TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Handuk


__ADS_3

Perlahan pintu itu mulai terbuka sedikit demi sedikit, tampak lah tangan putih Luna yang keluar melalui sela pintu yang sengaja di buka Luna hanya tangannya yang bisa terlihat, sementara tubuhnya sembunyi dibalik pintu.


Ray melihat satu tangan Luna yang keluar, sementara handuk yang diberikan Ray cukup tebal sehingga tidak akan bisa melewati celah pintu yang sudah di buka oleh Luna.


"Mana handuknya!"


Ray diam dan Ia tidak memberikan handuk itu kepada Luna, membuat Luna terlihat kesal, karena dirinya sudah menunggu lama Ray memberikan handuk miliknya.


Karena Ray tak juga memberikan handuk itu, Luna sedikit menaikkan nada suaranya.


"Ray! Mana handuknya, cepat berikan!" seru Luna yang sengaja dibuat kesal oleh suaminya sambil menadahkan satu tangan nya.


"Kamu pikir handuknya akan muat jika kamu tidak membuka pintunya dengan lebar, handukmu ukuran jumbo loh ini" ucap Ray


"Ah sudahlah, jangan banyak bicara cepat berikan handuk itu padaku, kamu mau lama-lama aku kedinginan disini!" ucap Luna ketus.


"Iya...iya...tuh ambil" Ray memberikan handuk itu pada tangan Luna, dan dengan cepat Luna menarik handuknya.


Bukanlah seorang Ray, jika ia tidak mampu melumpuhkan wanita nya, sifat ayah tak jauh beda dengan sifat anaknya, Ray seolah mewarisi bakat Vano yang pandai sekali bermodus untuk mendapatkan pelukan wanitanya. Ray memegang erat ujung handuk tersebut, sehingga Luna tidak bisa mengambil handuk itu keseluruhan nya.


"Eh...kok nggak bisa sih, atau jangan-jangan handuknya nyangkut?" pikir Luna sembari menarik handuk itu diantara sela pintu yang sedikit terbuka itu Terlihat dirinya sekuat tenaga menarik handuk miliknya, Ray memegang ujung handuk itu dengan erat, Ia hanya mengikuti gerakan Luna saat istrinya sedang menarik handuk itu dengan kuat.


Ray hanya tersenyum smirk, melihat sang istri tarik menarik handuk dengan dirinya. Hingga akhirnya Luna sekuat tenaga menarik handuk itu dan tiba-tiba saja pintu kamar mandi itupun terbuka lebar seiring kuatnya Luna menarik handuk dari tangan Ray. Dan tentu saja itu membuat Ray tanpa sengaja ikut masuk kedalam kamar mandi bersama Luna.


Luna tampak terkejut saat melihat wajah suaminya yang tiba-tiba masuk kedalam kamar mandi. Membuat tubuh Luna seakan hendak terjatuh, dan dengan sigap Ray menangkap tubuh istrinya dengan menahan punggung Luna.


"Deg"


Ray menangkap tubuh istrinya dalam keadaan tanpa busana, sekali lagi Ray dibuat bergejolak saat melihat pemandangan yang sangat menggila ini. Luna tampak malu-malu dan berusaha menutupi area sensitifnya dengan handuk yang sudah ia pegang.


Terlihat Ray juga melepaskan seluruh pakaian yang ia kenakan tanpa terkecuali, sehingga nampak lah sesuatu yang berdiri tegak di bawah sana, membuat Luna semakin dibuat gemetar oleh suaminya, setelah Ray memperlihatkan tubuh atletis nya, dengan segera Ray mengunci pintu kamar mandi itu.


Perlahan Luna memundurkan tubuhnya hingga mentok bersandar pada dinding bak mandi. Kemudian Ray berbalik dan menatap kearah Luna dengan tatapan mata yang penuh hasrat.

__ADS_1


"Ray... apa yang kau lakukan?" seru Luna saat Ray mulai mendekati dirinya. Kini Ray sudah berada tepat di belakang Luna yang sudah menutupi tubuhnya dengan melilitkan handuk pada tubuhnya.


Ray semakin mendekati Luna, semakin dekat dan makin dekat, sehingga membuat tubuh Ray menempel sempurna pada tubuh istrinya.


"Ray... cukup, berhenti!" pinta Luna sembari mendorong dada Ray yang menempel pada dadanya.


"Sudahlah, kamu bisa diam tidak!" seru Ray sembari mengambil gayung yang berada dibibir bak mandi dibelakang tubuh Luna, mengingat Luna masih bersandar pada dinding bak mandi yang berukuran jumbo itu.


Luna tampak terpejam saat benda keras itu mulai menekan perut Luna, meskipun hanya dibatasi oleh kain handuk, nyatanya tekanan dari tongkat sakti itu terasa sangat kuat.


"Ray... lepas!" dengan cepat Luna mendorong lagi tubuh Ray.


Ray bergerak mundur karena Ia berhasil mengambil gayung itu dari belakang tubuh Luna.


"Hah... akhirnya aku mendapatkan ini, aku mau mandi, minggir!" ucap Ray meminta Luna untuk minggir dari bibir bak mandi, agar Ray bisa mandi dengan leluasa.


Luna membuang nafasnya dan Ia menelan ludahnya kasar, hampir saja dirinya dibuat mati berdiri oleh suaminya sendiri.


Luna masih terdiam menatap Ray yang sedang mandi, membuat Ray semakin ingin untuk menggoda istrinya.


"Kenapa masih disitu? Kamu ingin mandi lagi, ayolah kita mandi bersama" ajak Ray dengan senyum nya yang sumringah.


"A...Aku aku, tidak aku tidak mau, lagipula aku sudah mandi, lebih baik aku keluar saja dari sini, nanti ayah mencariku" ucap Luna yang hendak pergi meninggalkan kamar mandi.


Namun tiba-tiba Ray berucap.


"Tunggu, jangan pergi dulu!"


Luna berhenti, ia tidak berani menoleh ke belakang, jika Luna menoleh ke belakang yang ada dirinya harus melihat pemandangan yang membuatnya geleng-geleng kepala.


Ray berjalan menghampiri Luna, dan kini Ray berada tepat di belakang tubuh Luna.


"Apa mau mu, biarkan aku pergi!" ucap Luna

__ADS_1


"Sebelum kamu pergi, izinkan aku mencium perutmu, aku tahu kau sedang mengandung buah cinta kita, benar bukan?" ucapan Ray membuat Luna terkejut, darimana Ray tahu jika dirinya tengah hamil.


"Darimana kamu tahu?" tanya Luna.


"Bertrand yang memberi tahukannya kepada ku, sekarang kamu tidak punya alasan untuk menjauh dariku, kau sudah memberiku hadiah terindah dalam hidupku, buah cinta kita sedang tumbuh didalam rahimmu sayang, aku tidak mau kehilangan kalian berdua" ucap Ray sembari mengisap aroma tubuh Luna. Dan tak terasa tangan Ray sudah melingkar pada pinggang Luna.


"Emmhh...Ray!" suara merdu Luna mulai terdengar lirih. perlahan Ray membuka handuk yang menutup perut Luna dengan menyelipkan tangannya pada handuk yang menutupi tubuh Luna sebatas pahanya.


Luna merasa ada gerakan tangan pada perut bawahnya, dan itu adalah tangan Ray yang berhasil menyusup kedalam handuk Luna.


"Ray...apa yang kau lakukan!"


"Tenanglah baby, aku hanya ingin mengusap bayi kecil kita, dia pasti tahu jika Papa nya sedang merindukan nya"


Luna semakin dibuat deg degan dengan apa yang dilakukan oleh Ray kepada nya, sesekali Luna memejamkan matanya saat usapan lembut tangan Ray menciptakan sebuah sensasi yang luar biasa.


"Bayi kita pasti baik-baik saja bersamamu, aku sudah tidak sabar ingin melihatnya lahir ke dunia ini" bisik Ray terdengar begitu dalam pada telinga Luna.


"Came on Luna, sadar...kamu sudah terhanyut dalam buaian suamimu, ingat Luna kamu masih marah kepadanya, Ray sudah menyakitimu, cepat pergi sebelum Ray melakukan hal yang semakin dalam kepadamu"


"Jangan Luna, jangan pergi, kau adalah istrinya, sudah sepatutnya kau melakukan tugasmu sebagai seorang istri, layani suamimu, karena itu adalah kewajibanmu, akan sangat berdosa jika kamu menolaknya"


Dua sisi berbeda dari perasaan Luna yang saling bertarung, antara ego dan kewajibannya sebagai seorang istri.


"Akkhh ...Ray stop it"


"Came on baby, I want to making love with you, now"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...SABAR SABAR... TUNGGU UPDATE BERIKUTNYA 🤭🙏...

__ADS_1


__ADS_2