
Setelah Bara dan Olive sama-sama mencapai pelepasan untuk kali pertama bagi keduanya, tampaknya Olive begitu kelelahan, bagaimana tidak kelelahan Olive paling aktif dalam pertarungan waktu itu, Olive selalu berada di atas tubuh Bara bak mengemudikan mobil dengan ugal-ugalan.
Olive tertidur, raganya sudah begitu kelelahan, rupanya obat itu sudah berkurang efeknya, sementara Bara memperhatikan Olive yang tertidur pulas dengan wajah yang terlihat kelelahan, Bara mengusap lembut wajah Olive dan mencium keningnya sekilas.
"Tidurlah sayang! Bermimpilah yang indah malam ini"
Kemudian Bara turun dari ranjangnya dan mematikan kamera yang sudah merekam seluruh kegiatan panas mereka berdua, Bara memutar kembali video yang baru saja ia rekam untuk koleksi pribadinya sendiri.
"Gila... Olive! Ganas juga istri gue, wow...dia lebih lihai dari cewek-cewek yang ada di video bokep gue, seksi...wow gede juga ukurannya, hmm pantas saja nikmat banget rasanya" gumam Bara dengan senyum-senyum sendiri.
Kemudian Bara meletakkan kamera itu di atas nakas, setelahnya Bara mencari jas pengantinnya yang Ia letakkan di atas ranjang tadi, ternyata Olive telah meletakkannya di tempat lain. Bara berniat untuk memakan permen yang di berikan Abian kepadanya, karena malam ini Bara ingin mempraktekkan tutorial dari Ray kepadanya.
"Eh...mana jas gue, ditaruh mana sama Olive?" Bara berkeliling kamarnya dan mencari jas pengantin yang terdapat permen setan hadiah dari Abian. Bara mencari-cari jas miliknya, badan tegap dengan belalai gajah yang masih terlihat menggantung itu, terlihat mencari sesuatu, akhirnya Bara menemukan sebuah keranjang di samping lemari pakaian.
"Itu dia!" Bara mengambil jas miliknya yang teronggok di keranjang. Bara mencari sesuatu di dalam saku jas putih miliknya, namun ternyata Bara tidak menemukan permen setan itu, cuma beberapa pil dari Excel yang Ia temukan.
"Loh...kok cuma ini doang! Terus permen itu dimana?" Bara mencoba mengingat-ingat kembali.
Setelah beberapa saat Ia mulai tersadar saat melihat Olive yang sedang tertidur pulas.
"Astaga... jangan-jangan Olive yang sudah mengambil permen itu? Pantas saja dia ganas sekali" ucap Bara sembari menggelengkan kepalanya. Kemudian Bara menghampiri Olive yang sedang tertidur pulas itu.
Setelahnya Bara tidur kembali di samping istrinya yang tampak pulas sekali. Bara mencium pipi Olive dan mulai memejamkan matanya sembari merangkul tubuh Olive yang masih polos tanpa sehelai benang pun, Namun agaknya Bara tidak bisa memejamkan matanya, tangannya tak sengaja menyentuh dua gundukan Olive yang masih menggantung indah.
"Sial... kenapa mata gue nggak bisa merem! Eh apa nih? Bulat-bulat kenyal!" gumam Bara sembari memilin bulatan pada dada Olive.
Bara tidur dengan posisi memeluk Olive dari belakang, sehingga tangannya dengan mudah meraih dua buah ceri itu, memainkannya dengan memilin-milin buah ceri yang mungil itu, apa yang dilakukan Bara ternyata tidak disadari oleh Olive, Bara mencium punggung Olive yang putih bersih itu, menelusuri setiap inci tubuh istrinya yang terekspos sempurna.
Sesekali Olive menggeliat dan berubah posisi, kini Olive berubah tidur terlentang, dan tentu saja itu sebuah hal yang menggembirakan untuk seorang Bara.
"Gila...gue bener-bener gila malam ini, Olive maafkan suamimu, gue udah nggak bisa menahan lagi" Bara terus menjelajah seluruh raga Olive yang masih belum tersadar itu.
Tampaknya Olive sedang bermimpi dalam tidurnya, Olive merasa Bara berada di atas tubuhnya, menindih nya dan mencumbunya begitu mesra.
"Bara! Apa yang dia lakukan pada diriku? Emm aku tidak bisa bergerak, bagaimana ini, Bara membuatku lumpuh...Oh tidak apa yang dia lakukan" perasaan Olive dalam mimpinya, sangat bersamaan saat Bara mulai menyelipkan miliknya ke dalam tempatnya.
__ADS_1
"Bara gila! Apa yang dia lakukan padaku Ahhhhh....tapi kenapa aku mulai suka ini! Emm Bara!"
Biarpun dengan mata yang masih terpejam seolah Olive ikut merasakan sensasi rasa yang tercipta dari penyatuan dua insan itu. Bara terus sibuk mengaduk, menggoyang dan memutar-mutar sesuatu yang dibawah sana yang diiringi desaahan dari bibir Bara dan sedikit lenguhan dari bibir Olive.
Entah berapa lama Bara bermain pada tubuh istrinya, hingga akhirnya ia merasakan sesuatu yang wajib dikeluarkan.
"I love you Olive!" ucap Bara seusai dirinya mengeluarkan cairan kejantanannya itu. Namun siapa sangka Olive juga menjawab bisikan Bara.
"I love you too" seolah dalam mimpi Olive mengatakan hal itu kepada suaminya.
Bara melihat wajah istrinya yang masih terpejam, Bara menepuk-nepuk pipi Olive, ternyata Olive masih tertidur lelap. Bara tersenyum dan kemudian tidur di samping istrinya.
Ketika Bara terbangun, lagi dan lagi ia melakukannya, hingga sampai pada dini hari Bara agaknya sudah terlalu puas beradegan ranjang dengan istrinya, Ia memutuskan untuk menyudahinya.
*
*
*
*
*
Perlahan Olive membuka matanya,ia mengerjabkan matanya sembari memperhatikan sekeliling, Olive menatap langit-langit kamar tidurnya, sejenak dirinya memegang kepalanya yang masih sedikit pusing, kemudian Olive beranjak untuk bangun dari tidurnya.
"Awwww... kenapa badanku terasa sakit semua? Apa yang sudah terjadi?" Olive mencoba bertanya, entah kepada siapa. Olive mencoba membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Alangkah terkejutnya saat dirinya mendapati tubuhnya yang tidak memakai baju sehelai benangpun.
"Hah.... Apa yang terjadi? Bajuku mana? Kenapa aku tidur seperti ini?" tanyanya sambil menengok kearah sampingnya, dilihatnya Bara yang sedang tertidur pulas dengan keadaan telanjang sama seperti dirinya.
"Bara! Oh tidak... kenapa denganku? Ada apa ini? Bara...Bara! Bangun...ayo bangun!" Olive membangunkan Bara yang masih terlelap itu.
Bara mulai membuka matanya dan melihat Olive yang tampak kebingungan.
"Hmm...ada apa sayang!" balas Bara dengan suara parau.
__ADS_1
"Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi? Katakan Bar! Apa yang kamu lakukan padaku?" desak Olive saat mengetahui dirinya sudah telanjang bulat bersama Bara.
Bara mulai duduk mensejajarkan dirinya dengan Olive kemudian meraih tubuh Olive untuk memeluknya.
"Kemarilah!" seru Bara
"Nggak mau, jelaskan dulu kepadaku! Apa yang sedang terjadi?" tanya Olive yang masih penasaran.
"Kamu benar-benar lupa tentang semalam?" ucap Bara balik bertanya.
Olive menggelengkan kepalanya, sejenak Olive mengingat terakhir dirinya menemukan permen di dalam saku celana Bara, dan setelah itu Ia sudah tidak mengingat apapun, hanya saja dirinya merasa panas dan gerah, setelah itu Olive sudah tidak ingat apa-apa lagi.
"Apa kamu yakin cuma itu yang kau ingat?" Bara bertanya kembali.
Kemudian Olive mengingat jika dirinya semalam bermimpi jika Bara telah menyentuh tubuhnya dan melakukan hubungan itu dengannya.
"Aku bermimpi jika kamu sedang... sedang melakukan hal itu kepadaku Bar!" ucap Olive malu, karena dirinya ternyata menikmati permainan Bara dalam mimpinya.
Bara tersenyum dan mengangkat dagu Olive sembari berkata.
"Itu bukan mimpi, tapi kenyataan!" ucap Bara dengan senyum smirk nya.
"Apa? Jadi...aku!" Olive gemetar saat tahu itu adalah kenyataan.
"Iya...kamu sudah menjadi milikku!" balas Bara dengan bangga.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Waduh gimana sih Olive, nggak kerasa ternyata 😁...
...Bagi reader yang heran, ya ampun Thor ceritanya kok hareudang melulu? Hmmm...gini ya author itu menyesuaikan isi bab dan alur, jika alurnya sedang senang, pasti author pastikan membuat situasi yang bahagia, jika alurnya sedih pasti author akan sebisa mungkin bikin kalian ikut mewek semewek-meweknya, dan jika alurnya sedang hareudang maka di pastikan author akan bikin kalian ngakak ya... bukan hareudang, ingat ngakak😂😂...
...So guys tetap tunjukkan dukungan kalian, eh. bentar lagi tamat loh ya ... tunggu novel terbaru dari author yang pastinya ceritanya juga nggak kalah seru...jadi nantikan launching nya ya😊 ...
__ADS_1