
Bayu dan Luna sudah duduk di meja makan sembari menunggu kedatangan Ray, setelah beberapa saat, akhirnya yang ditunggu-tunggu telah tiba.
"Nak Ray, ayo duduk kita makan bersama!" perintah Bayu.
"Iya Pak!" jawab Ray sembari duduk berseberangan dengan Luna.
"Loh kenapa duduk disitu, duduk disebelah Luna saja!" titah Bayu yang membuat Luna menatap tajam kearah Ray. Dan Ray tersenyum simpul mendengar ucapan ayah mertuanya.
"Baik Pak!"
Lantas Ray kemudian duduk di sebelah istrinya. Tampak Luna terlihat gugup saat Ray mulai duduk bersebelahan dengan dirinya. Ray menggeser kursinya lebih dekat lagi dengan Luna, sehingga membuat Luna sedikit terdesak.
"Eeehh... jangan dekat-dekat ya, agak jauh!" pinta Luna agar Ray menjauhkan sedikit kursinya. Ray menghela nafasnya dan menarik kembali kursinya sedikit menjauh. Bayu melihat tingkah keduanya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Luna! Kamu ambilkan nasi dalam piring untuk suamimu!" perintah Bayu
"Tapi Yah, dia punya tangan dan biar dia ambil sendiri!" jawab Luna
"Eh... Luna! Dia kan suamimu, itu sudah menjadi tugasmu!" balas Bayu menasehati.
Dengan terpaksa Luna mengambilkan piring dan nasi untuk Ray, sekalian dengan lauk seadanya, mengingat di kampung Luna tidak ada makanan mewah, sehingga mereka sudah terbiasa dengan makanan sederhana. Pagi ini menu sarapan mereka adalah nasi pecel rempeyek kacang.
Ray tersenyum bahagia melihat istrinya yang harus melayani dirinya, meskipun Luna masih tampak jutek, setidaknya Ray sudah berhasil merobohkan kemarahan Luna. Butuh waktu sedikit lagi untuk membawa Luna kembali ke pelukan Ray.
"Ini... makanlah!" Luna memberikan piring yang berisi nasi pecel kepada Ray.
Ray yang seumur hidup belum pernah melihat makanan seperti ini, tampak dirinya menaikkan alisnya dan mengamati makanan yang tersaji di depan matanya.
"Apa ini?"
Ray memutar-mutar piringnya sembari mencium-cium aroma sambal pecel yang menyiram beberapa sayur matang diatasnya, dengan topping berupa peyek kacang dan tempe goreng.
__ADS_1
"Ayo nak Ray, di makan!" ucap Bayu, sementara Luna tersenyum melihat Ray yang masih bingung dengan hidangan yang ada didepannya.
"Eh...iya Pak!" jawabnya dengan senyum paksa.
"Aduh mampus, bagaimana cara makannya, sendok garpu nggak ada, masa pake tangan" gumam Ray sambil melihat Bayu yang lahap menyantap nasi pecel tersebut.
Ray juga melihat Luna yang sudah terbiasa makan dengan menggunakan tangan kosong, dirinya mencoba meniru Bayu dan Luna, yang tampak nikmat dengan makan menggunakan tangan kosong.
Perlahan Ray mengikuti gerakan tangan Luna yang menjumput nasi dengan ujung jarinya kemudian memasukkannya kedalam mulut. Tampak Ray menelan ludahnya saat melihat sang istri makan dengan lahap.
Tak menunggu lama, akhirnya Ray mengikuti langkah-langkah istrinya dengan meniru cara Luna mengambil makanan, bukannya menjumput dengan ujung jari, Ray justru meletakkan lima jarinya keatas piring, alhasil seluruh telapak tangan Ray berlumuran sambal dan terlihat belepotan semua.
Luna yang tak tega melihat suaminya tidak bisa makan pakai tangan, akhirnya Luna membantu Ray dengan menyuapi suaminya menggunakan tangannya.
"Sini, mana tanganmu!" seru Luna meminta tangan kanan Ray yang sudah belepotan. Kemudian Ray memberikan tangannya, lantas Luna mencuci tangan suaminya itu hingga bersih. Kemudian Luna mengelapnya pakai tisu, Ray terus saja memandangi wajah Luna yang selalu membuatnya bahagia.
Kemudian Luna menyuapi suaminya dengan menggunakan tangan kosong.
"Maaf jika aku sudah merepotkanmu, jujur aku memang tidak bisa makan dengan menggunakan tangan kosong" ucap Ray meminta maaf kepada Luna.
"Aku tahu, kamu pasti tidak akan bisa makan dengan cara seperti ini, tapi ini sudah menjadi kebiasaan kami" jawab Luna
Bayu melihat Ray dan Luna dengan bahagia, akhirnya Ray berhasil membuat hati Luna sedikit luluh, Bayu berharap Luna bisa memaafkan kesalahan suaminya dan kembali lagi ke rumah mereka.
"Ini suapan yang terakhir!" ucap Luna sembari memasukkan tangannya ke dalam mulut Ray Namun tiba-tiba saja Ray meraih tangan Luna, sontak Luna dibuat terkejut oleh tingkah Ray.
"Ray...apa yang kau lakukan?" seru Luna saat Ray mulai mengulum setiap jari Luna yang dibuat untuk menyuapi Ray tadi.
Ray menatap dalam-dalam mata istrinya sembari mengemmut satu persatu jari jemari Luna, tampak Luna dibuat malu dengan apa yang Ray lakukan kepadanya.
Luna dengan cepat menarik tangannya dari tangan Ray, kemudian Luna bergegas membereskan piring -piring bekas makanan yang ada di meja, namun dengan cepat Ray menghalangi istrinya untuk melakukan itu.
"Jangan, kau istirahat saja, biar aku yang mencuci piring, aku tidak mau kau kelelahan" sahut Ray sembari menepis tangan Luna agar tidak menyentuh piring-piring kotor itu.
__ADS_1
Kemudian Ray membawa piring-piring kotor itu ke belakang rumah, mengingat sumur mereka ada di belakang rumah, kali ini adalah benar-benar perjuangan seorang pangeran demi untuk membawa permaisurinya pulang ke rumah, Ray rela harus berbasah-basah, menghilangkan kesan bahwa Ray adalah putra orang kaya, saat ini Ray bertindak sebagai suami yang siaga, tak perduli dirinya harus melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh wanita, seperti mencuci piring dan mencuci pakaian.
Luna melihat keseriusan suaminya, tampak Ray begitu cekatan mencuci piring-piring kotor itu, meskipun dirinya harus menimba air dari sumur, bagi Ray itu adalah hal yang biasa seolah dirinya tengah mengangkat barbel saat nge-gym.
Tanpa Ray sadari terlihat beberapa ibu-ibu tetangga yang melihat menantu Bayu yang sangat rajin, ibu-ibu itu berhenti dan menyapa si tampan dengan senang.
"Ya ampun Mas Ray, rajin banget ya, udah ganteng, pinter cuci piring, senang deh punya mantu kayak Mas Ray!" sapa seorang ibu-ibu
"Eh...Ada ibu-ibu, cuma cuci piring doang, enteng buat saya" jawab Ray sembari tersenyum
"Iya nih... Mas Ray menantu idaman banget, coba kalau Mas Ray belum menikah, pasti tak jadiin mantu" sahut ibu yang satunya.
"Wah...beneran Bu! Ibu punya anak gadis? Cantik nggak? Kalau nggak secantik istri saya , saya tidak mau" seloroh Ray menggoda.
"Punya dong, tapi ya... Cantik mbak Luna sih, Mbak Luna kembang desa disini" jawabnya
Ray tahu jika Luna mengintip dirinya dari balik jendela, Ray sengaja menggoda Luna agar Luna terlihat cemburu.
"Waah ...boleh dong saya kenalan dengan anak ibu" cicit Ray sambil melirik ke arah jendela kamar Luna.
"Oh tentu saja Mas Ray, kenalan sama ibunya juga nggak apa-apa" sahut ibu-ibu sembari menggoda Ray yang sedang mencuci piring.
Luna terlihat kesal melihat pemandangan itu.
"Hiih...dasar ibu-ibu genit, awas saja berani-beraninya mereka menggoda suamiku"
Luna langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri ibu-ibu yang berhenti di dekat suaminya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Kira-kira Luna mau ngapain yah?🤔...
__ADS_1