TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Tugas seorang istri


__ADS_3

Luna berjalan menuju kamar Jasmine.


"Tok...tok...tok"


Jasmine tampak tengah menangis dengan menelungkup kan badannya pada tempat tidur, ia mendengar suara Luna yang dari luar pintu.


"Jasmine! Ini aku Luna, buka pintunya aku ingin masuk!" seru Luna dari luar.


Jasmine lantas mengusap air matanya, kemudian berjalan menuju pintu dan membukanya.


Terlihat wajah sembap Jasmine yang didapati Luna, membuat Luna sangat terkejut.


"Jasmine! Kamu nangis?" tanya Luna


Jasmine lantas memeluk Luna penuh keharuan, Luna mencoba menenangkan Adik ipar nya itu.


"Sssttttt...Sudah sudah, jangan menangis, katakan padaku apa yang sedang terjadi? Apa kalian bertengkar?" tanya Luna sembari mengajak duduk Jasmine di atas tempat tidur.


"Maafin Aku Lun! Maafin Aku!" Isak Jasmine dengan penuh penyesalan.


"Maaf? Untuk apa?" tanya Luna penasaran


"Aku Sudah membuat mu masuk kedalam masalah ini, harusnya aku tidak meminta pak Bayu untuk menyetujui pernikahan kalian" ucap Jasmine


"Apa maksudmu Jasmine? Aku semakin tidak mengerti!" Luna semakin penasaran


"Apa kamu bahagia dengan kakak?" tanya Jasmine


"Kenapa kamu tanyakan itu?" ucap Luna terkejut


"Luna, jika kau merasa kakak sudah menyakitimu, lebih baik tinggalkan dia, Aku tidak mau melihatmu menderita karena dendam nya yang konyol itu" ucap Jasmine semakin sedih.


"Dendam? Apa maksud mu dengan dendam? Siapa yang dendam?" pertanyaan yang masih belum Luna fahami.


"Luna...Aku sudah tahu semua tentang dirimu dan juga Abian, kakak tidak akan melepaskan kalian berdua sebelum dendamnya terbayarkan" seru Jasmine menjelaskan.


"Dendam?" Luna mengerutkan keningnya

__ADS_1


Dan tiba-tiba saja Ray menghampiri mereka berdua.


"Kembali ke kamar, biarkan Jasmine sendiri!" ucap Ray sembari menatap wajah istrinya.


Luna dan Jasmine sangat terkejut dengan kedatangan Ray yang tiba-tiba, kemudian Luna, berucap pada Adik ipar nya itu.


"Jasmine, Aku ke kamar dulu! Karena suamiku sudah memanggilku, istirahatlah...!" ucap Luna sembari beranjak pergi. Dan tiba-tiba saja Jasmine memeluk gadis yang kini menjadi kakak iparnya itu.


"Maafkan aku Luna, sekali lagi maafkan aku" tak henti-henti nya Jasmine mengatakan maaf kepada Luna, sementara Ray melihat Jasmine yang tengah menghalangi Luna untuk ikut dengannya.


"Jasmine! Kakakmu harus istirahat, biarkan dia pergi, dan kamu istirahat lah" seru Ray datar.


Jasmine yang mendengar Ray berbicara seperti itu, lantas Ia segera melepaskan pelukannya dari Luna.


"Sudah... Istirahatlah, aku pergi dulu" ucap Luna sembari mengelus pipi Jasmine, dan kemudian pergi menghampiri Ray yang berada di tengah pintu.


Jasmine melihat pintu kamarnya mulai menutup perlahan, sementara Luna dibuat tanda tanya dengan ucapan Jasmine.


Ray dan Luna tiba di kamar mereka, kemudian Ray bertanya kepada Luna.


"Apa yang Jasmine katakan kepadamu?" tanya Ray sembari melepaskan kemeja yang melekat pada tubuh atletisnya.


Luna lagi-lagi dibuat deg-degan dengan pemandangan yang kini diperlihatkan oleh Ray kepadanya. Kini Ray hanya mengenakan celana boxer putih dan bertelanjang dada.


Luna kembali memungut celana Ray yang berserakan di lantai, kemudian ia menaruh celana itu pada keranjang baju kotor. Namun t ia sangat terkejut saat Ray tiba-tiba berdiri dibelakangnya.


"Ray...Kau sudah mengejutkan ku!" ucap Luna sembari menatap wajah suaminya yang tampak berbeda malam ini, Ray terlihat lebih kalem dari pada saat ia baru pulang kerja tadi.


Dengan cepat Ray menarik pinggang Luna dan membiarkan Luna memegang dadanya yang begitu seksi, kening mereka saling bertemu dan keduanya saling memejamkan mata.


"Ray! Apa yang kamu inginkan" tanya Luna saat jari jemari nakal Ray mulai bergerilya menarik Ritz belakang dres Luna.


"Temani aku malam ini!" busuk Ray sembari menghirup aroma wangi dari tubuh Luna.


"Ray... kenapa tiba-tiba dia sangat lembut, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Tak jarang kamu juga kasar kepadaku" gumam Luna sembari merasakan kehangatan kecupan Ray di seluruh wajahnya.


"Ray... Apa yang terjadi padamu?" tanya Luna disela-sela deru nafas yang mulai tak teratur.

__ADS_1


Sejenak Ray berhenti dan menatap lekat-lekat wajah sang istri.


"Jujur, Aku tidak bisa menjawab pertanyaan ini, namun aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, bahwa kamu sudah membuatku gila" balas Ray sembari menangkup wajah Luna dengan dua tangan nya.


"Tapi kenapa Ray? Kamu selalu membuatku bertanya-tanya, sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku?" jawab Luna dengan suara lembutnya.


Ray tidak menjawab pertanyaan Luna, justru dirinya mulai meraih bibir Luna dan mellumaatnya penuh gairah.


Keduanya terpejam menikmati sentuhan lembut itu, dengan sessapan yang begitu mengalun dan erot*s, membuat Ray dan Luna terbuai dalam ciu*an yang memanas itu.


Kini keduanya terhempas ke dalam buaian cinta, seolah dendam yang ada pada diri seorang Ray, lenyap seketika saat dirinya mulai masuk kedalam raga sang istri.


Luna merremas rambut suaminya saat dirinya dibawa terbang mengarungi indahnya langit cakrawala, dan sesekali desaahan indah mengikuti gerakan yang penuh dengan kenik*atan.


Luna tidak bisa berbuat apa-apa dengan apa yang sudah Ray lakukan, dirinya hanya melakukan tugas sebagai seorang istri, meskipun tak dipungkiri masih ada hal yang sangat mengganjal dalam hatinya.


Hentakan demi hentakan begitu terasa hangat dan membuat rasa dendam dan benci itu sejenak menghilang, kini yang ada hanyalah sebuah keromantisan yang hakiki, yang tercipta dari dua insan yang saling mencintai.


"Aku mencintaimu Baby, mendesaahlah aku suka itu" bisik Ray sembari mengu*um telinga Luna.


Luna semakin dibuat menggelinjang dengan ulah Ray yang semakin cepat menaikkan intensitas pergerakan di pusat ibukota.


Ada jutaan pendemo disana yang siap bergerak meluncur ke dalam pusat markas kenikmatan milik Luna. Menuntut untuk semakin dalam dan semakin cepat agar mereka dapat masuk dengan sempurna.


Dan setelah beberapa menit akhirnya para pendemo itu berhasil menyerbu pintu masuk markas besar rahim Luna yang masih sangat subur dan indah.


"Arrrggghhhhh..."


Lenguhan panjang itu begitu terdengar sangat eksotis diiringi gerakan otot-otot yang mencengkram erat senjata Laras panjang milik Ray.


Ray mengecupi seluruh wajah sang istri, dengan sisa nafas yang masih menderu, Ray membenamkan wajahnya pada dada Luna yang menantang itu.


Luna mengelus rambut Ray yang sudah ia acak-acak, sementara Ray mulai terpejam dengan colokan yang masih terpasang sempurna di bawah sana.


"Aku sudah gila atau apa? Aku tidak bisa menolak sentuhan dari suamiku, meskipun terkadang ia sangat menyebalkan, tapi saat bersamanya semua rasa sedih itu hilang musnah...Ray aku harap kau tidak membuat ku terluka" ucap Luna lirih, sementara Ray sudah tertidur pulas.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


...MAAFKAN OTHOR YANG OLENG INI 😁🙏...


__ADS_2