TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Kehadiran Nabila


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Vano hanya diam, menahan amarah dan emosinya, bagaimana bisa Ray tidak mengindahkan perintahnya, dan dia menutupinya dari Shesa. Sementara Shesa sudah begitu senang karena sebentar lagi Ia akan bertemu dengan anak dan menantunya.


Shesa melihat gelagat sang suami yang tampak aneh, ekspresi murka Vano membuat Shesa bertanya-tanya.


"Sayang, kamu kenapa? Apa ada masalah?" tanya Shesa begitu penasaran, karena tiba-tiba saja Vano terlihat begitu memendam suatu kemarahan, seolah ada sesuatu yang membuatnya seperti itu.


"Tidak, tidak ada, mungkin itu cuma perasaanmu saja!" bantah Vano dengan mencoba melengkungkan senyumnya agar Shesa tidak curiga.


"Apa mungkin Papa sudah tahu, apa yang sedang terjadi pada kakak dan Luna, oh God semoga saja Papa nggak menghukum kak Ray terlalu berat" gumam Jasmine khawatir.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka telah sampai di kediaman mewah Vano dan Shesa. Terlihat banyak pelayan yang menyambut kedatangan mereka berdua, Vano turun dari mobil dan disambut Shesa yang juga ikut turun dari mobil mewah tersebut.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya, kami sangat senang bisa melihat Anda berdua kembali" sapa kepala pelayan pada keduanya.


"Terima kasih" jawab Shesa bahagia.


Lantas keduanya masuk kedalam rumah yang sudah 2 Minggu ini mereka tinggalkan, semuanya sangat Shesa rindukan.


"Oh ya...Kemana Ray dan Luna? Aku belum melihat mereka berdua sama sekali? Apa mereka ada di kamarnya?" tanya Shesa menebak.


"Tuan muda belum pulang dari kantor Nyonya, dan Non Luna...Dia...Dia..." pelayan itu tampak gugup untuk melanjutkan kata-katanya, sesekali ia melirik ke samping temannya.


"Dia kenapa? Yang jelas kalau ngomong, dia kenapa? Sebenarnya apa sih yang terjadi? Apa yang kalian sembunyikan? Jasmine katakan pada Mama, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Shesa yang begitu penasaran tentang apa yang terjadi di rumah mereka selama kepergiannya ke Dubai bersama Vano.


"Eh...eh...itu Ma...itu..." Jasmine sendiri tidak tega untuk mengatakan hal itu kepada Shesa.


Dan tiba-tiba saja terdengar suara seorang wanita yang memanggil nama Shesa dari arah pintu utama rumah mewah itu.


"Shesa...!"


Dengan cepat mereka bertiga menengok kepada orang yang tiba-tiba datang ke rumah mereka.


"Deg"


Shesa melihat kearah wanita yang sedang berdiri di ambang pintu dan tengah memandang ke arahnya, terlihat wajah terkejut dan haru mulai menghiasi wajah Shesa yang masih terlihat cantik meski usianya sudah tidak muda lagi.


Dan dengan jelas bibir Shesa berkata.

__ADS_1


"Nabila...!"


Tampak mata Shesa mulai mengembun, ada rasa kerinduan yang mendalam tersirat dalam tatapan mata Shesa, perlahan Shesa menghampiri Nabila yang masih terdiam di tempatnya dengan senyum dan keharuan yang menghiasi wajahnya.


"Nabila... benarkah ini kamu!"


"Shesa...ini aku, Nabila!"


Tanpa pikir panjang, Shesa dan Nabila saling melepas rindu dengan memeluk penuh keharuan, setelah puluhan tahun mereka tidak bertemu, akhirnya hari ini mereka bertemu kembali.


Vano dan Jasmine melihat keduanya ikut bahagia.


"Siapa dia Pa? Apa dia sahabat Mama? Mama kelihatan senang sekali bertemu dengannya!" seru Jasmine di samping Vano.


"Iya...dia adalah sahabat Mama mu saat di SMA dulu, Nabila!" jawab Vano


"Nabila? Bukankah itu Mamanya Abi?" gumam Jasmine bercampur haru dan senang, akhirnya ia bisa bertemu dengan Mamanya Abian secara langsung.


"Apa kabarmu? Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi, ayo masuk..." seru Shesa untuk mengajak Nabila masuk ke dalam rumah, sementara di belakang Nabila tampak Derry dan Abian juga ikut menemani Nabila untuk menemui Shesa.


"Pak Vano! Senang bisa bertemu dengan Anda lagi" sapa Nabila kepada Vano.


Tampak Nabila menundukkan wajahnya saat mendengar Vano menanyakan Mita. Begitu pun dengan Jasmine yang terlihat bingung bagaimana mengatakan kepada Shesa tentang keadaan Mita, yang kini sudah berpulang menghadap sang Illahi.


"Iya suamiku benar, dimana Mita? Kenapa tidak kamu ajak sekalian? Aku juga kangen banget sama dia, pasti anaknya juga sebesar anak-anak kita" seru Shesa sembari melihat Abian yang berada di samping Nabila.


Tampak Nabila terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Vano dan Shesa.


"Ah...Mama kita persilahkan dulu mereka untuk duduk, masa kita berdiri terus disini" ucap Jasmine mencoba mengalihkan pembicaraan tentang Mita.


"Oh ...ya ampun, aku benar-benar sampai lupa, ayo silahkan duduk...!" seru Shesa mempersilahkan mereka untuk duduk.


Tampak Nabila dan Shesa saling meluapkan rasa rindu mereka.


"Shesa... sebenarnya aku datang kemari untuk menyampaikan sesuatu kepadamu!" seru Nabila mulai membuka pembicaraan.


"Menyampaikan sesuatu? Katakan saja, apa yang bisa aku bantu?" tanya Shesa

__ADS_1


"Sebenarnya..."


Kemudian Nabila menceritakan semua yang telah terjadi pada perkampungan mereka, dan niat kedatangannya ke rumah Shesa adalah untuk meminta maaf bila itu adalah syarat untuk membatalkan kembali rencana Ray untuk membuat kawasan daerah mereka menjadi pusat perbelanjaan.


Tampak Shesa terkejut bukan main, saat mendengar penuturan Nabila yang menyayat hati, saat ia tahu bahwa gadis yang selama ini menjadi menantunya adalah putri dari sahabat nya sendiri yang sudah meninggal dunia yaitu Mita.


"Mita sudah meninggal 5 tahun yang lalu karena Leukemia akut, dan ia meninggalkan seorang putri yang sangat cantik, yang kini menjadi menantumu sendiri yaitu Luna!"


Ucapan Nabila bak petir disiang bolong, bagaimana tidak ternyata selama ini Shesa tidak menyadari bahwa sang menantu adalah putri sahabat nya sendiri yang telah meninggal.


"Apa? Jadi Mita sudah meninggal...dan Luna menantuku adalah putri kandung Mita... Astaga kenapa aku tidak menyadarinya" sesal Shesa


Shesa menangis, Ia tidak menyangka Ray bisa melakukan itu, sesaat Shesa teringat saat sebelum keberangkatannya ke Dubai, Luna ingin mengutarakan sesuatu yang belum sempat terwujud, saat itu Luna tengah memegang sebuah foto ibunya.


"Foto itu"


Spontan Shesa berlari menuju kamar Ray dan Luna, sementara Jasmine mengikuti Shesa dari belakang.


"Mama...tunggu!" seru Jasmine yang mengkhawatirkan keadaan Shesa.


"Maafkan kami pak Vano, kami tidak bermaksud untuk membuat Shesa sedih, namun kami harus mengatakan kebenaran ini" ucap Nabila


"Kamu jangan khawatir, aku sudah tahu semuanya, ini semua terjadi karena keegoisan Ray, anak itu harus aku beri pelajaran!" ungkap Vano kecewa


Kini Shesa sudah berada di dalam kamar Ray dan Luna, dirinya berkeliling mencari sesuatu yang menunjukkan jika Luna benar-benar putrinya Mita.


"Mama...apa yang Mama cari?" tanya Jasmine yang melihat Shesa tampak sibuk mencari sesuatu.


Kemudian Shesa membuka lemari pakaian, dan betapa terkejutnya saat ia menemukan sebuah foto. Lantas Shesa segera mengambil foto tersebut.


Shesa mendadak lemas, air matanya tak bisa terbendung lagi saat ia tahu bahwa yang ada dalam foto tersebut adalah sahabat nya sendiri, Mita.


"Ini tidak mungkin... tidak mungkin...Mita! kenapa kamu pergi secepat ini, kenapa kamu tinggalkan kami!" sesal Shesa sembari terduduk lemas


BERSAMBUNG


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

__ADS_1


...Jadi sedih kan lihat Mama ShesaπŸ˜”...


__ADS_2