
Malam itu Ray pulang dengan perasaan yang kecewa, Ray berjalan seolah tak punya harapan, sang Adik yang mengetahui Ray tengah bersedih lantas menghampiri sang kakak yang terlihat berduka itu.
"Kakak kenapa?" tanya Jasmine yang melihat ekspresi Ray yang datar.
"Kakak tidak apa-apa?" jawabnya sembari berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Ada yang aneh, ada apa dengan kak Ray?" ucap Jasmine lirih.
Sementara itu Vano dan Shesa baru saja pulang dari acara tersebut. Shesa melihat Jasmine yang tengah berdiri menghadap anak tangga.
"Jasmine sayang, apa yang kau lakukan disini Nak?" tanya Shesa penasaran.
"Mama, Papa sudah pulang!" balas Jasmine terkejut.
"Iya...tadi Mama lihat mobil kakakmu diluar, apa dia ada di kamarnya?" tanya Shesa.
"Iya Ma, baru saja kakak pulang, oh ya Ma...Kak Ray kenapa ya? Kelihatannya dia sedih gitu?" ucap Jasmine yang membuat Vano dan Shesa saling menatap.
"Sedih?"
"Iya Ma...nggak biasanya kakak seperti itu." ungkap Jasmine yang terkejut melihat perubahan sang kakak.
"Biar Mama yang lihat" seru Shesa sembari berjalan ke kamar Ray.
"Kak Ray kenapa sih Pa?" tanya Jasmine kepada Vano yang masih berada disampingnya
"Kakakmu sedang jatuh cinta kepada Luna" jawab Vano singkat.
"Jatuh cinta? dengan Luna?" ucap Jasmine
"Sudahlah Jasmine, mungkin kakakmu belum memahami sifat wanita, ya jadi seperti itu, ada aja kesalahpahaman, biarkan Mama mu yang menenangkannya"ucap Vano sambil mengusap pipi putrinya.
__ADS_1
"Papa ke kamar dulu ya" pamit Vano
"Iya Pa!" jawab Jasmine tersenyum.
Jasmine melihat Vano yang mulai beranjak ke kamarnya, sementara ia masih penasaran dengan apa yang terjadi dengan sang kakak, mengingat baru saja dirinya mendengar kabar yang sangat mengejutkan dari Olive.
"Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi" pikir Jasmine sembari beranjak ke kamar sang kakak.
Sementara itu Shesa sudah sampai di kamar putranya. Ia melihat Ray yang tampak duduk dengan menyandarkan kepalanya pada kursi, dengan tatapan kesedihan Ray tampak diam dan sesekali memijit pelipisnya.
"Ray! Apa yang terjadi?" tiba-tiba suara Shesa mengejutkan Ray yang tengah bersedih.
"Mama...kapan Mama datang?" tanya Ray yang tidak mengetahui kedatangan Shesa.
"Baru saja, Oh ya Ray apa kamu sudah mengantarkan Luna pulang? Bagaimana keadaannya, dia baik-baik saja kan?" tanya Shesa yang masih khawatir tentang keadaan Luna yang sempat terjatuh di catwalk.
"Dia baik-baik saja Ma, Ray sudah mengantarkan dia pulang" jawab Ray datar.
"Tadi Ray bertemu dengan Ayah Luna" jawab Ray yang membuat Shesa sangat terkejut.
"Apa? Ayah nya Luna ada di kota ini, ini berita yang sangat bagus Ray, Mama dan Papa tidak perlu mencari alamat rumah mereka lagi, karena ayah Luna sudah ada disini, Mama dan Papa akan segera melamar Luna untukmu" ucap Shesa senang.
"Percuma Ma, percuma saja Mama dan Papa datang kesana, Ayahnya Luna tidak akan merestui hubungan kami" jawab Ray sembari menghela nafasnya.
"Apa? Apa maksudmu Ray? Mama tidak mengerti sama sekali" tukas Shesa terkejut.
"Ayah nya Luna tidak akan merestui hubungan kami, entahlah kenapa ayah Luna seolah tidak rela jika Ray menikah dengan Luna, katakan Ma? Apa Ray salah jika ingin menikahi Luna? Dan kenapa ayah Luna tidak menyetujui hubungan kami, bukankah Mama dan Papa yang menggagaskan hubungan pernikahan ini, tapi apa? Setelah Ray benar-benar mencintai Luna, kenapa Ray harus menerima kenyataan pahit ini" ungkap Ray dengan suara nya yang bergetar.
"Kau benar-benar mencintai Luna?" tanya Shesa sembari menatap wajah sang putra.
"Mama bisa menilainya, apa ada kebohongan di mata Ray, Ray belum pernah merasakan hal seperti ini, mengagumi seorang gadis sederhana, gadis yang menjadi security Mama, gadis itu mampu membuat hati Ray berdebar, Ray mencintainya Ma, sangat mencintainya" ucap Ray lirih sembari tidur di pangkuan sang Mama.
__ADS_1
Shesa melihat ketulusan di hati putranya, baru kali ini Ia melihat sang anak benar-benar lemah hatinya. Shesa mengusap lembut puncak kepala Ray, saat ini Ray benar-benar membutuhkan sang Mama, seperti anak kecil yang sedang merajuk, sang Mama mencoba menghibur putranya.
"Mama akan datang menemui ayah Luna, dan Mama akan membujuk Ayah Luna agar mau merestui hubungan kalian" ucap Shesa tersenyum.
"Benarkah itu Ma?" Ray langsung tersenyum dan menatap wajah sang Mama.
"Apapun akan Mama lakukan untuk membawa Luna ke rumah ini sebagai menantu keluarga besar Perkasa" ucapan Shesa membuat Ray mata Ray berbinar.
"Terima kasih Ma, Ray sayang Mama" ucap Ray sembari mencium tangan sang Mama.
Tanpa mereka sadari Jasmine mendengarkan percakapan Ray dan Mamanya di balik pintu. Jasmine tidak tega melihat sang kakak seperti itu.
"Kenapa Ayah Luna tidak setuju? Pasti ada alasannya, aku harus mencari tahu, Paman Mario...Iya, aku harus bicara pada Paman Mario" gumam Jasmine, kemudian Jasmine pergi ke kamarnya.
Jasmine tampak mondar mandir, ia harus melakukan sesuatu, agar Ayah Luna merestui hubungan Ray dan Luna.
Malam itu juga Jasmine pergi diam-diam tanpa sepengetahuan Vano dan Shesa, Jasmine meminta tolong kepada sang sopir untuk mengantarkan nya ke alamat kontrakan Luna.
Sementara itu di kamar Luna, tampak Ia memandangi foto sang ibu, sesekali Luna mengusap buliran bening yang terjatuh di sudut matanya.
"Ibu, apa yang harus Luna lakukan? Ayah tidak akan merestui hubungan kami, Luna sedih Bu, Luna tidak bisa berbuat apa-apa, Luna mencintai Ray, entah kenapa perasaan itu tiba-tiba hadir dalam hati Luna, Ray ternyata sangat baik, Luna sudah jatuh hati padanya, Luna tahu kekhawatiran Ayah, Ray adalah anak bu Shesa, mungkin itu kesalahan Luna, telah mencintai orang yang salah, harusnya Luna tidak mencintai Ray, Luna takut bu" Luna memeluk potret sang ibu. Tampak Bayu melihat Luna yang begitu sedih.
"Maafkan Ayah Luna, Ayah tidak mau melihatmu menderita, Ayah tidak bisa bayangkan jika Ray mengetahui siapa dirimu, kamu sudah terlanjur mencintai pemuda itu, kamu tidak tahu apa-apa Nak, suatu hari nanti kamu pasti mengerti maksud Ayah, Ayah akan membawamu pulang" gumam Bayu sedih.
Sejatinya Luna tidak tahu jika Ray menyimpan dendam pada Mendiang Mita, sehingga Luna tanpa pikir panjang menerima cinta dari seorang Ray.
Sementara sang Ayah baru mengetahui hal itu dari Mario, asisten pribadi Vano yang juga merupakan saksi hidup kisah empat sahabat itu, yang berpisah akibat kesalahpahaman.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
__ADS_1
...Maaf ya jika masih ada typo bertebaran 😁🙏...