, dengan perasaan yang sedih, Excel duduk di samping Istrinya.
"Sayang, maafkan aku, selama ini aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu. Bangunlah sayang, aku ingin melihat senyummu sedikit saja. Pliss" ucap Excel yang rupanya di dengar oleh Vera.
Perlahan netra cantik itu mulai membuka sedikit demi sedikit, tampak lah bayangan seseorang sedang menatap wajahnya lekat-lekat.
"Mas Excel, kau!" suara Vera masih terdengar lemah, dirinya belum mengumpulkan kesadaran secara utuh.
__ADS_1
"Sssttt... jangan banyak gerak dulu, kamu masih belum sembuh benar!" ucap Excel sembari mengusap puncak kepala Vera .
"Bagaimana keadaan Mama? Apa beliau baik-baik saja, katakan apa dia baik-baik saja?" tanya Vera yang masih mengkhawatirkan ibu Mertuanya.
"Mama baik-baik saja, kamu tidak terlalu memikirkannya, sayang kenapa kau lakukan ini? Kenapa kamu berkorban untuk Mama!" ucap Excel sendu menatap wajah istrinya yang terlihat lemah itu.
"Mamamu butuh ginjal yang sehat, aku tidak mau terjadi apa-apa dengannya, sebagai menantu aku harus bisa membahagiakan orang tuamu juga, Mamamu adalah mamaku juga" ucapnya dengan nada yang lemah. Sesekali Vera meringis saat rasa sakit itu mulai timbul.
Excel menggenggam tangan Vera dan menciumnya penuh kelembutan, Excel menangis bahagia, Ia sangat beruntung memiliki isteri yang sangat menyayangi Mama nya, meskipun selama ini Emily selalu bersikap kasar kepadanya.
"Kau seperti malaikat penolong kami, kau adalah wanita yang hebat, tak akan pernah menyesal aku mencintaimu, Sayang aku sangat mencintaimu!" Excel menangis tersedu dalam pelukan istrinya.
"Sudahlah sayang, sekarang aku mohon kepadamu, antarkan aku ke kamar Mama, aku ingin minta maaf jika sudah lancang memberikan ginjal ku kepadanya, Pliss antarkan aku sekarang" rengek Vera dengan pandangan yang sayu.
*
*
*
*
"Oma! Oma sudah sadar, syukurlah akhirnya Oma baik-baik saja, terimakasih Tuhan" Seru Bara yang begitu bahagia melihat Oma nya sudah sadar.
"Bara! Oma berada di mana?" Emily tampak bingung dimana ia sekarang.
"Oma ada di rumah sakit!" jawab Bara.
Tiba-tiba saja dokter datang menemui mereka dan hendak memeriksa kondisi terbaru dari Nyonya Emily pasca operasi pencangkokan ginjal.
"Selamat sore Nyonya Emily? Bagaimana perasaan Anda sekarang?" tanya Dokter dengan ramah.
"Sore dok, Saya merasa sudah tidak sakit lagi, tapi ada sedikit nyeri di pinggang saya!" jawab Emily sambil menunjukkan letak yang masih sakit.
Dokter tersenyum dan memeriksa bekas operasi yang menembus kulit perutnya.
__ADS_1
"Bagus, semuanya terlihat baik -baik saja, Nyonya Emily Anda harus banyak istirahat, ini semua berkat pertolongan menantu Anda yang sudah mendonorkan ginjalnya untuk Anda, sungguh beruntung Anda memiliki seorang menantu yang baik hati seperti ibu Vera!" ucapan Dokter membuat Emily membulatkan matanya, dirinya tidak percaya menantu yang selama ini ia anggap sebelah mata, nyatanya justru telah menyelamatkan jiwanya.
"Apa dokter, menantu saya yang sudah memberikan ginjalnya untuk saya?" tanya Emily yang masih tidak percaya.
"Betul Nyonya, Ibu Vera sudah mendonorkan satu ginjalnya untuk Nyonya, sekarang beliau ada di ruang perawatan, kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter sembari beranjak pergi meninggalkan ruangan itu.
Emily menangis, dirinya begitu terluka saat Vera memberikan satu ginjalnya untuk dirinya, bagaimana mungkin menantu yang selama ini tidak ia anggap ternyata merelakan kehidupannya untuk dirinya.
"Maafkan Mama! Maafkan Mama Vera! Mama sudah jahat sama kamu, betapa bodohnya aku yang sudah menyia-nyiakan menantu berhati malaikat sepertimu" sesal Emily dengan genangan air mata yang mengalir dari sudut matanya.
"Oma! Bara sudah pernah bilang kepada Oma, Mama tidak seperti yang Oma pikirkan, Mama menyayangi Oma sepenuh hati, meskipun selama hidupnya Oma tidak pernah menganggap Mama sebagai menantu, tapi Mama tetap peduli kepada Oma" ungkap Bara yang semakin membuat Emily tak berhenti meneteskan air matanya.
"Oma menyesal, kenapa baru sekarang Oma menyadari ketulusan hati Vera, Bara! Dimana Mamamu sekarang? Oma ingin bertemu dengannya?" pinta Emily kepada cucunya.
Tiba-tiba saja pintu di buka oleh seorang wanita yang terlihat duduk di atas kursi roda, iya... wanita itu adalah Vera, yang dibantu Excel datang menemui Emily.
"Vera!"
"Mama!"
Excel mendekatkan istrinya dengan sang Mama, Emily mengusap wajah Vera dan menghapus air matanya.
"Jangan menangis lagi nak! Mulai saat ini Kamu tidak akan melihat kebencian dari hatiku, Aku akan mencurahkan kasih sayang ku kepada menantu ku yang berhati mulia ini, maafkan Mama bila selama ini sudah membuatmu terluka, Mama begitu egois, Mama tidak bisa melihat ketulusan dalam hatimu, maafkan Mama, maafkanlah Mama!" ucap Emily sembari memohon ampun kepada Vera.
"Tidak Ma, Mama tidak perlu minta maaf kepada Vera, melihat Mama tersenyum kepada Vera saja, aku sudah sangat bahagia, Vera cuma butuh senyum dari Mama, itu sudah cukup untuk Vera!" balas Vera sembari mencium tangan sang ibu mertua.
Excel dan Bara ikut menitikkan air mata, akhirnya perselisihan antara Vera dan Emily berakhir kebahagiaan, Excel bersyukur mendapatkan istri yang begitu baik seperti Vera.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
...MELLOW BEB ðŸ˜ðŸ˜...
...KALIAN JANGAN HERAN YA JIKA ISI NOVELKU RASANYA CAMPUR -CAMPUR SEPERTI NANO NANO, KADANG SENANG , KADANG LUCU, KADANG SEDIH DAN KADANG HAREUDANG BIKIN OTAK PANAS, SEMUA ITU OTHOR LAKUKAN BIAR KALIAN NGGAK BOSAN DENGAN ALUR CERITANYA...SO IKUTI TERUS YA KELANJUTAN CERITANYA...KAWAL TERUS SAMPAI MEREKA NIKAH SEMUANYA... TUNJUKKAN DUKUNGAN KALIAN, JANGAN LUPA VOTE NYA YA🥰🥰🥰...
__ADS_1