TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Luna pergi


__ADS_3

Luna mulai keluar dari kamar mandi, sementara Helena sudah menunggunya dengan senyum yang mengembang. Luna membawa hasil testpack tersebut di tangannya. Helena mulai mendekati gadis ayu tersebut.


"Bagaimana Luna? Kamu sudah lihat hasilnya?" tanya Helena.


"Sudah Tante" jawab Luna sembari menunjukkan testpack yang menunjukkan garis dua tersebut.


"Puji Tuhan, ternyata benar dugaan kami, kamu sedang mengandung buah cinta kalian, aku akan menghubungi Ray agar dia menyusulmu kesini" ucap Helena.


"Jangan Tante, jangan hubungi dia, Luna tidak mau bertemu dengannya lagi!" ungkap Luna yang membuat Helena begitu terkejut. Helena mendekati gadis itu dan mencoba bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Ada apa Luna? Kenapa kamu tidak mau Ray datang kesini? Harusnya kamu senang suamimu datang untuk menjemputmu" ucap Helena


"Luna memutuskan untuk menjauhi Ray Tante, Luna sudah capek dengan sikap dan perbuatannya!" ungkap Luna yang membuat Helena membulatkan matanya.


"Maaf bukannya Tante ikut campur, sebenarnya apa yang sudah terjadi? Kenapa kalian berdua bisa seperti itu, kamu sedang hamil loh, bayi ini membutuhkan ayahnya, apa kamu tidak ingin Ray mendengar kabar bahagia ini" ucap Helena


Kemudian Luna menceritakan semua kejadian yang sudah menimpa dirinya selama ini, sesekali Luna menangis sesenggukan saat mengingat perlakuan kasar Ray kepadanya.


"Luna harus gimana Tante, Luna pergi saja dari sini, Luna tidak ingin bertemu dengan Ray, Luna ingin menemui Ayah, karena hanya Ayah laki-laki yang tidak pernah menyakiti hati Luna, Ayah selalu menyayangi Luna tanpa syarat, Luna ingin pulang Tante!" ungkap Luna dengan tangis yang mulai membasahi wajah cantiknya.


Helena tak tega melihat keadaan gadis malang itu, lantas Helena segera memeluk menantu Vano dan Shesa itu penuh kelembutan.


"Sabar Nak, semua ini pasti akan berakhir, Tante tahu perasaanmu, Ray benar-benar keterlaluan, sudah sudah jangan menangis lagi, Tante ikut sedih melihatmu seperti ini" hibur Helena dengan pelukan penuh kasih sayang.


Kemudian dokter Erick datang ke kamar Luna, terlihat Luna yang sedang meluapkan kesedihan nya dalam pelukan Helena, dokter Erick membiarkan Luna puas dulu untuk menumpahkan air matanya.


Setelah Luna merasa sedikit membaik, lantas dirinya mulai melepaskan pelukan Helena dan mencoba menenangkan dirinya.


"Maafkan Luna Tante, Luna tidak bisa mengontrol emosi Luna" ucap Luna sembari mengusap air matanya.

__ADS_1


"Luna! Sebaiknya kamu istirahat saja, ini Om bawakan vitamin untukmu, agar kandungan mu lebih kuat dan terjaga, Om tidak bisa bayangkan bagaimana bahagia nya Vano dan Shesa mendengar berita ini, mereka akan segera memiliki cucu, saat ini Vano dan Shesa dalam perjalanan pulang, mereka masih dalam pesawat, mungkin nanti malam mereka akan tiba di Surabaya, dan aku akan segera mengabarkan berita bahagia ini kepada mertuamu" seru Dokter Erick sembari tersenyum.


"Baiklah Luna, Tante akan menyuruh pelayan untuk membawakanmu makanan, Tante dan Om permisi dulu ya, ingat jangan banyak pikiran, karena sebentar lagi Vano dan Shesa akan pulang" ucap Helena


"I_iya Tante" jawab Luna


Kemudian dokter Erick dan Helena keluar dari kamar yang ditempati Luna.


"Aku harus pergi dari sini, Aku akan menyusul Ayah dan kami akan menjauh pergi dari sini, Ayah...Luna datang, Luna kangen Ayah" gumam Luna yang diiringi kesedihan di wajah ayunya.


Sementara itu Dokter Erick dan Helena tengah berbincang membicarakan mereka berdua.


"Aku akan memberi tahukan Vano secepatnya tentang masalah ini, Ray tidak bisa dibiarkan, tindakan nya sangat membahayakan perusahaan, Aku nggak bisa bayangkan jika Vano mengetahui hal ini, dia pasti marah besar, apalagi Shesa...Ya Tuhan kenapa Ray bisa dibutakan oleh dendamnya" sesal Helena


"Sekarang kita tunggu kepulangan mereka berdua, biar sementara Luna berada di sini" ucap dokter Erick.


"Iya kamu benar sayang, kita tunggu kedatangan Vano dan Shesa pulang, setelah itu kita beritahukan keadaan Luna yang sekarang" sambung Helena.


"Maafkan Luna Ma, Luna tidak bisa kembali lagi ke rumah, Luna sudah memutuskan untuk pulang bersama Ayah, di sana Luna tidak akan merasa tersakiti, Ayah akan menyayangi Luna sepenuh hati" gumam Luna yang bersiap untuk segera pergi dari rumah Helena.


"Aku harus pergi secepatnya, sebelum mereka mengetahuinya"


Luna melihat sekeliling, dirinya menemukan sebuah Jendela besar di samping ruangan, dengan hati-hati dan tanpa bersuara Luna mencoba membuka jendela tersebut.


"Tante Helena, Luna minta maaf, Luna harus pergi, pasti Ayah sedang menunggu Luna, Luna tidak bisa lama-lama disini, jika disini terus maka Luna akan bertemu Ray lagi, Luna masih tidak ingin bertemu dengannya"


Luna menuliskan pesan kepada Helena bahwa dirinya telah pergi. Lantas Luna sekarang sudah berada di luar rumah, ia mengendap dan berhati-hati agar tidak ada yang mencurigainya.


Setelah Luna berhasil keluar dari rumah Helena dengan rapi, lantas ia segera menghentikan sebuah taksi dan menaikinya. Dan akhirnya Luna terlepas dari cengkeraman Ray, kini ia datang untuk menemui sang ayah yang bersiap meninggalkan tempat tinggal mereka.

__ADS_1


Sementara di kediaman keluarga dokter Erick, Bertrand putra mereka terkejut melihat dari arah balkon kamarnya jendela kamar tamu yang telah terbuka. Di pagi yang mulai cerah itu, Luna berhasil keluar dari kota suaminya dan kini ia menuju rumah sang Ayah.


Lantas Bertrand menemui Helena dan dokter Erick yang masih di ruang tengah. tampak keduanya terkejut melihat Bertrand yang tergesa-gesa.


"Ma...Itu kenapa jendela kamar tamu kok kebuka?" tanya Bertrand


"Apa? Jendelanya kebuka?" Helena begitu terkejut saat mendengar hal itu.


"Sayang Luna, jangan-jangan dia kabur?"


Lantas Helena dan dokter Erick segera menuju kamar tempat Luna berada, mereka membuka pintu dan betapa terkejutnya mereka berdua, tampak Luna sudah tidak ada di kamarnya.


"Astaga...Luna! Kamu dimana Nak?" Helena mencari keberadaan Luna di sekeliling kamar, nyatanya Luna sudah berhasil keluar dari rumah mereka.


Helena lemas saat tahu Luna sudah tidak ada lagi di kamarnya.


"Bagaimana ini, apa yang akan ku katakan pada Vano dan Shesa nanti!" sesal Helena, tiba-tiba saja dokter Erick menemukan secarik kertas yang berada di atas nakas.


"Sayang coba lihat!" seru Dokter Erick sembari memberikan secarik kertas pada istrinya. Helena membaca pesan dari Luna. Tampak Helena menghela nafas panjang setelah membaca surat dari Luna.


"Luna tidak ingin bertemu dengan Ray, dia pergi menjauhi Ray!" ucapan Helena sontak membuat Bertrand bingung.


"Ini sebenarnya ada apa sih Ma, kenapa Luna bisa ada di rumah kita, terus Ray kemana?" tanya Bertrand yang belum mengetahui apa-apa, karena dirinya semalam masih tidur saat dokter Erick dan Helena membawa Luna ke rumah mereka.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...Apa yang akan dilakukan Luna selanjutnya? Bisakah Ray menemukan kembali istrinya?...

__ADS_1


...Siapkan diri kalian beb, othor akan mengaduk-aduk emosi kalian🤭...


...Dukungan kalian terus author tunggu🥰...


__ADS_2