TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Pernikahan Abian dan Jasmine


__ADS_3

Dan akhirnya Emily beserta Vera pulang ke rumah. Suasana bahagia tampak terpancar dari keluarga Andreas, terlihat Romi dan Laura yang ikut menjemput Emily dan Vera dari rumah sakit.


Emily dihadapkan dengan dua menantu yang kini sama-sama berada di depannya. Emily memanggil dua menantunya itu.


"Vera! Laura! Kemarilah!" seru Emily yang tampak duduk pada kursi roda. Kedua wanita itu datang ke hadapan sang mertua.


"Ada apa Mama memanggil kami?" tanya Vera


"Iya Ma! Ada yang dapat kami bantu?" sahut Laura.


Kedua wanita cantik itu berada di hadapan Emily, tampak Emily tersenyum kepada keduanya.


"Peluklah Mama! Aku ingin memeluk kedua menantuku yang begitu menyayangiku!" seru Emily sembari membuka kedua tangannya untuk menyambut kedatangan dua menantunya untuk memeluknya.


"Mama!" seru keduanya sama-sama memeluk Emily penuh keharuan.


"Maafkan Mama! Jika selama ini Mama berbuat tidak adil kepada kalian, terutama kamu Vera! Mama sangat malu sekali, entah apa yang akan terjadi jika Mama tidak mendapatkan pertolonganmu, mulai sekarang Mama tidak akan membeda-bedakan menantu Mama lagi, kalian berdua sama-sama menantu Mama" ucapnya sambil merangkul dua menantunya.


Excel dan Romi begitu bahagia akhirnya Sang ibu bisa menerima Vera dengan baik, dan akhirnya Emily bisa mengikhlaskan kepergian Ayah mereka.


Sementara itu Bara juga terlihat begitu bahagia, akhirnya sang Mama mendapatkan keadilan, Bara mulai memecah suasana dengan bertanya kepada Romi.


"Raka tidak ikut Om?" tanya Bara yang tidak melihat kehadiran Sepupunya disana.


"Tidak, Raka berada di Amrik sekarang, dia melanjutkan S2 nya disana!" ucap Romi menjelaskan.


"Baiklah, karena semua sudah berkumpul, Bara mau ngomong sesuatu kepada Papa dan Mama!" ujarnya memberanikan diri.


Tampaknya semua sedang memperhatikan Bara.


"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Excel sembari mengerutkan keningnya.


"Pa! Bara mau minta izin untuk...untuk!" Bara terlihat malu untuk melanjutkan kata-katanya.


"Untuk apa?" tanya Excel penasaran.


"Untuk menikahi putri Monic!" sahut Vera yang sudah mengetahui isi hati putranya.


Semua terperanjat, ternyata Bara berkeinginan untuk menikahi Olive putri Monic dan Mario.


"Hey... ternyata cucu Oma sudah berani ya membawa cucu menantu di rumah ini?" seru Emily menggoda Bara.


"Hehehe...Oma! Itu karena teman-teman Bara pada mau nikah Oma! Jadi sekalian deh Bara ngikutin jejak mereka" jawab Bara


"Ya sudah, kalian lamar gadis itu untuknya! Sepertinya anak kalian sudah tidak sabar lagi ingin segera menikah" seru Emily kepada Excel dan Vera.


"Bara akan menikahi Olive?" tanya Laura yang terkejut, karena pada awalnya mereka sudah menjodohkan Olive dan Raka, namun ternyata Olive tidak menyukai Raka. Sehingga perjodohan mereka batal.


"Iya Tante!" jawab Bara


"Tante ikut senang! Ternyata laki-laki yang disukai Olive bukanlah Raka, dan kami tidak bisa memaksakan kehendak, mungkin Raka bukanlah jodoh Olive, Kamu adalah jodoh Olive, Bara!" seru Laura ikut senang.


*

__ADS_1


*


*


*


Beberapa Minggu kemudian


Dan pada akhirnya, hari yang dinantikan Abian dan Jasmine telah tiba. Hari ini Abian akan menjadikan Jasmine sebagai pendamping hidupnya.


Pernikahan mereka diadakan di sebuah hotel bintang lima, dengan tamu undangan kolega bisnis Vano dan Ray, Luna selalu mendampingi Ray dan selalu menggandengnya mesra. Kini usia kandungan Luna sudah menginjak bulan ke 3. Luna terlihat kian cantik, ada aura hormon kehamilan yang membuat wajah Luna terlihat sangat bercahaya. Bahkan sekarang cenderung wajah Ray ada pada wajah Luna sekilas. Chemistry yang begitu dekat.


Ray menatap wajah istrinya begitu mesra, kecantikan Luna sudah membuat putra Shesa itu tak bisa berpaling dari Luna. Sesekali Ray mencium pipi Luna, melihat Luna yang begitu cantik hari ini membuat Ray tak tahan untuk ingin sekali menyentuhnya.


"Kamu lihat apa sih? Penampilan ku aneh ya?" seru Luna saat melihat Ray yang terus memandangi wajahnya.


"Tak akan pernah bosan mata ini memandang wajahmu Baby! Terima kasih kau sudah menemaniku" balas Ray sembari mencium tangan istrinya.


"Itu pasti! Aku akan selalu menemanimu!" Luna memeluk suaminya, terlihat tamu undangan yang hadir ikut bahagia merasakan kebahagiaan putra Vano, tak terkecuali Bertrand dan Aura yang juga turut diundang pada acara pernikahan Jasmine dan Abian.


"Bahagianya mereka! Sangat membuatku iri!" ujar Bertrand yang didampingi Aura di sampingnya.


"Kau pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang sama seperti mereka!" ucap Aura tersenyum.


"Benarkah? Tapi dengan siapa aku akan bahagia!" jawab Bertrand sembari menatap wajah Aura dalam-dalam.


Aura tampak tersipu malu, saat Bertrand memandangi wajahnya.


Kemudian Bertrand reflek meraih tangan Aura yang saat itu memakai gaun berwarna hitam dengan rambut yang disanggul cantik, sangat terlihat Aura yang begitu cantik dan anggun.


"Apa maksudmu?" tanya Aura yang sangat penasaran.


"Maukah kau menjadi kekasihku?" pinta Bertrand serius.


"Apa?" jawab Aura yang sangat terkejut, ternyata Bertrand selama ini telah menyimpan perasaan kepada Aura. Dan akhirnya Aura bicara yang membuat Bara sangat tidak percaya.


"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa?" jawab Aura.


"Aku akan tetap menunggu untuk kesiapan dirimu.


Aurora tersenyum dan mendekati Bertrand yang berdiri di depannya.


"Maksudku, Aku tidak mau lama-lama, Aku juga ingin merasakan kebahagiaan yang sama dengan Abian dan Jasmine sekarang, maaf aku ...." ucap Aura yang tampak tersipu malu.


Bertrand terlihat begitu bahagia, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, Aura menerima cintanya, betapa bahagianya saat itu.


Tak menunggu lama tampaknya Bertrand mencoba memperkenalkan Aura kepada kedua orang tuanya yang juga hadir pada acara tersebut.


"Ayo ikut Aku!" ajaknya sambil menggandeng tangan Aura.


"Kemana?" tanya Aura.


Dan akhirnya Bertrand tiba di hadapan Dr Erick dan Helena yang tampak berbincang dengan Vano.

__ADS_1


"Pa...Ma! Maaf Bertrand mengganggu sebentar" tiba-tiba saja Helena di kejutkan dengan kedatangan Bertrand bersama seorang gadis yang belum pernah temui.


"Bertrand!" seru keduanya.


"Pa! Ma! Kenalin ini Aurora Mattilda!" ucap Bertrand.


"Hai Om, Tante...saya Aura, teman Bertrand!" sapa Aura dengan sopan.


"Aurora Mattilda? Bukankah kau putri Siska?" tanya Helena dengan mata yang membola.


"Iya Tante!" jawab Aura yang tampak malu sekaligus takut.


"Dengarkan aku Helena! Aura gadis yang baik, dia memang putrinya Siska, tapi gadis ini sangat lembut dan sopan, sekarang Siska sudah berubah, Dia tidak sejahat dulu lagi" ungkap Vano sembari tersenyum.


"Iya Ma! Aura dan aku saling mencintai, apa yang dikatakan Om Vano itu memang benar, Aura putrinya Bu Siska, tapi sekarang Bu Siska tidak seperti dulu lagi, jadi Bertrand mohon Mama dan Papa izinkan aku untuk berhubungan dengan Aura" seru Bertrand memohon.


Helena tampak memandang Vano, seolah dirinya meminta persetujuan dari Vano. Bagaimana pun juga Vano lebih tahu tentang perubahan Siska.


"Bagaimana menurutmu Vano?" seru Helena


Dan Vano pun mengangguk, menandakan jika dirinya menyetujui hubungan Bertrand dan Aura.


"Baiklah, kami menyetujuinya!" ucap Dr Erick yang diikuti anggukan kepala dari Helena.


"Benarkah itu Pa! Ma!... Terima kasih banyak, terima kasih banyak!" ucap Bertrand yang tak henti-hentinya bersyukur.


*


*


*


Abian yang sudah siap menyambut kedatangan pengantin wanitanya, terlihat sudah tidak sabar lagi, ingin segera mengucapkan ijab Kabul dan menghalalkan Jasmine sebagai istrinya.


Abi tampak gugup dan wajahnya mulai berkeringat. Derry yang berada di samping putranya lantas membisikkan sesuatu kepada Abian.


"Hei... jangan gugup gitu, rileks saja!" ucap Derry yang melihat wajah Abian terlihat gugup.


"Abi deg-degan Pa! Sumpah deg-degan banget ini!" jawab Abian.


Dan tak berselang lama, Jasmine keluar dari kamarnya di dampingi sang Mama yang berada di dekatnya.


"Mama! Jasmine takut!" ucap Jasmine lirih


"Jangan khawatir sayang! Itu hal yang biasa bagi pasangan pengantin baru" jawab Shesa mencoba menghibur putrinya.


"Bi...Bi...tuh calon istrimu sudah tiba!" seru Derry sambil menyikut tangan Abian.


Abian melihat Jasmine yang begitu cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih yang cantik, membuat penampilan Jasmine hari ini begitu mempesona.


"Wah... Cantik sekali kau sayang, aku sudah tidak sabar lagi" gumam Abi yang tak berkedip melihat Jasmine yang begitu menggoda.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


...Abi nggak sabaran mau ngapain yak?🤔🤗...


__ADS_2