TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Pulang ke rumah


__ADS_3

Pagi telah menyapa dunia yang fana ini, cahaya sang Surya telah menyelinap dibalik tirai putih kamar pengantin itu, terlihat dua netra itu mulai terbuka dengan pelan.


Luna menatap langit-langit yang menjadi pemandangan pertamanya, Ia mencoba menggerakkan tubuhnya yang terasa sakit semua akibat ulah sang suami yang begitu brutal menguasai dirinya. Luna menoleh ke samping, dilihatnya Ray yang sedang tertidur pulas. Seolah tak ada wajah berdosa dari seorang Ray, Ia tidur begitu lelap, sementara Luna harus bersusah payah menahan nyeri yang diberikan Ray kepadanya.


"Apa yang terjadi padamu suamiku? Kenapa kamu begitu cepat berubah? Di mana kah rasa cintamu yang kemarin masih begitu hangat, Apakah cinta itu sudah hilang? Dimanakah Ray yang ku kenal dulu, Ayah...Maafkan putrimu, harusnya Aku menuruti perintah Ayah untuk pulang bersama Ayah, tapi...Aku sudah berjanji pada Ayah untuk membahagiakan suamiku, karena dia adalah pilihanku, Ayah...Doakan Luna agar bisa menghadapi masalah ini" harapan Luna dengan menatap sendu wajah Ray.


Perlahan wanita berambut sebahu itu beranjak dari tempat tidurnya, sesekali ia meringis menahan rasa sakit di area ************ nya. Dengan berjalan tertatih Luna masuk ke kamar mandi, ia berdiri di bawah guyuran air shower, sesekali Luna melihat dirinya yang penuh dengan lukisan cinta dari Ray. Namun apa yang dilakukan Ray semalaman mungkin saja sudah ia lupakan pagi ini.


Luna membasuh seluruh tubuhnya dengan air yang mengalir, dirinya masih terngiang betapa sang suami yang tak bisa mengontrol dirinya sendiri, sehingga membuat Luna merasa tersakiti jiwa dan raganya. Luna memejamkan matanya disaat rintihan nya tak didengarkan Ray sama sekali, justru Ray semakin membuat Luna tak bisa berbuat apa-apa. Luna mencengkram kuat sprei putih itu disaat Ray begitu buas menikmati malam itu.


Malam pertama yang awalnya terasa indah, kini telah berubah seolah Ray merudapaksa istrinya sendiri.


Setelah selesai Luna membersihkan dirinya, lantas ia segera mengambil handuk kemudian keluar dari kamar mandi. Saat Luna hendak keluar dari kamar mandi, dirinya dikejutkan dengan Ray yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi. Sontak Luna sangat terkejut melihat Ray yang tiba-tiba berada di hadapannya dengan tubuh polos yang menampakkan seluruh tubuh atletisnya.


Luna memalingkan wajahnya saat dirinya dihadapkan oleh pemandangan yang membuatnya teringat bagaimana tubuh kekar itu telah berhasil mengunci dan menguasai tubuhnya.


Lantas Luna berlalu dari hadapan Ray, agar sang suami bisa membersihkan dirinya di kamar mandi. Namun tiba-tiba tangan Luna di tarik Ray, sehingga membuat Luna menghentikan langkahnya.


"Tunggu!" seru Ray


"Ada apa?" jawab Luna


"Cepat kemasi semua pakaian, hari ini kita pulang!" ucap Ray yang tanpa melihat wajah Luna sedikitpun.


"Baiklah" balas Luna singkat. Kemudian Luna mencoba menarik tangan nya dari genggaman Ray, namun Ray masih menahannya dengan kuat.


"Lepaskan Aku, aku mau mengemasi barang-barang kita" sahut Luna


"Apa kau merasa sakit?" tanya Ray tiba-tiba.

__ADS_1


"Kenapa kamu tanyakan itu? Apa semalam kau tidak dengar rintihan ku?" jawab Luna


"Aku tidak tahu apa yang sudah kulakukan semalam, tapi aku lihat kau tampak kesusahan berjalan" seru Ray datar. Luna mencoba menenangkan dirinya agar tidak membuat keadaan semakin rumit.


"Aku sangat kecewa sekali padamu Ray, kau bukan lagi Ray yang dulu, dirimu telah dikuasai oleh hawa nafsu, bukan pernikahan seperti ini yang kuinginkan" ucapan Luna membuat Ray melepaskan tangan Luna beranjak masuk ke kamar mandi.


Luna melihat suaminya masuk ke dalam kamar mandi dengan pintu yang sedikit dibanting. Terdengar dari luar Ray berteriak seolah meluapkan emosinya mengenai hal yang terjadi antara dirinya dan Luna.


Luna duduk bersimpuh di depan pintu kamar mandi, meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan. Sesaat Luna merasa hancur berkeping-keping karena perbuatan Ray kepadanya. Ingin sekali rasanya Ia pergi meninggalkan Ray dan pergi jauh darinya. Namun ucapan sang Ayah sebelum dirinya menikah, membuat Luna berpikir dua kali untuk meninggalkan Ray begitu saja, Ia harus selalu bersama sang suami apa pun kondisinya.


"Kamu memang sudah mengecewakan aku Ray, tapi...Aku tidak akan menyerah begitu saja, Aku harus tahu kenapa kau berubah seperti ini, pasti ada yang kau sembunyikan dariku, tiba-tiba saja cintamu berubah menjadi kebencian, Aku akan membuat rasa benci itu hilang, Aku berjanji akan membuatmu kembali mencintaiku "


Gumam Luna sembari mengusap air matanya. Rasanya ini seperti menelan pil pahit untuk Luna, tapi Luna masih yakin suatu hari nanti dia pasti bisa merubah kebencian sang suami terhadap dirinya, karena Luna yakin Ray masih sangat mencintai dirinya.


Luna tak mau berdiam diri meratapi nasibnya yang baru sehari menjadi istri seorang Ray, dia akan terus bersama Ray meskipun Ray sudah berubah, Luna akan tetap melayani Ray sebagai istri sekaligus menanti keluarga besar Perkasa.


Luna sudah berjanji kepada sang Ayah agar berus membersamai sang suami, Luna tidak ingin membuat Ayahnya bersedih.


******


Sementara hari itu di meja makan, Vano tengah berbincang dengan Shesa tentang rencana mereka untuk ke luar negeri beberapa minggu untuk urusan bisnis keluarga.


"Sayang, bagaimana rencana kita ke Dubai? Apakah semua sudah siap?" tanya Shesa kepada suaminya.


"Iya tentu saja, besok kita akan berangkat ke Dubai, setidaknya perusahaan biar Ray yang menanganinya, Aku yakin dia pasti bisa" jawab Vano meyakinkan istrinya.


"Untung saja kita sudah menikahkan Ray dan Luna, jadi kita tidak perlu khawatir meninggalkan Ray disini, setidaknya ada Luna yang akan menemaninya, Aku yakin pasti mereka tengah berbahagia saat ini, mereka berdua saling mencintai, Aku tak sabar ingin segera menggendong seorang cucu, pasti sangat membahagiakan sekali" pikir Shesa yang menganggap Ray dan Luna bahagia.


Tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan kedatangan sepasang pengantin baru.

__ADS_1


Ray tampak menggandeng mesra Luna, dan menunjukkan kebahagiaan mereka sebagai suami istri.


"Ingat kataku, jangan bicara macam-macam kepada Mama dan Papa, kita harus tetap terlihat mesra di depan mereka, jika tidak maka aku akan membuatmu menyesal" Luna mengingat ucapan Ray sebelum mereka berangkat ke kediaman keluarga besar Perkasa.


"Hai...Ma, Pa" sapa Ray sembari merangkul Luna seolah-olah mereka berdua sangat bahagia. Shesa dan Vano melihat sang putra dan menantunya datang.


"Ray...Luna! Kok Kalian sudah pulang? Bukankah masih ada beberapa hari kalian menginap di hotel itu, kenapa secepat ini kalian pulang" seru Shesa


"Ah...Kata istriku, dia tidak kerasan disana, dia ingin pulang saja, jadi...Ray memutuskan untuk pulang!" jawab Ray berbohong.


"Benar begitu Luna?" tanya Shesa sembari menatap wajah gadis yang kini menjadi menantunya itu.


Luna mengangguk dan dengan cepat memeluk sang ibu mertua, Luna menumpahkan segala kepenatan yang ada pada dirinya.


"Hei...Kamu Kenapa sayang, kenapa kamu menangis?" tanya Shesa sembari mengusap air mata Luna yang tiba-tiba saja mengalir membasahi pipinya.


"Tidak Ma, tidak apa-apa, Luna sangat bahagia mempunyai ibu mertua yang baik banget seperti Mama, maka dari itu Luna ingin segera pulang, Luna ingin mendapat kasih sayang dari Mama" ucap Luna sendu.


"Sudah sudah, hapus air matamu, apa Ray menyakitimu? Kenapa tiba-tiba kamu memeluk Mama, bilang saja padaku bila Ray menyakitimu, Mama akan menghukumnya, gadis sebaik kamu tidak pantas untuk disakiti, disini kau akan bahagia nak, Mama akan membuatmu tersenyum" seru Shesa yang semakin membuat Luna terharu.


"Tidak Ma, Ray tidak menyakitiku, dia suami yang baik dan pengertian, Luna beruntung menikah dengannya, dia memperlakukan Luna seperti seorang ratu" ucap Luna menutupi perlakuan buruk Ray kepadanya.


Tampak Ray yang harap -harap cemas, Ia takut jika Luna mengatakan perlakuannya kepada Luna semalam. Sementara Vano mendekati putra sulungnya itu.


"Dengarkan Papa Ray, hari ini kau tidak sendiri lagi, ada Luna yang menjadi tanggung jawabmu, Papa tidak mau melihat ada air mata yang jatuh dari mata istrimu, jika Papa tahu kamu sudah membuat Luna bersedih, Papa tidak segan-segan mematahkan batang lehermu, meskipun kau anak kandung Papa sendiri, ingat itu Ray!" seru Vano tegas.


"I_iya Pa, Ray akan selalu mengingatnya" jawab Ray gugup


BERSAMBUNG

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤


...Bisakah Luna merubah sang suami untuk kembali mencintainya? Nantikan update berikutnya yang akan menguras emosi dan airmata kalian😊🙏...


__ADS_2