
Abian terus melangkah mendekati Jasmine yang terlihat gugup, karena kini dirinya tertangkap basah tanpa sehelai benangpun.
"Abi pliis, jangan mendekat!" seru Jasmine yang semakin erat mendekap erat dua tempat pribadinya, yang atas dan yang bawah.
"Memangnya kenapa kalau aku mendekatimu? Tidak boleh ya!" seru Abi yang kini berada tepat di belakang tubuh Jasmine.
Jasmine terpejam dan dirinya semakin gugup karena bagaimanapun juga tubuh belakangnya tidak tertutup sehelai benangpun, polos los.
Abi menempelkan tubuhnya pada tubuh Jasmine, ada gelenyar aneh tiba-tiba muncul pada dirinya.
"Oh ya Tuhan, kenapa dadaku semakin berdegup kencang" gumam Jasmine bercampur rasa gugup yang semakin cepat.
Abi menatap Jasmine lewat pantulan cermin, dilihatnya Jasmine yang begitu cantik dan membuat gairah itu muncul tiba-tiba.
Jasmine membuka matanya dan dirinya melihat Abian yang tampak menatapnya begitu lekat, tatapan mata itu seperti sihir yang tiba-tiba membuat keduanya terhanyut dalam suasana temaram ruangan itu.
Tiba-tiba saja tangan Abi menyibakkan rambut Jasmine yang menutupi lehernya, dengan lembut Abi mengecup mesra leher Jasmine yang membuat si empunya secara refleks melepaskan kedua tangannya dari area sensitif itu.
"Abi! Geli...aku tidak biasa seperti ini!" ucap Jasmine sambil merremas rambut Abi, dan membiarkan tubuhnya tanpa tertutup apapun. Sementara tangan Abi mulai melingkar indah pada pinggang Jasmine yang sangat ramping itu.
Dengan cepat Jasmine memutar badannya menghadap ke arah suaminya.
Dengan nafas yang mulai memburu, Jasmine menatap dalam-dalam mata Abian yang sudah dikuasai oleh gairah itu.
"Aku belum biasa seperti ini! Aku takut!" ucap Jasmine malu.
"Kamu pikir aku sudah terbiasa? Aku juga belum pernah melakukan hal seperti ini, kita sama-sama belum pernah melakukannya, bagaimana kalau kita belajar melakukannya!" jawab Abian yang terlihat sumringah.
"Caranya?" jawab Jasmine penasaran.
"Kemarin aku sempat membaca buku yang berjudul Mahligai Perkawinan, disana menceritakan tentang tata cara memperlakukan istri dengan baik dan benar" Setu Abian yang tangan nya sudah tak sabar ingin menyentuh seluruh yang ada pada diri Jasmine.
Jasmine tampak mengerutkan keningnya.
"Dimulai dari sini!" seru Abian sambil menunjuk bibir Jasmine.
"Hah!"
__ADS_1
Jasmine terkejut saat Abian menyentuh ujung bibirnya dan mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Jasmine.
"Abi!"
Jasmine yang sudah polos itu membuat Abian semakin bersemangat, meskipun dirinya masih belum mau melihat area yang paling sensitif milik Jasmine, namun dirinya dibuat panas dingin dengan dua bola yang menggantung indah pada dada isterinya, tidak besar memang, namun cukup penuh untuk satu tangan utuh saat merremas.
Awalnya masih belum terbiasa mereka melakukan ciuman, hanya sebatas menempelkan bibir dan mengecup kecil. Entah kenapa tiba-tiba saja ciuman itu berubah menjadi sedikit mendalam. Entah mereka belajar dari membaca atau otodidak, yang jelas kecupan demi kecupan sudah mulai mewarnai awal percintaan mereka.
Dan kini lidah itu saling berbelit dan saling bertukar Saliva, hingga tak terasa cukup lama mereka menikmati kebersamaan itu.
Abian melepaskan ciuman itu dan berganti ke tempat yang lain. Entah reflek atau sengaja Jasmine membuka kancing kemeja milik Abi dan melepaskannya teronggok di lantai. Meninggalkan celana panjang hitam yang mulai terasa sesak di bagian atas, seolah ada sesuatu yang ingin mendapatkan angin segar.
Tanpa sengaja Jasmine menyentuh area itu dan dirinya menatap wajah sang suami yang tampak meringis saat Jasmine menyentuhnya.
"Apa ini terasa sakit?" tanya Jasmine penasaran.
"Tolong buka! Sepertinya adikku tidak bisa bernafas di sana?" jawab Abian sambil mendongak keatas.
Apa yang dikatakan oleh Abian agaknya membuat Jasmine bertanya-tanya.
"Jangan banyak tanya, buka saja!" sahut Abian yang sudah tidak kuat menahan rasa cenut-cenut pada adik tirinya.
Jasmine mulai membuka Ritz celana Abian, dan dirinya melihat sebuah benda keras dan berotot yang membuatnya ketakutan.
"Tapi Bi! Aku takut... tidak tidak, menyeramkan sekali, aku keluar saja, takut!" ucap Jasmine sembari meraih piyama dan keluar dari ruang ganti itu, meninggalkan Abian yang tampak dengan adiknya yang berdiri tegak.
"Jasmine! Kamu mau kemana? Kok malah pergi! Terus ini siapa yang bertanggung jawab!" kata Abi sambil melihat miliknya yang masih berdiri kencang.
Abi segera keluar dari ruang ganti itu tanpa sehelai benangpun, sementara Jasmine terlihat menelungkupkan badannya pada tempat tidur, karena dirinya merasa takut dengan penampakan sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
"Ya ampun, itu apa sih, kok gitu bentuknya, ih ngeri...kok Abi punya kek gituan sih, takut ah...Mama! Papa! ... Jasmine takut" ucap Jasmine lirih sambil mencengkram selimutnya.
Sementara Abian mulai datang menghampiri istrinya yang tampak tertutup selimut. Abian mulai menghempaskan tubuhnya di samping Jasmine dan menyusup ke dalam selimut berwarna putih itu.
Jasmine sangat terkejut saat merasakan ada gerakan dari dalam selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Jasmine menghadap ke samping, dilihatnya Abian yang sudah berada di dalam selimut bersamanya.
"Abi!"
__ADS_1
"Sssttt... jangan berteriak, aku tidak akan menyakitimu sayang!" ucap Abi sambil menangkup wajah Jasmine yang terlihat sangat gugup.
"Ta...tapi! Anumu, itu...aku takut, serem Bi!" jawab Jasmine dengan ekspresi lucu.
Abian terkekeh melihat tingkah Jasmine yang menggemaskan, ternyata mata Jasmine belum pernah melihat sesuatu seperti miliknya secara live, itu tandanya Jasmine masih sangat orisinil dan tentunya Abian harus ekstra hati-hati untuk membawa istrinya terbang melayang, agar Jasmine tidak merasakan sakit akibat sensasi rasa robeknya selaput dara yang sebagian wanita pasti merasa kesakitan.
"Kamu takut?" tanya Abian menatap dalam-dalam mata Jasmine yang mulai berkaca-kaca.
"Hmm" Jasmine menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya hari ini, istirahatlah, aku tidur di sofa saja!" ucap Abian sambil mengelus puncak kepala Jasmine.
Kemudian Abian mulai beranjak pergi ke sofa, namun tiba-tiba tangannya di tahan oleh Jasmine.
"Jangan pergi! Tetaplah disini!" pinta Jasmine
Abi kembali merebahkan tubuhnya di samping Jasmine, sementara itu Jasmine beranjak berdiri dan tiba-tiba saja piyama yang di pakainya Ia lepaskan begitu saja, sehingga dirinya kini tanpa sehelai benangpun.
Abi tampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Jasmine.
"Jasmine Kau!"
"Malam ini adalah malam yang paling kau tunggu bukan? Aku tidak mau mengecewakan mu, bukankah sekarang aku adalah milikmu, bodoh sekali jika aku menolaknya, pasti aku sangat di benci oleh malaikat sampai esok pagi, jika aku tidak melayani suamiku sekarang, milikilah aku Abi! Aku sudah siap, tapi...aku mohon jangan tunjukkan itu padaku, Jujur aku masih takut dengan bentuknya" ucap Jasmine yang memaksa Abi melirik benda kepemilikannya yang kokoh berdiri meski tanpa besi cor-coran.
Abi menarik tangan Jasmine dan memposisikan dirinya dibawah Kungkungan nya.
"Kamu jangan khawatir! Aku tidak akan memperlihatkannya kepadamu, dan kamu tidak perlu melihatnya, cukup kamu rasakan saja, aku yakin kamu pasti suka!" bisik Abi yang mulai menghadapkan miliknya pada tempat seharusnya. Dan sedikit demi sedikit mendorongnya ke dalam.
"Hm... semoga saja ucapanmu benar...Ahhh"
Jasmine menggigit bibir bawahnya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Jasmine ngapain yak🤔😜...
__ADS_1