
Setelah acara pernikahan selesai, Olive mulai masuk ke kamarnya, jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam, suasana rumah sudah terlihat sepi, semua tamu undangan sudah pada pulang semua.
Sementara Bara masih sibuk berbincang dengan Mario di luar, Olive terlihat mondar mandir ke sana kemari, dirinya sangat gugup sekali, apalagi setelah mendengarkan ucapan Jasmine dan Luna tentang pengalaman mereka saat malam pengantin.
"Sumpah gue deg-degan banget, duh...tenang Olive, tenangkan diri dan tetap santai, atur nafas Olive!" hibur Olive untuk dirinya sendiri.
Dan tak berselang lama Bara masuk kedalam kamar pengantin mereka, kamar Olive sekarang kedatangan pendatang baru yang tak lain adalah suaminya sendiri.
"Ceklek"
Spontan Olive menoleh sangat terkejut dengan kedatangan Bara di dalam kamarnya.
"Bara! Bikin kaget ajah!" ucap Olive mendengus.
"Memangnya aku tidak boleh masuk kedalam kamarmu Nona? Sekarang kamar ini adalah milikku juga kan?" tanya Bara yang mulai mengunci pintu kamar itu
Olive terlihat gugup sekali, sangat terasa telapak tangannya yang teraba begitu dingin. Bara mulai mendekati Olive yang tampak masih berdiri di tempatnya.
"Wait...wait! Jangan mendekat! Kamu disitu saja!" perintah Olive sambil memberi kode dengan tangannya. Namun Bara tidak memperdulikan apa yang dikatakan Olive kepadanya.
"Memangnya kenapa kalau aku mendekat? Bukankah sekarang saatnya kita...!" Bara tidak melanjutkan kata-katanya, namun dirinya melanjutkan dengan membuka jasnya dan membuangnya ke segala arah. Dan melonggarkan kancing kemejanya.
"Bara Plisss, aku...aku...aku ganti baju dulu! Iya aku ganti baju dulu, okey!" seru Olive mencoba menghindari Bara yang mulai mendekatinya.
Bara menghela nafasnya dan membiarkan Olive pergi untuk mengganti pakaiannya.
Dengan cepat Olive pergi ke ruang ganti untuk melepaskan gaun pengantin yang masih ia kenakan.
Bara memperhatikan Olive sembari duduk di ranjang tidur yang sudah dipersiapkan untuk malam pengantin mereka, ditata apik sedemikian rupa, agar suasana malam ini terasa romantis.
"Dag dig dug dag dig dug"
Suara degup jantung Olive yang terasa terdengar begitu kencang. Olive mulai membuka baju pengantinnya sedikit demi sedikit, sementara Bara yang merasa badannya terasa lengket oleh keringat yang keluar seharian, membuat Bara memutuskan untuk mandi dulu, sembari menunggu Olive keluar dari ruang ganti.
Bara segera masuk ke dalam kamar mandi dan mulai melakukan ritual mandinya. Bara mandi di bawah guyuran air shower yang dingin, dirinya membersihkan diri sebelum melakukan kewajibannya malam ini sebagai seorang suami untuk kali pertamanya.
__ADS_1
Sementara itu Olive sudah keluar dari ruang ganti dengan memakai piyama tidur, dirinya melihat Bara tidak ada di dalam kamar.
"Loh Bara kemana?" ucapnya dalam hati.
Olive melihat baju Bara yang berserakan di atas ranjang, kemudian Olive mengambil kemeja dan jas Bara yang tergeletak.
"Ya ampun Bara! Berantakan sekali sih nih anak, pasti lagi mandi dia!" gerutu Olive sembari membawa baju-baju Bara ke keranjang baju yang kotor, Olive mendengarkan suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
Saat Olive meletakkan baju-baju kotor milik Bara, secara tidak sengaja Olive menemukan sebuah bungkusan seperti permen.
"Eh... apa ini?" seru Olive sambil melihat-lihat sesuatu yang baru saja ia temukan di dalam saku jas pengantin Bara.
"Hmm... kayaknya ini permen, enak nih baunya manis, gue makan aja!" ucap Olive sembari membuka bungkusan yang mirip permen itu.
Setelah Olive membuka bungkusan berwarna pink itu, akhirnya ia memakannya dengan santai.
"Hmm...enak! mirip bubble gum" ucapnya sembari mengunyah dan menikmati nya dengan nikmat. Kemudian Olive kembali duduk di atas ranjang sembari menunggu kedatangan Bara yang masih berada di dalam kamar mandi.
"Ya ampun Bara lama banget sih! Aku mau cuci muka nih!" ucapnya lirih.
Namun tiba-tiba saja dirinya merasa ada yang aneh, panas dan gerah tiba-tiba saja Olive mulai rasakan. Tanpa sadar Olive telah mengunyah obat perangsang yang berbentuk permen itu yang telah diberikan Abian kepada Bara, saat resepsi pernikahan mereka tadi.
"Duh kok gerah banget sih!" ucapnya sambil mengipasi badannya dengan tangan, bukannya tambah lebih baik, justru Olive merasa bertambah panas, keringat mulai membasahi wajah cantiknya, rasa gerah yang berlebihan membuat Olive terpaksa membuka piyama nya, dirinya merasa ada sesuatu yang berdenyut dibawah sana, seolah-olah ingin sekali segera disentuh.
"Ahh... kenapa aku bisa seperti ini! gerah...aku mau mandi"
Olive segera berjalan menuju ke kamar mandi yang masih ada Bara di dalamnya.
"Ceklek"
Bara terkejut karena dirinya sedang bersiap untuk keluar dari kamar mandi, tiba-tiba Olive masuk ke dalam dan menutup kembali pintu kamar mandi mandinya. Bara melihat Olive yang terlihat berbeda, dirinya melihat tatapan mata Olive yang penuh dengan gairah, sangat terlihat sekali, jelas Bara mengerti dengan apa yang terjadi pada istrinya saat ini.
"Olive!" Bara mendekati istrinya dan tentu saja Olive yang merasa begitu bernafsu langsung menyambut kedatangan Bara dengan cepat.
"Bara! Peluk aku! Cepatlah aku tidak bisa menahannya, cepatlah sayang!" ucap Olive yang diluar kesadarannya, membuat Bara senang sekaligus heran. Olive mencumbui Bara yang hanya bertelanjang dada, sementara dirinya sudah melepaskan piyama yang menurutnya itu sangat membuatnya kegerahan.
__ADS_1
Bara melihat tubuh polos Olive yang hanya mengenakan bra dan underwear yang mulai menampakkan lekuk daerah pribadi milik Olive. Bara tersulut, sebagai lelaki normal tentu saja Bara sudah menanti saat-saat seperti ini.
Bara mendekap erat istrinya yang sudah sangat terlihat kacau, Olive meracau sendiri dan merayap-rayap tubuh Bara dengan begitu menggairahkan.
"Bara! Cepat lakukan, aku sudah tidak tahan...hmm" Olive meletakkan tangan Bara pada area kepemilikan nya dan menyuruh Bara untuk melakukan sesuatu di sana.
Bara begitu menikmati dan merasakan sesuatu yang belum pernah ia sentuh sebelumnya.
"Ahh...Baby! Punyamu begitu menggemaskan" bisik Bara sembari bermain dan menggelitik di bawah sana membuat si empunya semakin dibuat menggelinjang.
"Terus Baby!" Olive semakin ingin lebih dalam lagi Bara melakukannya. Bara tahu apa yang harus ia lakukan. Bara menggendong tubuh Olive keluar dari kamar mandi dan meletakkannya di atas ranjang pengantin mereka.
Sementara itu Bara sudah menyiapkan kamera untuk mengabadikan momen malam pertama mereka itu. Setelah Bara meletakkan kamera pada tempat yang menyorot ke arah mereka, kemudian Bara mulai melanjutkan aksinya malam ini.
Dengan cepat Olive menarik tangan Bara dan membawanya ikut bersenang-senang, dalam keadaan yang tidak sadar, Olive terus memaksa Bara untuk menyentuhnya.
"Sayang! Apa kamu yakin ingin aku melakukan hal itu?" tanya Bara sebelum dirinya melesatkan penuh bambu runcingnya yang siap menembus pusat inti milik istrinya.
"Sudahlah jangan banyak tanya, cepat Bara!" Olive semakin melebarkan kedua kakinya, memberi ruang kepada Bara untuk leluasa melakukan apa saja terhadap dirinya.
"Oke! Tahanlah sedikit Baby! karena ini adalah hal pertama dalam hidup kita" Bara perlahan sedikit demi sedikit menancapkan bambu runcingnya kedalam pusat penyatuan itu.
Olive yang sudah dikuasai oleh efek obat itu, sungguh dirinya tidak merasa kesakitan yang luar biasa, tempat yang sudah terasa licin itu memudahkan Bara untuk melesatkan bambu runcingnya dengan sempurna.
Dua kali percobaan, akhirnya dengan mudah bambu runcing itu menembus pusat inti kepemilikan Olive.
"Oh...God! It's so amazing"
Bara yang lama menginginkan hal ini dengan senang hati ia melakukannya, sementara Olive juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Bara.
Tidak ada air mata yang menetes dari sudut mata Olive, tidak ada teriak kesakitan, semua itu terjadi begitu saja, Bara dan Olive benar-benar menikmati malam pengantin mereka, meskipun Olive berada dalam pengaruh obat.
Kamera itu tetap On selama pergumulan itu terjadi, tertangkap dengan jelas bagaimana Bara dan Olive begitu romantis dalam suasana kamar yang temaram itu.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥