TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Permintaan Mama


__ADS_3

Ray dan Luna mulai masuk ke kamar mereka, disana Luna masih bersikap lembut kepada suaminya, meskipun dirinya telah kecewa dan terluka karena perlakuan Ray yang kasar.


Tampak Ray berdiri di balkon kamar sembari menyalakan sebatang rokok. Luna melihat suaminya yang berdiri di sana. Perlahan Luna mendekati Ray yang terlihat memikirkan sesuatu.


"Apa kau mau diambilkan sesuatu?" seru Luna sembari memaksakan senyumnya.Tampaknya Ray sekilas menoleh pada wanita yang baru dinikahinya itu. Setelah itu ia kembali menghisap rokoknya dan mengeluarkan asap putih itu melewati hidung dan mulutnya.


Luna terlihat tidak menyukai bau asap rokok, sehingga dirinya batuk-batuk dan mengibaskan tangannya agar asap itu tidak terbang menghampiri dirinya. Ray melihat ekspresi Luna yang tidak menyukai bau asap rokok.


"Kalau kamu tidak suka disini? Kenapa kamu harus memaksakan dirimu untuk tetap berada disini?" cetus Ray tanpa menatap wajah Luna.


"Aku akan tetap disini, sampai asap itu menghilang, seiring batang rokok yang akan segera habis saat kau terus menerus menghisapnya, meskipun aku tidak suka, meskipun aku terbatuk, aku akan tetap disini, kecuali jika kau mengusirku, maka aku akan pergi" ucapan Luna seolah simbol tentang apa yang tengah terjadi pada mereka berdua.


Ray segera mematikan puntung rokoknya pada asbak, kemudian Ia segera pergi meninggalkan Luna yang masih berdiri di balkon sendirian.


Luna menghela nafasnya dan mencoba menahan air matanya yang selalu mendesak ingin tumpah.


"Tenang Luna, tenangkan dirimu, jangan menangis, ini akan berakhir, kau pasti bisa menghancurkan karang batu yang berada di hati suamimu, kasih sayangmu akan membuat Ray sadar, bahwa dirimu patut di pertahankan, hanya dirimu lah yang patut untuk dicintai" gumam Luna yang memberi semangat untuk dirinya sendiri.


Ray tampak keluar dari kamarnya, Shesa memperhatikan putranya yang tengah berjalan meninggalkan kamar mereka. Shesa datang ke kamar Ray dan Luna untuk berpamitan pergi ke Dubai hari ini juga.


"Ray! Mau ke mana dia?" pikir Shesa, setelah itu Shesa segera pergi menghampiri menantunya yang sudah pasti berada didalam kamar.


"Luna! Kamu dimana sayang?" Shesa mencari keberadaan Luna yang belum ia temukan, Shesa mencari ke sudut ruangan, namun tetap saja ia masih belum menemukan keberadaan sang menantu. Tiba-tiba saja Shesa melihat pintu balkon yang terbuka. Shesa segera berjalan menuju balkon dan melihat Luna yang tampak memeluk sesuatu.


Luna memeluk foto sang Ibu, sesekali Luna berkata bahwa dirinya sangat merindukan ibunya yang kini sudah berada dalam pangkuan sang pencipta.


"Ibu! Luna kangen sama Ibu, saat ini Luna ingin sekali bertemu dengan Ibu, ternyata Mama Shesa sangat baik sekali Bu, Luna beruntung mempunyai ibu mertua seperti beliau, Ibu benar beliau sangat cantik dan juga baik..."


Tiba-tiba saja Shesa memanggil nama Luna.


"Luna! Apa yang kamu lakukan disitu Nak?" Luna sangat terkejut melihat Shesa yang kini berada di belakangnya.


"Mama! Maaf Ma saya tidak tahu kalau Mama datang?" jawab Luna yang masih memeluk foto sang Ibu.

__ADS_1


"Sedang apa kamu disini? Tadi aku melihat suamimu keluar, jadi aku ingin bertemu denganmu, kalau ada Ray kita kan nggak bisa bebas bercerita" ucap Shesa tersenyum sementara Luna sedikit terhibur dengan kedatangan Ibu mertuanya.


"Ada yang ingin Mama bicarakan dengan Luna?" tanya Luna sembari memandang wajah mertuanya yang menyejukkan itu.


"Tidak ada, Mama cuma ingin bilang kalau hari ini Mama dan Papa akan pergi ke Dubai untuk mengurus bisnis kami, kamu temani Ray ya? Mama ingin selama kami di Dubai, kalian bisa meluangkan waktu bersama, sehingga saat kami pulang nanti, kami bisa mendengar berita bahwa menantu kami akan memberikan cucu kepada kami" seru Shesa penuh harap.


Luna tampak tersenyum paksa mendengar permintaan Ibu mertuanya itu.


"Luna! Kamu mau kan memenuhi permintaan Mama?" tanya Shesa sembari menatap wajah gadis yang mengingatkan nya pada sahabat nya itu.


"I_iya Ma, Luna akan memenuhi permintaan Mama" ucap Luna terpaksa.


"Terimakasih sayang!" seru Shesa sembari mengusap pipi Luna. Shesa tampak memperhatikan Luna yang tengah memeluk sebuah foto, lantas Shesa bertanya kepada Luna.


"Luna! Apa yang sedang kamu peluk Nak?" tanya Shesa penasaran.


"E...ini foto Almarhum Ibu saya Ma, Luna sangat merindukannya." Jawab Luna sembari melihat kembali foto Mita, sang Ibunda"


"Andai Ibumu masih hidup, pasti Aku sangat bahagia sekali memiliki besan seperti dia, karena Ibumu telah melahirkan putri yang sangat cantik seperti dirimu" seru Shesa tersenyum.


"Mama yakin ingin mengetahui siapa nama Almarhum Ibu saya?" tanya Luna balik.


"Tentu saja" jawab Shesa


"Mama pasti sangat familiar dengan nama ini, karena nama ini pasti mengingatkan Mama pada seseorang" ucap Luna


"Benarkah?" balas Shesa terkejut.


"Ma...jika Mama mendengar nama Ibu saya, apakah Mama akan memaafkan Luna?"


"Apa maksudmu Luna?" tanya Shesa terkejut


"Karena sebenarnya Luna ingin sekali meminta maaf atas nama Almarhum Ibu Luna" ucap Luna memberanikan diri.

__ADS_1


"Minta maaf? Untuk apa?" tanya Shesa semakin penasaran


"Ibu meminta Luna untuk menyampaikan pesan kepada Mama untuk meminta maaf sebelum Ibu pergi untuk selama-lamanya, maafkan Ibu saya jika dulu Ibu Luna sempat membuat Mama kecewa" ucap Luna yang mulai berkaca-kaca.


"Apa maksudmu Nak? Mama semakin tidak mengerti, siapa yang kau maksud?"


Luna menghampiri Shesa dan menatap bola mata Shesa dalam-dalam, sembari berucap.


"Ma...Sebenarnya nama Ibu Luna adalah Mi..." belum sempat Luna melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba Ray masuk ke kamar begitu saja.


"Mama...Mama sudah dicari Papa tuh" seru Ray


Spontan Shesa menoleh kearah Ray dan berkata.


"Iya...Mama akan segera kesana" jawab Shesa sembari mengangguk kan kepalanya. Kemudian Shesa menghampiri Luna dan tersenyum pada menantu kesayangannya itu.


"Luna sayang, lain kali kita bicarakan hal ini nanti ya, Mama sudah harus berangkat sekarang juga" seru Shesa


"I_iya Ma, Mama hati-hati ya, Luna pasti sangat merindukan Mama" ucap Luna sembari memeluk Shesa.


Ray melihat pemandangan itu tampak terharu, dalam hati nurani terdalamnya, Ray sangat menyukai keakraban Luna dan Shesa, namun sayang dendam itu telah membutakan mata hati Ray


"Jika saja kau bukan putri wanita itu, mungkin aku tidak akan seperti ini" gumam Ray dengan tatapan sinis nya.


Kemudian Shesa pergi keluar menghampiri Vano yang sudah menunggunya. Begitu pun Ray dan Luna juga mengikuti Shesa dan mengantar mereka sampai di bandara.


"Ray...Hari ini Mama dan Papa akan terbang ke Dubai, kamu jaga istrimu, Mama dan Papa mungkin agak lama disana, jadi kamu harus bisa menggantikan posisi papa di perusahaan" ucap Shesa kepada putranya.


"Dan ingat Ray, kamu memang berkesempatan memimpin perusahaan kita, tapi Papa tidak mau kamu melakukan hal-hal diluar batas kewajaran yang akan membuat nama perusahaan kita jadi pertaruhan, ingat itu!" seru Vano memperingatkan anak pertamanya itu.


"Iya Pa, Ray akan menggantikan posisi Papa sementara, Ray akan berbuat sebaik mungkin untuk perusahan kita selama Papa pergi ke Dubai" jawab Ray


BERSAMBUNG

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤


...Jangan lupa like, komen, hadiah dan vote nya 😊...


__ADS_2